Dongeng Cerita Rakyat
179 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hikayat Prang Sabi
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Aceh

                Hikayat prang sabi adalah sebuah hikayat yang diciptakan atau dikarang oleh Teungku Chik Pante Kulu, beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Pidie tepatnya dari Pante Kulu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hikayat prang sabi ada baiknya jika kita mengetahui sekilas tentang hikayat itu sendiri. Hikayat Aceh itu berbeda dengan hikayat dari daerah lainnya perbedaannya terletak pada cara melantunkannya dan penyusunan baitnya atau dengan kata lain hikayat lain memiliki bait yang mudah untuk langsung dipahami akan tetapi hikayat aceh membutuhkan sedikit usaha yang lebih untuk dipahami.                 Hikayat prang sabi ini sendiri memiliki dua genre pada umumnya yaitu genre yang berupa ajakan untuk berjihad dan satu lagi adalah rekaman keadaan perang yang dituang kedalam bentuk hikayat....

avatar
Oskm18_19818159_rizky
Gambar Entri
Hikayat Prang Sabi
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Aceh

                Hikayat prang sabi adalah sebuah hikayat yang diciptakan atau dikarang oleh Teungku Chik Pante Kulu, beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Pidie tepatnya dari Pante Kulu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hikayat prang sabi ada baiknya jika kita mengetahui sekilas tentang hikayat itu sendiri. Hikayat Aceh itu berbeda dengan hikayat dari daerah lainnya perbedaannya terletak pada cara melantunkannya dan penyusunan baitnya atau dengan kata lain hikayat lain memiliki bait yang mudah untuk langsung dipahami akan tetapi hikayat aceh membutuhkan sedikit usaha yang lebih untuk dipahami.                 Hikayat prang sabi ini sendiri memiliki dua genre pada umumnya yaitu genre yang berupa ajakan untuk berjihad dan satu lagi adalah rekaman keadaan perang yang dituang kedalam bentuk hikayat....

avatar
Oskm18_19818159_rizky
Gambar Entri
Legenda Pulau Rubiah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Pulau Rubiah adalah sebuah pulau kecil di wilayah administrasi Kota Sabang, Provinsi Aceh. Pulau ini kerap dijadikan destinasi wisata oleh turis domestik maupun mancanegara karena menyuguhkan pemandangan pantai dan pesona baharinya yang sangat menakjubkan. Namun, dibalik keindahannya tersebut, tersimpan legenda mengenai nama pulau ini. Mengapa pulau ini dinamakan Pulau Rubiah? Dari seorang warga lokal yang telah saya wawancarai, saya mendapat kesimpulan mengenai asal muasal nama pulau ini. Cerita bermula dari sepasang suami istri pada masa pemerintahan Sulthanah Ratu Syafiatuddin. Sang suami yang merupakan seorang ulama bernama Tengku Ibrahim dan bergelar Teungku Iboih karena berasal dari sebuah daerah bernama Iboih di Pidie. Teungku Iboih kemudian mengasingkan diri ke Pulau Weh (Sabang) untuk mencari ketenangan spiritual. Beberapa waktu berselang, sang istri yang bernama Siti Rubiah pun kemudian memilih untuk mengikuti jejak sang suami menetap di Pulau Weh. Siti Rubiah membawa...

avatar
OSKM_16418055_Muhammad Alif Ikhsan
Gambar Entri
Mitos Pernikahan dalam Tradisi Aceh
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -   Mitos , tidak lain adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah yang berlatar belakang masa lampau mengandung penafsiran alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya serta dianggap benar-benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Cerita-cerita berupa mitos itu sangat diyakini kebenaran oleh masyarakat, sehingga cerita itu terus diceritakan secara turun-temurun. Dan semua daerah dan suku di Indonesia, bahkan diberbagai suku di dunia, memiliki mitos-mitos. Tidak kecuali, mitos itu juga melekat pada masyarakat Serambi Mekah, Aceh.  Mungkin Anda heran, Aceh yang terkenal kuat iman keislamannya itu, tumbu pula sejumlah mitos. Tetapi, itulah sosok masyarakat kita, bahwa meskipun di masyarakat itu tingkat iman keagamaanya begitu tinggi, entah masyarakat Aceh, Minang dan Bugis yang identik dengan iman keislamannya, Batak dan Menado yang identik dengan kekristenannya, atau Flores yang identik dengan iman kekatolikannya, tetap s...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Dodaidi
Ritual Ritual
Aceh

Dodaidi berasal dari dua kata dalam bahasa Aceh, yakni  doda  artinya bergoyang dan  idi  artinya berayun. Dodaidi ialah ritual bagi  kaom Mak  (kaum Ibu) bangsa Aceh dalam menidurkan anaknya dengan nanyian dan lantunan. Lagu-lagu pada Doda idi sendiri berasal dari syair-syair berstruktur mirip pantun yang berbahasa Aceh serta kalimat-kalimat thayyibah berbahasa Arab. Selain itu, dodaidi sering juga dilakukan dengan mengulang-ulang kalimat-kalimat thayyibah seolah-olah si Ibu sedang berdzikir untuk melelapkan si Anak. Keunikan dari kebiasaan masyarakat Aceh ini terletak pada makna senandung yang sangat filosofis sehingga kegiatan ini tidak sekedar meninabobokan anak hingga terlelap. Unsur utama dodaidi terletak pada nyanyian yang disenandungkan oleh sang Ibu, diantaranya: Nyanyian dodaidi Nyanyian dodaidi berasal dari syair berbahasa Aceh. Struktur dari syair dodaidi seperti pantun dengan bersajak a-a-a-a atau a-b-a-b. Secara umu...

avatar
OSKM18_16618080_Marshal Akbar
Gambar Entri
Taman Putroe Phang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Aceh

Taman Putroe Phang Taman Putroe Phang adalah salah satu objek wisata di daerah Banda Aceh, taman ini terletak di seberang kuburan belanda yang legendaris yaitu Kerkhof. Taman ini menjadi salah satu peninggalan dari Sultan Iskandar Muda yang memerintah dari tahun 1607-1636, merupakan salah satu raja terhebat dalam sejarah Aceh. Sultan Iskandar Muda membangun taman ini untuk permaisuri nya yaitu Putroe Phang (Putri Pahang) yang berasal dari Kerajaan Pahang, Malaysia. Nama asli dari putri ini adalah Putri Kamaliah, namun rakyat Aceh sering menyebut nya Putroe Phang, putroe berarti "Putri", phang adalah Pahang, yang bermaksud Putri dari Pahang. Putri ini adalah anak dari Raja Pahang yang telah di taklukkan oleh Kerajaan Aceh  Menurut sejarah, Putri Pahang sering sekali merindukan kampung halaman nya di tanah Malaysia, maka dari itu sang sultan membangun taman sari ini untuk sang permaisuri agar ia bisa merasakan berada di kampung halaman nya dan tidak kesepian apabila...

avatar
OSKM18_SAPPK_TEUKU MUHAMMAD ZHAFRAN
Gambar Entri
Pacuan Kude
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Beragam budaya dan adat istiadat dimiliki oleh Aceh di dataran tinggi Gayo. Salah satu budaya yang disukai warga Takengon adalah lomba pacu kuda atau disebut juga dengan 'Pacu Kude'. Pacuan kuda ala Gayo ini mempunyai keunikan tersendiri, mulai dari nama kuda hingga penunggangnya pun anak kecil di bawah umur 13 tahun. Bukan hanya itu,  penungang atau joki cilik ini pun tidak mengenakan plena, melainkan hanya memegang sebuah rotan di tangan. Tradisi ini diselenggarakan di saat hari-hari besar saja, seperti memperingati hari 17 Agustus dan memperingati hari jadi kota Takengon. Konon pada zaman dahulu, pacuan kuda ini adalah sebuah pesta rakyat Gayo semasa dijajah oleh Belanda dan sempat diselenggarakan untuk memeriahkan ulang tahun Putri belanda yang bernama Putri Wilhelmina pada masa itu. Sekarang balap kuda itu pun dijadikan momentum untuk  bersilaturahmi antarpecinta kuda masyarakat di tiga Kabupaten Kota yakni, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gay...

avatar
OSKM18_16718250_MUHAMMAD HARYANDA ALFARISI
Gambar Entri
Batu Belah Batu Bertangkup
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Dewasa ini, cerita rakyat menjadi salah satu ‘artifak’ kebudayaan yang banyak ditinggalkan oleh generasi muda. Era globalisasi telah mencetak diri kita sedemikian rupa sehingga kita lupa akan identitas kita yang sebenarnya – Indonesia adalah SATU! Padahal melalui cerita rakyat, banyak pesan moral yang bisa kita ambil dan tentu dapat menyandang signifkansi yang tajam di zaman ini. Berikut ini saya lampirkan cerita rakyat berjudul “Batu Belah Batu Tertangkup”; dari Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.   Batu Belah Batu Tertangkup Pada jaman dahulu di tanah Gayo, Aceh – hiduplah sebuah keluarga petani yang sangat miskin. Ladang yang mereka punyai pun hanya sepetak kecil saja sehingga hasil ladang mereka tidak mampu untuk menyambung hidup selama semusim, sedangkan ternak mereka pun hanya dua ekor kambing yang kurus dan sakit-sakitan. Oleh karena itu, untuk menyambung hidup keluarganya, petani itu menjala ikan di sungai Kru...

avatar
OSKM18_16618041_David Alexander
Gambar Entri
Tari Saman
Tarian Tarian
Aceh

Sejarah Serta Asal Usul Tari Saman Tari Saman merupakan salah satu tari asal Suku Gayo, Aceh, Indonesia yang biasanya diperankan oleh laki-laki. Di mana tari ini mulai dikembangkan sejak abad ke-14 oleh seorang ulama besar Aceh yang bernama Syekh Saman. Pada awalnya, tari Saman hanyalah semua permainan rakyat yang disebut dengan Pok Ane . Akan tetapi setelah kebudayaan Islam masuk ke daerah Aceh, khususnya Suku Gayo, permainan rakyat ini kemudian berakulturasi . Sehingga nyanyian pengiring permainan rakyat Pok Ane yang mulanya bersifat pelengkap, berubah menjadi sebuah nyanyian penuh makna serta pujian kepada Allah. Tak hanya itu, kebudayaan Islam juga mampu mengubah beberapa gerakan dasar pada tarian ini, mulai dari tepukan tangan hingga perubahan pada tempat duduk para penarinya.   Penggunaan Tari Saman dan Pengakuan dari Dunia Di masa kesultanan Aceh, tarian ini hanya ditampilkan saat acara atau perayaan Maulid Nabi Muhammad. P...

avatar
Oskm18_16718244_johannes_samuel