Di masa lalu, Kota Tangerang disebut Benteng, mengacu pada hadirnya sebuah benteng besar yang dibangun Belanda di tepi Sungai Cisadane. Benteng itu berfungsi sebagai pos pengintai dan pengamatan untuk mengamankan Batavia dari serangan balatentara Sultan Banten. Cina Benteng juga istilah yang mengacu pada kaum keturunan Tionghoa penghuni Benteng dan sekitarnya. Padahal, menurut kitab sejarah Tina Layang Parahyang, kehadiran kaum Tionghoa di daerah itu sudah ada sejak awal abad ke-15. Para perantau Hokkian itu bermukim di muara Sungai Cisadane, daerah yang hingga kini masih dikenal dengan sebutan Teluk Naga. Kehadiran kaum keturunan Tionghoa yang sudah lebih dari enam abad di sana dengan sendirinya juga telah meninggalkan jejak kuliner yang nyata. Salah satu masakan Peranakan Tionghoa yang hingga kini masih eksis di Tangerang adalah ikan ceng cuan. Kaum keturunan Tionghoa di Tangerang pun tidak ada yang tahu apa arti ceng cuan ini. Tetapi, umumnya mereka yakin bahwa ikan mas...
Makanan khas Kota Tangerang berikut ini adalah hidangan utama yang disukai masyarakat Tangerang dan cukup populer. Bedanya, nasi ulam Tangerang merupakan campuran dari budaya Portugis, Cina, dan Betawi. Nasi ulam biasanya disajikan bersama dengan serundeng, semur kentang, dan bihun goreng. Tidak lupa tambahan lalapan berupa mentimun dan lauk telur rebus. RM/Toko yang Menyediakan : Nasi Uduk Encim Sukaria Restaurant Address: Jalan Kh. Soleh Ali No.90, Sukasari, Kec. Tangerang, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118 Phone: (021) 5521049 Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-tangerang/
Kaledo adalah akronim dari ‘Kaki Lembu Donggala’. Kuliner khas Palu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Makanan ini mirip dengan sup buntut, bedanya tulangnya dari kaki lembu dan disajikan bukan dengan nasi melainkan dengan singkong rebus. Kaledo memang sebenarnya merupakan masakan khas etnis Kaili di Palu, Sulawesi Tengah. Meskipun demikian, belum banyak yang menuliskan Kaledo dari aspek budaya. Berdasar atas keprihatinan tersebut maka Jamrin Abubakar menyatakan dalam Kompasiana telah membuat cerita mengenai Asal Mula Kaledo di tahun 1999 silam. Demikan cerita legenda karya Jamrin Abubakar; ada sebuah cerita pada zaman dahulu di wilayah Sulawesi Tengah terdapat orang yang sangat dermawan dan mulia hatinya. Suatu ketika orang tersebut menyembelih sapi dan membagi-bagikan daging sapi tersebut kepada semua penduduk desa setempat. Ketika acara pembagian daging sapi sudah tiba, orang yang pertama kali mendapatkan daging sapi adalah orang Jaw...
Uta Kelo (Sayur Kelor) adalah salah satu kuliner khas masyarakat Sulawesi Tengah. Kuliner yang satu ini identik dengan kehidupan salah satu suku terbesar yang mendiami kawasan Sulawesi Tengah yaitu suku Kaili. Cita rasanya yang khas dan unik menjadikannya sebagai salah satu identitas kuliner Sulawesi Tengah. Uta Kelo berasal dari bahasa Kaili yang artinya Sayur Kelor. Sesuai dengan namanya, Uta Kelo adalah kuliner yang menggunakan daun kelor sebagai bahan utamanya. Tanaman Kelor (Merunggai) dapat dijumpai di hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Tanaman ini biasanya tumbuh liar dan dapat tumbuh hingga mencapai 11 meter. Oleh masyarakat, tanaman ini dijadikan sebagai pagar pembatas lahan atau tanaman pekarangan. Daun dan buah tanaman ini dapat diolah menjadi bahan makanan. Uta Kelo adalah kuliner yang berbahan dasar daun kelor dengan kuah santan kental. Sebagai pelengkap, biasanya ditambahkan irisan terung muda, pisang muda, dan lamale (udang halus). Kuah santan yang gurih,...
Istilah Posuo berasal dari kata suo yaitu sebuah bilik rumah yang ditempati para anak gadis untuk melaksanakan Posuo atau pingitan. Posuo (pingitan) merupakan prosesi adat bagi gadis remaja yang telah aqil balik dalam memasuki masa dewasa sekaligus mempersiapkan diri untuk berumah tangga. Kegiatan ini dilakukan selama 8 hari 8 malam atau dapat pula dilaksanakan selama 4 hari 4 malam s/d 7 hari 8 malam yang di pandu oleh seorang Bhisa. Tujuan dilaksanakannya prosesi ini adalah untuk mengajarkan kepribadian, etika, akhlak serta hal-hal yang berhubungan dengan keagamaan. Bagi gadis remaja yang telah dipingit dan keluar ruangan, maka resmilah disebut Kalambe atau wanita yang telah dewasa dan diupacarakan dalam mataana kariaa. Festival Posuo (Pingitan) adalah tradisi pingitan bagi gadis remaja Buton sebelum memasuki usia dewasa. Pada masa lampau, sejak terbentuknya struktur pemerintah kerajaan/kesultanan di Buton dilaksanakan selama 40 hari. Setela...
Kue Kembang Goyang adalah Kue yang berasal dari Budaya Betawi, dalam hal ini, kita akan membahas Kue Kembang Goyang yang berasal dari Kota Bekasi, karena Kota Bekasi masih banyak dipengaruhi oleh budaya Betawi Kue Kembang Goyang terlihat bertekstur keras dan memiliki bentuk seperti kembang (sesuai cetakannya), Meski tekstur kue renyah ini dari luar terlihat keras, tetapi sebenarnya tidak. Untuk membuat kue kembang goyang diperlukan cetakan khusus yang digunakan untuk mencetak bentuk bunga (kembang) sebelum kue tersebut masuk ke dalam wajan berisi minyak goreng. Pada saat proses menggoreng harus digoyang-goyang, itulah asal usul kenapa namanya kue kembang goyang. Kue Kembang Goyang biasanya ditaburi wijen dalam pembuatannya, untuk menambah citarasa dari Kue Kembang Goyang, yang terkadang rasanya asin, meskipun rasa Kue Kembang Goyang yang sebenarnya mempunyai rasa manis. Namun Kue Kembang Goyang mulai jarang ditemukan, selain pembuatan dari kue ini sedikit sulit,...
Mau jajanan unik khas Bungo. Adalagi nih, makanan yang lezat dan menggugah selera. Pernah dengar Takik Beruk? Pasti banyak berpikiran itu makanan apa ya. Takik Beruk adalah makanan khas yang berasal dari Dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani,Kabupaten Muara Bungo Privinsi Jambi. Umumnya takik beruk atau cangkir beruk, atau cangkir monyet berbahan dasar ketan yang dipadu dengan santan dan garam. Lalu dibungkus dengan tanaman kantung semar, untuk rasa orisinilnya. Untuk varian rasa bisa berupa tepung yang dicampur pandan atau selai srikaya. Ada juga yang dibuat dari ubi dan gula merah. Sementara bungkusnya tetap dari tanaman kantung semar. Tanaman kantung semar didapat di payau atau rawa-rawa sekitar sungai atau di Sungai Arang. Makanan khas Bungo ini disajikan saat-saat tertentu. Biasanya dibuat untuk memperingati Isra' Mi'raj , Maulid Nabi, ataupun untuk hidangan di hari raya ataupun acara pernikahan. "Kami dari kelompok penerima manfaat PKH (Program K...
Siapa orang Jambi yang tidak pernah ke Ancol? Pasti rata-rata pernah berkunjung kesana, untuk bersantai menikmati es tebu dan jagung bakar sambil menatap lanskap sungai Batanghari yang memiliki catatan sejarah panjang. Eits, kita tidak sedang membicarakan ancol, salah satu destinasi wisata pantai di teluk Jakarta ya, tapi kita tengah membahas kawasan yang aslinya bernama "Tanggo Rajo", yang terletak disepanjang jalan Raden Pamuk, di depan rumah dinas Gubernur Jambi. Bagaimana sebenarnya asal muasal kawasan ini disebut ancol? Tim IMCNews.ID menghimpun informasi dari warga sekitar kawasan bahwa penamaan ancol mulai ada pada sekitar tahun 1980an. Menurut tokoh pemuda daerah Tanggo Rajo, yang sekaligus pecinta budaya, Fery Nugraha, yang pertama kali menyebut ancol adalah seorang istri pengusaha besar Jambi tahun 80'an. Pengusaha itu bernama Muhammad Arfah, sedangkan nama istrinya ia tidak tahu persis namun sering dipanggil Mami. Mami dan suaminya tinggal di Jal...
Pedang khas jambi ini memiliki bentuk wujud sama seperti pedang-pedang pada umumnya, Tetapi bila lebih diperhatikan lebih jelas lagi, kita bisa melihat adanya 2 mata pada besi pedang ini. Kedua mata pada besi pedang ini sangat tajam sekali dan dapat melukai anggota tubuh, pedang ini sangat berbeda dengan pedang-pedang lainnya, yang mana kebanyakan pedang-pedang pada umumnya hanya memiliki 1 mata yang tajam, dan memiliki ujung yg sangat runcing. Demikianlah penjelasan tentang Senjata Tradisional Jambi, mudah mudahan informasi tentang sejarah ini dapat bermanfaat, dan menambah wawasan ilmu tentang senjata tradisional. Terimakasih untuk teman-teman telah membaca artikel yang ala kadar nya ini... Sumber : http://www.budaya-indonesia.org/a/u/a