Masyarakat Indonesia memang sarat akan budayanya yang unik dan berlimpah, tak terkecuali masyarakat suku Melayu Deli yang berasal dari Sumatra Utara. Suku Melayu Deli memiliki adat yang unik dalam upacara pernikahannya. Secara keseluruhan, terdapat 27 adat dalam upacara pernikahan ini, tetapi sekarang ini hanya adat-adat yang disetujui kedua belah pihak yang akan dilaksanakan. Namun, di antara ke-27 adat tersebut, ada beberapa yang jarang dilewatkan oleh pasangan-pasangan Melayu Deli, salah satunya adalah adat makan nasi hadap-hadapan. Adat makan nasi hadap-hadapan ini dilakukan dengan kedua pengantin dan perempuan-perempuan dari keluarga kedua belah pihak duduk saling berhadap-hadapan membentuk persegi panjang. Adat ini dilaksanakan dalam suatu ruangan yang sudah dihidangkan berbagai makanan, di antaranya pahar yang berisi nasi lemak yang di atasnya ditancapkan bunga yang terbuat dari manisan buah-buahan, lauk-pauk, kue, dan halua (manisan khas melayu). Nasi hadap-hadapan b...
Bangunan ini dalam bahasa Batak sering disebut sebagai "SOPOPARTUNGKOAN" yang artinya sebuah gubuk/rumah/ tempat berjualan (secara harafiah) tetapi sebenarnya hal ini lebih mengacu kepada tempat yang banyak dikunjungi oleh orang-orang. Bangunan ini dibangun dengan gaya arsitektur dan motif rumah adat batak pada umumnya. Yaitu, dengan warna motif merah,hitam,putih yang juga memiliki arti tersendiri. Merah artinya nyawa, putih artinya suci dan hitam artinya kematian. Ada juga motif realif berupa payudara wanita di bagian pintu masuk yabg menandakan kesuburan. Dan ada juga gambar cicak. Selain itu, rumah ini didesain dengan pintu masuk yang agak pendek, sehingga setiap orang yang hendak masuk ke rumah harus menunduk, dan itu mengandung makna filosofis, bahwa kemanapun kita datang, kita harus tetap rendah hati.seiring berkembangnya zaman dan berubahnya kebutuhan manusia, gedung ini dipakai sebagi kantor DRPD di bagian tertentu, dan bagian utama gedung dipakai sebagai gedung pertunjukan ac...
Pada artikel ini, saya akan membahas mengenai asal usul marga Siagian dan Pardosi. Marga Pardosi berasal dari marga Siagian dan siagian mempunyai saudara Panjaitan,Silitonga,dan Sianipar. Siagian terbagi menjadi dua, yaitu Siagian Padean Duri dan Papaga Lote. Pardosi merupakan keturunan Siagian Papaga Lote. Di sebuah daerah disekitar Porsea, tinggal dua orang kakak beradik. Karena ada yang mau diperbaiki sementara alat berupa pahat tidak ada, maka sang adik yaitu Op. Dongan meminjam pahat kepada kakaknya. Akan tetapi tanpa diketahui dengan jelas apa penyebabnya pahat tadi hilang. Kakak dari Op. Dongan tadi menuntut agar pahatnya dikembalikan. Karena dicari kemana-mana tak ketemu juga, maka sang adik berniat untuk menggantinya. Akan tetapi Sang kakak tidak mau menerimanya. Walau sudah dibujuk berkali-kali, tetap saja sang kakak meminta pahat yang asli harus kembali dan tidak mau diganti. Pada akhirnya pahat tersebut ditemukan. Namun yang anehnya, yang menemukan pah...
Mesur-mesuri, yang berarti "Kenyang-Kenyangan", merupakan adat yang bersifat sekali dalam suatu keluarga besar. Adat ini bagi seorang ibu yang mengandung anak pertama selama 7 bulan beserta sang ayah, dimana akan ada seorang sangkep nggeluh dari keluarga pihak pria atau wanita tersebut. Acara ini dilakukan supaya sang bayi akan lahir dengan lancar serta berkembang dengan sehat secara jasmani dan rohani. Sang Ibu juga di acara itu dipersiapkan mental dan fisiknya supaya persalinan bisa berjalan dengan baik sehingga kondisi sang ibu tetap sehat. Dalam acara ini ada acara makan, dimana makanan-makanan kesukaan pasangan disediakan sang pasangan dan para tamu. Setelah disediakan, sang pasangan makan terlebih dahulu beralas tikar putih di ruang tersendiri. Tamu diperbolehkan makan setelah pasangan tersebut sudah mulai makan. Makanan khas yang biasa disediakan dalam acara tersebut adalah satu ekor ayam utuh digulai dengan gu...
Tari Moyo adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tarian ini juga sering disebut dengan Tari Elang, karena gerakannya hampir mirip dengan gerakan Elang yang sedang terbang. Tari Moyo ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita, dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti perayaan hari besar, penyambutan tamu terhormat, pernikahan dan acara adat lainnya. Tarian ini merupakan tarian yang sudah ada dari ratusan tahun yang lalu. Pada zaman dahulu tari moyo ini merupakan tarian khusus di daerah kerajaan namun seiring berkembangnya jaman, tari ini mulai digemari oleh para gadis dan masyarakat sekitar. Ibu saya contohnya, dari sejak kecil ia diajarkan budaya “fanari moyo” yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “menari elang”. Ibu saya senang mempelajari tari moyo ini, hingga akhirnya ia mendapat juara 1 se-pulau nias dalam kegiatan lomba tari moyo pada usia 11 tahun. Selain untuk hiburan, tari...
Perkawinan atau pernikahan di setiap daerah memiliki keanekaragaman dan ciri khas dari masing-masing daerah. Pernikahan yang diadakan di setiap daerah pun telah menjadi kebudayaan masyarakat setempat dan turun temurun. Seperti halnya di daerah Sumatera Utara, banyak sekali tradisi pernikahan batak disana. Hampir sama dengan tradisi batak lainnya, pernikahan adat Karo juga memiliki tahapan yang sangat panjang bahkan acara pernikahan tersebut bisa dilaksanakan berhari-hari bahkan hingga berminggu-minggu. Pernikahan Karo dianggap masyarat setempat sebagai tahapan yang sakral, kedua pasangan pengantin di anggap sah jika telah melalui pengesahan secara agama dan secara adat. Pernikahan adat Karo di bagi menjadi 3 tahapan, yaitu tahapan kerja adat, pesta adat, dan acara setelah pesta adat. Jika pasangan tersebut tidak melakukan tahapan tersebut, mempelai pria diwajibkan untuk membayar hutang adat. Persiapan kerja adat (Sitandan Ras Keluarga Pekepar), ini adalah tahapan dimana perk...
PARTUTURAN Indonesia, negeri yang memiliki banyak kekayaan. Ragam suku, agama, bahasa dan lainnya menjadi suatu aspek yang membuat negeri ini semakin elok dan kaya. Ragam suku, ragam pula budaya atau tradisi yang dimiliki. Nah, kali ini saya akan berbagi penjelasan mengenai sebuah tradisi dari suku batak. Tradisi “Partuturan” atau sering disebut dengan cara kita memanggil atau menyapa orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi, dalam suku batak, kita memiliki panggilan untuk orang yang ada di sekitar kita baik yang lebih tua ataupun muda. Semakin baik kita mengerti “Partuturan”, semakin sopanlah cara kita untuk berkomunikasi dengan semua orang di sekitar kita. Nah, berikut ini cara kita “Martutur” : Opung : Panggilan untuk orangtua ibu bapak kita Pak tua : Panggilan untuk saudara laki –laki bapak yang lebih tua Mak tua : Panggilan untuk ist...
Raja Siantar Tuan Sawadim Damanik Bariba dan Raja Dolog Silou Tuan Ragaim Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dadihoyong. 5. Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dad Indonesia memiliki beragam budaya, salah satunya budaya Batak yang ada di Sumatera Utara. Budaya batak yang akan dibahas kali ini adalah Simalungun. Simalungun memiliki pakaian adat, namun yang akan kita bahas kali ini adalah penutup kepala, yaitu : " Gotong " untuk pria dan " Bulang " untuk wanita. Dan pada zaman dahulu raja-raja inilah yang memakai gotong tersebut : 1. Raja Siantar Tuan Sawadim Damanik Bariba. 2. Raja Dolog Silou Tuan Ragaim Purba Tambak. 3. Raja Sidamanik Tuan Ramahadim Damanik Bariba. 4. Raja Raya Tuan Gomok Saragih Garingging. 5. Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dadihoyong. Dan bulang untuk parinangon (wanita). Dan sekarang biasanya digunakan saat acara adat, yang paling sering yaitu digunakan saat acara pe...
Konon dahulu ada dua orang bersaudara, namanya Datu Dalu dan adiknya Sangmaima. Orang tuanya mempunyai sebuah tombak pusaka. Sesuai dengan adat, jika orang tua meninggal maka tombak pusaka jatuh ke tangan anak yang tertua, yaitu Datu Dalu. Suatu ketika Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi hutan. Datu Dalu meminjamkan tombak itu kepada adiknya dengan syarat tombak itu harus dijaga baik-baik jangan sampai hilang. Begitulah ketika Sangmaima sampai di kebunnya dia melihat seekor babi hutan yang sedang merusak tanamannya. "Babi hutan, sialan! Kerjanya merusak tanaman orang!" rutuknya. Tanpa berpikir panjang ia melemparkan tombak pusaka tepat mengenai lambung babi hutan itu. Babi hutan itu masih sempat melarikan diri. Sangmaima berusaha mengejar, tetapi yang dia temukan di semak-semak hanya tombaknya saja sedangkan mata tombaknya masih melekat di lambung babi hutan itu. Sangmaima segera pulang, melapor pada abangnya. Di...