monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
168 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lulu Cina Buta (TERLENGKAP)
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Permainan sangat erat di tengah masyarakat. Tidak ada yang bisa mengelak jika diperhadapkan dengan permainan. Menurut keterangan orang-orang tua bahwa permainan ini sudah ditemui, tumbuh serta berkembang dalam masyarakat lama sekali. Kapan lahirnya permainan itu, tak seorangpun dapat menjelaskan. Ada yang menjelaskan bahwa sejak peristiwa Kratakau meletus, permainan tersebut sudah ada. Ada dua penafsiran orang-orang Melayu tentang perkataan "Cina Buta" tersebut yaitu : Cina Buta dalam arti sebenarnya adalah seorang orang Cina yang buta matanya, dan adapula Cina Buta dalam arti kiasan bagi seorang yang menjadi penebus "kawin" sementara bagi orang yang telah bercerai "talak tiga" yang ingin rujuk kembali; konon, tersebutlah kisah seorang Cina yang buta matanya masuk Melayu (Islam) yang lazim disebut "Muallaf". Kemudian ia dijadikan "Nuja" (pesuruh) mesjid. Saat itu pula ada sepasang suami istri yang bercerai dengan talak tiga. Tetapi kemudiannya ingin rujuk kembali. Menurut hukum...

avatar
Oskm2018_16018064_leonardo
Gambar Entri
Selembayung Warisan Budaya Melayu Riau
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

SELEMBAYUNG PENGERTIAN Selembayung disebut juga “ selo bayung “ dan “tanduk buang” adalah hiasan yang  terletak bersilangan pada kedua ujung perabung bangunan.pada bangunan balai adat melayu ini setiap pertemuan sudut atap di beri selembayung yang terbuat dari ukiran kayu. Biasanya terdapat di perkantoran, gedung pemerintahan, dan juga rumah adat. Selembayung berasal dari kebudayan suku Melayu Riau yang kehidupannya sangat akrab dengan sungai dan air. Hiasan bersilang itu sendiri berasal dari kayu bersilang yang terdapat diperabung sampan guna menahan atap sebagai tempat bernaung. Diujung lentik atap itulah yang disebut selembayung. Kultur yang digunakan adalah kultur air. Dewasanya, selembayung kini digunakan di rumah-rumah adat sebagai suatu ciri budaya Riau. Dimana bumi di pijak, di situ langit di junjung. Pada saat ini, banyak terdapat modifikasi selembayung yang diubah karena di tuntut oleh disain arsitektur bangunan. Namun ternyat...

avatar
OSKM18_16318227_AZKA Azka
Gambar Entri
Es Mentimun Sungai Hijau
Makanan Minuman Makanan Minuman
Riau

Es mentimun sungai hijau merupakan salah satu minuman khas daerah Riau yang sangat nikmat untuk disantap pada saat panas hari. Nama dari minuman ini diambil dari kekhasan sebuah sungai di kabupaten Kampar yang bernama Sungai Hijau. Sungai Hijau sendiri dinamakan demikian bukan karena warna airnya yang hijau, melainkan karena beningnya air sungai ini yang menyebabkan lumut dan ganggang di bawah permukaan airnya terlihat jelas. Sungai Hijau ini juga dikelilingi pepohonan yang hijau dan asri yang menambah makna hijau dari sungai ini. Sungai Hijau sendiri sekarang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi bagi masyarakat sekitar kampar maupun diluar kampar. Oleh karena keunikan Sungai Hijau di Kampar inilah nama es tersebut tercipta. Es mentimun Sungai Hijau ini sendiri disajikan dengan sirup melon yang berwarna hijau yang melambangkan Sungai Hijau. Sirup melon ini terlihat seperti aliran air dalam segelas es mentimun Sungai Hijau tampak seperti kenyataan. Selanjutnya, untuk mewak...

avatar
OSKM_16918029_Wahyu
Gambar Entri
Jembatan Leighton
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

       Jembatan ini merupakan jembatan pertama di Sungai Siak Pekanbaru, jembatan ini juga dikenal sebagai Jembatan Siak I, tetapi tak sedikit pula yang lebih mengenal dengan nama Jembatan Leighton, masyarakat sekitar juga lebih sering menyebutnya dengan Jembatan Lekton ataupun Leton. Jembatan ini menghubungkan Jalan Riau di Pekanbaru dan Jalan Yos Sudarso di Rumbai. Jembatan lekton ini didirikan karna terjalinnya kerjasama Indonesia dgn perusahaan minyak yaitu PT Caltex Pacific Indonesia dan sekarang dikenal dengan PT Chevron Pacific Indonesia. Jembatan ini diberi nama lekton karna awal selesai pembangunan terdapat spanduk besar dengan tulisan "PT Leighton Indonesia Construction Company" maka dari itu muncul lah nama Jembatan Lekton, dan nama jembatan baru ini hampir mirip dengan nama jebatan lama, yaitu Jembatan Ponton. Jembatan lekton ini diresmikan oleh  Presiden Soeharto pada 19 April tahun 1977, jembatan ini juga pernah menjadi jembatan terpan...

avatar
OSKM18_16818033_Shafiya
Gambar Entri
Raja Ampat Riau “Ulu Kasok”
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

Ulu Kasok,merupakan objek wisata alam yang dijuluki ‘Raja Ampat Riau”. Nama objek wisata ulu kasok mulai viral karena panorama yang indah dan memiliki sejarah yang unik. Karna faktanya, Ulu Kasok merupakan sebuah perkampungan Pulau Gadang. Namun karena akan dibangun PLTA pada tahun 1991, perkampungan Gadang kemudian dialihkan ke kampung Patin, sementara perkampungan Ulu Kasok ditenggelamkan. Sebelumnya,teman-teman pada penasaran gak kenapa nama objek wisata ini disebut dengan Ulu Kasok? Menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang narasumber kata   “ Ulu”  merupakan kata benda yaitu hulu artinya bagian atas (sungai dan sebagainya). Kemudian “Kasok” merupakan kata benda berasal dari bahasa jawa yaitu kayu (bambu) yang dipasang melintang seakan-akan merupakan jembatan. Secara singkatnnya ‘Ulu Kasok” merupakan bagian puncak yang memiliki keindahan panorama alam yang banyak ditemukannya kayu-kayu oleh pa...

avatar
Oskm18_16718368_rafika yulia sari
Gambar Entri
Legenda Ombak Bono
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Sudah lazim apabila kita melakukan olahraga berselancar di laut. Namun, pernahkah kamu melihat orang berselancar di sungai?. Memang terdengar aneh awalnya, namun inilah yang terjadi di hilir Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.  Memiliki ombak dengan ketinggian hingga 5 meter menjadikan objek wisata ini menjadi idaman bagi para peselancar. Mereka menamainya sebagai Ombak Bono. Tak seperti sekarang, dahulu kedatangan Ombak Bono sangat ditakuti oleh warga sekitar. Hal tersebut dikarenakan oleh kisahnya yang sangat melegenda sejak zaman nenek moyang warga yang mendiami pinggiran Sungai Kampar. Diceritakan bahwa saat Ombak Bono melintas, seringkali terlihat penampakan hantu putih yang mengendarai ombak tersebut. Konon hantu putih yang ada di Ombak Bono Sungai Kampar ini berkelamin jantan yang pada musim penghujan dan purnama akan mencari betinanya di Sungai Rokan. Ketika berkelana mencari betinanya, Ombak Bono membawa 6 pasukan dibelakangnya ya...

avatar
Oskm18_16418253_rahmi Putri Atria
Gambar Entri
Kain Songket Melayu Riau
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Riau

"Bumi Bertuah Negeri Beradat", itulah semboyan Riau. Kota yang ber-ibu kota-kan Pekanbaru ini terletak di tengah pulau Sumatera. Tanah Melayu yang kaya akan sumber daya alam dan terkenal akan keanekaragaman ikannya ini menjadikan Riau sebagai salah satu provinsi terkaya di Indonesia. Selain terkenal dengan kelapa sawit, karet, gas alam, dan minyak buminya, Riau juga terkenal dengan kain songketnya yang bukan hanya memikat masyarakat Indonesia, tetapi juga para wisatawan mancanegara. Songket Melayu memiliki daya tarik yang sangat terlihat pada motif dan warnanya yang mencolok. Pada kain songket terdapat simbol-simbol yang mengandung makna yang berbeda-beda, beberapa contohnya yaitu simbol bunga pada songket yang bermakna keindahan atau kecantikan, dan yang paling menarik adalah simbol semut yang bermakna walaupun berukuran kecil tetapi selalu bekerja sama dan mampu membuat sarang yang besar. Songket sebetulnya merupakan istilah dari cara pembuatannya yang dapat dibilang cuk...

avatar
OSKM18_19718112_Fatima Zahara Irfani
Gambar Entri
Adu Buah Para
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Adu Buah Para adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari Riau. Arti Buah Para sendiri adalah buah karet. Jadi permainan ini berarti mengadu buah karet. Permainan ini umumnya dimainkan oleh rakyat dari daerah pedalaman Riau yang rata-rata penduduknya bekerja sebagai petani karet atau petani ojol. Pohon karet sangat banyak di daerah Riau Kepri, sehingga anak buah karet banyak dimanfaatkan oleh anak-anak petani itu sebagai bahan permainan, adu buah para. Cara bermain Adu Buah Para ini cukup mudah. Pertama setiap pemain harus memiliki buah para yang akan dipertandingkan. Kemudian para pemain harus sud atau suit terlebih dahulu untuk menentukan siapa pemain yang akan menumbuk buah para terlebih dahulu. Setiap pemain yang kalah harus meletakkan buah paranya dibawah buah para pemain yang menang. Kemudian pemain yang menang akan menumbuk kedua buah para itu dengan tangannya, hingga salah satu diantara keduanya ada yang pecah. Setiap pemain hanya diberikan satu kali kesemp...

avatar
Deborah Kendal
Gambar Entri
Manfaat Pacu Jalur Kuantan Singingi
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Pacu Jalur merupakan sebuah perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah kir-kira 1,3 m s/d 1,5 m, dalam bahasa penduduk setempat, kata Jalur berarti Perahu. Setiap tahunnya, sekitar tanggal 23-26 Agustus, diadakan Festival Pacu Jalur sebagai sebuah acara budaya masyarakat tradisional Kabupaten Kuantan Singingi , Riau bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia . Pacu jalur biasanya dilakukan di Sungai Batang Kuantan . Hal ini tak lepas dari catatan panjang sejarah, Sungai Batang Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu dan Kecamatan Cerenti di hilir, telah digunakan sebagai jalur pelayaran jalur sejak awal abad ke-17. Dan, di sungai ini pulalah perlombaan pacu jalur pertama kali dilakukan. Sedangkan, arena lomba pacu jalur bentuknya mengikuti aliran Sungai Batang Kuantan , dengan panjang lint...

avatar
OSKM_16618305_wisnu wardana