tahun baru islam
182 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Maras Taun
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Maras Taun merupakan tradisi asli Belitung sejak dahulu. Tradisi ini berupa tanda syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan laut. Maras Taun sendiri di ambil dari kata Maras dan Taun, maras memiliki arti memotong dan taun memiliki arti tahun. Kegiatan Maras Taun diawali dengan acara Menari oleh para petani atau nelayan diiringi dengan lagu Maras Taun. Setelah itu mereka mengadakan doa bersama yang dipimpin oleh seorang dukun kampong, lalu dukun kampong membakar sepotong garu atau kemenyan sambil berdoa dan memberkati dua lembar daun sakral yaitu daun ati-ati dan neruse. Setelah itu daun tersebut diberikan kepada warga untuk disebarkan di sekitar rumah dan perahu mereka sebagai simbol keberuntungan setelah itu diakhir kegiatan warga memperebutkan lepat yang dibuat oleh setiap warga, ini merupakan simbol dari kegembiraan warga atas hasil panen dan tangkapan ikan  

avatar
Oskm2018_19818008_Aldri Hardiansyah
Gambar Entri
kawin masal
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

keberagaman suku dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. dengan adanya suku dan budaya membuat indonesia kaya akan tradisi unik. salah satu tradisi unik masyarakat indonesia, terdapat di Pulau Bangka yaitu tradisi kawin masal. kawin masal merupakan salah satu adat istiadat peningglan zaman kerajaan sriwijaya yang dapat disaksikan pada masyarakat Pulau Bangka. acara ini diadakan pada hari-hari baik sesuai dengan kepercayaan masyarakat dan dinamakan musim kawin. musim kawin adalah salah satu pesta kawin massal, setelah panen lada. tradisi nikah massal sebenarnya ada beberapa di pulau bangka, namun dewasa ini tradisi tersebut semakin luntur. salh satu daerah yang masih menjalaninnya adalah desa serdang, kecamatan toboali, kabupaten Bangka Selatan. tradisi nikah massal disana disebut dengan "kawin heredek" kawin heredek secara harfiah artinya adalah menikah secara beramai-ramai. waktu yang dinilai paling tepat untuk melakukan tradisi ini adalah setelah hari raya idul...

avatar
Oskm18_19718209_mauli
Gambar Entri
Tradisi Ceng Beng
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Tradisi Ceng Beng atau lebih dikenal Festival Qingming ( æ¸...æ˜Å½ç¯€)  di Bahasa Mandarin adalah ritual tahunan bagi etnis Tionghoa. Festival ini diadakan pada tanggal 5 April (4 April jika tahun kabisat) dan ziarah makam diadakan antara 10 hari sebelum dan sesudah hari Ceng Beng (25/24 Maret-15/14 April) dengan puncaknya pada hari minggu terakhir sebelum 5 April. Di Indonesia, tradisi ini dapat disamakan dengan 'nyekar'. Untuk Orang Tionghoa biasanya ritual ini dilakukan untuk menghormati dan mengingat nenek moyang, berdoa di depan kuburan nenek moyang, membersihkan sekitar kuburan, atau memberi sesaji. Biasanya, setelah selesai membersihkan makam, Orang Tionghoa membakar kertas berwarna keemasan (kim cua) dan kertas yang berwarna keperakan (gin cua) untuk upacara sembhayang. Sesudah acara Ceng Beng, biasanya Orang Tionghoa akan berkumpul bersama keluarga besar dan berwisata ke wilayah sekitar. #OSKMITB2018...

avatar
OSKM18_16618406_Christophorus Leonardo
Gambar Entri
Kopi Kong Djie Khas Belitung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Kedai Kopi Kong Djie merupakan kedai kopi legendaris yang terletak di Simpang Siburik, Tanjung Pandan, yang telah berdiri sejak tahun 1943. Kedai ini mungkin bukan yang tertua di Belitung, tapi Kopi Kong Djie terkenal karena mempertahankan cita rasa racikan kopi yang dirintis dari tujuh puluh tahun silam. Ho Kong Djie, seorang Tionghoa asal Bangka, merantau bersama keluarganya ke Belitung karena kemiskinan akibat penjajahan Jepang. Saat itu masih awal tahun 1940-an dan bermodal uang seadanya untuk membeli kopi dan gula, Kong Djie membuka kedai pertamanya di daerah Buluh Tumbang. Pembuatan kopi di Kong Djie memakai tiga cerek besar, salah satunya mencapai tinggi satu meter. Itulah yang menjadi cerek untuk membuat biang kopi, dengan mencampur satu kilogram bubuk kopi dengan air mendidih. Pada bagian tutup cerek dipasang saringan kain untuk mencegah bubuk terbawa. Biang kopi inilah yang dituang ke tiap gelas, yang kemudian akan diseduh lagi dengan air mendidih sesuai selera; bisa k...

avatar
OSKM18_16318157_MUHAMMAD RASENDRIYA NABIL NUGANY
Gambar Entri
Kesayangan Bung Karno
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Penganan Pelite. Nama ini mungkin asing di telinga kita. Namun, siapa sangka. Dua kata ini merupakan kesayangan Bung Karno saat pengasingannya di Pulau Bangka. Penganan Pelite atau yang bisa disebut Kue Pelite merupakan kue tradisional Bangka, tepatnya daerah Muntok, Bangka Barat. Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1949 Soekarno bersama Moh. Hatta, Haji Agus Salim, dan Moh. Roem pernah diasingkan ke pulau Bangka tepatnya di Muntok, Bangka Barat. Selama kurang lebih satu minggu, Bung Karno menempati rumah pengasingan Wisma Menumbing yang terletak di Bukit Menumbing. Setelah itu, beliau dipindahkan ke rumah pengasingan Wisma Ranggam. Menurut informasi yang diperoleh, diketahui saat itu Bung Karno sangat gemar mengonsumsi kue lezat ini. Selain bertekstur lembut dan memiliki rasa manis, penganan pelite memiliki ciri khas yaitu memiliki wadah berbentuk sampan dari daun pandan.  Berikut resep cara membuat Penganan Pelite. Bahan : 300 ml santan 50 ml air...

avatar
OSKM18_16018237_Dyah Isyafira
Gambar Entri
Kemplang Belacan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Kemplang Belacan Kebanyakan makanan khas Pulau Bangka berbahan baku ikan laut. Salah satunya Kemplang Belacan. Kemplang sendiri adalah suatu jenis kerupuk yang dibakar menggunakan pasir dan berbahan baku sagu dan ikan yang dilengkapi dengan sambal atau terasi. Kemplang sendiri sebenarnya sangat populer bukan hanya di Pulau Bangka tapi juga sampe ke pulau-pulau lainnnya. Bahan-bahan yang diperlukan :  1. 500 gr tepung tapioka 2. 200 ml air 3. 3 siung bawang putih 4. 1 sdt ketumbar 5. 3 sdt garam 6. 2 sdt terasi goreng   Langkah-langkah atau cara membuat kerupuk kemplang khas palembang: 1. Membuat adonan: Pertama-tama, ikan disiangi, kemudian di cuci hingga bersih, lalu pisahkan daging ikan dari tulang, dan kulitnya.  1 kg daging ikan ditambah air 2 liter, kemudian digiling hingga halus. Setelah itu tuang tepung tapioka diatas meja ulen. Bisa dibentuk berupa seperti sumur, kemudian tuangka...

avatar
OSKM18_16518377_Rifaldy Aristya Kelana
Gambar Entri
Perayaan Imlek di Indonesia
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Ketika Anda berjalan di tengah keramaian kota dan melihat banyak orang berpakaian merah dan kuning dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, maka selain daripada rombongan turis yang memakai pakaian yang sama, mungkin hari itu adalah hari Imlek, perayaan tahun baru masyarakat Tionghua yang dilaksanakan berdasarkan perhitungan kalender China. Selain perbedaan kalender yang digunakan dengan masyarakat internasional, perbedaan yang mendasar pada perayaan ini adalah durasi keseluruhan perayaan. Selagi masyarakat internasional merayakan tahun baru hanya dalam 1 hari, Imlek dirayakan selama 15 hari terhitung dari malam sebelum tahun baru (ChúxÄ« 除夕 / malam pergantian tahun) hingga perayaan Cap Go Meh 十äº"冥 Ã¥...Æ'&Ati...

avatar
OSKM_19818013_Angelica Wiliana
Gambar Entri
Asal Usul Nama Bandara Pangkal Pinang, Depati Amir
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Di kota Pangkal Pinang, terdapat bandara yang dulunya mungil bernama Bandar Udara Depati Amir. Bandara tersebut dulu merupakan bandara mungil yang sederhana. Namun sejak dibangunnya terminal baru, maka sejak Januari 2017, Bandara Depati Amir resmi memindahkan operasional ke gedung terminal baru yang lebih modern walaupun ukurannya tidak terlalu besar. Namun, beberapa orang masih belum mengetahui mengapa Bandara di Pangkal Pinang tersebut diberi nama Depati Amir. Kali ini saya akan menjelaskan sejarah mengapa Bandara ini diberi nama Depati Amir. Depati Amir adalah salah satu pahlawan yang berjasa di Indonesia. Depati Amir merupakan putra sulung dari Depati Bahrin dan Depati Amir memiliki adik bernama Hamzah. Ia mendapatkan gelar Depati dari Belanda. Awalnya ia menolak namun lama kelamaan nama Depati pun melekat baik bagi Depati Amir maupun Depati Hamzah. Depati Bahrin merupakan pemimpin dari gerakan perlawanan rakyat Bangka terhadap penjajahan Belanda. Amir dan Hamzah pun jug...

avatar
OSKM18_16818011_Ricky
Gambar Entri
Batu Satam, oleh-oleh perhiasan khas Pulau Belitung
Ornamen Ornamen
Kepulauan Bangka Belitung

Batu Satam adalah sebuah cinderamata ciri khas Pulau Belitung. Batu ini berasal dari meteorit yang bertabrakan dengan lempeng Bumi berjuta-juta tahun yang lalu. Serpihan meteorit ini lalu bercampur dengan timah yang terkandung di dalam Bumi. Sebagai informasi, timah merupakan hasil tambang utama dari Pulau Belitung. Oleh karena itu, dari seluruh wilayah Indonesia, Batu Satam ini hanya dapat ditemukan di Pulau Belitung saja. Batu Satam memiliki warna hitam sebagai hasil reaksi antara batu meteorit dengan timah. Batu Satam seperti ini dapat ditemukan di pusat kota Tanjung Pandan, yaitu di Tugu Batu Satam. Setelah diolah, batu ini dapat berubah warna menjadi hijau atau coklat kehijauan, dengan bentuk kaca yang tidak beraturan dan memiliki ukiran - ukiran yang terbentuk secara alami. Batu Satam yang sudah diolah para pengrajin biasanya digunakan sebagai perhiasan, seperti layaknya batu akik atau batu mulia lainnya. Batu yang berukuran kecil biasanya dijual dengan harga kurang lebih...

avatar
OSKM18_16518380_Morgen Sudyanto