HARI PAHLAWAN
174 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ikan Pirang - Muara Enim - Sumatera Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Bahan-bahan : - Satu kilo Ikan Lambak Sear (Pirang) ukuran sedang. Buang kepala dan bersihkan isi perut lalu anginkan dan dipres sampai airnya habis. Kemudian jemur ikan sampai kering selama tiga hari. Cara Membuat : Siapkan air garam, celupkan ikan Pirang lalu digoreng sampai matang dengan menggunakan api kecil supaya tidak gosong.   Sumber:  http://www.tribunnews.com/travel/2015/06/21/ini-dia-tujuh-kuliner-lezat-khas-kabupaten-muaraenim-berikut-rahasia-memasaknya?page=all

avatar
Naufalrasyid
Gambar Entri
Kembuhung - Sumatera Selatan - Sumatera Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Orang bersuku Semendo sekarang tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Aslinya suku ini banyak berdiam di Sumatera Selatan, misalnya di Kabupaten Muaraenim, Kecamatan Muaradua, sebagian di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Baturaja, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Selatan. Di Palembang, ibu kota Sumatera Selatan, etnik Semendo juga banyak. Sebagian ada juga yang menetap di Lampung dan daerah lainnya, yang berdekatan dengan Sumatera Selatan. Nama Semendo ini di internal etniknya akrab disapa “Semende”. Akhiran “e” memangkhas suku bangsa ini. Sama dengan daerah lain, suku Semendo juga punya  makanan  khas. Salah satunya adalah  kembuhung .  Mari kita dedahkan  makanan  khas suku Semendo ini. Kita mesti menyiapkan setengah kilogram ikan sungai atau kali. Orang Semendo lazim menyebutnya ikan  pihik . Setelah itu, siapkan pula nasi dingin, kira-kira setengah bakul. Kalau sudah ada kedu...

avatar
Naufalrasyid
Gambar Entri
Sanggul Gelung Malang - Palembang - Sumatera Selatan - Tata Rambut
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Selatan

Sanggul daerah Palembang, Sumatera Selatan disebut Gelung Malang. Sejarah sanggul Gelung Malang Sejak dimulainya perluasan daerah jajahan Kerajaan Majapahit, dengan panglima perangnya yang terkenal Mahapatih Gajah Mada, antara lain ke daerah Sumatera pada kira-kira abad XIV, secara tidak langsung mengakibatkan adanya pengaruh seni atau kebudayaan Jawa terhadap kehidupan masyarakat.   Kebudayaan yang ditinggalkan oleh laskar Kerajaan Majapahit ini tetap hidup sehingga seolah-olah kebudayaan itu adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Pada tanggal 21 Juni 1821 adalah hari terjadinya acara serah terima Pemerintah Kerajaan Sriwijaya kepada Pemerintah Hindia Belanda. Jauh sebelum itu Pemerintah Kerajaan Sriwijaya sudah mempunyai tata cara adat dan seni budaya tersendiri yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya tata busana, perawatan badan dan keluarganya. Jika berpergian ia hanya berhias secara sederhana, misalnya hanya mengenakan baju kurung biru tua, selain sarung dan sel...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Gelung Tembako Setebek - Sumatera Selatan - Sumatera Selatan - Tata Rambut
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Selatan

Sanggul ini mirip dengan sanggul Jawa, tetapi bentuknya membulat, letaknya agak tinggi, dan di dalamnya diselipkan setebek (setumpuk/ selempeng) tembakau. Biasanya sanggul ini dipakai pada waktu acara putus rasan, yaitu acara penentuan hari jadi akad nikah. Dalam hal ini, pihak besan laki-laki mengeluarkan selipan tembakau dan dibagikan kepada keluarganya yang hadir (biasanya keluarga terdekat), lazimnya kaum ibu. Akan tetapi dengan majunya perkembangan zaman maka acara putus rasan pada saat ini sudah jarang ditemukan.      Sumber: Sanggul Tradisional, Nolis Marliati

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Silampari
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Silampari - Sumatera SelatanIni kisah dari Dusun Ulak Lebar, sebuah desa kecil di tepian Sungai Kelingi, anak Sungai Batanghari Sembilan di Sumatra Selatan. Ada seorang raja yang memerintah di sana. Raja Biku, demikianlah namanya. Permaisurinya bernama Putri Selendang Kuning. Sayangnya, setelah sepuluh tahun menikah, Raja dan Permaisuri belum dikaruniai keturunan. Raja Biku memohon pertolongan dari Dewa Mantra Sakti Tujuh yang turun di Puncak Bukit Rimbo Tenang. Ia menyuruh Raja untuk bertapa dan mengembarakan jiwa guna mencari kembang tanjung berkelopak enam. Setelah raja mendapatkan kembang itu, Sakti Tujuh menyuruhnya membuat ramuan. "Gunakanlah air ramuan itu untuk mandi, dan sebagian lagi untuk diminum permaisuri. Engkau akan mendapatkan enam orang anak sesuai dengan jumlah kelopak bunga ini," kata Sakti Tujuh. "Terima kasih Dewa," ujar raja Biku gembira. "Tapi, ingatlah satu hal. Semua akan kembali ke asalnya, pada waktu yang telah ditentukan," tegas Sakti Tujuh. Raja dan perm...

avatar
Lantang
Gambar Entri
Festival Randik
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Selatan

Kegiatan yang dilakukan dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Muba biasanya kegiatan yang digelar adalah  lomba lagu Pop daerah, Senjang, Tarian daerah, Lomba Lagu Wajib Muba, dan berbagai lagu dan tarian daerah lainnya.

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Rumah Ulu - Sumatera Selatan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Rumah tradisional bukan semata warisan budaya dalam bentuk material yang tersusun berupa elemen-elemen bangunan saja. Lebih dari wujud fisiknya, rumah tradisional mempunyai peran penting dalam membentuk ruang-ruang sosial dan simbolik, sekaligus sebagai representasi budaya bagi penghuninya. Indonesia sebagai negara kesatuan yang kaya akan kebudayaan mempunyai begitu banyak warisan rumah tradisional, salah satunya adalah rumah ulu di Sumatera Selatan. Rumah Ulu merupakan rumah tradisional masyarakat yang bermukim di kawasan hulu Sungai Musi, Sumatera Selatan. Nama rumah ulu berasal dari kata uluan yang bermakna pedesaan, uluan juga sebutan bagi masyarakat yang tinggal di bagian hulu Sungai Musi. Semua bagian rumah ulu terbuat dari kayu, dengan bagian bawah ditopang oleh batang pohon unglen. Pemilihan batang pohon unglen bukan tanpa sebab, batang pohon ini diyakini bisa bertahan hingga ratusan tahun. Pembangunan rumah ulu harus mengikuti beberapa peraturan yang sudah disepakat...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tari Kubu
Tarian Tarian
Sumatera Selatan

Suku Kubu merupakan suku yang menetap di perbatasan antara Jambi dan Sumatera Selatan. Kehidupannya yang masih semi-nomaden di sekitar hutan Taman Nasional Bukit 12, menjadikan masyarakat Kubu masih mempunyai pola kehidupan yang homogen. Hal tersebut terlihat dari pola mata pencaharian masyarakat Suku Kubu yang masih terfokus pada kegiatan berladang dan berburu. Kedekatan masyarakat Suku Kubu dengan alam menjadikan suku yang hidup di pedalaman ini kerap memanfaatkan hutan untuk keperluan hidup sehari-hari, seperti untuk makan dan pengobatan. Kedekatan dengan alam inilah yang mempengaruhi pola pikir masyarakat Suku Kubu untuk terus memanfaatkan hutan dan terus menjaga kelestariannya. Bagi masyarakat Suku Kubu, menghancurkan hutan sama halnya dengan menghancurkan kehidupan. Salah satu bentuk ketergantungan Suku Kubu dengan alam terlihat dari upacara pengobatan tradisional, yang kerap dilakukan ketika ada seseorang yang terjangkit sakit parah. Masyarakat Suku Kubu percaya ...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Ada dua pendekar yang gagah perkasa bernama si Pahit Lidah dan si Mata Empat. Sayangnya, mereka selalu bersaing dan merasa dirinya yang paling hebat. Hingga suatu hari, mereka bertarung untuk menentukan siapa yang paling hebat. Pertarungan berimbang. Untuk menentukan siapa yang menang, akhirnya mereka memutuskan salah seorang dari mereka untuk bertelungkup di bawah pohon aren dan lawannya akan menjatuhkan tandan bunga aren dari atas pohon secara bergantian. Dan siapa yang terkena tandan bunga aren dinyatakan kalah. Si Mata Empat mendapat giliran pertama. Si Mata Empat memiliki empat mata, yaitu dua di depan dan dua di belakang kepalanya. Dengan gesit, si Pahit Lidah memanjat pohon aren dan berhasil memotong bunganya. Sementara, si Mata Empat bertelungkup di bawah pohon aren. Karena memiliki empat mata, si Mata Empat pun berhasil menghindari bunga aren yang dijatuhkan dari pohon oleh si Pahit Lidah. Selamat lah si Mata Empat. Kini, giliran si Mata Empat memanjat pohon are...

avatar
dans suha