ACARA SENI REAK Seni Reak merupakan salah satu seni pertunjukan yang kerap ditemukan di Jawa Barat khususnya daerah Ujung Berung, Bandung, Sumedang, dan sekitarnya. Kesenian ini biasanya diselenggarakan oleh masyarakat dalam acara khitanan, pernikahan, atau sambutan yang dipertunjukan di tanah terbuka atau lapangan. Kesenian reak ini berupa iring-iringan dengan seperangkat alat musik khas sunda seperti kendang, gamelan, tilingtit, goong, kecrekan, dogdog, dan sebagainya. Dalam kesenian reak ini biasanya mengandung hal-hal mistis. Sebelum iring-iringan, sang pemimpin reak yaitu sesepuh kampung, biasanya melakukan ritual khusus sambil membaca mantera dan membakar kemenyan dengan tujuan untuk meminta keselamatan selama acara reak berlangsung. Setelah itu dimulailah iring-iringan reak sambil membunyikan tabuhan alat musik mengelilingi kampung disertai lantunan beberapa nyanyian sunda oleh sinden. Bentuk dari reak berupa penari dengan...
Peristiwa rengasdengklok merupakan peristiwa dimana para pemuda mengamankan Ir. Soekarno dan Muhammad Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Rengasdengklok dipilih karena letaknya terpencil, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi gerak gerik tentara Jepang. Para Pemuda Indonesia awalnya ingin membawa Soekarno dan Hatta ke markas PETA di Rengasdengklok. Namun, mereka justru memilih rumah di Rengasdengklok Utara milik Djiauw Kie Siong, yang dikemudian hari dikenal sebagai "Rumah SEJARAH Rengasdengklok". Rumah ini terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33, Rengasdengklok Utara. Untuk memperingati peristiwa ini, setiap tanggal 17 Agustus, para pemuda melakukan kegiatan "Napak Tilas". Napak Tilas merupakan suatu kegiatan dimana para pemuda berjalan kaki dari Rumah SEJARAH ke rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 di Jakarta. Setelah mereka selesai menempuh perjalanan tersebut, akan dibacakan teks proklamasi disana.&nb...
Semula kawasan yang sekarang ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah bentangan pegunungan dari Barat sampai ke Timur yang merupakan “tangki air raksasa alamiah” untuk cadangan di musim kemarau. Namun, pada masa penjajahan Belanda, perbukitan yang terbentang ini di dalamnya dibuat sebuah saluran/terowongan berupa jaringan goa dinamakan Goa Belanda. Pada masa kemerdekaan Goa ini pernah dipakai atau dimanfaatkan sebagai gudang mesiu oleh tentara Indonesia. Goa Belanda saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan sebagai tempat wisata yang penuh dengan nilai sejarah. Salah satu yang cukup populer adalah mengenai pantangan mengucap kata " lada" . Ada apa dengan kata lada? Mengapa tidak boleh disebut saat kamu berada di kawasan Goa Belanda dan Goa Jepang? Apa yang akan terjadi jika seseorang telanjur mengucapkan kata tersebut? Penasaran kan? Ya, ketika berkunjung ke Goa Jepang dan Goa Belanda, para pengunjung harus sangat berhati-hati...
Menghimpun makna dalam motif dan keindahan warna, batik tulis garut menjadi warisan nenek moyang yang patut dipertahankan. Sebelum bendera merah putih berkibar pun karya seni ini telah hidup sebagai penyaluran naluri seni masyarakat Kota Garut, Jawa Barat. Kekhasan warna yang cenderung terang dan motif yang unik menjadi daya tarik batik tulis yang satu ini. Tak sedikit orang yang memakainya sebagai tanda kebanggaan masyarakat sunda. Cupat Manggu dan Rereng Peuteuy contohnya. Mencipta seni tidaklah mudah, kecuali pelibatan hati yang menyertai setiap likunya. Masyarakat Kota Garut memilih mencipta karya melalui lincahnya tangan untuk melukis batik kebanggaan bangsa. Tak cukup hingga nenek moyang, mereka menurunkan keterampilan terbaiknya kepada anak cucu. Berasal dari makna sederhana kehidupan, motif yang tercipta begitu unik dan mewakili “raga Indonesia” yang sesungguhnya. Bersama perasaan dan nilai estetika yang mendalam, masyarakat Kota Garut memproduksi motif y...
Masyarakat Sunda zaman dahulu itu masih dipengaruhi budaya Hindu dengan adanya sistem kasta (bisa dilihat dari cara berpakaiannya). Namun secara umum pakaian Sunda itu ada 2, pakaian untuk kaum menak & untuk masyarakat biasa. Nah yang pertama itu pakaian yg biasa digunakan oleh kaum menak (pejabat/kalangan atas). Untuk laki-laki, pakaian yang digunakan : 1. Bendo, tutup kepala yang dibuat dari sisa kain samping yang dipakai. 2. Beskap, yang biasa digunakan berkerah chiang i. Dari beskap ini bisa dilihat tingkatan sosialnya melalui jumlah kancingnya. Semakin banyak jumlah kancingnya, maka semakin tinggi tingkat sosialnya (kancingnya dulu dibuat dari emas). 3. Dodot, yaitu samping (yang digunakan di Sunda biasanya samping rereng) yang sudah dilamban. Lamban itu cara melipat kain samping di tatar sunda. Untuk laki-laki, lambanannya harus ada ekornya. Cara memasangnya dengan memutar dari kanan ke kiri. 4. Alas kakinya biasanya memakai tarumpah atau pant...
Kalau disuruh menyebutkan seni pertunjukan dari daerah Jawa Barat, mungkin yang terlintas di benak Anda adalah tari jaipong, kesenian wayang golek, tari renggong, dan sebagainya. Tapi dari contoh-contoh yang sering Anda dengar tersebut, ternyata masih banyak kesenian yang terdapat di provinsi dengan luas daerah 37.174 km 2 ini. Saking banyaknya, ada beberapa kesenian yang bisa dibilang hanya sedikit orang yang tahu. Bisa disebut juga terlupakan . Pernahkah Anda mendengar tentang seni kunclung ? Nah, kesenian ini berasal dari Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kesenian ini terutama khas dari masyarakat Cileunyi di Desa Cileunyi Wetan. Di desa ini, kegiatan ekonomi masyarakat masih banyak bergatung pada pertanian, terutama menanam padi. Kesenian ini ditampilkan saat menjelang waktu panen padi ataupun saat baru akan menanam padi. Seni kunclung memang sudah langka ditampilkan oleh masyarakat Cileunyi sendiri. Namun, jika beruntung, Anda masih bisa meli...
Suku Sunda merupakan salah satu dari beragam suku-suku yang mempunyai berbagai macam budaya yang telah turun temurun, salah satunya adalah pupuh. Pupuh merupakan karya sastra berbentuk puisi dalam kebudayaan Sunda dan terikat dengan aturan-aturan tertentu. Terdapat tujuh belas jenis pupuh yang masing-masing mempunyai sifatnya tersendiri. Contoh dari jenis pupuh yaitu Pupuh Asmarandana. Pupuh Asmarandana menggambarkan tentang kehidupan atau pesan-pesan bijak dengan aturan hitungan 81, 8a, 8o/e, 8i/a, 7i/a, 8u, 8a. Salah satu Pupuh Asmarandana yaitu Eling-Eling Mangka Eling. Eling-eling mangka eling Rumingkang di bumi alam Darma wawayangan bae Raga taya pangawasa Lamun kasasar lampah Nafsu nu matak kaduhung Badan anu katempuhan Eling-eling masing eling Di dunya urang ngumbara Laku lampah nu utama Asih ka papada jalma Ucap tekad reujeung lampah Tingkah polah sing merenah Runtut rukun sauyunan Hirup jucung panggih jeung kamulyaan Pupuh Asmaranda...
Pada budaya Sunda ketika kita akan melakukan upacara adat biasanya akan dilakukan ritual terlebih dahulu atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan Ritus . Ritus sekarang sudah memiliki Undang – Undang yaitu UU No.5 tahun 2017. Pada Ritus diperlukannya pangradinan , yaitu sajen untuk ritual. Apa itu pangradinan ? Pangradinan diartikan dengan pangaruh din dalam kehidupan. Orangtua dahulu selalu memakan simbolik untuk menjelaskan bahasa simbol. Seperti misalnya pada sajen ini terdapat : Kendi. Maksud dari kendi ini adalah untuk mengenali diri sendiri karena kendi itu singkatan dari kenali diri Air Bermakna air yang menumbuhkan kehidupan . Dan diperlukan sebanyak 80% Pohon Hanjuang Hijau Hanjuang hijau memiliki makna kenal pada diri siapa yang memberi kehidupan. Warna hijau berarti kemakmuran dan kesuburan Cerutu Merupakan kata serapan dari surut yaitu jamak dari syirat. Dalam bahasa arab surut berarti jalan...
EBEG, PERTUNJUKKAN BANJAR YANG TERLUPAKAN Kota Banjar adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat , Indonesia . Kota Banjar berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah , yakni dengan Kabupaten Cilacap . Banjar merupakan pintu gerbang utama jalur lintas selatan Jawa Barat. Untuk membedakannya dengan Banjarnegara yang berada di Jawa Tengah , kota ini sering disebut juga Banjar Patroman (dari nama asal "Banjar Pataruman"). Luas Wilayah Kota Banjar sebesar 13.197,23 Ha, terletak di antara 07°19' - 07°26' Lintang Selatan dan 108°26' - 108°40' Bujur Timur. Berdasarkan undang-undang nomor 27 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Provinsi Jawa Barat kurang lebih 113,49 Km 2 atau 11.349 Ha. (https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Banjar) Salah satu budaya lama yang saat ini hampir punah karena jarang diangkat atau dilestarikan ialah&...