Tape Uli merupakan satu dari sekian banyak panganan khas Betawi yang masih eksis. Pembuatan tape uli memiliki makna mendalam dalam budaya masyarakat Betawi, yaitu sebagai simbol kekeluargaan atau silaturahim yang terjalin antar keluarga. Mungkin tak banyak yang tahu, ternyata pembuatan tape uli mengandung sebuah arti. "Biasanya kaum pria yang menumbuk ketan, sedangkan para wanita kebagian tugas memasak atau membuat tape ulinya. Pembagian tugas itu ada maknanya, termasuk sebagai simbol kebersamaan bagi masyarakat Betawi". Bahan untuk membuat tape ketan khas Betawi: . 500gr beras jenis ketan bisa yg warna putih maupun warna hitam. . 10 gr ragi halus,jkgn lupa alat maupun tangan yg untuk mengahaluskan harus bersih dari garam dan kering. . Tempat yg kedap uadara untuk proses permentasi. . gula secukupnya . daun pisang untuk membungkus . tusuk gigi Proses pembuatan tape ketan khas Betawi: . Pertama cuci ketan hingga bersih lalu rendam hingga kurleb 2jam ,lalu angkat dan tiriskan. . kemud...
Setiap bahasa kerap mengalami distorsi makna seiring bergulirnya jaman. Hal semacam ini terjadi pada istilah angkringan. Semula, angkringan, yang berasal dari kata bahasa Jawa, angkring, diartikan sebagai duduk santai. Namun, kini, kata yang sama segera diasosiasikan pada gerobok dorong yang menjual aneka macam makanan dan minuman di Jogjakarta (juga Jawa Tengah). Pada umumnya, di atas gerobak angkringan akan selalu terlihat beragam sajian masakan. Sebut saja nasi kucing, kepala ayam, ceker, sate usus ayam, sate keong, telur puyuh yang diatur seperti sate, gulai kulit ayam, pecel, dan oseng-oseng kacang panjang. Sebagai pendamping, tak ketinggalan pula goreng tahu, tempe, gambus, telo (ubi), bakwan, dan pisang. Namun, darimana kebiasaan ini bermula? Adalah Mbah Pairo, seorang warga Klaten, yang memperkenalkan budaya makan di angkringan ini. Ia melakukannya pada tahun 1950-an di Jogjakarta. Tak begitu pasti bagaimana Pairo melakukan hal tersebut. Nasi Kucing adalah kuliner yang p...
Kopi Robusta Lampung telah menjadi warisan budaya yang perlu dijaga bahkan dilestarikan melalui gaya hidup zaman sekarang, yaitu minum kopi di cafe, warung maupun di rumah. Lampung memiliki perkebunan kopi 163.837 hektar dengan jumlah produksi rata-rata 100-120 ton dan sekitar 85% mengisi pasar dunia. Robusta Lampung banyak ditemukan di Lampung Barat, dapat hidup sekitar 300 dpl sampai 1000 mpl dari ketinggian permukaan laut. Perkebunan Robusta terkenal di antaranya: Liwa, WAytenong, Kebun Tebu, Sumber Jaya, Sekincau, Tenggamus, dan Air hitam. Lampung sendiri merupakan penghasil Robusta terbesar di Indonesia. Di dunia menduduki peringkat ketiga setelah Brazil dan Vietnam. Kopi robusta sekarang sedang digalakkan oleh Pemerintah Daerah, hampir seluruh cafe/kedai di Lampung menawarkan kopi robusta dengan harga Rp.7000 - Rp.20.000,-.. Robusta memiliki karakter yang khas dan kuat dibanding jenis kopi lain. Robusta punya rasa asam yang lebih...
Bir Pletok atau juga biasa dikenal dengan sebutan "Bandrek" merupakan minuman khas dari Jakarta. Minuman ini merupakan hasil imitasi atau tiruan dari "wine" buatan masyarakat Barat. Menurut peneliti budaya Betawi, pada mula terbuatnya Bir Pletok yaitu banyak masyarakat Betawi yang sering menyaksikan pesta yang diselenggarakan oleh orang Belanda dan wine sebagai suguhan di pesta tersebut. Masyarakat Betawi merasa iri karena belum pernah mencoba wine, dikarenakan wine dilarang sebab dapat memabukkan dan ada larangan dalam ajaran Islam. Lalu masyarakat Betawi membuat Bir Pletok sebagai tandingan dari wine buatan Barat. Namun, Bir Pletok memiliki rasa berbeda dengan wine. Rasa manis, pedas jahe sebagai penghangat tubuh dan tidak ada kandungan alkohol yang memabukkan. Wine dan Bir Pletok serupa soal warna, sama-sama memiliki warna merah kecoklatan. Sebutan "Pletok" tersebut juga memiliki filosofi menurut masyarakat Betawi yaitu suara yang terdengar ketika membuka tutup botol bir. Oh iya...
Kopi hawaii akan dijadikan sebagai minuman khas pulau bintan. Sebagai warisan budaya, ada yang lain dalam kopi ini yaitu cara meramu dan aroma tradisional yang khas membuat para penggemar kopi selalu berharap kembali menikmati kopi ini. Kopi hawaii ini sama dengan kopi-kopi lainnya yang membedakan adalah kopi lokal ini tanpa ampas, yang rasa dan aromanya sangat mengundang selera, bahkan kata salah satu pelanggan kopi ini mengatakan bahwa kalau kepala pening minum kopi ini langsung hilang, bukan satu atau dua orang yang mengatakan namun banyak yang menyampaikan seperti itu, yang terpenting kopi ini tidak mengandung bahan pengawet jadi aman untuk di konsumsi. kopi hawaii juga sekarang dibuat dalam berbagai pilihan yaitu kopi hitam , kopi susu dan ada lagi es kopi hawaii. biasa kopi itu disajikan dalam keadaan panas namun disini ada yang meramu menjadi es kopi. penasaran bukan silahkan jika menyempatkan diri berkunjung ke tanah melayu untuk singgah dikedai kopi hawaii....
Tauwa adalah nama makanan itu. Warnanya putih susu dengan bentuk seperti puding. Teksturnya terasa sangat lembut sehingga hapir tidak bisa merasakannya ketika tauwa itu sedang kita nikmati. Kuah yang berupa minuman wedang jahe yang hangat menjadi pelengkap tauwa. Tauwa ini sangat mudah dijumpai karena biasanya banyak penjualnya yang menjajakan tauwa dengan berkeliling dari kampung ke kampung. Mereka biasanya menjual tauwa dengan menggunakan sepeda yang pada bagian belakangnya terdapat kotak-kotak kayu sebagai wadah tauwa, kompor, coret dan sebagainya. Walau tampak sederhana, siapa sangka kalau tauwa ini merupakan jejak kuliner peranakan Tionghoa di nusantara. Menurut Dahana Adi, seorang pegiat sejarah dan budaya di Kota Surabaya yang biasa dipanggil dengan Mas Ipung- tauwa disebut sebagai kuliner peranakan Tionghoa karena pada masa lampau makanan ini merupakan makanan favorit yang biasa dikonsumsi oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Sedangkan di Tiongkok sana, ta...
Kue Delapan Jam adalah kue yang sangat melekat dengan adat dan budaya Jambi. Kue ini selalu tersedia pada saat upacara adat dan hari-hari besar keagamaan. Masyarakat Jambi yang umumnya memeluk agama Islam, di saat hari raya selalu menyajikan Kue Delapan Jam untuk menjamu kerabat/tamu yang datang bersilaturahmi maupun hanya untuk konsumsi sendiri. Kue Delapan Jam ini terbuat dari telur dan terigu serta ditambahkan gula dan susu kental manis dalam jumlah yang banyak sehingga memiliki citarasa yang manis. Bahan-bahan: 25 butir telur bebek 100 gram gula pasir 250 gram mentega 400 ml susu kental manis 50 gram tepung terigu 1/2 bungkus vanili Cara Membuat: 1. Kocok gula dan mentega hingga gula larut. 2. Masukkan telur bebek, aduk rata kemudian masukan susu kental manis, vanili dan tepung terigu kocok kembali hingga tercampur rata. 3. Siapkan loyang bundar, oleskan sedikit mentega lalu tuang adonan yang telah kita buat tadi. 4. Kukus dalam kukusan selama delapan jam, gunakan api kecil...
Mendengar nama kuliner Bong Li Piang, pasti yang ada di dalam benak Anda adalah makanan ini berasal dari negeri Tiongkok. Namun jangan salah kira, ternyata cemilan yang satu ini berasal dari negeri sendiri tepatnya di Pulau Bangka, Bangka Belitung. Asal mula kue Bong Li Piang terjadi saat Suku Hakka yang berasal dari Tiongkok, melakukan imigrasi besar-besaran ke wilayah selatan termasuk Pulau Bangka. Merasa cocok dan dapat berbaur dengan masyarakat Pribumi, masyarakat Suku Hakka mulai menetap dan mempelajari budaya lokal. Perpaduan budaya antara pribumi dan Suku Hakka meluas hingga ke bidang makanan. Bahan-bahan yang mudah didapatkan dan cita rasa yang sama membuat kue Bong Li Piang kemudian tercipta. Terbuat dari komposisi Terigu, santan, gula aren, dan nanas. Kue Bong Li Piang memiliki rasa yang manis dan sedikit gurih. Pada bagian dalam kue, nanas yang telah diolah menjadi selai membuat kue ini menjadi terasa lebih nikmat dan sangat pas dihidangkan bersama kopi atau teh saat...
Situs Watu Lumpang berada di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Situs Watu Lumpang atau Situs Sambirata dan ada juga yang menamakan Situs Cilongok merupakan peninggalan purbakala terletak di sebelah utara kebon pak umar 25 m dari jalan desa. Situs Watu Lumpang terawat dengan baik dari sisi keindahan, kebersihan,kerapian dan keamanan oleh karena Pemdes Sambirata sangat peduli dengan situs ini. Begitu pula Pemda Banyumas memasukan peninggalan pra sejarah Situs Watu Lumpang sebagai benda Cagar Budaya dan Purbakala dengan memasang nameboard didepan sebelah kiri halaman dengan tulisan "Situs Sambirata". Disebelah kanan halaman yang dipagari dengan pagar besi segi empat dipasang nameboard pasal-pasal pidana UU Cagar Budaya dan Purbakala, Berdasarkan ciri dan bentuk situs Watu Lumpang dapat dikategorikan peninggalan pra sejarah zaman Batu Besar Megalitikum, di Pulau Jawa yang biasanya berada di pinggir sungai. Letak Situs Watu Lumpang Ragung Desa Sambirata berada 20 m dar...