idak seperti layaknya goa alam lain yang berlokasi di tempat terpencil, Goa Akbar yang merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tuban berada tepat di bawah pasar rakyat. Keunikan goa dan muatan sejarah yang terkandung di dalamnya, menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke tempat wisata ini. Di goa dengan lintasan sepanjang 1,2 kilometer itu, pengunjung akan mendapatkan suasana yang sangat berbeda. Mushola Goa Akbar Pada sisi lain dari dalam gua terdapat sebuah ruangan yang bisa digunakan oleh pengunjung yang beragam islam untuk melakukan ibadah sholat. Bagian ini memiliki lantai dasar gua yang telah dilapis keramik warna putih dan hitam sebagai penanda barisan sholat. Beberapa tempat di Gua Akbar dipercaya sebagai tempat Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang pernah bertapa. Seperti ceruk yang diberi nama Pasepen Koro Sinandhi, yaitu tempat pintu yang dirahasiakan. Diceritakan, konon Sunan Bonang mengetahui goa ini karena diajak Sunan...
Sunan Bonang atau Maulana Makhdum adalah salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Dia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, putri Adipati Tuban bernama Arya Teja, dan juga merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad SAW. Banyak cerita mengenai karomah dan kesaktian yang dimiliki Sunan Bonang salah satunya dapat merubah pohon aren menjadi pohon emas saat sang sunan bertemu dengan muridnya yaitu Raden Said atau yang dikenal sebagai Berandal Lokajaya. Kelak Berandal Lokajaya dikenal sebagai Sunan Kalijaga. Selain itu dikisahkan, Sunan Bonang pernah menaklukkan Kebondanu, seorang pemimpin perampok, dan anak buahnya, hanya menggunakan tembang dan gending Dharma dan Mocopat. Suatu ketika Sunan Bonang sedang berjalan melintasi hutan, Dalam perjalanan itu tiba-tiba dicegat oleh sekawanan perampok pimpinan Kebondanu. Pada waktu dicegat oleh K...
Kwan Sing Bio di Jalan RE Martadinata, Kabupaten Tuban, mulai bersolek. Klenteng tertua ini siap menyambut datangnya tahun baru Imlek 2566. Bangunan berlantai empat yang ada di bagian belakang merupakan bangunan terbesar yang ada di klenteng ini, dari lantai atas kita dapat melihat sebagian besar area klenteng. Selain dapat melihat keindahan dan kemegahan klenteng, kita juga dapat melihat laut lepas yang ada di sebelah utara. Kelenteng Kwan Sing Bio menganut ajaran Tri Dharma yaitu Budha, Tao dan Konghucu dengan pemujaan pada dewa utamanya yaitu Dewa Kwan Kong. Selaras dengan arti nama Kwan Sing Bio yang berarti kelenteng untuk memuja dan menghormati Dewa Kwan Kong. Kelenteng Kwan Sing Bio ini adalah satu-satunya kelenteng di Indonesia yang menghadap ke laut. Jika di kelenteng-kelenteng lain yang menjadi simbol di pintu masuknya adalah naga, maka simbol di pintu masuk Kelenteng Kwan Sing Bio ini tidak menggunakan simbol...
Lokasi Keraton Sumenep Kraton Sumenep terletak di Jalan Dr. Soetomo No. 5 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Sejarah Keraton Sumenep Berdasarkan catatan sejarah, Kraton Sumenep didirikan oleh Panembahan Sumala , seorang Adipati Sumenep ke-31, pada tahun 1781. Arsitek yang ditunjuk dalam pembangunan kraton ini adalah seorang Tionghoa bernama Lauw Piango. Ia adalah cucu dari Lauw Khun Ting. Lauw Khun Thing adalah salah satu di antara 6 orang Tionghoa yang mula-mula datang dan menetap di Sumenep. Sedangkan, yang menjadi mandor dalam pembangunan kraton adalah seorang Tionghoa bernama Ka Seng An. Secara umum, gaya arsitektural Kraton Sumenep merupakan perpaduan antara gaya Eropa, Arab, China dan Jawa. Bangunan Keraton Sumenep Kompleks Kraton Sumenep terdiri atas beberapa bangunan yang tersusun dari selatan ke utara. Pendapa Ageng terletak di tengah kraton...
Taman Nasional Baluran selain sebagai kawasan konservasi ternyata juga menyimpan legenda yang cukup menarik. Legenda ini sangat erat kaitannya dengan daerah Cungking, Banyuwangi. Legenda ini berwal dari seorang anak kecil pendatang yang mempunyai kesaktian luar biasa kemudian diberi nama Cungking (bahasa Jawa : gampang dicangking, yang kemudian terkenal dengan buyut Cungking). Buyut Cungking mengabdi pada perempuan yang tidak mempunyai suami dan anak yang bernama Buyut Barat. Sebagai seorang pengabdi ia mengerjakan semua pekerjaan yang diberikan kepadanya. Salah satu tugasnya dalah menggembalakan sepasang kerbau milik Buyut Barat. Setiap pukul 05.00 WIB sepasang kerbau ini digembalakan dari Cungking ke Baluran. Setelah pukul 06.00 WIB sepasang kerbau ini ke Cungking untuk mebajak sawah, apabila sudah selesain tugasnya maka dibawa pulang lagi ke Baluran. Tiap perjalanan Cungking-Baluran selalu melewati Watu Dodol dan sela...
Jika anda menyusuri kampung-kampung di Surabaya, sesungguhnya kota ini awalanya berdiri karena kumpulan dongeng-dongeng. Cerita rakyat yang ditularkan melalui tradisi lisan ini kelak menjadi penanda banyak tempat yang terangkai menjadi sebuah kota. Saya menemukan sebuah batu ceper yang menyembul diantara bangunan baru kawasan Puskesmas Banyuurip sekitar delapan tahun lalu. Saya mendapatkan informasi keberadaan batu ini dari sebuah tulisan kumpulan kisah cerita rakyat Surabaya yang ditelusuri sejumlah budayawan Surabaya antara 1980-1983. Batu serupa lingga dan yoni itu nyatanya memiliki kisah yang panjang tentang kawasan Banyuurip dan daerah Simo. Kisah yang kelak paling tersohor dalam epos cerita ludruk, “Batu ini ditemukan Joko Jumput yang kemudian dihadiahkan ke ibunya, Mbok Rondo Praban Kinco untuk dipakai membuat jamu. Jamu buatan Mbok Rondo ini diyakini tambah mujarab karena batu ini,” terang Supardi, seorang warga kelahiran Banyurip yang menulari cerita ini...
oko jumput adalah salah satu legenda yang ada di surabaya. Kalau kita jalan jalan ke sekitar jalan praban pasti kita bisa menemui makam Joko Jumput ini. Di daerah praban ini makam Joko Jumput ini sangat mudah untuk dituju karena letaknya yang berada di pinggir jalan utama praban. Menurut informasi Joko Jumput ini adalah misanan dari Joko Berek atau yang biasa dikenal orang surabaya dengan nama Sawunggaling. Ayah Joko Jumput dari Mataram sedangkan ibunya dari Praban Kinco yang kelak dikenal orang sebagai mbok rondo praban Kinco. Ibu Joko Jumput dikenal sebagai pembuat jamu. Di daerah praban pernah diketemukan sebuah lesung dan pipihan untuk membuat jamu, dan kedua benda ini diyakini orang sebagai barangh peningggalan Mbok Rondo Praban Kinco. Memang berabad abad kemudian didaerah ini ada penjual jamu yang terkenal konon katanya sakit apa saja kalau minum jamu di sini pasti akan sembuh penyakitnya. Salah satu kisah yang terkenal dari legenda Joko Jumput adalah kisah Sayembara y...
Tersebutlah kisah yang beredar di desa Medayu, Banjarnegara, tentang seorang puteri cantik yang diasingkan dari keraton, karena hidupnya selalu dikejar kejar raksasa yang ingin mangganggunya. Ya, dialah puteri kencana Ayu, bangsawan yang cantik dan berhati mulia. Suatu hari, ia dibawa ke hutan yang jauh dari desa, karena gangguan si raksasa jahat yang sudah tahu. Semilir angin terasa sejuk menerpa raga. Rerimbunan pepohonan rindang seakan menjadi payung yang meneduhkan, namun tidak bagi sang puteri. Di tengah gelap dan dinginnya malam, prajurit keraton dan warga desa terpaksa meninggalkan Puteri Kencana Ayu seorang diri ditengah hutan. Rasa takut mulai menyelimuti hati sang Putri di hutan yang masih perawan itu. Namun apadaya, toh hal ini dilakukan untuk menyelamatkannya juga. Malam semakin larut, sang putri mulai merasa lelah, akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon besar. ia duduk di atas tumpukan kayu. Saat ini daerah...
Mendengar nama kaum Sodom dan Gomorah tentunya akan teringat mengenai kisah di zaman Nabi Luth mengenai dua kota yang hancur akibat dilaknat Allah SWT. Kedua kota tersebut hancur karena penduduknya kerap melakukan hal-hal yang dibenci oleh Allah SWT seperti mabuk-mabukan, berzina, dan berjudi. Dalam bahasa Ibrani, Sodom berarti terbakar sementara Gomorah adalah terkubur. Memang itu yang terjadi pada kota itu, terbakar dan terkubur. Ternyata kisah nyata mengenai kota atau daerah yang hancur akibat penduduknya kerap berbuat maksiat juga terdapat di Kabupaten Banjarnegara. Daerah yang hilang akibat bencana tanah longsor yaitu Dusun Legetang yang terletak di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jateng. Masyarakat di sekitar memperoleh cerita mengenai kisah tragis hilangnya Dusun Lagetang secara turun-temurun dari kakek-nenek maupun orangtuanya. Diceritakan Dusun Lagetang tersebut hilang akibat tertimbun long...