yogyakarta
1.403 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
JATHILAN SEMBRANI (KESENIAN JATHILAN DENGAN KUDA SEMBRANI)
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pengertian dan Sejarah Kuda Sembrani Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul termasuk desa yang paling selatan di D.I. Yogyakarta. Jarak dari pusat Kota Yogyakarta yaitu 20 km. Sebagai kecamatan yang cukup maju di daerah Kabupaten Bantul, akses transportasi mudah dijangkau. Kemudahan transportasi mendorong meningkatnya mobilitas sosial. Komposisi penduduk mayoritas orang Jawa asli. Sehingga, mereka masih menjaga warisan-warisan dari leluhur atau nenek moyang. Warisan tersebut berupa pusaka peninggalan yang diwariskan turun temurun. Semua yang diwariskan dijaga dengan baik sesuai tuntunan nenek moyang terdahulu. Kuda Sembrani adalah salah satu warisan nenek moyang yang diturunkan dari nenek moyang sejak berabad-abad lalu. Kuda Sembrani ini dijaga dan dirawat oleh Simbah Sayat. Ada dua macam Kuda Sembrani yang dirawat yaitu kuda betina yang berwarna merah dan kuda jantan yang berwarna hitam. Kuda Sembrani terbuat dari lulang atau kulit kuda asli dengan kara...

avatar
OSKM18_16318202_LISA AYU CAHYANINGTYAS
Gambar Entri
Siapa Bilang Kuliner Indonesia Tidak Keren?
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Indonesia terkenal dengan kekayaan kuliner tradisonalnya. Oleh karena itu, banyak masakan khas Indonesia yang disukai oleh masyarakat mancangera. Seiring dengan perkembangan makanan luar negeri yang menjamur di Indonesia, ada salah satu kuliner tradisonal asal Jawa Tengah yang tidak kalah menarik, yakni gudeg. Dengan tampilan sedikit lebih beda membuat gudeg menarik untuk dicoba.    Sejarah gudeg berawal pada masa pembangunan kerajaan Mataram Islam. Dikarenakan membutuhkan lahan yang luas, maka pohon nangka dan kelapa yang mendominasi saat itu harus ditebang.  Banyaknya nangka muda dan juga kelapa membuat para pekerja mencoba untuk mengolahnya menjadi masakan. Kala itu,  buah nangka dan kelapa dimasak pada sebuah tungku besar yang terbuat dari logam. Teknik memasak waktu itu dinamakan “Hangudek”. Dari kata itulah nama gudeg dipakai. Salah satu pelopor gudeg di Yogyakarta adalah Ibu Djum. Beliau adalah tokoh yang dinilai telah mengangkat gudeg...

avatar
OSKM18_19918224_Balqis Puti Belinda
Gambar Entri
Wayang Suket, Permainan Tradisional Anak Indonesia yang Hampir Terlupakan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Wayang Suket adalah sebuah permainan tradisional yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas pada masa kini. Permainan tradisional ini sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tetapi seiring perkembangan zaman, permainan tradisional tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak karena banyaknya teknologi canggih yang dijual di pasar dunia dengan berbagai macam jangkauan harga untuk masyarakat dari latar belakang ekonomi yang berbeda. Jadi, masyarakat Indonesia khususnya kalangan anak-anak tentunya lebih tertarik untuk memilih menggunakan handphone, laptop atau televisi sebagai sarana hiburan mereka setiap hari karena permainannya lebih mudah dioperasikan dan menyenangkan dibandingkan bermain sesuatu yang sudah kuno. Hal ini karena adanya efek globalisasi dari budaya asing juga sifat manusia yang tidak ingin merasa ketinggalan zaman dimana teknologi sudah berkembang secara pesat. Pada dasarnya, Wayang Suket ini terbuat dari bahan-bahan yang sangat mudah ditemui di s...

avatar
OSKM18_19718085_Francisca Joanna Widiyantoro
Gambar Entri
Ki Ageng Sela
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Ki Ageng Sela atau Kyai Ageng Ngabdurahman Sela adalah tokoh spiritual sekaligus leluhur raja-raja Kesultanan Mataram, Surakarta, dan Yogyakarta. Menurut naskah Babad Tanah Jawi , ia dipercaya sebagai keturunan langsung raja Brawijaya terakhir. Menurut legenda, Ki Ageng Sela dapat menangkap petir atau halilintar.   Kisah legendaris Ki Ageng Sela menangkap petir berawal ketika ia sedang bertani. Waktu itu, Sultan Trenggana memerintah Kesultanan Demak. Ketika Ki Ageng Sela sedang bertani, tiba-tiba langit menjadi mendung dan banyak petir menyambar. Petir menyambar di dekat Ki Ageng Sela lalu petir itu berubah menjadi seorang kakek tua. Petir berwujud kakek tersebut lalu ditangkap dan diikat di pohon gadri. Petir tersebut lalu dipersembahkan kepada Sultan Trenggana.   Untuk mengenang kesaktian Ki Ageng Sela, pintu masuk Masjid Agung Demak kemudian disebut Lawang Bledheg atau pintu petir. Pintu tersebut diukir ornamen tanaman berwujud k...

avatar
OSKM_16818074_Narisa Auliya
Gambar Entri
Tahu Aci
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa dan daerah. Masing-masing daerah memiliki tradisi yang berbeda. Salah satunya adalah makanan. Misalnya DKI Jakarta dengan kerak telor, Yogyakarta dengan gudeg, dan Sumatra Barat dengan rendang. Namun, yang akan dibahas kali ini adalah makanan khas yang mungkin kurang populer yang berasal dari Jawa Tengah, lebih tepatnya dari Slawi, Kabupaten Tegal. Makanan khas dari Slawi adalah tahu aci. Meski kurang populer, tahu aci sangat dikenal oleh penduduk Tegal, khususnya Slawi. Banyak pengusaha makanan atau pun pedagang gorengan yang menjual tahu aci. Rasanya yang gurih membuat tahu aci sangat disukai orang-orang. Bagi yang baru pertama kali mencoba dijamin akan ketagihan. Bahan utama tahu aci adalah tahu kuning, tepung kanji, potongan daun kocai, dan bawang putih. Tepung kanji atau aci inilah yang rasanya paling gurih. Aci juga terdapat pada makanan khas Jawa Barat yaitu cireng. Bedanya, aci pada tahu aci disatukan pada tahu kuning kemudia...

avatar
OSKM18_16718069_Dedzan Kemal Ramadhan
Gambar Entri
Kupat Tahu Dompleng
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Kupat Tahu merupakan makanan khas Indonesia yang berbahan dasar ketupat dan tahu yang telah digoreng. Ada bermacam - macam jenis kupat tahu di Indonesia dengan cita rasa yang berbeda. Salah satu kupat tahu berasal dari Blabak,Mungkid,Kabupaten Magelang yang dikenal dengan nama "Kupat Tahu Dompleng". Walaupun dari Magelang, Kupat tahu dompleng ini memiliki ciri khas tersendiri. Pada versi Magelangan,kupat tahu menggunakan kuah bumbu kacang dengan rasa manis yang dominan berasal dari gula merah.Kupat tahu dompleng berisikan kobis,tauge,kupat dan irisan tahu putih dengan cabai yang diuleg di piring. Ciri khas kupat tahu dompleng yaitu menggunakan kuah yang agak kental yang dominan terbuat dari kecap dan biasanya kecap yang digunakan adalah kecap buatan sendiri! Selain itu, Kupat tahu dompleng dilengkapi dengan taburan kacang yang masih agak kasar dengan tambahan bawang goreng dan kerupuk sehingga memiliki esensi "kriuk" saat memakannya. Para pembeli juga dapat menambahkan seledri j...

avatar
OSKM18_16618149_Gemilang Evan Hadyanatha
Gambar Entri
Gudeg Koyor Khas Semarang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Gudeg adalah makanan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Biasanya, gudeg disajikan bersama sayur krecek, telur pindang, ayam goreng, maupun opor ayam. Masyarakat mengenalnya sebagai makanan khas dari Yogyakarta. Namun ternyata, beberapa daerah di Jawa Tengah juga punya gudeg versinya sendiri yang serupa dengan gudeg Yogya namun memiliki cita rasa yang sedikit berbeda. Salah satunya adalah gudeg koyor. Gudeg koyor adalah gudeg khas Semarang yang memiliki tekstur agak basah dan memiliki rasa yang tidak semanis gudeg Yogya. Yang membuat gudeg ini berbeda dengan gudeg Yogya adalah adanya koyor yang merupakan urat sapi yang dimasak dengan cara diungkep lama sehingga teksturnya lembut. Gudeg koyor juga disajikan bersama telur pindang, sayur krecek, sambal goreng, tahu, daun singkong, kol rebus, dan sambal ebi. Terakhir, gudeg ini disiram dengan areh kental. Bahan-bahan : 3/4 liter air kelapa 1/2 kg koyor sapi 2 lembar daun salam...

avatar
OSKM18_19918073_Harsis Nugraha
Gambar Entri
Asal Mula Pakualaman
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kadipaten Pakualaman adalah satu dari empat kerajaan Jawa yang masih ada sampai hari ini. Menariknya, Puro Pakualaman terbentuk melalui sejarah yang panjang. Dibentuk oleh Inggris untuk memecah keraton Yogyakarta, lama kelamaan keraton Yogyakarta tidak memandang hal tersebut sebagai politik memecah belah lagi dikarenakan komitmen yang mereka miliki untuk menyatukan dinasti Mataram. Pada tahun 1755, setelah kalah melawan VOC, kerajaan Mataram terbagi menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Pada masa itu, Kasunanan Surakarta terpecah dengan adanya Mangkunegara. Sementara, di Kesultanan Yogyakarta, Pangeran Notokusomo diangkat oleh Raffles sebagain pangeran merdiko, "pangeran yang merdeka di dalam Keraton Yogyakarta, dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam I. Dari situ, Puro Pakualaman diberi wilayah kekuasaan di wilayah Kulon Progo. Selain itu, Kadipaten Pakualaman juga diberikan hak untuk membentuk tentara dan prajurit.  Dari sana, Paku Ala...

avatar
Oskm18_19718369_sharfina
Gambar Entri
Tugu Mataram
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Cagar Budaya merupakan kekayaan bangsa yang sangat penting dan wajib kita lestarikan. Selain itu, kita dapat memanfaatkannya untuk memajukan kebudayaan nasional. Secara tidak langsung cagar budaya dapat mencerminkan jati diri dari suatu bangsa mengingat cagar budaya merupakan warisan dari budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur dan spiritual. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Sebagai warisan budaya bangsa, kita wajib mencintai dan melindungi benda cagar budaya dari ancaman seperti pencurian, penghancuran, dan pemalsuan. Upaya pemerintah melindungi benda cagar budaya dari kepunahan dilakukan dengan mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 dan disusul dengan Nomor 11 tahun 2010. Tug...

avatar
OSKM18_16418319_LUTHFI RASYID HANIFA