Ledhug Suro merupakan serangkaian acaran yang berasal dari Magetan, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru agama islam (hijriyah) atau bisa disebut juga dengan perayaan Bulan Suro. Kegiatan ini dilaksanakan 1 minggu sebelum tahun baru islam. Sama Seperti daerah-daerah lain acara ini dimeriahkan oleh berbagai macam pertunjukan, seperti contoh pewayangan dan tari tradisional daerah setempat. Namun perayaan ini berbeda dari derah-daerah lainnya, yang membedakan adalah alat musik yang digunakan selama acara ini berlangsung. Masyarakat Magetan menyebutnya dengan alat musik "Ledhug". Ledhug merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu lesung dan bedug. Lesung merupakan sebuah peranti dari kayu yang berfungsi untuk menumbuk padi dan bedhug sebuah alat komunikasi tradisional yang berfungsi untuk memberikan sebuah penguman/pemberitahuan kepada khalayak ramai. Kemudian masyarakat Magetan mengkolaborasikannya seolah-olah menjadi menjadi...
Menikmati kuliner kepiting tidak hanya soal rasa, tapi juga sensasi membuka cangkang dan menghisap daging-dagingnya. Bagi sebagian orang, hal itu cukup menyusahkan dan mengurangi kenikmatan. Cak Gundul adalah julukan untuk pemilik yang bernama asli Machsun. Tambahan 1992 ternyata adalah angka spesial, di mana pada tahun tersebut ia menikah dengan wanita pilihan ibunya bernama Masruroh. Pasang surut dalam usaha sudah dilalui oleh Machsun sejak membuka warung di tahun 90-an. Meski begitu, ia tetap berusaha dan tahan banting dalam segala keadaan. telah berdiri sejak tahun 1992 di daerah Pandaan-Pasuruan (KM 48 Surabaya-Malang) Pasang surut usaha kuliner tak membuat Cak Gundul putus asa dan berhenti berjualan. Dengan modal sekitar Rp400.000, ia memulai kembali usahanya dan berjualan di daerah Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Memasuki tahun 1994 usahanya mulai bangkit dan berhasil menggaet banyak pelanggan setia. Dua tahun setelahnya, tempat jualan yang semula meng...
Tahu Lonthong adalah makanan khas TULUNGAGUNG khususnya berada di daerah “ Pasar Sore ”. Di sekitar daerah tulungagung pun banyak penjual tahu lonthong bukan hanya di " Pasar Sore " tetapi penjual yang berada di pasar sore ini cukup dikenal masyarakat. Makanan ini memiliki cita rasa yang unik dengan percampuran rasa manis, pedas dan gurih yang menjadi satu. Saya sendiri sering berkunjung ke Tulungagung dan sering menyempatkan diri untuk menikmati makanan khas Tulungagung satu ini karena saya rasa makanan ini memiliki cita rasa yang khas yang sebenarnya rasa khas tersebut berada di salah satu bahan yaitu kecap cap Kuda yang merupakan kecap produksi asli Tulungagung. Setiap kali saya datang untuk membeli makanan ini, tempat penjualan makanan ini cenderung sering ramai pengunjung terutama pada hari libur seperti hari minggu. Berikut bahan dan cara pembuatan Tahu Lonthong : Bahan...
GUNUNG PEGAT Wisata Bukit Pertapaan Gunung Pegat Kini Pertapaan Dewi Kilisuci/ Candi Pertapan telah dibuka menjadi destinasi wisata bertajuk Bukit Pertapaan. Daya tarik utama dari obyek wisata ini adalah Candi Pertapan yang terletak di Puncak Gunung Pegat. Bukit Pertapaan secara administratif terletak di Desa Bagelenan, Kec. Srengat, Kab. Blitar. Untuk menuju destinasi ini dari Blitar silahkan arahkan perjalanan kalian menuju Srengat. SMAN 1 Srengat lurus hingga perempatan Bagelenan. Dari sini belok lah ke kanan. Pertigaan Candi Mleri lurus saja hingga menjumpai pertigaan lagi kemudian belok kiri. Dari sini telah terdapat sejumlah papan petunjuk menuju lokasi wisata. Tiket masuk Bukit Pertapaan hanyalah tiket parkir seharga Rp. 2.000,- (tiket bisa berubah sesuai keputusan pengelola). Dengan tiket yang sangat murah ini kalian sudah akan dimanjakan dengan infrastruktur yang memukau. Dulu untuk menjangkau puncak Bukit Pertapaan, harus berjibaku dengan j...
Sumenep merupakan sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Madura. Seperti daerah-daerah lain, Sumenep memiliki budaya dan adatnya sendiri. Salah satu adat asal Sumenep yang jarang orang ketahui adalah pernikahan adatnya. Setiap pernikahan adat tentu memiliki keunikan tersendiri, begitu juga dengan pernikahan adat Sumenep. Mulai dari pakaian, aksesoris, hingga prosesinya tentu berbeda dengan pernikahan adat lain. Pakaian pada pernikahan adat Sumenep ada dua macam, yaitu: 1. Pakaian Kapotren merupakan kebaya lengan panjang berbahan beludru yang umumnya berwarna hitam. Pakaian ini biasanya dipadukan dengan kain batik khas madura yang bernama Samper Sarong. Samper merupakan kain panjang untuk wanita, sedangkan sarong adalah kain panjang untuk laki-laki. Pakaian ini dilengkapi aksesoris mencolok khas madura dengan warna utama merah dan hitam. Warna merah yang menyala-nyala melambangkan masyarakat madura yang berani. 2. Pakaian Legung merupakan kain yang dikenak...
Sambal Lucu, sambal khas banyuwangi ini memang bernama unik, Namun sambal ini tidak akan membuat orang yang memakannya tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya sambal lucu berasal dari 'tanaman lucu'. Tanaman lucu ini mungkin lebih familiar dengan 'nama kecombrang'. Rasa dari sambal lucu ini agak unik, pertama kali saya mencicipi teksturnya mirip dengan daging ayam, dengan rasa pedas, gurih, dan menyegarkan. Namun sambal lucu ini tidak selalu pedas, biasanya tergantung orang yang membuatnya, atau pun sesuai pesanan kita. Penasaran dengan rasanya? Kalian bisa coba buat sendiri kok. Bahan : - Lucu/Kecombrang 500 gram - Bawang Merah 100 gram - Bawang putih 50 gram...
Jangan Tombol/ketewel adalah sayur khas Banyuwangi, Jawa Timur yang terbuat dari nangka muda. Sayuran ini kalau saya pulang kampung ke banyuwangi selalu disediakan oleh keluarga saya. Bahan: Nangka Muda 1/2 kg santan 1/4 kg sereh 1 batang salam 2 lembar laos separuh merica 1 sdm royco 1 bungkus bumbu yang di sangrai : bawang merah 4 siung bawang putih 3 siung cabe merah 5 cabe domba/cabe kecil 5 kemiri 5 butir ketumbar 1/2 sdt jahe seiris yang ditumbuk CARA MEMBUAT: Sangrai ketumbar, kemiri, jahe, bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit. Lalu ditumbuk sampai halus. Beri garam secukupnya Tumis bumbu hingga matang Rebus nangka muda hingga empuk, tiriskan. Campurkan nangka tersebut dengan bumbu...
Telasanan adalah budaya berupa unjung-unjung asli asal lumajang, jawa timur. Berasal dari bahasa madura telas yang berarti habis. Habis disini karena bertepatan dengan hari raya idulfitri yang bermakna penghabisan dosa selama setahun penuh. Tradisi ini dilakukan selama riyoyo yaitu tanggal 1-7 syawal. Tradisi telasanan dilakukan dengan cara tuan rumah menerima dan menyiapkan tamu dan tetangga dengan sajian makanan. Para ibu sejak tanggal 23 ramadan mulai memasak jangan pedes atau sayur pedas dengan cabai 12 genggaman tangan, ketupat, lontong. Telasanan dimulai setelah ibadah sholat ied. Warga pulang dari ibadah mengunjungi rumah-rumah. Tuan rumah menyajikan makanan tersebut di ruang tamu, minuman (biasanya teh mocca , teh tradisional), dan rokok. Setelah disambut dan disuguhi, tuan rumah pergi meninggalkan para tamu sekitar 20 menit. Penyajian rokok disini bervariasi, ada yang menyajikan toples berisi cengkeh dan tembakau ditambah kertas...
Kota Kediri adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, 130 km sebelah barat daya Ibukota provinsi Surabaya. Menurut jumlah penduduk, Kota Kediri adalah kota terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang. Kota Kediri sendiri terkenal dengan berbagai makanan khasnya. Namun, ada satu makanan yang belum diketahui banyak orang. Padahal, makanan ini sangat digemari warga Kediri dan dapat ditemukan dengan sangat mudah. Walaupun belum menjadi kota yang benar-benar mentropolitan, Kota Kediri tidak bisa dibilang sepi. Saat malam hari, pusat Kota Kediri yang berada di sekitar Jalah Dhoho menjadi lebih hidup dengan berbagai pedagang makanan menggelar lapaknya di sepanjang bahu jalan. Salah satu yang akan sering kita temui adalah penjual nasi goreng. Namun, mereka biasanya tidak hanya menjual satu jenis makanan saja. Tersedia pula mie kuah, mie goreng, capcay, nasi mawut, dan satu makanan yang akan kita bahas kali ini, Krengsengan Kediri. Krengsengan K...