Wanita
141 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pernikahan Suku Karo
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Suku karo merupakan salah satu bagian dari suku batak. Suku karo terdiri dari banyak marga(nama keluarga untuk laki-laki) dan beru(nama keluarga untuk perempuan). Adapun 5 kelompok besar marga atau beru pada suku karo, yaitu Karo-Karo, Ginting, Tarigan, Sembiring, dan Perangin-angin. Suku karo memilki ritual pernikahan yang sedikit berbeda dari suku batak lainnya. Ketika lelaki bersuku karo ingin menikah dengan wanita yang bersuku karo juga, pihak lelaki harus datang kerumah pihak perempuan terlebih dahulu dengan membawa anak beru (perwakilan pengambil perempuan atau penerima perempuan) begitu juga pihak perempuan diwakili oleh anak beru (perwakilan penerima pihak lelaki) dari pihak perempuan tersendiri. Saat itu juga seluruh keluarga dari kedua belah pihak dikumpulkan yang bertujuan untuk membicarakan waktu untuk mengadakan upacara pernikahan dan mahar. Pertemuan ini disebut dengan "Mbaba Belo Selambar". Dimana, pihak lelaki membawa ayam kampung yang masih hidup sebagai simbol pinan...

avatar
Ratugracia01
Gambar Entri
Sortali
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

Sortali adalah sejenis ikat kepala yang berasal dari kebudayaan Batak Toba (Batak sendiri terbagi enam, yakni Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Angkora). Dahulu, Sortali kerap dipakai dalam acara pernikahan oleh golongan aristokrat di suku Batak sehingga Sortali biasa dianggap sebagai simbol  prestige /kekayaan dan kemakmuran suatu keluarga. Kini, Sortali sudah biasa disewakan dalam acara-acara adat Batak seperti perkawinan, , lantaran harganya yang mahal. Sortali terbuat dari tembaga yang disepuh dengan emas, serta dibungkus dengan kain merah. Ini juga salah satu alasan mengapa Sortali hanya dimiliki oleh golongan terpandang di dalam masyarakat suku Batak. Sortali yang dimahkotakan pada wanita berbentuk persegi panjang. Sementara itu, Sortali yang dipakai pria berbentuk segitiga ; uniknya, Sortali untuk pria biasa juga dipanggil Tali-Tali. Sortali dipakai dalam acara pernikahan karena Sortali tidak hanya menggambarkan kemakmuran keluarga yang bersangk...

avatar
OSKM18_16918009_Marcellino Victor Yohanes Pangaribuan
Gambar Entri
Hiou Simalungun
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Utara

Kain Adat Suku Simalungun disebut HIOU . Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Hiou pada mulanya identik dengan jimat dipercaya mengandung “kekuatan” yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya.Secara legenda hiou dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun...

avatar
OSKM18_16718417_putri anggreyani
Gambar Entri
Beras Ditabur, Ikan Mas Diberi
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalam adat-istiadat suku-suku di Sumatera Utara, yaitu Batak, dikenal istilah menabur beras dan memberi ikan mas. Apa makna sebenarnya dari kebiasaan ini?   Menabur beras bagi masyarakat Batak adalah suatu ritual yang dilakukan oleh seorang orang tua atau pun orang yang dihormati/dituakan kepada anaknya atau orang yang lebih muda ketika ia akan melakukan sesuatu yang besar. Pada zaman dahulu, ritual ini dilakukan kepada panglima yang akan memimpin perang dan kepada calon raja yang akan naik tahta. Saat ini, penaburan beras dilakukan terhadap seseorang yang akan melakukan sesuatu yang dianggap sulit, istimewa, ataupun suci, misalnya anak yang akan merantau, seseorang yang akan ujian, seseorang yang akan dilantik menjadi pejabat, dan sebagainya.   Penaburann beras dilakukan dengan keadaan sebagai berikut. Sang pejuang akan duduk dengan posisi lebih rendah daripada penabur. Lalu penabur menggenggam beras yang sudah disediakan dan menaburkannya ke kepala sang p...

avatar
OSKM18_16918148_David Pardede
Gambar Entri
Si Raja Lontung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada suatu hari, di tengah Hutan Uludarat, Sumatera Utara, seorang wanita bernama Siborupareme sedang dalam penantian akan kelahiran atau kematian bayi yang sedang dikandungnya. Kehamilan Siborupareme ini merupakan kehamilan terlarang dalam adat orang Batak. Ia dihamili oleh Sariburaja, kakak laki-lakinya sendiri. Hal tersebut merupakan pelanggaran yang teramat serius dan berat. Hukuman yang harus diberikan terhadaap pelanggaran tersebut adalah hukuman mati bag mereka berdua. Namun, karena dalam kondisi hamil, Siborupareme tidak boleh dibunuh. Itulah sebabnya ia dibuang ke Hutan Uludarat (sekarang daerah Sabulan, Sumatera Utara) dengan maksud supaya ia mati kelaparan atau dimakan harimau. Hutan tersebut memang dikenal sebagai markas hewan buas, terutama harimau.  Ketika sedang menantikan anaknya, Siborupareme ini didatangi seorang harimau yang pincang (kerap disebut dengan nama Harimau Babiat/Babiat Siltepang oleh masyarakat lokal). Harimau tersebut mengaum dan meraung samb...

avatar
Oskm2018_16918144_justindavid
Gambar Entri
Mengapa Mempelai Wanita Nias Ditandu dan Diberi Nama Baru?
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pernikahan merupakan sebuah upacara yang masih sangat kental dengan unsur kedaerahan. Upacara pernikahan di seluruh wilayah Indonesia tentu memiliki ciri khas masing-masing yang dituangkan dalam pakaian adat, perhiasan, makanan tradisional, tarian, ataupun tradisi pernikahan lainnya. Sama seperti setiap suku dari berbagai daerah di Indonesia, Suku Nias juga memiliki sebuah keunikan dalam upacara pernikahannya. Selain Lompat Batu (Fahombo) dan Tari Maena, ada hal menarik yang akan kita jumpai saat menghadiri pernikahan adat Nias. Mempelai Wanita yang Ditandu. Suku Nias menganut sistem kekerabatan patrilineal yang melakukan pernikahan hanya sekali seumur hidup. Hal ini disebabkan oleh mayoritas penduduk pulau Nias beragama Nasrani, sehingga perkawinan bagi Suku Nias sangatlah sakral. Kesakralan dari makna pernikahan tersebut tercermin dalam perlakuan khusus kepada mempelai wanita. Pada hari pernikahan, seorang mempelai wanita akan ditandu (digotong) dari rumahnya menuju rumah mem...

avatar
OSKM18_19918136_George Michael
Gambar Entri
Mengenal "uis" Pakaian Khas Karo
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

Suku Karo adalah nama sebuah suku yang mendiami daerah pegunungan Bukit Barisan Barat Provinsi Sumatera Utara khususnya Kabupaten Karo dan beberapa ekspansi nya seperti Kabupaten Langkat,Deliserdang,Kota Medan,Kota Binjai, Simalungun, dan daerah lainnya dalam jumlah sedikit. Hingga saat ini, kehidupan masyarakat Karo khususnya di daerah pedesaan masih memegang teguh budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka, salah satunya di bidang pakaian atau selanjutnya disebut  uis.  Orang Karo atau kalak Karo memiliki berbagai jenis pakaian adat dengan berbagai keindahan, fungsi, serta makna tersendiri. Secara tradisional semua jenis kain ini ditenun oleh wanita Karo dengan bahan kembayan (kapas) dan diwarnai dengan pewarna tradisional juga seperti kunyit, dsb . Berikut beberapa diantara uis kalak Karo: 1. Beka Buluh Uis beka buluh adalah pakaian yang khusus dipakai oleh pria Karo. Beka buluh sendiri mempunyai arti pecah bagaikan bambu. Hal ini menjadi filosofi...

avatar
Oskm2018_16418280_darmi
Gambar Entri
Mang Upa Upa
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Mang Upa Upa adalah bagian dari upacara pernikahan tradisional khas Sumatera Utara yang berasal dari daerah Medan, yang dilakukan masyarakat asli bermarga Harahap. Dalam Bahasa Indonesia, Mang Upa Upa berarti nasehat. Prosesnya dimulai semalam sebelum pasangan calon suami-istri menikah. Pada malam itu, akan diadakan pemberian nasihat (wejangan) dari seluruh keluarga. Yang memberi nasihat adalah anggota keluarga dari kedua mempelai pria dan wanita yang sudah menikah, mulai dari yang paling sepuh sampai yang paling muda. Isi dari nasihat yang diberikan bisa berisikan berbagai macam hal, seperti tentang pernikahan, agama, dan kehidupan. Isi nasihat yang diberikan antara lain adalah bahwa setelah menikah, pasangan suami istri keduanya harus mengenali tanggung jawab satu sama lain, juga berkomunikasi dengan baik dan saling mengerti satu sama lain. Mereka juga harus memprioritaskan kewajiban masing masing. Pada saat upacara berlangsung, disediakan hidangan dari daging kerbau dan jantung p...

avatar
OSKM18_16518127_Fabian Zhafransyah
Gambar Entri
SINAMOT : MAHAR ALA BATAK YANG BUAT PRIA BATAK SEMANGAT KERJA
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Sama seperti dengan tradisi pernikahan di adat adat lain, mahar juga merupakan hal yang penting bagi kehidupan di adat batak. Karena sama seperti di adat lain mahar juga merupakan salah satu syarat dalam berlangsung nya pernikahan dan juga merupakan sebagai tanda keseriusan seorang pria dalam menikahi pasangannya. Nah, seperti perihal nya dengan uang panai di Sulawesi atau seserahan bagi masayarakat Jawa. Mahar di adat Batak juga punya nama khusus, yaitu Sinamot. Lalu bagaimanakah asal mula Sinamot ini ? Jadi, Sinamot itu awal mula nya terjadi karena  pekerjaan orang suku batak yang dahulu kebanyakan bertani (mangula). Sehingga pada saat wanita dan pria akan menikah, otomatis istri mengikut si suami. Sehingga keluarga si istri merasa pekerjaannya di sawah bertambah karena kurangnya pekerja (maksudnya pekerja keluarga). Disinilah si pria harus memberi ganti si wanita, entah itu wanita atau pria. (orang ganti orang).  Namun car...

avatar
Oskm18_16218117_yohanes