Bandung. Pasti kita sudah tak asing lagi dengan kota yang merupakan ibu kota Jawa Barat itu. Apa yang terpikirkan oleh anda ketika mendengar kota Bandung? Mungkin "kota kembang", "sejuk", "kota fashion", "kuliner" langsung terpintas di kepala anda. Namun, apakah anda pernah mendengar kota Garut? Kota yang letaknya masih di Jawa Barat dan terkenal dengan dodol nya. Memang, mungkin Garut masih belum dikenal oleh masyarakat Indonesia, namun Garut memiliki ciri khas nya tersendiri lho ! Apa sih yang terkenal dari Garut? Garut terkenal dengan kebun teh dan anda pasti tahu Gunung Papandayan kan ? Ya, Gunung Papandayan terletak di Garut. Selain itu, Garut juga memiliki makanan tradisionalnya tersendiri lho ! Mungkin selama ini anda berpikir bahwa yang terkenal dari Garut itu hanya dodol nya saja. Anda salah, ada satu makanan tradisional Garut yang unik dan bermanfaat. Apa sih nama makanannya? Tutut. Tutut? Apa itu tutut? Tutut biasa disebut juga keong sawah. Setelah anda t...
Bebegig merupakan salah satu kesenian yang berasal dari daerah Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Bebegig ini bukanlah bebegig yang biasa digunakan oleh para petani untuk mengusir burung di sawah. Bebegig ini merupakan kesenian yang menggunakan topeng berukuran besar seperti reog ponorogo. Topeng ini terlihat menyeramkan dan gigi terlihat besar. Bebegig juga dilengkapi oleh rambut gimbal yang berasal dari bubuai atau bunga rotan. Sealin itu, orang yang menggunakan bebegig juga menutupi tubuhnya menggunakan ijuk. Dan orang tersebut menggunakan lonceng yang digantungkan di pinggang balakang yang disebut kolotok. Sehingga saat berjalan menimbulkan suara yang khas. Berat total bebegig ini bisa mencapai 25-60 kg. Pada zaman dahulu, bebegig yang sudah siap digunakan tidak langsung dipakai. Sebelum pentas dilakukan bebegig dibawa ke makam leluhur untuk melakukan doa dan dari situlah bebegig mulai digunakan. Tetapi hal itu sudah tidak dilakukan pada zaman sekarang. Sekarang bebegig biasa...
Salah satu makanan khas Indonesia yang sudah mulai langka peredarannya adalah Burbacek. Burbacek berarti bubur, rumbah, dan cecek biasa ditemukan di wilayah Indramayu. Masakan tersebut sudah dianggap salah satu kuliner khas di sana. Meskipun begitu, untuk menemukan makanan tersebut memerlukan sedikit perjuangan karena hanya sedikit orang yang menjualnya. Burbacek biasanya Bubur yang disajikan dengan sayuran rebus seperti kangkung dan taoge yang disiram dengan kuah petis dan sambal asam yang dicampur dengan kikil yang tipis. Lebih enak lagi jika Burbacek di tambah kerupuk sebagai pelengkapnya. Burbacek rasanya sangat segar, biasanya paling enak jika kita melahap Burbacek sambil mengaduknya hinggarata, sehingga isi dalam mangkuk berupa bubur beras, rumba, sambal asamnya serta cecek tersebut menyatu. Cita rasa burbacek acap kali dianggap khas oleh para pembelinya. Tak hanya mencampurkan bubur, rumbah, dan cecek, burbacek pun kadang kala ditambahkan bumbu lain oleh para pe...
Tahu Bulat Siapa sih yang belom pernah berjalan di daerah jakarta dan mendengar lagu "tahu bulat". Liriknya yang Catchy membuat tahu bulat menempel di benak kita dengan mudah. Ditambah lagi makanan kaki lima ini mempunyai gamenya sendiri dan bisa kaula budaya download di googleplaystore. Siapa sih yang ga penasaran sama tahu bulat ini. Tahu bulat terlahir di Tasikmalaya berawal dari seorang pedagang yang berjualan disana. Penjualan tahu bulat menyebar hingga daerah Cianjur dan Sukabumi. Lagu tahu bulat ini mulai beredar dari seorang boss penjual tahu bulat di daerah Cianjur yang direkamnya sendiri di kamar kosannya. Karena sudah tidak bergitu ramai lagi, para pedagang tahu buat ini pindah ke Jakarta, bogor, dan sekitarnya. Penjualan Tahu bulat ini tegolong unik. Biasanya setiap unit pedagang terdiri dari sebuah truck pickup yang dilengkapi atap dan penggorengan berkuali besar untuk menggoreng tahu bulat dalam jumlah banyak. Penjualan tahu bulat saat ini suda...
Sisingaan Sisingaan merupakan salah satu kesenian pertunjukan tari yang berasal dari Kota Subang, Jawa Barat. Kesenian ini menggunakan tandu sebagai sarana pertunjukannya. Lahirnya kesenian sisingaan ini bermula pada masa kolonial penjajahan, dimana saat itu daerah Subang dijajah oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Kesenian Sisingaan dinilai banyak kalangan sebagai bentuk pemberontakan serta perlawanan karena rasa ketidakpuasan warga pribumi terhadap pemerintah Hindia Belanda saat itu. Kesenian Sisingaan diciptakan pada tahun 1975 oleh seniman sunda. Awal mula Sisingaan diciptakan karena pada masa itu, masyarakat Subang kedatangan kaum urban dari Ponorogo yang membawa seni Reog Ponorogo. Para seniman sunda pada masa itu akhirnya melakukan diskusi dimana mereka menyimpulkan bahwa Reog Ponorogo mampu menarik perhatian dan memiliki nilai filosofi serta catatan sejarah melawan kolonial Belanda. Maka dari itu akhirnya para seniman Sunda menciptakan sebuah kesenia...
"Digoreng, dina katel...lima ratusan..gurih gurih nyoii.." lirik dengan nadanya yang sudah tidak asing lagi di telinga netizen, terutama wargi bandung. Yap, Tahu Bulat ! makanan ini mendadak viral di awal tahun 2016 karena nyanyiannya yang sangat khas dan cara jualannya yang unik yaitu dengan menggunakan pick up. hampir setiap siang menjelang sore sampai malam atau pagi sekalipun pick up-pick up pengangkut tahu bulat dan pedagangnya ramai berkeliaran di daerah rumah-rumah warga. Jika sore hari, pick up ini bakalan berhenti di depan rumah warga untuk menepi karena banyaknya anak yang sedang bermain dan merasa lapar, membeli tahu bulat ini. Terbuat dari bahan yang sederhana, yaitu dengan menggunakan olahan kacang kedelai sebagaimana tahu pada umumnya, tetapi kali ini tahu itu dikemas dengan cara yang berbeda yaitu dengan bentuknya yang biasanya kubus atau balok menjadi bentuk menyerupai bumi yaitu bulat. Entah kenapa jika diperhatikan lebih lanjut, isi di dalam tahu bulat in...
Bismillahirrahmaanirrahim. ngabuburit berasal dari bahasa sunda, yaitu burit yang berarti petang, sedangkan kata nga + bu(suku kata pertama kata dasar) berarti melakukannya secara berulang, sehingga dapat kita simpulkan bahwa ngabuburit berarti mengunggu waktu petang. ngabuburit sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat jawa barat, dahulu kala ibu-ibu di jawa barat biasa keluar dari rumah setelah ashar untuk berkunjung ke rumah tetangga sambil menganyam dan bersenda gurau, dan anak-anak bermain di luar rumah sembari menunggu para ayah pulang dari ladang, adapun ketika ramadhan tiba maka orang-orang akan menghabiskan waktu mereka setelah ashar di masjid-masjid atau di surau-surau demi menambah pahala ibadah mereka, baik dengan mambaca al-qur'an, belajar hadits, maupun kegiatan ibadah lainnya. hal ini terus berlanjut di setiap bulan ramadhan hingga saat ini dan dilakukan bukan hanya di jawa barat, tapi di seluruh pelosok negeri, menjadi tradisi yang mendar...
Dalam cerita pewayangan ditataran Pasundan ada tokoh karakter wayang bernama Bagal buntung. Penampilannya dicirikan dengan salah satu kakinya yang buntung/cacat dan Bagal Buntung ingin hidup seperti manusia normal. Panakawan Bagal Buntung adalah salah satu karakter panakawan Cirebon dalam bentuk wayang kulit gagrak Cirebon. Wayang Kulit Cirebon, hidup dan berkembang bersamaan dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di Cirebon yang dibawa para Wali. Berdasarkan sejarah dalam babad Cirebon, Pakeliran wayang Kulit pertama di Cirebon dilakukan oleh Sunan Panggung atau Sunan Kalijaga sebagai dalang dan diringi gamelan sekaten Cirebon. Dari pengaruh ajaran agama yang dibawa Wali Sanga itulah sehingga muncul tambahan tokoh panakawan menjadi sembilan yakni : Semar, Curis, Bitarota, Ceblok, Dawala, Cungkring, Bagong, Bagal Buntung dan Gareng. Kehadiran sembilan panakawan ini didasarkan pada lambang Wali Sanga, hal ini disebabkan masyarakat Cirebon percaya bahwa awal keberadaan agama I...
Petanan atau dalam bahasa Indonesia mencari kutu adalah salah satu kebiasaan orang Jawa yang mulai ditinggalkan. Pada zaman dahulu, petanan sering dilakukan pada waktu senggang atau saat beristirahat. Petanan lebih sering dilakukan oleh kaum wanita, sambil saling mengobrol atau bercerita. Petanan sebenarnya bukan sekedar aktivitas mencari kutu, akan tetapi juga merupakan interaksi sosial antara orang tua dengan anak, atau seseorang dengan tetangganya. Petanan sangat menjaga keakraban antara individu satu dengan individu lainnya, karena interaksi yang telah dilakukan itu. "Kemajuan zaman sedikit demi sedikit telah menggerus adat atau kebiasaan orang Jawa seperti petanan. Orang Jawa pada zaman dahulu menjaga kebersihan kepalanya dengan melakukan aktivitas seperti petanan. Akan tetapi orang Jawa zaman sekarang lebih memilih pergi ke salon atau spa untuk menjaga kebersihan rambut mereka. Alasan orang zaman sekarang lebih memilih pergi ke salon dan spa karena masalah waktu dan merasa me...