Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK-Unair) akhir pekan ini menggelar perayaan satu abad pendidikan kedokteran di Surabaya. Perayaan satu abad itu berdasarkan lembar negara pemerintahan Hindia Belanda bertanggal 8 Mei 1913. Salah satu penanda kegiatan yang rencananya dihadiri Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi itu, berupa peresmian gedung museum pendidikan FK Unair yang baru. Gedung museum baru ini terletak di gedung sisi barat gedung utama FK Unair di Jl Dr Moestopo. Sehari sebelum diresmikan, Rabu (16/10/2013), di salah satu ruangan gedung, sudah digelar seminar tentang Peningkatan Kesadaran Tentang Diabetes dalam rangka Hari Diabetes Sedunia. “Kegiatan ini merupakan yang “ngayari” pakai gedung museum, karena gedung baru akan diresmikan pada Kamis (17/10/2013),” kata Prof Dr Agung Pranoto Sp PD KEMD Mkes FINASIM, Dekan FK Unair. Usai seminar, para peserta diajak keliling museum. Gedung ini terdiri atas beberapa ruangan yang...
Ratusan tahun silam di Tanah Jawa, tepatnya di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, sebuah sejarah besar tentang manusia purba terkuak. Dari penggalian yang dilakukan Eugene Dubois, seorang dokter berkebangsaan Belanda ditemukan beberapa pecahan batu. Mulai dari gigi geraham, tulang paha, tengkorak manusia purba dan binatang. Upaya Dubois tidak bisa dibilang asal-asalan. Dirinya waktu itu, tertantang dengan teori Human Origin, yang dikemukakan Charles Robert Darwin (1809-1882). Dalam teori itu menyatakan bahwa manusia ini berasal dari evolusi kera. Berdasar teori Human Origin, Dubois meninggalkan negeri kincir angin menuju Indonesia pada tahun 1887. Selain itu ada dua alasan yang dijadikan acuannya kali ini. Pertama, berdasarkan buku The Descent of Man, menceritakan bahwa nenek moyang manusia seharusnya hidup di daerah tropis. Karena manusia purba sudah kehilangan bulu selama perkembangannya. Alasan kedua, di Hindia-Belanda (Indonesia) banyak gua-gua, jadi tak m...
Museum Manusia Purba Klaster Bukuran, Sragen Plaats: Sragen Provincie: Jawa Tengah Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: Museum Manusia Purba Klaster Bukuran Bukuran, Kalijambe, Sragen Regency 57283 Sragen...
9 Maret, kembali diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Peringatan ini adalah wujud pengakuan diri bangsa Indonesia bahwa musik merupakan bagian dari kebanggaan nasional. Melalui peringatan Hari Musik Nasional, insan musik dapat semakin termotivasi untuk berprestasi. Masyarakat pun diharapkan senantiasa mendukung perkembangan musik di tanah air. Peran dan kedudukan musik sangat strategis dalam industri kreatif yang sedang gencar dibangun oleh pemerintah saat ini. Tanggal 9 Maret juga merupakan kelahiran pencipta lagu Indonesia Raya WR Supratman. Kebiasaan bersenandung, menulis syair, dan memainkan tabuhan tradisional menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat akrab dengan kegiatan bermusik sejak dulu. Tak hanya musik tradisional atau etnis, berbagai genre mulai dari dangdut, pop, rock, jazz, blues, campur sari dan lain sebagainya mendapatkan ruang di Indonesia. Sejarah mencatat, banyak musisi dan karya hebat lahir dalam setiap zaman dan periode perk...
Prasasti Manjusri Prasasti Manjusri merupakan manuskrip yang dipahatkan pada bagian belakang Arca Manjusri, bertarikh 1343, pada awalnya ditempatkan di Candi Jago (sekarang tersimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D. 214). Candi Jago atau Candi Tumpang atau Candi Jinalaya (pura) merupakan tempat asalnya patung Manjusri ini. Candi tersebut mula-mula didirikan atas perintah raja Kertanagara untuk menghormati ayahandanya, raja Wisnuwardhana yang mangkat pada tahun 1268. Asal Usul Berdasarkan tafsiran Bosch dari tulisan pada prasasti tersebut, kemungkinan Adityawarman mendirikan candi tambahan di lapangan Candi Jago tersebut, atau mungkin pula candi yang didirikan tahun 1280 sudah runtuh dan digantikan dengan candi baru. Tidak adanya sisa-sisa bangunan besar di samping Candi Jago yang sekarang, sehingga menunjukkan penjelasan yang kedua lebih masuk akal. Hal ini didukung pula oleh gaya relief dan ukiran pada candi tersebut, menurut analisis Stutterheim, membuktik...
Cerita mengenai asal mula Pacitan ini terdapat dalam buku Legenda Rakyat Pacitan dan babad tanah Pacitan, yang mengatakan bahwa Pacitan berasal dari Pacewetan. Pace adalah nama buah, atau dikatakan adalah mengkudu yang memberi kekuatan, sedangkan wetan adalah timur.Pendapat ini berasal dari legenda yang bersumber pada peristiwa perang Mengkubumen atau Perang Palihan Nagari (1746-1755 M). Perang ini terjadi di Pacitan saat Pangeran Mangkubumi dari keraton Surakarta dalam peperangannya itu sampai ke wilayah pesisir selatan di Pacitan. Saat itu sedang terjadi perang gerilya 1747-1749 (Perang Palihan Nagari (1746-1755) ) melawan VOC Belanda, Pangeran Mangkubumi mengalami kekalahan, beliau disertai 12 orang pengikutnya mundur ke arah selatan sambil mencari dukungan untuk membantu perjuangan perang tersebut. Dalam pertempuran tersebut, Pangeran Mangkubumi mengalami kekalahan dan terpukul mundur, sehingga beliau beserta pasukan yang tersisa menggunakan strategi melarikan diri ke dalam...
Perubahan lingkungan situs trinil sejak kala pliosen Fathoni, M.Rais (2015) Perubahan lingkungan situs trinil sejak kala pliosen. Perubahan lingkungan situs trinil sejak kala pliosen (4). Text (Situs Trinil masih menyimpan banyak rahasia yang terkandung dalam endapan sedimennya, maka perlu dilakukan pengambilan data kembali termasuk salah satunya adalah data geologi.) 3-PERUBAHAN-LINGKUNGAN-SITUS-TRINIL-SEJAK-KALA-PLIOSEN_Compressed.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview Abstract Situs ini terletak dikabupaten ngawi berada di lingkungan aliran sungai bengawan solo. Nama ‘’Trinil’’ mulai banyak diperbincangkan para kalangan ilmuwan sejak ditemukannya atap tengkorak dan tulang paha Pithencantropus erectus oleh Eugene Dubois pada tahu...
Candi Tapan Kecamatan Talun Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah yang banyak memiliki situs peninggalan sejarah. Di daerah Kabupaten Blitar terdapat banyak candi seperti Sawentar, Kotes hingga yang paling terkenal dan menjadi icon Kabupaten Blitar yaitu Candi Penataran. Selain candi-candi yang sudah lama ditemukan itu pada tahun 2010 telah dilakukan penggalian Candi Tapan yang berlokasi di Dusun Bakulan Desa Bendosewu Kecamatan Talun. Nama Candi Tapan itu sendiri berasal dari cerita sejarah bahwa dahulu terdapat orang yang bertapa di candi tersebut. Berdasarkan data pada catatan Situs Tapan benda cagar budaya yang ada antara lain Yoni, Nandi, Arca Dwarapala dapat dipastikan bahwa pendirian Candi pada Situs Tapan dilatarbelakangi oleh agama Hindu karena Nandi adalah binatang yang menjadi kendaraan Dewa Siwa atau biasanya Nandi adalah simbol dari Siwa itu sendiri. Menurut informasi bahwa situs Tapan ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit akhir. Awalnya dae...
Lepet Kamboya, Jajanan Khas Pulau Kangean Lepet kamboya sebenarnya mirip dengan buras atau burasa dari Sulawesi Selatan, hal yang membedakannya adalah cita rasa pedas miliki buras yang tak dimiliki oleh kamboya. Kamboya memiliki struktur seperti lontong dan cocok dimakan dengan ikan pindang segar. Kandungan gizi di dalamnya pun banyak, seperti protein,potassium, kalsium, magnesium yang merupakan gizi makro (Kangean, 2016). Kamboya sendiri merupakan salah satu makanan tradisional yang paling eksis di Pulau Kangean. Bahkan, kamboya menjadi salah satu kuliner yang dapat menjadi oleh-oleh saat wisatawan berkunjung ke pulau tersebut (Netsyber, 2019). Bahan dan pelengkap Beras ketan Santan Garam Daun pisang Tali rafia Cara membuat kamboya Daun pisang dijemur hingga layu. Potong daun pisang dengan bentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 2-3 cm lebar sekitar 5 cm (sebagai pembungkus ketan). Sisakan daun sebagai pembugkus luar kamboya. Santan yang sudah ters...