Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tembang Dolanan Jawa Cublak-Cublak Suweng
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Tembang Dolanan Cublek-Cublek Suweng Tanggal 15 Agustus 2018 Kategori:  Alat Musik dan lagu Elemen Budaya:  Lagu Daerah Provinsi:  Jawa Tengah Asal Daerah:  Sragen                 Cublek-Cublek Suweng merupakan tembang dolanan Jawa atau dalam bahasa Indonesia merupakan lagu permainan yang brasal dari Provinsi Jawa Tengah. jawa.Tembang dolanan ini sangat sederhana namunmemiliki makna yang baik.Lagu ini biasanya dinyanyikan oleh anak-anakterutama anak-anak yang berada di daerah pedesaan,yang dipermainkan bersama-sama dengan teman-teman mereka.Dengan lagu ini,anak-anak menjadi lebih tahu tentang  Binatang,tumbuhan,lingkungan alam,dan sebagainya.Terkadang  Tembang dolanan ini juga dinyanyikan saat acara-acara terntentu seperti pagelaran wayang kulit.Tembang ini memiliki not angka sebagai berikut :  C=do     ...

avatar
OSKM_19818045_SITH-R ITB_2018
Gambar Entri
Tradisi Barit Desa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Barit Desa (Desa Prembun, Tambak, Banyumas) Untuk Menyambut Masa Tanam Baru   Prembun adalah desa di kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini terletak di ujung wilayah Banyumas, berbatasan dengan Desa Rowokelele, Kebumen, di sebelah timurnya. Di sisi barat, Prembun berbatasan dengan Desa Gebangsari; dan di sebelah utara dengan Desa Pesantren. Sisi sebelah selatan dibatasi oleh Kali Ijo, yang sekaligus merupakan batas antara Kabupaten Banyumas dengan Kebumen. Desa Prembun terdiri atas 4 dusun, yaitu Prembun Lor, Prembun Kidul, Prembun Rawakele, Prembun Rawagembol-Rawadawa, masing-masing dipimpin oleh seorang kepala dusun yang disebut bahu (baca: bau ). Prembun didirikan oleh Mbah Abdul Hamid (Dulkamid), salah seorang pengikut Pangeran Diponegoro, sekarang makamnya terletak di Pemakaman Unthuk Batur, masuk wilayah Dusun Rawagembol. Desa Prembun merupakan salah satu produsen beras di Banyumas, selain itu menghasilkan pula sayur mayu...

avatar
OSKM_16418219_Surya Adi Nugraha
Gambar Entri
Jalan Malam di Ngarsopuro Night Market
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Deretan tenda putih beratap runcing di 2 sisi Jalan Diponegoro Kota Solo sudah disiapkan dari siang setiap hari sabtu. Pada malam harinya, aka ada pasar dadakan yang pasti ramai orang berlalu lalang. Di Kota Solo, yang diadaptasikan dari kata Sala, atau juga yang dikenal sebagian orang Kota Surakarta, orang-orang akan berada di sekitar Jalan Diponegoro, tepatnnya di selatan Kraton Mangkunegaran. Mereka menunggu bukanya pasar malam Ngarsopuro pukul 18.00-22.00, hanya berlangsung selama 4 jam. Disini akan ditampilkan macam-macam barang, seperti kuliner, oleh-oleh khas Solo, baju-baju, batik, mainan anak tradisional, batu akik dan juga kerajinan dari solo. Pada saat tertentu, akan ada live music berupa keroncong, akustik, dan jazz. Pasar Malam Ngarsopuro ini dicetuskan oleh Presiden kita, Jokowi pada tanggal 16 Februari 2009 yang sebelumnya keadaannya sedikit kacau di jalan tersebut. Pasar ini memang disiapkan untuk membuka lahan untuk UMKM yang khusus untuk pemilik ktp Solo sekali...

avatar
Oskm2018_19718036_aimee
Gambar Entri
Budaya Kraton yang Dipertahankan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Kraton Kasunanan adalah salah satu peninggalan budaya jawa yang terletak di Surakarta, Jawa tengah. Didirikan oleh Pakubuwono 2 pada tahun 1744. Meskipun kraton ini sudah resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia, tetapi kraton ini tetap menjalani beberapa tradisinya seperti upacara adat, tari-tari an sakral, musik, dan pusaka. Upacara adat yang terkenal adalah upacara Grebeg , upacara Sekaten, dan upacara malam Satu Sura. Upacara seperti ini terus dilaksanakan dan merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilindungi. “Sebagai penduduk yang tinggal di daerah kraton, menurut saya masih berlangsungnya budaya seperti itu dapat mengenalkan kepada generasi baru tentang keberagaman budaya di Indonesia, selain itu disisi ekonomi juga dapat meningkatkan income daerah karena dapat menarik para wisatawan.” Menurut Ulva, salah satu penduduk kampung Baluwarti. Keraton Kasunanan Surakarta juga menawarkan wisata warisan budaya seperti upacara adat, tarian sakral...

avatar
OSKM18_19918087_HILAL
Gambar Entri
Mencari Nasib Tari Lawet di Era Millenial
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Daerah yang berada di selatan Pulau Jawa ini memang sudah terkenal akan lawetnya. Sudah menjadi rahasia umum jika sarang burung lawet menjadi salah satu sumber penghasilan daerah sejak abad ke 17. Hal inilah yang membuat Kabupaten Kebumen mengangkat burung lawet menjadi simbol daerahnya . Secara filosofi makna lawet merupakan pencerminan dari ketekunan dan kegesitan yang penuh dinamika dari rakyat daerah Kabupaten Kebumen dalam usahanya untuk membangun daerahnya. Menjadi ikon dari Kebumen, lawet bertranformasi ke dalam bentuk tarian kreasi yang disebut tari lawet. Berawal dari keinginan dari Bupati Kebumen pada tahun 1989 untuk menampilkan pentas tari massal khas Kebumen dalam rangka pembukaan acara Jambore Daerah Jawa Tengah yang diadakan di bukit perkemahan Widoro, Kebumen. Keinginan Bupati disambut baik oleh Bapak Sardjoko. Seniman asal Klaten ini melakukan survei dan pengamatan untuk obyek refleksi budaya ke pantai selatan Kebumen, tepatnya di daerah Karang Bolong. Karangbolong di...

avatar
Oskm18_16718186_anggun
Gambar Entri
Desa Wisata Jarum Bayat Klaten Jawa Tengah
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

DESA WISATA  JARUM BAYAT               Apa yang terfikir ketika mendengar nama Desa Wisata Jarum Bayat? Pasti yang terbayang ialah desa penghasil jarum, tapi ternyata bukan. Desa Jarum merupakan salah satu desa di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang sebagian besar warga desanya memiliki matapencaharian berkaitan dengan batik, entah itu sebagai produsen batik, pedagang batik, pemasok batik ke pasar-pasar, buruh batik, dsb. Ya, disini bisa dibilang salah satu desa penghasil batik di kota Klaten, batik khas Bayat.             Desa Jarum salah satunya, desa tersebut adalah sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Bayat,Klaten. Pada tahun 2013,desa tersebut dinobatkan sebagai desa wisata,karena di desa Jarum memiliki potensi daerah yang menjanjikan,yang sebagian besar adalah pengrajin batik,yaitu batik tulis kain dan batik kayu. (PPID PRO...

avatar
OSKM18_16218122_Mujiyanti
Gambar Entri
Usdek
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pada aslinya, usdek adalah sebuah manifesto politik yang dicetus Bung Karno untuk menanamkan nilai-nilai haluan negara kepada masyarakat Indonesia. Adapun butir-butir manifesto politik itu sebagai berikut: Undang-Undang Dasar 1945 Sosialisme Pancasila Demokrasi terpimpin Ekonomi terpimpin Kepribadian Indonesia Nama usdek adalah singkatan kelima poin di atas, dari masing-masing poin diambil huruf paling depan dan digabung menjadi sebuah kata baru. Singkatan usdek ini kemudian ‘diplesetkan’ oleh masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Solo. Dalam versi plesetannya, usdek adalah singkatan dari unjukan, sop, dahar, es, dan kondur. Usdek versi plesetan bukan menunjukkan haluan NKRI, melainkan ikhtisar menu makanan dan minuman yang akan disajikan di sebuah acara syukuran. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan mengingat-ingat menu apa saja yang akan diberikan. Sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa untuk mengadakan sesi makan ber...

avatar
OSKM18_16518256_Anindya Prameswari E
Gambar Entri
Asal Usul Nama Boyolali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Menurut legenda nama Boyolali berhubungan dengan ceritera Ki Ageng Pandan Arang  Alkisah, Ki Ageng Pandan Arang diramalkan oleh Sunan Kalijogo sebagai Wali penutup menggantikan Syeh Siti Jenar. Oleh Sunan Kalijogo, Ki Ageng Pandan Arang diutus untuk menuju ke Gunung Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam. Dalam perjalananannya dari Semarang menuju Tembayat Ki Ageng banyak menemui rintangan dan batu sandungan sebagai ujian. Ki Ageng berjalan cukup jauh meninggalkan anak dan istri ketika berada di sebuah hutan belantara beliau dirampok oleh tiga orang yang mengira beliau membawa harta benda ternyata dugaan itu keliru maka tempat inilah sekarang dikenal dengan nama Salatiga. Perjalanan diteruskan hingga sampailah disuatu tempat yang banyak pohon bambu kuning atau bambu Ampel dan tempat inilah sekarang dikenal dengan nama Ampel yang merupakan salah satu kecamatan di Boyolali. Dalam menempuh perjalanan yang jauh ini, Ki Ageng Pandan Arang semakin meninggalkan...

avatar
OSKM_16518275_Rafiq Satria Yudha
Gambar Entri
PROSESI JAMASAN PUSAKA WONOGIRI JAWA TENGAH
Ritual Ritual
Jawa Tengah

            Malam sura merupakan sebutan malam pergantian tahun Islam bagi masyarakat Jawa. Berbagai daerah di Jawa memiliki banyak cara dalam penyambutan pergantian tahun Islam ini, misalnya daerah Surakarta dengan ritual Sekaten, daerah Ponorogo dengan tradisi grebeg sura, daerah banten dengan pawai obor, sedangkan di daerah Wonogiri, Jawa Tengah diselenggarakan Ritual Jamasan Pusaka. Jamasan (bahasa Jawa) berarti mencuci/membersihkan/merawat. Jamasan pusaka merupakan tradisi masyarakat Jawa mencuci pusaka dengan tata cara tertentu.               Pusaka Mangkunegaran yang berada di Selogiri ada dua buah keris dan sebuah tombak peninggalan Raden Mas Said atau Mangkunegara I. Keris-keris tersebut bernama Kyai Karawelang dan Kyai Jaladara, sedangkan tombaknya diberi nama Kyai Totog. Pusaka tersebut disimpan di sebuah bangunan berbentuk tugu berukuran 7x7 meter dan tinggi 6 meter. Pada ba...

avatar
OSKM_19918056_Tyas Anung Wening