AMPAPAGA atau Daun Kaki Kuda dikenal dengan sebutan Pegagan: Tumbuhan ini di Indonesia mempunyai bermacam macam nama sesuai dengan daerah daerah. Di Jawa dikenal dengan calingan rambat, di Sunda : antanan rambat, di Makasar : pegaga, dan di Tapanuli : ampapaga. Daun kaki kuda ini mengandung zat glikosida, triterpenoida, alkaloid hidrokotilin, steroid, tanin, minyak atsiri, dan garam garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Daun kaki kuda ini juga dapat digunakan untuk mengobati bermacam macam penyakit, seperti penyakit kulit, sakit perut, radang usus, batuk, asma, bronkitis, peluruh air seni, obat kumur untuk sariawan, obat borok perut, luka luka kulit dan penyakit lepra. Hal ini diperkuat oleh Polonsky dan kawan kawannya dalam penelitian mereka. Mereka menemukan zat zat di dalam daun kaki kuda tersebut dapat menyembuhkan : Lepra, Anemia, Peradangan, Campak dan Asma. Ditemukan juga bahwa daun kaki kuda ini tergolong sedative (pereda, pene...
Suku bangsa Batak terbagi atas 6 anak suku, yaitu Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Setiap suku memiliki seni arsitektur yang menarik. Rumah Adat Batak Toba yaitu Rumah Bolon (Rumah Gorga atau Jabu Si Baganding Tua). Biasanya Rumah terdiri atas Rumah dan juga sopo (lumbung padi) yang berada di depan rumah. Rumah dan sopo dipisahkan oleh pelataran luas yang berfungsi sebagai ruang bersama warga huta.Rumah adat dengan banyak hiasan (gorga), disebut Rumah Gorga Sarimunggu atau Jabu Batara Guru. Sedangkan rumah adat yang tidak berukir, disebut Jabu Ereng atau Jabu Batara Siang. Rumah berukuran besar, disebut Rumah Bolon. dan rumah yang berukuran kecil, disebut Jabu Parbale-balean. Filosofi Rumah Batak Toba Rumah adat bagi orang Batak didirikan bukan hanya sekedar tempat bemaung dan berteduh dari hujan dan panas terik matahari semata tetapi sebenanya sarat dengan nilai filosofi yang dap...
Pomparan Nai Ambaton Naimbaton adalah nama seorang ibu istri pertama Tuan Sorimangaraja. Disebut Naiambaton karena anaknya bernama Siambaton yang disebut juga sebagai Tuan Sorba Dijulu atau Suli Raja. Menurut cerita Ibu Naimbaton inilah yang berpesan kepada anaknya Siambaton agar keturunannya bersatu. “Sisada lulu anak si sada lulu boru” artinya tetap merasa satu keluarga dan tidak saling mengawinkan anak antar sesama mereka di kemudian hari. Tuan Sorba Dijulu (Siambaton) mempunyai empat orang anak; – Simbolon Tua – Tamba Tua – Saragi Tua – Munthe Tua Terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah anak Tuan Sorba Dijulu, dimana ada yang mengatakan mempunyai 4 (empat) orang anak, dan juga ada yang mengatakan mempunyai 5 (lima) orang anak, dan anak yang ke-5 adalah bernama Nahampun Tua. Munte Tua yang merupakan anak ke-4, dari Naimbaton mempunyai 3 orang anak, yaitu; &nb...
Batakologi – Ilmu yang Patut Diseriusi Sebagai cabang ilmu yang belum populer, termasuk di kalangan orang Batak sekalipun, Batakologi menyimpan sejumlah pembelajaran berikut dinamika klaim-mengklaim khazanah kultural yang ada di dalamnya. Kendatipun sebagian subetnis Batak enggan menyebut diri sebagai orang Batak karena filologi peyoratif-lah yang dominan tercatat di catatan historis tentang keberadaan orang Batak. Tak mudah pula mencari makna aslinya (sebelum di-peyorasi) karena mesti diakui bahwa dalam proses diskresi antara periode mitologis (mulai dari Raja Ihat Manisia, si Radja Batak, hingga ke orang Batak zaman ini) dengan periode historis yang sebagian besar dikomando sesuai selera literasi penulis Barat yang sarat dengan agenda misi kekristenan, termasuk upaya politisasi dari pihak kolonial pada zamannya – belum ada milestones yang bisa dinapaktilasi secara rapi dan teratur. Tidak heran kini bahkan dari antara kalangan Batak sendiri, yang k...
Melayu adalah etnis asli dan mayoritas di Kota Medan, Sumatera Utara. Ia hidup berdampingan dengan etnis lain, seperti Cina, India, Mandailing, Batak, Minang, atau Jawa. Sebagai sebuah komunitas etnis, Melayu memiliki makanan khas yang sangat terkenal, yakni Nasi Lemak. Nasi Lemak ini sebeutulnya juga dikenal di banyak tempat lain di Indonesia. Hanya saja, penyebarannya berbeda-beda.. Di Jakarta atau daerah-daerah lain di Indonesia, meski ada perbedaan di sana sini, nasi lemak biasanya juga dikenal sebagai nasi uduk. Namun, di Malaysia dan Singapura, makanan ini tetap dikenal sebagai nasi lemak. Tapi, apa nasi lemak? Nasi Lemak adalah nasii yang dibuat dengan campuran santan dan beberapa pengharum lain, seperti daun salam dan daun pandan. Campuran ini membuat nasi menjadi lebih gurih dan renyah di mulut. Karena kegurihan inilah, maka ia kemudian disebut sebagai lemak oleh orang Melayu. Dan ia kemudian menjadi makanan favorit untuk sarapan selain lontong sayur. Selain itu, ciri n...
Secara kebudayaan, Sumatera Utara memiliki 5 etnis besar, yakni Melayu, Batak Selatan/Mandailing, Batak Utara/Tapanuli Utara, Cina, dan India. Masing-masing kebudayaan atau wilayah yang berhimpun di Sumatera Utara ini menyimpan kekhasan kuliner yang berbeda. Salah satu daerah tersebut adalah Tapanuli Utara atau Batak. Di sini, Ikan Arsik, atau na ni arsik, menjadi identitas kuliner bagi masyarakat. Setiap suku Batak sudah familiar dengan makanan yang satu ini. Hanya saja, penyebutan nama arsik ikan mas berbeda-beda di masing-masing daerahnya. Ikan yang biasanya digunakan untuk arsik adalah ikan mas, ikan mujair, atau ikan lele. Namun demikian, yang lebih sering digunakan oleh masyarakat adalah ikan mas. Salah satu kekhasan ikan arsik terletak pada bumbunya. Bumbu ikan arsik umumnya hanya didapat dari pegunungan di Sumatera Utara. Oleh orang Tapanuli Utara, makanan khas Batak yang resepnya sudah turun-temurun diwariskan ini hanya bisa diberikan oleh pihak saudara laki-laki...
Jika Tapanuli Utara memiliki makanan khas seperti ikan mas arsik, maka Mandailing, Tapanuli Selatan, juga punya makanan khas Daun Ubi Tumbuk, begitu namanya; unik dan mengundang rasa penasaran. Orang Mandailing mengisitilahkannya dengan silalat . Dilihat dari namanya, daun ubi tumbuk sudah menjelaskan dirinya sendiri. Ia adalah daun ubi atau daun singkong yang ditumbuk atau dihaluskan. Dalam proses pembuatannya, daun ubi ini ditumbuk atau digiling dengan menggunakan alu atau lesung, kemudian diberi santan dan ditambah beberapa bumbu khas. Bumbu khas yang dimaksud adalah kincung dan rimbang. Bahan yang diperlukan: Daun singkong/ubi 1 ikat 1 buah kincong/honje/kecombrang 10 butir takokak/terung pipit Laos/lengkuas 1 ruas 10 buah cabai rawit (sesuaikan selera) 1 batang serai 1 lembar daun salam 2 siung bawang putih 5 butir bawang merah 1 ruas jahe Ebi, garam, tomat secukupnya Santan 500 ml Cara Memb...
Ada banyak ras yang hidup di Medan, Sumatera Utara. Salah satunya adalah India. Sebagai suatu ras yang memiliki kebudayaan tersendiri, India pun punya makanan khas. Salah satunya adalah nasi briyani atau biryani. Nasi ini sangat terkenal di Medan, bahkan di Malaysia dan Arab. Makanan khas India ini terbuat dari nasi yang dicampur dengan aneka rempah-rempah khas masakan India dan potongan daging kambing. Nasi ini biasanya disajikan bersama sambar atau dalca dan pajri nanas. Sambar bentuknya mirip dengan bumbu kari. Sementara pajri nanas adalah suwiran buah nanas yang dimasak dengan gula dan cabai. Jika sudah dipadukan dengan nasi briyani, rasanya mirip manisan -- sebuah perpaduan rasa yang unik. Nasi yang terasa kental oleh bumbu-bumbu ini lalu dicampur dengan sambar dan pajri nanas. Kalau dilihat dari bentuknya, nasi briyani hampir mirip dengan nasi goreng. Hanya saja, nasi briyani lebih berwarna kekuningan. Ia lebih mirip dengan warna nasi tumpeng. Namun demikian, sebenarnya da...
Roti Ketawa adalah satu di antara kuliner tradisional asli Indonesia khas Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Bentuknya seperti onde-onde karena ditaburi wijen, tapi bedanya Roti Ketawa pecah hampir terbelah dan keras tidak seperti onde-onde yang lembut. Bentuknya yang bulat dan pecah tampak seperti bentuk mulut orang tertawa. Itu sebabnya orang-orang di Pematangsiantar dan sekitarnya menamai kudapan ini dengan sebutan Roti Ketawa. Bahan-bahan: 350 gr tepung terigu protein sedang 175 gr gula halus 75 gr wijen 25 gr mentega 2 sdm air 1 sdt baking powder 1 butir telur ayam Secukupnya air untuk pencelup· Secukupnya garam Minyak untuk menggoreng Cara Membuat: 1. Campur terigu dan baking powder, ayak dan sisihkan. 2. Kocok mentega dan gula halus, hingga putih. 3. Masukkan telur ayam, 2 sdm air, garam dan campuran terigu. Aduk rata. 4. Ambil sebagian adonan, bentuk bulat. Lakukan hingga adonan habis. 5. Celup tiap bulatan adonan ke dalam air, kemudian gulingkan dalam...