Musik
198 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Buto Lawas
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Buto lawas merupakan salah satu bagian dari pertunjukan Tarian Kuda Lumping yang menggabungkan antara kesenian asli dan kesenian modern, kebudayaan ini juga sering dikaitkan dengan unsur "klenik" atau magis.  Pada Tarian Buto Lawas, biasanya dimainkan oleh 4 - 6 orang penari. pertunjukan seni buto lawas  dimainkan dengan cara menunggangi kuda anyaman bambu dan menari diiringi alunan musik, pada bagian ini penari buto lawas mulai dirasuki oleh roh halus atau kesurupan, terkadang penonton pun juga bisa mengalami fenomena kerasukan ini.   Dalam setiap pertunjukkan Buto Lawas ini, untuk memulihkan kesadaran pemain ataupun penonton selalu hadir para datuk yang meemiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali dengan menggunakan pakaian serba hitam. Kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya mengambil sikap positif dari Tarian tersebut karena masih ada orang di daerah yang mampu dan mau melestarikan budaya yang hampir ditinggalkan oleh masyarak...

avatar
OSKM18_16918108_Muhammad Abyan Kemal Ardaffa
Gambar Entri
Festival Tong Tong Klek Rembang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

     Kota Rembang yang terletak di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki sebuah tradisi unik tiap tahunnya. Setiap bulan Ramadhan di Kota Rembang digelar Festival Musik tradisional “Tong Tong Klek” dengan menggunakan instrumen musik kentongan (terbuat dari pohon bambu) yang dibunyikan mengelilingi jalanan kota . Festival tahunan ini kerap kali digelar pada malam ke-27 Bulan Ramadhan.            Tong Tong Klek merupakan festival musik tradisional warga Rembang yang awal mulanya dilaksanakan sebagai penggugah makan sahur dengan melakukan keliling di kota Rembang. Seiring perkembanagnnya, musik ini berkembang pesat dengan ditandai munculnya sejumlah group musik Tong Tong Klek yang jumlahnya mencapai puluhan. Dengan menjamurnya banyak group Tong Tong Klek yang tidak hanya datang dari Kota Rembang saja, tapi juga dari daerah lain diluar Kota Rembang, maka Pemerintah Kabupaten (Pemda) Rembang kemudia...

avatar
OSKM18_16918048_Julius Indra Permana
Gambar Entri
Karawitan Banyumasan
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Wait kuna mengkuna wis ana gendhing, Pacul Gowang Banyumasan, Dualulu u u u u u u u wing, Senggake melung-melung, Randha rindhi randha,  Pacule Gowang   Begitu bunyi lirik salah satu gendhing karawitan Banyumas yang berjudul 'Pacul Gowang'. Lagu tersebut dinyanyikan oleh para sinden dan gerong dengan alunan gendhing khas Banyumas.    Berbicara tentang karawitan sendiri, karawitan berasal dari kata  rawit yang berarti kecil, halus, dan rumit. Unsur dari karawitan adalah adanya penggunaan laras pelog/slendro secara instrumental, vokal, maupun gabungan keduanya.   Seperti jenis kesenian lain di Indonesia, Karawitan memiliki banyak jenis atau aliran. Diantaranya adalah karawitan Surakarta dan karawitan Banyumas. Karawitan Banyumas sendiri masih dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Banyumas Asli, Banyumas Wetanan, serta Banyumas Sunda.   Karawitan Banyumas disebut sebagai&...

avatar
OSKM_19918057_Faidah Kurnia Mukrianisa
Gambar Entri
Tarian Keprajuritan Legendaris Pituruh
Tarian Tarian
Jawa Tengah

CING PO LING Purworejo, sebuah kota  seluas  1.834 km² di provinsi jawa tengah, memiliki banyak kebudayaan daerah sebagai kearifan lokal. Salah satunya adalah Cing Po Ling yang berasal dari desa Kesawen, Kecamatan Pituruh. Kesenian Cing Poo Ling menggambarkan prajurit yang sedang latihan perang. Menurut beberapa sumber, kesenian Cing Po Ling ini diperkirakan mulai dikenal pada abad XVII.  Awal mula kesenian Cing Po Ling ini berangkat dari kegiatan pisowanan ke kraton yang dilakukan oleh Ki Demang. Seraya menunggu acara pisowanan dimulai, ki Demang bersama 3 (tiga) prajuritnya yang bernama Krincing, Dipomenggolo dan Keling melakukan gerakan keprajuritan di lapangan Kadipaten. Ternyata kegiatan tersebut diketahui oleh Adipati Karangduwur, dan beliau  tidak berkenan kegiatan tersebut dilakukan oleh ki Demang dan Prajuritnya. Kemudian Adipati memperingatkan kepada ki Demang dan prajuritnya agar tidak mengulangi kegiatan serupa. Walaupun telah di...

avatar
OSKM18_16718070_Tri Mayang Yunitha Ayu Pratiwi
Gambar Entri
kesenian Tari Cing Po Ling
Tarian Tarian
Jawa Tengah

              Kesenian Cing Po Ling merupakan salah satu kesenian tari asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah lebih tepatnya di desa Kesawen, Kecamatan Pituruh. Kesenian ini sudah ada semenjak kurang lebih abad ke XVII masehi (seperti yang dikutip dari https://pdkpurworejo.wordpress.com/2010/05/04/kesenian-cing-poo-ling , http://den-bagoez-sigit-pamuji.blogspot.com/2015/01/kesenian-cing-po-ling-tunggal-wulung-kesawen-pituruh-purworejo.html , dan http://reviens.media/2016/12/30/jejak-cing-po-ling-dari-kesawen ). Kesenian ini merupakan kesenian tradisional sejenis atau reogan yang mengalami perkembangan sebagai tari perang dan bertemakan kepahlawanan. Kesenian ini bercirikan tentang keprajuritan sebagai pengawal.               kesenian ini bermula ketika Demang mengikuti Pisowanan (tradisi dalam kerajaan-kerajaan Jawa, di mana bawahan-bawahan raja / sultan datang ke istana untuk melaporkan perkembangan daerah...

avatar
OSKM_16518237_Figo Agil Alunjati
Gambar Entri
Tari Ebeg, tarian asal Banyumas
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Ebeg merupakan suatu budaya yang berasal dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Ebeg ialah boneka berbentuk kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan ijuk sebagai bagian dari kepala kuda, yakni rambutnya. Ebeg juga biasa disebut kuda kepang. Kalau bagi orang yang tidak terlalu mengenal properti tari Ebeg, propertinya seperti kuda lumping, namun asal Banyumas. Tarian Ebeg menunjukkan kegagahan prajurit penunggang kuda dalam segala atraksi yang ada dalam tarian tersebut. Tari Ebeg diperkirakan sudah ada sejak dahulu kala karena tarian ini menganut animisme dan dinamisme. Dalam tarian ini, para penari juga akan kesurupan sehingga membuat tarian ini bersifat magis. Saat para penari kesurupan, kadangkala mereka melakukan hal-hal yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan , namun mereka tidak merasa sakit karena mereka sedang dimasuki oleh indang atau roh lain. Dalam kesenian ini harus menggunakan sesaji untuk para arwah sehingga dapat mendukung pementasan, namun efek sampi...

avatar
OSKM18_16518270_Sabrina adeline lukita
Gambar Entri
Pertunjukan Sintren
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Sintren merupakan pertunjukan tari tradisional dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Karena rumah saya berada di perbatasan daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat, maka pertunjukkan Sintren sering diadakan, tetapi akhir-akhir ini sudah jarang yang menunjukan Sintren. Sintren merupakan tarian yang diperankan oleh gadis yang masih suci dan pawang yang diiringi oleh gamelan/musik tradisional jawa. Disini saya akan menjelaskan tahapan dari pertunjukkan sintren. Awal mula pertunjukkan adalah ditabuhnya gamelan untuk mengundang penonton. Biasanya pawang akan mengucapkan mantra-mantra sampai pertunjukan dihadiri oleh banyak penonton. Pertunjukan ini biasanya dilaksanakan di arena/lapangan terbuka pada malam hari. Setelah penonton sudah ramai, maka pertunjukan Sintren akan dimulai.  Pertama-tama, penari Sintren yang berpakaian sehari-hari dipegang kedua tangannya oleh pawang kemudian meletakannya di atas asap kemenyan sambil mengucapkan mantra. Setelah itu, penari akan diikat deng...

avatar
Oskm18_16518362_irvan
Gambar Entri
Tari Topeng Ireng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

          Tari Topeng Ireng berasal dari Dusun Tuk Songo pada tahun 1950-an oleh Bapak Ahmad Sujak. Tari Topeng Ireng dari Dusun Tuk Songo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah telah menyebar ke seluruh Kecamatan Borobudur. Penyebaran tari Topeng Ireng pada tahun 1990-an diikuti dengan perkembangan penyajian tari Topeng Ireng. Pada tahun 2008, tari Topeng Ireng berkembang ke Dusun Besaran, Desa Congkrang, Muntilan. Perkembangan tersebut, memunculkan grup tari Topeng Ireng Mahesa Jenar. Tari Topeng Ireng mengalami perkembangan hingga 4 periode, yaitu periode 1950-an, 1990-an, 2008 dan 2010. Kemunculan tari Topeng Ireng pertama pada periode tahun 1950-an masih dengan gerakan sederhana berupa langkah kaki, kostum yang sederhana berupa daun kelapa, dan musik menggunakan dodog, bende, serta jedhor. Pengembangan tari Topeng Ireng muncul pada periode tahun 1990-an dengan penyempurnaan gerakan, penambahan kostum dari kain...

avatar
OSKM18_16418302_AnthonyLim
Gambar Entri
Tari Topeng Ireng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

          Tari Topeng Ireng berasal dari Dusun Tuk Songo pada tahun 1950-an oleh Bapak Ahmad Sujak. Tari Topeng Ireng dari Dusun Tuk Songo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah telah menyebar ke seluruh Kecamatan Borobudur. Penyebaran tari Topeng Ireng pada tahun 1990-an diikuti dengan perkembangan penyajian tari Topeng Ireng. Pada tahun 2008, tari Topeng Ireng berkembang ke Dusun Besaran, Desa Congkrang, Muntilan. Perkembangan tersebut, memunculkan grup tari Topeng Ireng Mahesa Jenar. Tari Topeng Ireng mengalami perkembangan hingga 4 periode, yaitu periode 1950-an, 1990-an, 2008 dan 2010. Kemunculan tari Topeng Ireng pertama pada periode tahun 1950-an masih dengan gerakan sederhana berupa langkah kaki, kostum yang sederhana berupa daun kelapa, dan musik menggunakan dodog, bende, serta jedhor. Pengembangan tari Topeng Ireng muncul pada periode tahun 1990-an dengan penyempurnaan gerakan, penambahan kostum dari kain...

avatar
OSKM18_16418302_AnthonyLim