Kesenian Genye Kesenian Genye merupakan seni pertunjukan khas dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Genye sendiri merupakan singkatan dari ‘gerakan nyere ’ sehingga pertunjukan ini memiliki ciri khas yaitu tarian dengan menggunakan nyere (bahasa Sunda) yang berarti sapu lidi. Selain tarian, dalam pertunjukan ini juga mempunyai unsur lain, yaitu seni musik dan seni rupa. Jenis alat musik yang biasa digunakan untuk mengiringi kesenian ini yaitu perkusi. Contohnya seperti bedug, dog dog dan goong. Namun penggunaan alat musik tersebut tidak menjadi hal yang wajib karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan. Untuk tariannya, kesenian ini menggunakan tarian kontemporer sehingga gerakan dan pola yang dibuat dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan. Jumlah penari genye sen...
Gedung Merdeka yang sebelumnya bernama Gedung Societeit Concordia dikenal oleh dunia sebagai tempat diselenggarakkannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Dulunya gedung ini hanya sebuah kedai kopi kecil yang sering digunakan para meneer dan Noni Belanda anggota Societeit Concordia sebagai tempat nongkrong. Pada 1895 anggota Societeit Concordia memiliki gedung khusus dimana pribumi dan sembarang orang tidak bisa masuk begitu saja. Kemudian gedung mulai diperluas menjadi lebih megah dengan fungsi sebagai ruangan umum. Gedung ini sempat dijadikan tempat pesta ataupun tempat perkawinan. Pada 1921 Van Galen Last dan Wolff Schoemaker merombak gedung ini dengan gaya art deco yang menunjukkan struktur dan fungsi gedung. Gedung semakin terlihat kokoh dengan pilar-pilar besar di depan pintu masuk. Pada 1940 gedung ini mengalami perubahan gaya arsitektur menjadi International Style sehingga gedung menampilkan kesan menarik dan tidak kaku. Pada masa penjajahan Jepang gedun...
Sebelum menulis artikel mengenai kebudayaan di Indonesia, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Agung Dwi Laksana. Saya adalah mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung tahun ajaran 2018/2019. Saya berasal dari Kabupaten Cirebon, lebih tepatnya sebuah kecamatan yang menjadi perbatasan Cirebon-Indramayu, yaitu Kecamatan Gegesik. Saya menulis artikel ini dengan penuh ketulusan sebagai bentuk apresisasi serta konstribusi saya terhadap kebudayaan Indonesia. Salah satu bentuk kebudayaan Indonesia yang berasal dari daerah saya, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon adalah lukisan kaca. Orang yangÃÂ menjadi narasumber adalah Bpk. Kusdono, beliau adalah pelukis kaca yang menjadi pewaris ayahnya di bidang lukis kaca. Ayahnya tidak lain adalah Bpk. Rastika, seorang maestro pelukis kaca di mana salah satu karyanya adalah lukisan kaca Indonesia di TMII. Berikut adalah salah satu karya beliau, Bpk. Rastika yang menjadi koleksi di TMII. ÃÂ...
Bagi warga Bogor, sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kopi liong. Kopi yang dibungkus plastik bergambar bulan sabit dan naga ini selalu terpajang di setiap warung. Maklum saja, pabrik dan produksi kopi ini hanya ada di Bogor tepatnya di Jl. Pabaton No. 2 Bogor Tengah, sehingga orang Bogor patut berbangga punya kopi lokal kebanggaan. Untuk Pecinta Kopi di Bogor atau luar Bogor, kopi liong memang punya ciri khas. Aroma kopinya yang tajam ditambah kekentalan kopi saat diseduh, menambah kenikmatan ketika diseduh. Kopi ini sangat cocok diseduh di waktu hujan, karena banyak sekali warga Bogor yang menjadikan kopi liong sebagai sarana bersantai di waktu hujan sehingga hampir seluruh pecinta kopi di Bogor maupun luar Bogor yang menganggap kopi liong sebagai salah satu kopi sachet ternikmat yang pernah ada di Nusantara. Karena itu pula, kopi liong menjadi juara di hati para penikmat kopi di kota yang berjuluk kota hujan ini. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa kopi ini jangan...
Seni Gotong Singa (Sisingaan) terlahir dari Subang sekitar tahun 1840. Kesenian ini dilaksanakan secara turun temurun dan seiring waktu, sisingaan tersebar sampai ke berbagai daerah termasuk Kabupaten Ciamis. Uned Junaedi Wiriasasmita adalah seniman yang pertama kali mendirikan Seni Gotong Singa di Kabupaten Ciamis, Pria pituin urang Salakaria (sekarang Sukadana) Kabupaten Ciamis ini menghimpun pemuda di lingkungan sekitar untuk belajar Seni Gotong Singa hingga kemudian pertama kali pentas dalam acara khitanan salahsatu anggota keluarganya pada tahun 1965. Antusiasme warga pada masa itu dalam menyambut seni Gotong Singa sangat luar biasa, sehingga kemudian Seni Gotong Singa yang diberi nama Lingkung Seni “Singa Lugay” ini menjadi salah satu seni yang menjadi favorit di Kabupaten Ciamis, hingga rentang waktu tahun 90 an. Tergabung dalam Persatuan Gotong Singa Indonesia (PERGOSI) sebagai bentuk upaya untuk terus mengasah dan mengembangkan seni Gotong Singa. S...
Bekasi merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Bekasi sendiri baik kabupaten maupun kota merupakan tempat tinggal bagi sub suku betawi yang banyak dikenal dengan betawi pinggir ataupun betawi ora. Suku Betawi tidak hanya hidup di Jakarta melainkan sudah ada sejak dahulu di Jabodetabek dan masing-masing daerah memiliki sub suku masing-masing dan memiliki tradisi yang unik. Tidak heran jika budaya betawi banyak mempengaruhi nilai-nilai dalam masyarakat di Kota Bekasi, termasuk salah satunya acara Abang Mpok Kabupaten Bekasi. Abang Mpok Kabupaten Bekasi sendiri merupakan acara tahunan yang digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Bekasi yang diharapkan dapat menjadi duta budaya dan duta pariwisata bagi Jawa Barat, khususnya Kota Bekasi, serta dapat memperkenalkan heterogenitas Kota Bekasi. Target pemilihan Abang Mpok sendiri yakni anak-anak muda yang berusia 17-24 tahun. Tidak hanya itu, calon peserta Abang Mpok juga harus me...
Peristiwa rengasdengklok merupakan peristiwa dimana para pemuda mengamankan Ir. Soekarno dan Muhammad Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Rengasdengklok dipilih karena letaknya terpencil, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi gerak gerik tentara Jepang. Para Pemuda Indonesia awalnya ingin membawa Soekarno dan Hatta ke markas PETA di Rengasdengklok. Namun, mereka justru memilih rumah di Rengasdengklok Utara milik Djiauw Kie Siong, yang dikemudian hari dikenal sebagai "Rumah SEJARAH Rengasdengklok". Rumah ini terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33, Rengasdengklok Utara. Untuk memperingati peristiwa ini, setiap tanggal 17 Agustus, para pemuda melakukan kegiatan "Napak Tilas". Napak Tilas merupakan suatu kegiatan dimana para pemuda berjalan kaki dari Rumah SEJARAH ke rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 di Jakarta. Setelah mereka selesai menempuh perjalanan tersebut, akan dibacakan teks proklamasi disana.&nb...
Masyarakat Sunda zaman dahulu itu masih dipengaruhi budaya Hindu dengan adanya sistem kasta (bisa dilihat dari cara berpakaiannya). Namun secara umum pakaian Sunda itu ada 2, pakaian untuk kaum menak & untuk masyarakat biasa. Nah yang pertama itu pakaian yg biasa digunakan oleh kaum menak (pejabat/kalangan atas). Untuk laki-laki, pakaian yang digunakan : 1. Bendo, tutup kepala yang dibuat dari sisa kain samping yang dipakai. 2. Beskap, yang biasa digunakan berkerah chiang i. Dari beskap ini bisa dilihat tingkatan sosialnya melalui jumlah kancingnya. Semakin banyak jumlah kancingnya, maka semakin tinggi tingkat sosialnya (kancingnya dulu dibuat dari emas). 3. Dodot, yaitu samping (yang digunakan di Sunda biasanya samping rereng) yang sudah dilamban. Lamban itu cara melipat kain samping di tatar sunda. Untuk laki-laki, lambanannya harus ada ekornya. Cara memasangnya dengan memutar dari kanan ke kiri. 4. Alas kakinya biasanya memakai tarumpah atau pant...
Gondang merupakan salah satu kebudayaan daerah yang berasal dari Sunda. Pada awalnya gondang merupakan bagian dari upacara ritual untuk menghormati Dewi Padi, Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Upacara ini dilaksanakan setelah panen. Pada zaman Prabu Siliwangi, orang yang melakukan gondang yaitu wanita yang dianggap suci atau sudah tidak menstruasi (menopause). Namun seiring perkembangan waktu gondang menjadi suatu seni pertunjukan yang menggambarkan muda-mudi pedesaan yang menjalin kasih, dengan gerak dan lagu yang romantis penuh canda. Sekelompok gadis menumbuk padi dengan lesung kemudian sekelompok pemuda datang. Lalu selanjutnya mereka berdialog dan akhirnya mereka pulang berpasangan. Lagu-lagu yang dipergunakan pada kesenian ini, banyak menggunakan lagu rakyat maupun lagu perkembangan yang diubah syairnya. Salah seorang yang berperan pada perkembangan seni pertunjukan ini adalah Tatang Kosasih, ia mulai melakukan inovasi seni pertunjukan ini sejak tahun 1960-an. Syairnya yang semula...