LAWAR BALI Lawar sudah dikenal dari lama oleh masyarakat Bali karena dibutuhkan saat mengadakan upacara adat. Saat ini, lawar tidak hanya bisa dijumpai saat upacara adat melainkan bisa juga dijumpai sebagai makanan sehari-hari dan dijual hampir di setiap warung makanan di pulau Bali. Lawar punya berbagai macam, yang bisa dikategorikan sesuai dengan daging yang dipakai atau warna lawar itu sendiri. Makanan ini bisa memakai banyak jenis daging seperti sapi, ayam, babi dan penyu. Daging pun bisa diganti dengan buah seperti nangka dan kelapa muda. Lawar pun bisa dibedakan sesuai dengan warnanya. Lawar merah adalah lawar yang ditambahkan dengan darah dari binatang yang dagingnya dipakai oleh lawar tersebut. Ini dilakukan untuk menambah kelezatan rasa. Selain itu, ada juga lawar putih yang merupakan lawar tanpa tambahan darah atau apapun. Selain daging atau buah yang menjadi bahan utama lawar, bagian penting lainnya adalah bumbu genep dan uyah sere tabya. Bumbu genep terdiri dari bawa...
MELASPAS KENDARAAN Umat Hindu di Bali sangat lekat dengan upacara-upacara dan ritual-ritual adat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada upacara khusus untuk peristiwa-peritiwa tertentu, salah satu contohnya adalah Melaspas. Seperti halnya ketika akan menempati bangunan atau rumah baru, kendaraan juga harus melalui Ritual Melaspas atau Pemelaspasan. Melaspas sendiri terdiri dari dua kata yaitu “Mala” yang berarti elemen jahat/buruk dan “Pas” yang berarti menyucikan atau membersihkan. Bila disatukan, Melaspas berarti menyucikan dari elemen-elemen buruk. Upacara adat Melaspas kendaraan ini intinya adalah untuk memuja Dewa Pasupati. Oleh karena itu banten yang digunakan untuk upacara ini disebut banten sesayut Pasupati. Upacara adat ini tidak hanya dilakukan pada saat membeli kendaraan baru,tetapi juga untuk kendaraan second atau bekas. Pada dasarnya kendaraan yang diuacari tersebut adalah kendaraan yang baru menjadi milik kita. Ritual...
Apa sih Upacara Potong Gigi dalam Budaya Bali? Potong gigi adalah salah satu upacara keagamaan Hindu, khususnua di Bali. Upacara tersebut diartikan sebagai pembayaran hutang oleh orang tua ke anaknya karena telah dapat menghilangkan ke-6 sifat buruk dari diri manusia (Sad Ripu). Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat asubha / karma / perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia sendiri. Ke-6 jenis itu ialah : 1. Kama = Sifat nafsu indrita 2. Lobha = Sifat loba & serakah 3. Krodha = Sifat kejam & pemarah 4. Mada = Sifat mabuk & kegila-gilaan 5. Moha = Sifat bingung & angkuh 6. Matsarya = Sifat dengki & iri hati Potong gigi atau yang lebih dikenal dengan mesangih ini dapat dilakukan pada anak-anak yang telah mengalami pubertas. Tujuan dari mesangih ini adalah menghilangkan kotoran / Sad Ripu yang ada di dalam diri kita sehingga dapat menemukan hakekat manusia yang sejati. Dengan kata lai...
Joged Bumbung merupakan tari pergaulan di Bali. Biasanya dipentaskan dalam acara-acara sosial kemasyarakatan di Bali, seperti acara pernikahan. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita, yang kemudian mencari pasangan pria dari para penonton untuk diajak menari bersama. Tarian ini awalnya adalah sebuah tarian pergaulan yang diciptakan oleh para petani kala itu untuk menghibur dikala sedang istirahat setelah bekerja di lumbung. Tarian ini pun banyak diminati oleh masyarakat dan menjadi sebuah kelompok-kelompok seni. Persaingan yang bain dan sehat mengakibatkan para kelompok-kelompok tari berinovasi dengan berbagai hal termasuk memasukkan unsur goyangan mengajak pengibing menarik dan seni yang sangat menarik kedalam tariannya. Biasanya ada suara gamelan bedug di pertengahan yang menandakan pengibing dan penari siap siap melakukan candaan walau sedikit unsur erotis. Tarian ini biasanya diiringi dengan seperangkat musik dari bambu. Tarian joged jumbung berasal dari Kabupaten Bulel...
KERIS BALI Sejak dahulu, senjata tradisional berfungsi sebagai pelengkap kehidupan sehari-hari suatu daerah. Begitu pula dengan keris bali, mulai dari sebagai senjata dalam peperangan atau juga sebagai aksesori. Sebagian masyarakat tradisional juga mengaitkan keris bali dengan kebudayaan-kebudayaan spiritual. Mulai dari adanya penentuan hari tertentu untuk mencuci keris tersebut. Keris Bali merupakan peninggalan atau pembaruan dari keris yang dibuat pada saat masa Kerajaan Majapahit. Para pandai besi yang membuat keris bali dahulunya berkarya sebagai pengabdian kepada raja dan agamanya, sedangkan kini mereka menganggapnya sebagai suatu pekerjaan yang menghasilkan uang. Pada masa sekarang, warangka atau tempat menyimpan keris sudah mulai bervariasi. Hal ini karena para senimannya sudah bebas dalam menuangkan imajinasi dan kreasi pada karyanya. Sumber : https://duniakeris.com/mengenal-keris-bali/ #OSKMITB2018
Bali punya tradisi unik dan lucu bernama Omed-omedan, sebagian dari kalian mungkin belum tahu acara ini ya karena acara ini memang hanya satu-satunya dan cukup 'beda' dari acara lainnya. Nonton acara ini, kalian pasti tersenyum lebar. Jadi inti dari acara ini adalah anak muda berciuman dan tarik-tarikan, tapi tidak sembarangan lho. Omed-omedan ini adalah upacara yang diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar yang diadakan setiap tahun. Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari Ngembak Geni untuk menyambut tahun baru saka. Kata Omed-omedan sendiri berasal dari bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan. Nah temen-temen pasti akan bertanya, ko bisa sih ada acara ini? Seperti apa sih Sejarah Omed-omedan ini sehingga menjadi sebuah tradisi yang ada hingga kini? Konon, tradisi Omed-omedan ini pertama kali diadakan oleh warga Kerajaan Puri Oka yang masuk wilayah administratif di Denpasar Sela...
Patra Punggel merupakan salah satu kesenian dalam bentuk ukiran yang sudah lama melekat di Bali. Patra Punggel adalah sebuah ukiran yang biasanya terdapat di Pura. Asal mula dari Patra Punggel ini tidak diketahui karena konon katanya sudah berada di Bali dari jaman kuno. Bentuk ukiran dari Patra Punggel ini mayoritas menggunakan bentuk yang terinspirasi dari bentuk tanaman. Penggunaan tanaman sebagai dasar bentuknya adalah dikarenakan tumbuhan merupakan lambang kehidupan dimana nilai tersebutlah yang ingin ditanamkan pada setiap ukiran ukiran pada Patra Punggel. Adapun beberapa bentuk yang terdapat dalam Patra Punggel Batun Poh. Merupakan bentuk yang diambil dari bentuk buah mangga, lebih tepatnya mangga golek. Jengger Siap. Merupakan bentuk yang diambil dari bentuk jengger ayam jago. Kepitan. Merupakan bentuk yang diambil dari bentuk kelopak bunga nangka. Util. Merupakan bentuk yang diambil dari pohon pakis yang masih kecil. Pada awalnya, penggunaan...
Salah satu tradisi Bali di zaman dahulu adalah mengiringi orang puri (kerajaan). Para keluarga kerajaan Bali akan duduk di atas tandu kerajaan dan diiringi oleh para pengawal dan bawahan lainnya. Biasanya tradisi ini dilakukan ketika orang kerjaan menuju suatu tempat untuk sembahyang atau berkunjung. Salah satu contohnya terdapat pada lukisan karya Serathi yang dibuat pada tahun 1969 tentang iringan putri bangsawan bali keluarga puri wasalam. #OSKMITB2018
Pura Luhur Uluwatu sendiri berlokasi di desa Pecatu, kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.Salah satu Tempat Wisata di Kabupaten Badung Bali yang terkenal ini lokasinya berjarak sekitar 1 jam waktu perjalanan berkendara dari Ngurah Rai Airport. Pura Luhur Uluwatu berada di ujung sebelah barat daya pulau Bali, tepatnya di atas anjungan batu karang yang terjal serta tinggi dan menjorok ke laut .Pura ini terletak diatas tebing batu karang.Biaya masuk ke Pura ini sekitar 25 ribu.Pada saat datang ke Pura kita harus menggunakan baju yang tertutup,jika kita menggunakan celana pendek akan diberikan kain yang dijadikan seperti samping,sedangkan ada juga yang menggunakan selendang. Pura Uluwatu merupakan destinasi wisata yang indah,ketika kita masuk kita akan berjalan meelwati sebuah hutan yang terdapat banyak monyet,uniknya kita tidak diperbolehkan menggunakan barang mahal,seperti kacamata,handphone,dll. Terkadang topi pun diambilnya,Jika barang itu diambil oleh...