×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual

Provinsi

Sulawesi Tenggara

Asal Daerah

Sulawesi Tenggara

Posuo

Tanggal 29 Dec 2017 oleh Nicky Ria Azizman.

Istilah Posuo berasal dari kata suo yaitu sebuah bilik rumah yang ditempati para anak gadis untuk melaksanakan Posuo atau pingitan. Posuo (pingitan) merupakan prosesi adat bagi gadis remaja yang telah aqil balik dalam memasuki masa dewasa sekaligus mempersiapkan diri untuk berumah tangga. Kegiatan ini dilakukan selama 8 hari 8 malam atau dapat pula dilaksanakan selama 4 hari 4 malam s/d 7 hari 8 malam yang di pandu oleh seorang Bhisa. 
 
Tujuan dilaksanakannya prosesi ini adalah untuk mengajarkan kepribadian, etika, akhlak serta hal-hal yang berhubungan dengan keagamaan. Bagi gadis remaja yang telah dipingit dan keluar ruangan, maka resmilah disebut Kalambe atau wanita yang telah dewasa dan diupacarakan dalam mataana kariaa.
 
Festival Posuo (Pingitan) adalah tradisi pingitan bagi gadis remaja Buton sebelum memasuki usia dewasa. Pada masa lampau, sejak terbentuknya struktur pemerintah kerajaan/kesultanan di Buton dilaksanakan selama 40 hari. Setelah itu menjadi 7 hari, dan saat ini dapat dilaksanakan hanya 4 hari lamanya, yang secara psikis bertujuan untuk membentuk mental dan yang dilarang, sebagai seorang gadis dewasa berdasarkan ketentuan adat istiadat dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
 
Selain pembetukan psikis juga pembentukan fisik, yaitu diajarkan untuk merawat diri, dan berprilaku hidup sehat sehingga tetap tumbuh sebagai seorang gadis yang sehat dan cantik secara alami.
 
Posuo (Pingitan) bagi masyarakat Buton wajib hukumnya dalam ketentuan adat istiadat, sebelum melangsungkan pernikahan. Apabila seorang gadis akan menikah, sudah dapat dipastikan dipingit lebih awal baru dilangsungkan pernikahan.
 
Hal ini sebabkan karena Posuo (Pingitan) merupakan forum training kewanitaan untuk mendengarkan nasehat para Bisa (penasehat perempuan) dalam memasuki kehidupan berumah tangga nantinya. Sekaligus diajarkan cara merawat diri, sehingga setelah memasuki pernikahan akan mampu menjadi istri yang dapat menaklukan hati suami, sehingga diharapkan terbentuk kehidupan keluarga yang sakinah.
 

Sumber:

https://zonasultra.com/festival-budaya-tua-peradaban-buton-pesonakan-indonesia.html

DISKUSI


TERBARU


Diniyohu dan Ma...

Oleh Ninaninu Cafe | 24 May 2024.
Makanan Tradisional Gorontalo

Diniyohu, Ilabulo, Binthe Biluhuta, Dabu-Dabu Sagela

Omu dan Kue Ker...

Oleh Ninaninu Cafe | 24 May 2024.
Minuman dan Kue Tradisional

Minuman Omu dan Kue Kering tradisional Gorontalo

Menjelajahi Kek...

Oleh Nikeisha | 22 May 2024.
Makanan Tradisional

Selamat menikmati perjalanan kuliner Anda di Pulau Dewata, dan mari kita terus mendukung dan mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia di mata dunia.

Menjelajahi Kek...

Oleh Kelis | 22 May 2024.
Makanan Tradisional

Selamat menikmati perjalanan kuliner Anda di Pulau Dewata, dan mari kita terus mendukung dan mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia di mata dunia.

Budaya adat bet...

Oleh Rizka Vivi Aurelia | 18 May 2024.
Seni pertunjukan dan Makanan khas betawi

Perkenalkan Saya Rizka Vivi Aurelia, Saat ini saya berusia 21 tahun, saya ingin mengikuti perlombaan dari budaya indonesia. semoga hasil dari editing...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...