Bahan-Bahan 3 cangkir beras secukupnya Garam Daun pisang Tusukan gigi Bahan kuah Cara Membuat Cuci beras, beri garam aduk rata dan rendam dgn air skitar ±5-10mnt Daun pisang dijemur sbntr biar ga mudah sobek atau patah pas dibentukin Gulung daun pisang sesuai selera (aku suka kecil2) sematkan tusuk gigi disalah satu ujungnya Masukkan beras kurang lebih setengah agak lebih dikit dr panjang daun pisangnya. Kemudian tusuk kembali ujung satunya. Ulangi langkah utk yg lain sampai beras yg sudah direndam terbungkus semua. Rebus dengan air ±3-4jam. Setiap 30mnt atau 1jam dicek air rebusannya, kalau udh bekurang ditambah lagi. Biar awet rebusnya harus dgn air yg matang dan nutupin lontong semua ya. Stlh dianggap cukup, angkt dan tiriskan diwadah yg berlubang, biar airnya turun. Lontong siap disajikan dgn menu pelengkap lainnya.selamat mencoba Alamat Penjual:...
SRIKAYA Labu, kue tradisional dari Aceh Selatan berhasil meraih juara II se-Indonesia hasil lomba pada Rapat Kerja Nasional Ahli Boga di Hotel The Molvcca Jakarta, 27-28 November 2015. Kue santapan para Raja Trumon tempo dulu itu mendapat sambutan luar biasa di ajang nasional Ikaboga. Kue yang dibuat Ketua DPC Ikaboga Aceh Selatan Eka Yusra bersama timnya mendapat aplaus dari para pengunjung. Bahkan beberapa di antaranya meminta tim Aceh Selatan untuk menuliskan resep dan cara membuat kue tersebut. Kue Srikaya Labu yang mendapat juara II setelah juara I diraih DPD Ikaboga Aceh itu berhasil menyisihkan peserta lainnya dari seluruh Indonesia, termasuk daerah yang terkenal kuat di bidang kuliner yakni Sumatera Barat dan Sunda Jawa Barat. Berikut resep kue Srikaya Labu yang diperoleh portalsatu.com langsung dari Ketua DPC Ikaboga Aceh Selatan Eka Yusra: Srikaya Labu Bahan - 1 buah labu uning 400 gram - 100 gram telur...
Ada satu kuliner yang selalu menjadi incaran saya setiap kali ada hajatan di kampung, yaitu gulai umbut. Kuliner satu ini merupakan salah satu Kuliner Aceh Tamiang. Gulai umbut terasa istimewa karena hanya disajikan saat hajatan besar saja, seperti acara pernikahan, turun tanah (aqiqah) atau hajatan lain yang merupakan moment istimewa. Gulai umbut memang bukan menu utama dalam sajian pada acara besar tersebut. Meskipun demikian, tanpa kehadiran Kuliner Aceh Tamiang satu ini, rasanya tetap ada yang kurang lengkap. Padahal sebenarnya, gulai umbut bisa dibilang hanyalah menu pendukung, karena umumnya kuliner satu ini hanya disajikan pada H-1 hajatan. Nah , bahan dasar gulai umbut adalah bagian pucuk dari batang kelapa ataupun kelapa sawit yang masih muda. Di Aceh Tamiang, bahan dasar seperti ini tentu saja sangat mudah ditemukan. Karena telah menjadi rahasia umum kalau Aceh Tamiang dan Kelapa Sawit, seolah adalah dua hal yang tak terpisahkan. Dalam setiap hajat...
Jus keuledek atau ubi lahir karena adanya perpaduan alam di kecamatan Kaway XVI antara hasil bumi berupa ubi keuledek yang banyak dengan suhu di sawah yang panas menyebabkan para petani membutuhkan minuman segar. Sekarang juga dikonsumsi pada bulan puasa Bahan-bahan/bumbu-bumbu: 250 gram ubi ungu; putih dan kuning, dikukus dan dihaluskan 125 gram gula pasir 1/4 sendok teh garam 300 ml santan 200 gram es beku 2 lembar daun pandan Cara Membuat: 1. Masak santan, gula pasir, garam, dan daun pandan sampai mendidih. Aduk rata sampai gula larut. Dinginkan 2. Blender campuran ubi, santan, dan es batu sampai lembut 3. Sajikan Sumber : https://issuu.com/wahyuandhikafatwa/docs/buku_resep
Kue rasidah biasanya merupakan makanan khusus keluarga kerajaan, namun dengan perkembangan jaman kue rasidah dihidangkan pada saat acara-acara penting termasuk makan hadap-hadapan. Dalam acara makan hadap-hadapan, para undangan khusus seperti kerabat penganten dan para tokoh masyarakat makan saling berhadap-hadapan di pisahkan oleh berbagai macam hidangan termasuk berpuluh kue maupun juadah tradisional. Salah satu yang ditunggu oleh para hadirin acara makan hadap-hadapan adalah kue Rasidah. Keberadaan kue rasidah telah ada sejak masa kejayaan kerajaan Tamiang. Bahan-bahan : 1/2 Kg Tepung Roti 1/2 Kg Gula Pasir 2 1/2 ons Mentega atau Minyak Lembu Pewangi 3 sdm Bawang Goreng Cara memasak kue ini seperti berikut: Masaklah gula dengan air 1 cawan, dinginkan. Setelah dingin tambahkan 2 cawan air lagi dan aduk bersama tepung roti sampai larut merata. ...
Lompong Sagu merupakan makanan yang sering dihidangkan sehari-harinya di banyakan rumah keluarga masyarakat Singkil. Makanan ini merupakan cemilan dan merupakan salah satu makanan favorit di masyarakat. Sering juga kita menemukan makanan ini di warung-warung kopi sebagai cemilan teman minum kopi. Di warung-warung nasi pun kita dapat menemukan makanan tradisional ini sebagai jajanan. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Lompong Sagu antara lain: 1. Sagu 2. Pisang matang 3. Kelapa parut 4. Garam 5. Gula Cara membuat: 1.Tumbuk atau giling pisang yang sudah matang hingga halus. Kemudian diamkan. 2. Tambahkan sagu yang sudah dikeringkan ke dalam adonan pisang. 3. Masukan kelapa parut ke dalam adonan pisang dan sagu. 4. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. 5. Aduk adonan sampai halus dan merata 6. Ambil daun pisang yang tidak terlalu tua sebagai bungkus adonan makanan. 7. Gulung adonan dengan daun pisang 8. Panggan gulung...
Dalam Bulan Ramadan, ada yang khas di pasar-pasar tradisional di Aceh Selatan, yaitu adanya penjual Seumuleng. Begini penampakan Seumuleng. Seumuleng adalah tunas rotan yang dimanfaatkan sebagai makanan. Seumuleng adalah istilah dalam Bahasa Aceh Selatan untuk tunas rotan. Ada sebagian yang menyebut Gu Seumuleng, tapi mayoritas hanya menyebut Seumuleng saja karena jika dilihat secara Bahasa, ‘Gu’ berarti tunas, dan ‘Seumuleng’ sendiri adalah tunas rotan. Jadi menyebut ‘Seumuleng’ saja sudah cukup tanpa perlu menyebut ‘Gu’ lagi. Uniknya, Seumuleng ini hanya muncul selama bulan Ramadan saja. Padahal tunas rotan sendiri bukanlah tunas yang tumbuh musiman mengikuti musim Ramadan. Tetapi begitulah kebiasaan yang ada di Aceh Selatan secara turun temurun. Jika sudah mulai memasuki bulan Ramadan, para petani mulai berburu tunas rotan di hutan, kemudian menjualnya di pasar-pasar tradisona...
Rapa’i merupakan salah satu bentuk musik tradisional Aceh yang hidupdan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pendukungnya. Sampai sekarang kberadaan rapa’i tetap disenangi oleh masyarakat Aceh sebagai salah satu bentuk kesenian tradisonal baik dalam konteks adat istiadat maupun agama islam. Rapa’i pase dapat juga diartikan sebagai salah satu nama instrumen musik pukul sejenis gendang yang terbuat dari kayu tualang atau kayu merbau, sedangkan membrannya terbuat dari kulit kambing yang telah diolah sedemikian rupa. Arti lain dari rapa’i adalah syair yang berisi ajaran islam yang disajikan dengan gaya bernyanyi dan iringan instrumen rapa’i. Pada mulanya rapa’i lahir sebagai salah satu bentuk kesenian yang dimanfaatkan untuk mengembangkan ajaran islam. Hal ini sejalan dengan awal masuknya agama islam ke daerha Aceh, yaitu ke daerah Samudra Pasai yang dibawa oleh Syeikh Abdul Kadir. Kesenian rapa’i dipertunjukkan kepada masyarakat, agar...
Payung mesikhat merupakan perlengkapan adat yag dibuat oleh suku bangsa Alas di kabupaten Aceh Tenggara dan dipergunakan untuk upacara adat tertentu antara lain, adat perkawinan, adat upacara peusijuk, adat upacara peseunat (sunat rasul), dan lan-lain. Payung ini dibuat dari kain hitam yang tidak tembus air. Pada kain tersebut dibuat sulaman yang mempunyai arti tertentu. Seperti payung pengantin, terdapat motif dan gambar yang menceritakan tentang perjalanan kehidupan dari masih lajang sampai meninggal. Payung ini melindungi pengantin dari sinar matahari, yang secara ritual mendandakan status sebagai raja dan ratu dari pasangan pengantin di hari spesial mereka Tiap kolom mempunyai ceritera tersendiri beserta dihiasi dengan ukiran-ukiran motif yang menarik. Bagian atas penuh dengan motif. Pada bagian tengah motif gambar bersambung, sedangkan bagian bawah dibuat bermacam-macam motif yang disesuaikan dengan keinginan atau permintaan para si pemesan ataupun tergantung kepada si pembuatn...