
Jembatan ini merupakan jembatan pertama di Sungai Siak Pekanbaru, jembatan ini juga dikenal sebagai Jembatan Siak I, tetapi tak sedikit pula yang lebih mengenal dengan nama Jembatan Leighton, masyarakat sekitar juga lebih sering menyebutnya dengan Jembatan Lekton ataupun Leton. Jembatan ini menghubungkan Jalan Riau di Pekanbaru dan Jalan Yos Sudarso di Rumbai. Jembatan lekton ini didirikan karna terjalinnya kerjasama Indonesia dgn perusahaan minyak yaitu PT Caltex Pacific Indonesia dan sekarang dikenal dengan PT Chevron Pacific Indonesia. Jembatan ini diberi nama lekton karna awal selesai pembangunan terdapat spanduk besar dengan tulisan "PT Leighton Indonesia Construction Company" maka dari itu muncul lah nama Jembatan Lekton, dan nama jembatan baru ini hampir mirip dengan nama jebatan lama, yaitu Jembatan Ponton.
Jembatan lekton ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 April tahun 1977, jembatan ini juga pernah menjadi jembatan terpanjang di Sumatra pada eranya. Sebelum berdirinya jembatan lekton ini, masyarakat menggunakan pompong (sejenis perahu) atau pun jembatan ponton untuk menyebrang. Dan juga masyarakat sulit mengakses transportasi air maupun jembatan, yang difaktorkar oleh biaya dan juga kepentingan perusahaan minyak di pekanbaru-rumbai. Tetapi setelah terbangunnya jembatan lekton masyarakat lebih mudah menuju sekolah dan tempat kerja, hingga daerah sekitar jembatan terus berkembang.
Daerah pekanbaru dan rumbai hanya memiliki jalan setapak dan masi banyak nya kebun karet, semak-semak belukar, dan pohon rambutan. Seiring waktu daerah pekanbaru maupun rumbai menjadi ramai dan berkembang karna masyarakat memanfaatkan peluang yang ada. Pada awalnya di sekitar jembatan terdapat banyak jasa foto untuk para pendatang, karna jembatan ini pernah menjadi jembatan terpanjang di Sumatra, jalan beraspalpun mulai-mulai di kerjakan di sekitar daerah pekanbaru-rumbai, ruko-ruko pun dibangun disepanjang jalan sekitar jembatan dan itu pun terus berkembang hingga terdapat juga sebuah hotel yang dibangun pada daerah jembatan tersebut. Hingga sekarang tahun 2018, jembatan lekton masi digunakan walau terdapat Jembatan Siak II dan Jembatan Siak III. Agar jembatan tetap berdiri walau daya tahan hanya tinggal 30%, pemerintah memberi portal pembatas untuk menahan muatan yang besar, seperti truck, bus, dan angkutan berat lainnya.
melalui wawancar
#OSKM2018
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...
Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...