Mungkin semua orang sudah kenal dengan Nyi Roro Kidul sang Ratu Pantai Selatan tapi jarang mendengar tentang Nyi Blorong. Menurut kepercayaan masyarakat, Nyi Blorong adalah penguasa keraton pantai selatan yang memiliki kesaktian luar biasa, memiliki pengikut berbagai macam makhluk halus. Ia konon memang ditugaskan untuk menyesatkan manusia agar terjerumus pesugihan dan menjadikan manusia budak-budaknya yang taat. Nyi Blorong merupakan sosok legenda Indonesia yang berwujud wanita cantik, bertubuh manusia dari pinggang ke atas, dan berwujud ular dari pinggang ke bawah. Ia merupakan panglima terkuat yang dimiliki oleh Kanjeng Ratu Kidul dan sering dianggap sama dengan Nyi Roro Kidul . Nyi Blorong tampil mengenakan kebaya berwarna hujau dengan rajutan emas. Kain panjang berwarna emas tersebut konon merupakan perwujudan sosok aslinya, yaitu ular raksasa. Pada saat bulan purnama, kecantikan dan kesaktian Nyi Blorong mencapai puncaknya, tetapi saat bulan mengecil, ia akan kemba...
Sebagaimana di daerah lainya yang pernah memiliki pengaruh kuat penyebaran Agama Islam dan bertahan hingga kini, dan terdapat juga Seni Handro, Begitulah pula Seni Handro yang ada di Kabupaten Garut, karena pada hakikatnya Seni Handro adalah jenis kesenian berlatar belakang penyebaran Agama Islam yang merupakan perpaduan antara hasil budaya parsi atau Arab dengan budaya setempat, dalam hal ini Budaya Parahyangan. Seni Handro yang ada di Kabupaten Garut ini pertama kali dikenalkan oleh Kyai Haji Sura dan Kyai Haji Achmad Sayuti yang berasal dari Kampung Tanjung Singuru - Kec. Samarang - Kabupaten Garut pada sekitar tahun 1917. Kehadiran KH. Sura dan KH. Achmad Sayuti tentu saja mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Bojong. Maka tidak heran apabila perkembangan Seni Handro sungguh sangat menggembirakan pada waktu itu. Jenis kesenian ini memiliki ciri tertentu dalam gaya dan lagunya. Gaya / Laga adalah gerak gerik yang dilakukan dalam mengisi pertunjukan, pada Seni Handro g...
Masjid Asy-Syuro Lokasi Masjid ini yaitu di Kampung Cipari, desa Sukarasa, Kec. Wanaraja. Bangunan masjid Asy-Syuro Cipari ini didirikan diatas tanah seluas 48,50 tumbak yang luas bangunannya mencapai 264 meter persegi. Pada bagian utara masjid dibatasi oleh asrama santri putra serta rumah penduduk, sedangkan sebelah timur dibatasi aula Majelis Ta'lim, dan di sebelah selatan dibatasi rumah tinggal pengurus mesjid juga asrama santri putri, lalu di sebelah barat dibatasi bangunan tsanawiyah dan pondok pesantren. Bentuk bangunan masjid yaitu empat persegi panjang, dibangun pada tahun 1935 atas dasar inisiatif K.H. Yusuf Tauziri pengasuh pondok pesantren Cipari) yang dirancang oleh arsiitektur Indonesia R.M. Abikusno Tjokrosuyoso masjid dibangun dengan arsitektur modern, namun ada perpaduan seni bangunan Jawa dan teknik bangunan kolonial/eropa. Pelaksanaan pembangunan oleh seorang ahli bangunan bernama Bapak Muhyi di jalan Ciledug Garut. Banguanan mesjid ini diresmikan oleh H.O.S Tjokr...
Sambal Bawang Khas Sunda Mazaya Filia A Indonesia adalah negara dengan berbagai budaya. Maka, tak heran bila terdapat bermacam-macam jenis sambal dari berbagai daerah. Sebagai contohnya, di Jawa Barat, tepatnya budaya Sunda, terdapat belasan jenis sambal yang berbeda. Ada sambal terasi, sambal goreng, sambal mentah, dan seterusnya. Namun, ada sambal yang sering sekali dimasak di rumah-rumah orang Sunda, yaitu sambal bawang. Sambal bawang ini kerap dipersiapkan di rumah, terkadang dengan beberapa tambahan bumbu spesial suatu keluarga. Lalu, bagaimanakah cara kita mempersiapkan sambal populer ini? Ternyata mudah sekali. Yang pertama, siapkan bahan-bahan berupa bawang merah dan putih, cabai rawit, dan terasi, lalu goreng bahan-bahan tersebut dengan sedikit minyak. Setelah itu, ulek bahan yang telah digoreng sembari menambahkan gula, garam, dan penyedap sesuai selera. Adapun keluarga yang akan menambahkan bumbu dan bahan lain seperti tomat. Resep ini memang bervariasi dari keluarg...
UNESCO telah menetapkan angklung sebagai salah satu warisan non benda budaya Indonesia. Musik angklung sendiri berdasarkan tangga nadanya dibagi menjadi 2, yaitu pentatonis dan diatonis.Tangga nada pentatonis lebih dikenal dengan angklung tradisional, karena skalanya masih berupa da, mi, na, ti, la, da; sementara tangga nada diatonis lebih dikenal dengan angklung modern, karena skalanya yang sudah mengikuti perkembangan zaman yaitu do, re, mi, fa, so, la, si, do. Dengan tangga nada inilah angklung dikenal dengan alat musik atau kesenian yang "local genius", karena dapat memberikan inovasi terhadap perubahan instrumentasi musik di tanah air, khususnya melalui penggunaan tangga nada diatonis yang dapat mengimplementasikan kesenian ini di kancah internasional. Angklung tidak hanya bermanfaat untuk pendengar maupun penikmatnya saja, melainkan dapat bermanfaat bagi seluruh pendengarnya, misalnya dalam proses hiburan diri dan ketenangan suasana hati, melalui keunikannya alat musik ini dih...
Angklung, Kesenian Tradisional yang Penuh Nilai Kehidupan Alat musik tradisional ini tidak dipukul ataupun dipetik, melainkan digetarkan agar mengeluarkan bunyi. Bernada ganda dan terbuat dari pipa-pipa bambu dalam berbagai ukuran, masyarakat lebih mengenalnya dengan nama "Angklung". Dalam Dictionary of the Sunda Language (1862), Jonathan Rigg memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai angklung. Ia menjelaskan bahwa angklung merupakan sebuah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Catatan mengenai keberadaan angklung muncul pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16), dan hingga kini alat musik tersebut telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Sunda (Priangan). Berdasarkan catatan yang ada, angklung tercipta karena pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai ma...
Dalam hitungan kalender hijriah terdapat bulan shafar dan maulud. Menurut kepercayaan budaya setempat, bulan maulud adalah bulan yang terdapat banyak bencana atau dalam bahasa sunda disebut "balai". Untuk menangkal "balai", maka dilakukanlah sebuah ritual. Ritual tersebut bernama Rebo Wakasan. Rebo Wakasan bertepatan dengan hari rabu di minggu terakhir bulan shafar. Pada hari tersebut, setelah matahari tergelincir atau kira-kira pukul 7 pagi dilakukanlah solat tolak bala di masjid terdekat. Setelah itu, para ibu-ibu membagi-bagikan makanan yang telah disediakan semalam yaitu apem untuk tetangga terdekat. Namun seiring berjalannya waktu, membagi makanan tidak hanya apem saja. Tetapi juga dibolehkan untuk makanan lainnya seperti wingka, bolu, dll. Dengan diadakannya ritual ini, diharapkan pada bulan maulud tidak terjadi bencana serius yang merugikan. #OSKMITB2018
Awal mula atau sejarah bangklung yang ada di wilayah Desa Cisero tidak diketahui pasti sejak kapan. Namun menurut Bapak Adjuk, sesepuh di Desa Cisero, bangklung sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia dan turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Pak Adjuk sendiri diperkenalkan dan diwarisi bangklung oleh kakek beliau. Dari catatan dari Bapak Adjuk, alkisah daerah kampung Babakan Garut dibangun dari orang-orang yang berasal dari daerah Sukapura, yaitu Eyang Jangkung dan Bapak Nurhikam yang awalnya adalah sarana hiburan untuk masyarakat dan media dakwah agama Islam. Pada awalnya, kesenian ini bernama Yami Rudat dengan alat musik rebana dan melantunkan syair-syair sholawat Rasul. Lama kelamaan kesenian ini berubah, terutama alat musiknya, merekan menciptakan alat music yang hamper serupa dengan rebana yang disebut terebang dan berjumlah 5 buah. Lima terebang ini dinamai sesuai dengan ukurannya mulai dari kempring sampai anak. Kata 'bangklung' sendiri...
Rasa hormat yang hadir menyeruak pada tiap sanubari adalah wujud pengakuan kehadiran seseoraan di kehidupan kita dalam posisi yang tinggi karena sebuah kedudukan. Hal tersebut mendorong setiap orang untuk dapatt dihormati dalam suatu lingkup masyarakat yang luas. Di Indramayu misalnya, tak jarang orang-orang berssimpuh pada kehormatan seseorang lebih didominasi oleh kedudukan materil daripada non-materil. Unsur materil yang paling ketara adalah perhiasan emas. Tentuulah hal ini menjadi sorotan kedudukan dan pandangan eksistensi yang menjadi indikator kehormatan terutama di kallangan kaum wanita. Penilaiannya bisa berasal dari kualitas emas, maupun dari kuantitas perhiasan yang termaktub di tubuh kita itu sendiri. Emas dilambangkan kejayaan dan kesuksesan seeorang. Pada tahun 1960-an, pendapatan ekonomi yang didapat individnya itu dikumulatifkan untuk membeli sebuah emas. Di sisi lain esensi kejayaan, emas juga menjadi nafkah suami ke istri yang djberikan pada awal bulan denn...