Adat Nusantara
417 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pemindahan Tombak Pusaka
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Kegiatan ritual tahunan ini belangsung meriah dengan tabuhan gendang, tarian, serta penganan khusus penunjang kelengkapan ritual. Suara tabuh gendang mengiringi langkah puluhan warga desa menuju rumah tetua adat. Mereka membawa kain merah berisikan tombak pusaka. Saat tiba di rumah tetua adat, warga disambut dengan Tari Paduppa serta Tari Kipas. Hal itu juga menjadi awal ritual dalam menyambut tombak pusaka milik Datu Akkotengeng itu. Kemudian, iring iringan warga pengantar tombak pusaka melangkah menuju rumah tetua adat. Mereka disambut taburan beras dari sang inang. Tombak pusaka kemudian diserahkan kepada tetua adat dengan ritual sederhana. Sementara, saat penyerahan pusaka di lantai rumah terlihat sesepuh adat atau yang dikenal dengan nama Sanro memulai ritual dengan membaca doa. Menurut keterangan warga serta tetua adat, tombak pusaka itu dinamakan Tombak Janggore milik Petta Lawa Lawae. Tombak itu kemudian diangkat menuju loteng, tempat pusaka tersebut akan ditem...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Canning Rara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

              Baca-baca atau dalam bahasa Bugis dan Makassar disebut doang/paddoangngang. Istilah doang ini kerap merujuk kepada do'a yang digunakan untuk suatu tujuan tertentu yang biasanya disertai dengan syarat dan gerakan-gerakan tertentu pula, dengan menggunakan bahasa Bugis atau Makassar, bahasa Arab, atau gabungan keduanya. Baca-baca tersebut diwariskan oleh leluhur Bugis dan Makassar dari generasi ke generasi yang tergabung dalam satu "bundel" Pappaseng (wasiat/ajaran moral). "Pappaseng adalah salah satu bentuk sastra lisan yang masih dihayati oleh masyarakat bugis yang merupakan warisan leluhur orang Bugis, diwariskan kepada satu generasi ke generasi berikutnya berisi bermacam-macam petuah yang dapat dijadikan pegangan dalam menghadapi berbagai masalah duniawi maupun ukhrawi," tulis Syamsu Alam dalam buku 'Manfaat Pappaseng Sastra Bugis dalam Kehidupan Bermasyarakat, (Makassar: Zamrud Nusantara, 2005)....

avatar
Rostina
Gambar Entri
Pesta Adat Maccerang Manurung
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Masyarakat Enrekang mengenal tradisi Maccerang Manurung. Upacara adat ini hanya dilakukan 8 tahun sekali selama 4 hari berurut turut. Pelaksanaan upacara ini dipandu oleh pemangku adat. Upacara berlangsung dalam 4 tahap, tahap pertama yakni menabuh gendang tradisional yang dilakukan pada hari Jumat bertujuan untuk membangkitkan tanah. Ritual selanjutnya adalah Majjaga, yaitu persembahan tari-tarian sebagai simbol kesetiaan kepada kerajaan. Para penari yang kebanyakan laki-laki, menari dengan bertelanjang dada di tengah hawa dingin Rangkaian upacara selanjutnya adalah Liang Wae, yakni mengeluarkan air dari pusat bumi dengan ritual berdoa di sebuah lubang sumber mata air yang terletak di tengah hutan dengan ketinggian 1.000 mdpl. Prosesi terakhir dari rangkaian upacara Maccerang Manurung ini adalah Mappeong, yakni pemberian persembahan kepada leluhur sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang telah diperoleh masyarakat selama delapan tahun. Lokasi Pesta Adat Maccerang Manurung...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Bola Saoraja/Bola Soba
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Bola Saoraja/Bola Soba adalah rumah adat tempat tinggal Panglima Perang Kerajaan Bone“Andi Abdul Hamid Baso Pagilingi Peta Ponggawae”. Salah seorang putra Raja Bone XXXI (Lapawawoi Karaeng Sigeri) tahun 1895-1905. Namun setelah Kerajaan Bone dibawah kekuasaan Belanda, rumah ini dijadikn sebagai penginapan para tamu(sahabat) dari kalangan penguasa sehingga seterusnya menjadi lazim dengan sebutan “Bola Soba”.Obyek ini terletak di Kelurahan Manurunge, Kecamata Tanete Riattang Kabupaten Bone. Pada bola soba terdapat sappan atau dalam bahasa indonesia disebut tangga, dalam bola soba memiliki dua tangga yaitu sappan riolo dan sappan ri munri (tangga depan dan tangga belakang) masing-masing memiliki jumlah anak tangga yang berbeda pada tangga di depan terdapat 11 anak tangga sedangkan di belakang memiliki 12 anak tangga. Setelah tangga ada lego-lego atau dalam bahasa indonesia yaitu teras depan. Teras depan pada bola soba memiliki berbagi motif ukiran yaitu moti...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Mappalili
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Segeri merupakan  sebuah kecamatan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang terletak sekitar 75 kilometer di sebelah utara Kota Makassar. Diantara berbagai kecamatan di Kab. Pangkep, Kecamatan Segeri tergolong unik karena penamaan nama kampung dan desanya menggunakan bahasa Bugis dan bahasa Makassar. Namun mayoritas masyarakat di kecamatan Segeri merupakan Suku Bugis. Setiap tahunnya saat mengawali musim tanam padi di sawah, sekitar bulan November dan Desember yakni di penghujung musim kemarau, di Segeri selalu melakukan ritual ‘meminta hujan’ yang disebut Mappalili . Ritual ini dijalankan oleh pendeta Bugis Kuno yang disebut kaum Bissu . Komunitas Bissu sendiri juga dijumpai di Bone, Soppeng dan Wajo. Ritual ini dipimpin langsung oleh Puang Matoa Saidi. Puang Matoa Saidi tinggal di rumah arajang, tempat benda pusaka berupa bajak sawah yang nantinya akan diarak dan benda-benda pusaka lainnya. Ritual ini dimulai dengan persiapan yang dilakukan o...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Penamaan kecamatan di kabupaten Bulukumba
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

MENYELISIK PENAMAAN KECAMATAN DI KABUPATEN BULUKUMBA (BAGIAN PERTAMA)               Berbicara tentang wilayah Administratif kabupaten Bulukumba seperti saat ini maka kita perlu merunut masa. mulai dari tahun 1511 saat Malaka jatuh di tangan bangsa Portugis. Kedatangan bangsa-bangsa barat ke nusantara pada abad ke-16  mula-mula karena ketertarikan mereka akan rempah-rempah yang berasal dari kepulauan maluku. Hal senada juga di ungkapkan salah satu makalah tentang awal mula penamaan Bulukumba dalam naskah lontara Jayalangkara, dalam naskah lontara tersebut dengan jelas telah tertulis kata Bulukumba.             Lontara Jayalangkara atau dapat juga disebut makassarsche Chrestomathik adalah sejarah Gowa Tallo. kata Bulukumba tersendiri dalam Lontara Jayalangkara Lengkapnya tertulis "... iaminne  Karaeng Tumapa’risi Kallonna ambet...

avatar
Sobatbudayamakassar
Gambar Entri
MAKAM PUANG LOHETA. DEWA DALAM AGAMA PATUNTUNG DI TANAH LEMO
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

MAKAM PUANG LOHETA. DEWA DALAM AGAMA PATUNTUNG DI TANAH LEMO Beberapa pekan lalu, Lengka dan kawan-kawan Simpul merah melakukan perjalanan di timur Kabupaten Bulukumba. Masih dengan tempat yang sama di Tanah Lemo yang menyimpan banyak cerita yang Lengka rasa amatlah penting untuk diabadikan. Lengka teringat dengan Film Kala yang menyadingkan antara Horor, harta karung dengan ramalan Jayabaya beberapa tahun lalu (2007), salah satu Plotnya terdapat diskusi yang mana bunyinya kira-kira seperti ini "Negara-negara lain mewariskan banyak penemuan-penemuan di masa lalunya, berbeda dengan Nusantara ini yang mana masa lalunya dipenuhi dengan cerita Kosmologi yang sulit diterima akal" Mengingat Film satu ini, angan-angan Lengka terjun kesebuah gua di tengah hutan yang dipenuhi dengan kelelawar yang bergelantungan di langit-langit gua, selain penghuni hewan penghuni gua ini Lengka juga melihat satu kuburan yang bernisan laki-laki pada tepian gua Vertikal yang cukup dalam. Makam...

avatar
Sobatbudayamakassar
Gambar Entri
KEISTIMEWAAN RITUAL PEMAKAMAN TANA TORAJA
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Tana Toraja (Sulawesi Selatan) memiliki tradisi yang unik dalam menarik wisatawan, yaitu tradisi adu tedong (julukan kerbau oleh masyarakat Toraja) sebagai pengorbanan dalam memperingati ritual Rambu Solo. Rambu Solo yaitu upritual penghormatan terakhir untuk orang terkasih yang telah lama meninggal. Upritual ini biasanya diadakan pada pertengahan tahun, yaitu antara bulan Juni hingga Juli (Candra, 2015). Bagi masyarakat Tana Toraja, orang yang telah meninggal akan menjadi  bombo (arwah gentayangan) ,  to-membali puang (arwah yang mencapai tingkat dewa) , atau  deata (arwah yang menjadi dewa pelindung) . Oleh karena itu, Rambu Solo sangat penting peranannya yang dapat menentukan posisi arwah. Rambu Solo harus dilaksanakan secara sempurna (Prodjo, 2016). Tedong bagi masyarakat Tana Toraja  memiliki 2 fungsi , yaitu untuk  mengantar arwah menuju puya (akhirat) dan sebagai simbol strata sosial . Semakin banyak dan semakin langka tedong yang disembelih akan...

avatar
Antonius_eko_purwito
Gambar Entri
Pakaian Adat Suku Toraja
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Selatan

Baju adat Toraja disebut Baju Pokko' untuk wanita dan seppa tallung buku untuk laki-laki. Pakaian adat pria Toraja dikenal dengan Seppa Tallung Buku, berupa celana yang panjangnya sampai di lutut. Pakaian ini masih dilengkapi dengan asesoris lain, seperti kandaure, lipa’, gayang dan sebagainya.   Sedangkan untuk wanita, Baju adat Toraja disebut Baju Pokko’.  Baju Pokko’ berupa baju dengan lengan yang pendek. Warna kuning, merah, dan putih adalah warna yang paling sering mendominasi pakaian adat Toraja Sumber : http://wajah-sulsel.com/index.php/2016/04/15/pakaian-adat-tana-toraja/    

avatar
Ziahazkia