Budaya Indonesia
228 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Inambaru
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Nusa Tenggara Barat

Syair dan senandung adalah bagian dari kehidupan masyarakat Bima tempo dulu. Di peradaban tanah Donggo, syair dan senandung melingkupi seluruh rangkaian prosesi daur hidup masyarakatnya. Salah satu syair dan senandung yang masih eksis hingga saat ini adalah Inambaru. Senandung ini adalah ratapan yang menyayat hati sebagai ritual pelepasan terhadap seseorang yang dicintai yang pergi jauh dan meninggal dunia. Ketua Sanggar Ncuhi Mbawa, Ignasius Ismail mengungkapkan bahwa pada masa lalu, Inambaru dilantunkan khusus dalam peristiwa sakral, namun saat ini hanya untuk hiburan saja.” Pada masa lalu, ketika ada keluarga yang meninggal dunia, seorang perempuan melantunkan Inambaru sambil meracau dan menyebut kebaikan-kebaikan si mayat. “ Ungkap Ignasius Ismail yang juga pendeta gereja setempat. Ketika Inambaru dilantunkan, para pelayat menggerakkan tangan seperti mengelus si mayit. Orang Donggo memang memiliki tata cara sendiri dalam menguburkan mayat. Sebelum mayat dikub...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Manggemada
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Pada umumnya di Indonesia memang Jantung Pisang bisa diramu dan dibuat untuk berbagai jenis masakan. Di Bima Jantung Pisang ini bisa juga diramu dalam berbagai bentuk masakan salah satunya adalah Manggemada atau Gulai Jantung Pisang. Bahan utama kuliner ini adalah Jantung Pisang, santan kelapa dan udang. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain : 1 buah jantung pisang kapok, 1 genggam kelapa parut (sangrai lalu dihaluskan),1 gelas santan kental dari 1 kelapa,300gr udang (rebus tampa air, buang kulit dan kepalanya) dan 1 butir jeruk nipis (ambil airnya). Sedangkan bumbu-bumbunya antara lain 5 buah cabe keriting, 7 butir bawang merah, 5 buah belimbing wuluh dan Garam secukupnya. Cara Membuatnya yaitu Siangi jantung pisang (ambil bagian putihnya) kemudianRebus sampai matang, angkat dan tiriskan, dipotong-potong lalu diperas (buang air getirnya), lalu Campurkan dengan potongan cabe, bawang merah, belimbing dan kelapa gongseng serta garam. Masukkan santan dan air jeruk nipis, dan tera...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Mpa'a Karumpa
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Nusa Tenggara Barat

Mpa’a Karumpa, demikianlah nama permainan yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Engrang ini. Mpa'a dalam bahasa Bima berarti permainan. Pada masa lalu, permainan ini ditemukan di berbagai daerah di nusantara. Mpa’a Karumpa cukup terkenal di Bima. Permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak usia 7 sampai 13 tahun(anak SD, SMP). Tetapi tidak jarang anak yang duduk di bangku TK pun sudah bisa memainkannya dan orang dewasa pun ikut memainkan permainan Karumpa ini. Cara memainkan permainan ini sebenarnya beragam, yang dilakukan anak-anak di desa Sambori ini hanyalah salah satu dari banyak cara yang lainnya. Mpa’a Karumpa ini dipandang sebagai permainan yang menyenangkan, menantang, dan tidak memakan biaya yang mahal untuk membuat alat permainan tersebut. Cara membuatnya pun mudah. Mula-mula bambu dipotongmenjadi dua bagian yang panjangnya masing-masing sekitar 2½-3 meter. Setelah itu, dipotong lagi bambu yang lain menjadi dua bagian dengan ukuranmasing...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Sop Tuta Uta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Uma Ngaha atau dalam bahasa Indonesia berarti Rumah Makan. Demikianlah nama warung makan yang khusus menjual Sop Tuta Uta atau Sop Kepala Ikan. Uma Ngaha terletak di kompleks Ruko di sebelah timur kantor Dinas Dikpora Kabupaten Bima atau di jalan Seokarno Hatta sebelah barat gunung dua kota Bima. Um Ngaha telah dibuka setahun lalu dengan menu utama adalah Sop Tuta Uta (Sop Kepala Ikan), Saronco Peke atau Sop tulng Sapi, dan Palumara Tuta Uta (kepala ikan kuah asam). Sedangkan menu tambahan adalah Sop Ayam Kampung, Lalapan Ayam Kampung, lalapan ikan, bandeng presto dan nasi campur. Harga tiga menu utama dari Uma Ngaha masing-masing seharga Rp.25.000 dengan sepiring nasi putih.Memang agak mahal, tetapi sensasi rasa dari Sop Tuta Uta bikin kita tak kepikiran merogoh kocek demi mendapatkan makanan yang enak dan higienis. Kepala Ikan yang dipakai untuk Sop ini adalah ikan tuna. Untuk menambah aroma sop ditaburi daun sop dan bawang goreng. Sop Tuta Uta dimasak dengan telur, tomat dan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Senandung Kore
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Nusa Tenggara Barat

Sebagai bekas kerajaan di sisi utara pulau Sumbawa, Sanggar atau yang juga dikenal dengan Kore memiliki warisan seni budaya dan tradisi yang hingga kini masih bertahan. Salah satunya adalah Sebandung Kore Atau Rawa Kore. Majelis Kebudayaan Mbojo bersama mecidana dan Birokrat Jalan Jalan telah berhasil mendokumentasikan 11 senandung Kore dalam rangka upaya pelestarian seni sastra tradisi yang hidup di wilayah ini. 11 senandung itu adalah Tija lante, Rangko, manu Taloko, Inje atau Raho Ura, Rawa Waro, e aule, O Bimbolo, Arugele Mee Mali, arugele, lopi penge dan Inde Ndua. 11 senandug itu didominasi oleh campuran Bahasa Mbojo dan Kore. Tim Makembo mengalami kesulitan dalam proses penterjemahan karena pelantunnya kadang tidak mebgetahui lagi arti dari senandung yang dilantunkannya. Butuh waktu lama untuk proses penterjemahan karya sastra klasik ini. 11 senandung Kore memiliki latar belakang sejarah yang panjang tentang keberadaan kerajaan Sanggar dan hubungannya dengan kerajaan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tradisi Cafi Sari, Boru Dan Dore
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Seiring perkembangan agama islam pada periode awal masuknya islam di Bima pada abad ke-17, dan perintah untuk melaksanakan Aqiqah, maka upacara dan tradisi Boru dan Dore mulai dilaksanakan. Sebelum upacara Boru dan Dore, maka terlebih dahulu dilaksanakan Cafi Sari yaitu membersihkan sari atau lantai setelah 7 hari melahirkan dikandung maksud usaha awal dilakukan oleh orang tua agar sang bayi selalu menjaga kebersihan lahir bathin termasuk kebersihan lingkungan. Tidak hanya itu, makna yang terkandung dalam ritual ini adalah pola hidup bersih dan sehat mulai dari makanan, minuman, lingkungan, kebersihan badan dan juga niat yang tulus dalam menjalani kehidupan dunia menuju akhirat. Boru atau mencukur rambut, merupakan sunah Rasul, seperti khitan. Boru dilakukan oleh para ulama dan tokoh adat, dilakukan secara bergilir. Selesai upacara boru, dilanjutkan dengan upacara Dore yaitu meletakan telapan bayi di atas tanah yang disimpan dalam sebuah pingga bura ( Piring Putih). Boru dan Dore di...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Macam-Macam Olahan Nasi Khas Bima
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Di era modern yang penuh dengan berbagai macam kuliner ini, tak banyak orang yang tahu bahwa, warga Bima memiliki banyak jenis olahan nasi dengan cara dan bahan yang sangat sederhana. Jika kita mengenal olahan nasi di jaman yang serba serbi ini dengan sebutan, lalapan, nasi goreng, nasi kucing, nasi soto, nasi rebus dan lain-lain, maka kita juga perlu mengenalkan pada dunia bahwa warga Bima juga memiliki olahan nasi tradisional yang khas dan tak kalah unik dan enaknya. Tanpa disadari, sesungguhnya warga Bima memiliki banyak kuliner khas Bima yang seharusnya dijaga dan dilestarikan sebagai sebagai bentuk penghargaan sekaligus mengenang cara hidup dan kehidupan para nenek moyang warga Bima, bahkan tidak menutup kemungkinan dapat dijadikan aset kuliner yang memiliki nilai-nilai leluhur. Berikut 11 jenis olahan nasi warga Bima tempoe doeloe yang tak banyak orang tahu : 1. Oha Kaboe (Nasi Kacang Hijau) 2. Oha Latu (Nasi Sorgun) 3. Oha Witi (Nasi...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tradisi Kalei Bunti
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Kalei Bunti (usung pengantin) Pengantin yang di usung pun yakni pengantin perempuan. Budaya ini masih dilestarikan oleh warga Desa Bolo sampai sekarang.   Budaya Kalei Bunti ini sudah melekat dan tak bisa dipisahkan dari kehidupan warga masyarakat, khususnya di saat acara-acara pernikahan. Kalei Bunti ini ada di Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima-NTB. Budaya yang menjadi palaksanaan rutin warga ketika ada hajatan pernikahan ini sangatlah menarik, selain melestarikan budaya yang sudah turun temurun, Kalei Bunti juga menjadi suatu nilai keairifan lokal yang patut dilestarikan.   Pelaksanaan acara ini diawali dengan pengantin perempuan akan diusung keliling desa, hingga berakhir di tempat kediaman pengantin itu sendiri.   Adapun tempat dilaksanakanya acara Kalei Bunti ini, yakni berlangsung di jalan raya dan dimulai sekitar jam 22:30 wita (malam) hingga selesai.   Sebelum dimulai, pihak keluarga  pe...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Nika Baronta
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Nika Baronta atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Kawin Berontak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari romantika sejarah Bima yang tetap akan dikenang sepanjang masa. Banyak kisah dan peristiwa yang terjadi pada masa itu terutama antara tahun 1942 hingga 1945. Sejarahwan H. Abdullah Tayib, BA dalam bukunya Sejarah Bima Dana Mbojo menulis bahwa mungkin sebagian dari tanda-tanda kiamat itu telah terjadi di tanah Bima pada masa itu dimana, orang tua si gadis mendatangi perjaka untuk secepatnya menikahi putrinya. Kebijakan Nika Baronta dipicu oleh keinginan Militer Jepang untuk menjadikan Wanita Bima sebagai Jugun Ianfu (Pelayan Bar dan Wanita Penghibur) yang akan dikirim ke pulau Jawa dan Sumatera. Hal itu disampaikan oleh perwakilan Militer Jepang wilayah Sumbawa di Istana Bima kepada Sultan Muhammad Salahuddin. Mendengar informasi itu, Sultan yang dijuluki Ma Ka Kidi Agama itu (Yang menegakkan agama itu ) langsung memanggil para pejabat kerajaan, Jeneli (Camat), dan...

avatar
Arum Tunjung