Horok-horok adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung pohon aren. Horok-Horok adalah makanan yang tergolong langka, di karenakan Horok-horok umumnya hanya ditemukan di Jepara Sulit bahkan tidak dapat ditemukan di luar Jepara. Horok-horok umumnya dimakan dengan Sate, Sate kikil, soto, bakso, gulai dan sayur pecel. Selain itu dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur. Macam-macam Horok-Horok Horok-Horok Petis, Horok-Horok Bakso, Horok-Horok Gulai, Horok-Horok Cecek, Horok-Horok Janganan, Horok-Horok Goreng, dan Wedang Horok-Horok. Bahan pokok horok-horok adalah tepung yang terbuat dari pohon aren, Makanan ini sudah populer semenjak masa gerakan tiga puluh September (PKI). Metode mengambilnya menggunakan sisir rambut. Bentuknya butiran-butiran kecil menyerupai busa styrofoam yang kenyal dengan rasa sedikit asin. Untuk memperoleh pohon aren, para perajin asal Jepara sampai berburu ke luar dae...
Pancake dan pengisiiannya dapat dilakukan lebih duluan dan didinginkan; didinginkan sesuai temperatur ruang. Pancakes Bahan: 100 gram tepung beras 2 sdm gula ¼ sdt garam 3 butir telur 250 ml santan kelapa 2 sdm minyak kelapa Filling Bahan: 125 ml gula aren 100 gram kelapa parut 1 daun pandan Cara membuat: Untuk membuat pancake, gabungkan tepung beras, gula, garam, santan kelapa, minyak kelapa di dalam mangkok. Diaduk rata dengan pengocok sampai tidak ada gumpalannya. Disaring dengan menggunakan kain. Adonan harus menjadi sangat cair dalam konsistensi. Panaskan panci anti-lengket dengan panas yang rendah Untuk setiap pancake, tuangkan 4 sdm adonan dan masak sekitar 2 menit, sampai warnanya terlihat matang. Balikkan pancakenya dan dimasak beberapa menit lagi. Dinginkan pancakenya sesuai dengan suhu r...
Tahu Petis adalah salah satu makanan tradisional di Indonesia yaitu Tahu goreng yang di sajikan bersama Saus petis. Makanan satu ini merupakan salah satu jajanan khas yang terkenal di Semarang, Jawa tengah. Tahu yang di gunakan hampir sama dengan Tahu goreng pada umumnya, namun yang membedakan dalam Tahu Petis ini adalah Saus petisnya yang memiliki rasa yang khas. Dalam proses pembuatannya, Tahu di bumbui dengan garam dan bawang putih, kemudian di goreng hingga matang. Tahu yang di goreng ini hampir sama seperti Tahu Pong namun rasa dari Tahu tersebut biasanya tidak terlalu asin. Sedangkan Saus petis terbuat dari bahan dasar udang yang di racik dengan bumbu special sehingga memiliki rasa dan aroma yang khas.Untuk penyajiannya, Tahu yang sudah di goreng biasanya di belah tengah dan di oleskan/ disisipkan Saus petis di tengah Tahu goreng tesebut.Selain memiliki aroma yang khas, Saus petis ini memiliki rasa yang gurih dan manis. Selain itu rasa udang yang bercampur den...
SEJARAH TELUR ASIN Pada tahun 1950-an, ada sebuah keluarga China bernama In Tjiau Seng dan Tan Polan Nio yang memulai usaha telur asin pertama kali di Brebes. Waktu itu ternyata telur asin adalah makanan yang eksklusif, Karena produksi telur asin masih terbatas dan kebanyakan dijual hanya ke Jakarta. Namun, dari waktu ke waktu usaha telur asin ini semakin menyebar dengan pelanggan yang jumlahnya cukup banyak. Pasangan In Tjiau dan Tan pun menerima pekerja tambahan untuk membantu mereka melayani toko. Hingga akhirnya sang pekerja ini keluar dari toko tersebut dan membuat usaha telur asin sendiri dengan ilmu yang sudah didapat selama bekerja di toko Tjiau dan Tan. Telur asin adalah olahan telur bebek atau itik yang menjadi oleh-oleh khas daerah Brebes, Jawa Tengah. Teksturnya yang masir atau agak sedikit kasar serta rasanya yang gurih membuat banyak orang suka menyantapnya. Tidak jarang juga telur asin ini dijadikan oleh-oleh bagi mereka yang datang berkunjung ke Brebes....
SEJARAH ENTING-ENTING GEPUK Enting-enting Gepuk ini khasnya daerah Salatiga, Jawa Tengah. Bahan dasarnya adalah kacang tanah yang digepuk atau ditumbuk kemudian dipadatkan. Tapi sebelumnya udah dicampur sama gula jawa dulu biar semua menyatu menjadi satu. Sejarah enting-enting gepuk di salatiga bermula dari fakta bahwa enting enting merupakan makanan khas yang berasal dari Tionghoa, yang sampai saat ini masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia baik sebagai camilan atau oleh oleh ketika mengunjungi kota Salatiga Jawa Tengah. Enting-enting ini ditemukan oleh Khoe Tjong Hok yang berasal dari Fukkian, China. Enting enting gepuk pertama kali dibuat sekitar tahun 1920-an di Sebuah klenteng ( wihara umat Budha ) bernama klenteng Hok Tek Bio yang ada di Salatiga Jawa Tengah, enting enting ini terus diproduksi sampai pada tahun 1960an dengan tata cara yang masih sederhana, seperti kemasannya hanyalah menggunakan klobot (kulit jagung yang dikeringkan) lalu untuk pemasaran...
Pesta Parak Iwak di Sungai Serayu Banjarnegara merupakan serangkaian acara yang biasa di lakukan pada akhir bulan Agustus yang bertepatan dengan hari jadi kota Banjarnegara (22 Agustus). Dalam Pesta Parak Iwak ini warga kota Banjarnegara akan menangkap ikan sebanyak mungkin. Pesta Parak Iwak biasa di lakukan di Sungai Serayu, Desa Singomerto, Banjarnegara tepatnya di sekitaran Serayu Adventure dan The Pikas. Pesta Parak Iwak dimulai dengan acara “ulam sari tirta nyawiji” atau pengambilan benih ikan yang akan disebar yang diambil dari tujuh mata air yang ada di Dataran Tinggi Dieng, yaitu Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Telaga Sewiwi, Sendang Serayu, Telaga Pengilon, Telaga Warna dan Telaga Cebong. Kemudian benih ikan ditempatkan dalam bokor “tumus pandeleng ing manah”. Setelah pengabilan benih selesai bokor atau kendi tempat benih ikan diserahkan kepada kepala desa Singomerto untuk di sebar di Sungai Serayu dan sebagai tanda di...
Pesta Parak Iwak di Sungai Serayu Banjarnegara merupakan serangkaian acara yang biasa di lakukan pada akhir bulan Agustus yang bertepatan dengan hari jadi kota Banjarnegara (22 Agustus). Dalam Pesta Parak Iwak ini warga kota Banjarnegara akan menangkap ikan sebanyak mungkin. Pesta Parak Iwak biasa di lakukan di Sungai Serayu, Desa Singomerto, Banjarnegara tepatnya di sekitaran Serayu Adventure dan The Pikas. Pesta Parak Iwak dimulai dengan acara “ulam sari tirta nyawiji” atau pengambilan benih ikan yang akan disebar yang diambil dari tujuh mata air yang ada di Dataran Tinggi Dieng, yaitu Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Telaga Sewiwi, Sendang Serayu, Telaga Pengilon, Telaga Warna dan Telaga Cebong. Kemudian benih ikan ditempatkan dalam bokor “tumus pandeleng ing manah”. Setelah pengabilan benih selesai bokor atau kendi tempat benih ikan diserahkan kepada kepala desa Singomerto untuk di sebar di Sungai Serayu dan sebagai tanda di...
Kata “gembel” atau “gimbal” dalam bahasa Jawa memiliki arti bergumpal sehingga rambut yang gembel/gimbal ini akan sulit disisir. Konon ceritanya anak yang berambut gembel ini akan membawa petaka namun jika di lakukan suatu upacara ruwatan maka akan membawa keberkahan bagi keluarga anak yang berambut gembel ini. Rambut gembel yang dipotong tanpa adanya upacara ruwatan akn menyebabkan si anak sakit-sakitan dan rambut gembelnya akan tumbuh kembali. Asal mula keberadaan rambut gembel ini di awali dengan kepercayaan masyarakat Dieng dengan keberadaan Kyai Kolodete yang meupakan pendiri kota Wonosobo. Kyai Kolodete merupakan salah satu tokoh yang membuka atau babad alas Wonosobo dan Kyai Kolodete juga berambut gimbal. Konon Kyai Kolodete sangat menyukai dan menyayangi anak-anak kecil. Karena saking sayangnya Kyai Kolodete menitipkan rambut gimbal beliau kepada anak-anak di Wonosobo. Beliau berpesan bahwa anak-anak yang memiliki rambut gimbal merupakan keturunan...
RESEP NASI GORENG BABAT Bahan-bahan: 400 gr nasi putih 1/2 sdm kecap asin 3 sdm kecap manis 1/2 sdt merica bubuk 250 gr babat sapi i batang daun bawang, iris serong Minyak goreng secukupnya untuk menumis Garam secukupnya Gula pasir secukupnya Bumbu Halus: 6 butir bawang merah 3 siung bawang putih 2 buah cabai rawit merah 3 buah cabai keriting merah 1 sdt terasi 1 sdt garam Bumbu untuk merebus babat: 1 cm jahe, memarkan 1 lembar daun salam 2 cm lengkuas, memarkan Cara Membuat: 1. Cuci bersih babat, lalu rebus dengan jahe, lengkuas dan daun salam hingga empuk. Setelah empuk, angkat dan potong-potong sesuai selera 2. Tumis bumbu halus dengan minyak goreng secukupnya hingga harum. Lalu masukkan daun bawang dan aduk-aduk hingga layu 3. Masukkan potongan babat, aduk hingga bercampur rata dengan bumbu. Tambahkan nasi putih, kecap asin dan kecap man...