Tari Cangkurileung berasal dari Jawa Barat. Tarian ini menggambarkan sosok burung Cangkurileung (Kutilang) yang indah. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh anak-anak. Burung Cangkurileung atau Kutilang adalah burung yang berukuran sedang dan memiliki ekor yang indah. Burung ini memiliki punggung dan ekor berwarna coklat kelabu. Tenggorokan, leher, dada, dan perutnya berwarna putih keabu-abuan. Dahi, topi, dan jambulnya berwarna hitam. Burung Kutilang juga memiliki suara yang khas. Biasanya burung ini mengeluarkan suara "cuk...cuk...cuk" atau "tuit...tuit". Burung ini senang berkelompok dan tidak suka terbang sendiri. Tari Cangkurileung diperkenalkan oleh Irawati Durban. Tari Cangkurileung ini diiringi oleh lagu Cangkurileung yang sangat merdu dan indah karya Koko Koswara. Lagu yang tidak dikenali banyak orang namun pada saat mendengarnya lag tersebut dapat membuat yang menontonnya iku menyanyikannya dalam hati. Pada umumnya, Tari Cangkurileung memilii tempo da irama 1 x...
Reog adalah tarian tradisional yang berasal dari suku Jawa. Beberapa daerah di Jawa Tengah meggunakan tarian ini sebagai sarana hiburan masyarakat. Salah satu acara yang menampilkan tarian ini ialah pada saat “merti desa” atau saat orang-orang punya hajatan (khitanan, pernikahan) yang diadakan disuatu lapangan yang dapat menampung banyak orang. Suatu kelompok tarian ini, terdiri dari beberapa penari, dukun dan assistennya, dan para pemusik. Pemusik yang digunakan berupa gamelan yang digabungkan dengan alat alat musik saat ini, seperti keyboard. Para pemusik juga ditemani oleh pesinden. Pesinden itu adalah penyanyi yang menyanyikan lagu lagu jawa dengan lemah gemulai. Suatu acara tarian ini biasanya diadakan dengan kurun waktu cukup lama dari pagi hingga sore, dibuat per giliran. Diawal para penari akan masuk dengan diiringi musik jawa. Diawal, para penari akan menunjukan gerakan-gerakan yang kompak dan menikmati musik yang dimainkan. Setelah menunjukan gerakan-geraka...
Kota Tangerang adalah wilayah administratif yang baru dibentuk pada tahun 1993 dan dulunya Tangerang adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat sebelum terbentuknya Provinsi Banten. Kebudayaan di Banten dan khususnya Kota Tangerang memang tergolong baru bermunculan ciri khasnya pada tahun 2000 an karena sebelumnya banyak mengadaptasi budaya Betawi dan Sunda. Tari Sangego adalah salah satu tari yang berasal dari Kota Tangerang. Tarian ini adalah tari ciptaan tim guru kesenian Kota Tangerang. Tari Sangego diciptakan pada dasarnya agar Kota Tangerang bisa menunjukan karya daerahnya. Nama Sangego sendiri berasal dari sebuah nama jembatan di Kota Tangerang yang menghubungkan beragam kegiatan, budaya,etnis di Kota Tangerang. Filosofi jembatan ini diartikan karena kemajemukan masyarakat Kota Tangerang dipisahkan Sungai Cisadane. Jadi, Sangego lah yang menghubungkan kemajemukan itu. Ge...
Tarian Mandau Talabang Tarian Mandau Talabang adalah tradisi Dayak dari Kalimantan Tengah. Mandau adalah senjata tradisi orang Dayak dan Talabang adalah perisai atau tameng. Panjang talabang sekitar 1-2 meter dengan lebar maksimal 50 centimeter. Terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Mandau Talabang biasa dibawakan untuk acara penyambutan tamu atau sebagainya, bukan hanya tarian peperangan saja. Tarian ini bisa dibawakan oleh perempuan dan laki-laki biasanya 1-6 orang. Ada pekikan-pekikan menyeramkan diselimuti perasaan mistis menggambarkan kesakralan mandau atau talabang tersebut. Dua orang laki-laki memegang Mandau dan talabangnya sembari berpura-pura berkelahi dan ada empat perempuannya yang mengiringi lalu mengelilingi. Kemudian perempuan-perempuan tersebut menggerakkan tubuhnya dengan lembut membentuk formasi wajik. Kemudian mereka menggerakkan tangan secara lembut untuk gerakan tasai. Setelah itu bergerak sedikit agak keras untuk menunjukkan mereka perempua...
Gundala-gundala karo Gundala-Gundala Karo pun terlahir dari sebuah legenda yang ada di Kabupaten Karo. Dahulu dikisahkan akan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Sibayak. Raja tersebut kemudian bertemu seekor burung raksasa jelmaan dari petapa sakti yang bernama Gurda-Gurdi. Raja Sibayak pun akhirnya membawa pulang Gurda-Gurdi dan dijadikan sebagai penjaga putrinya. Gurda-Gurdi memiliki kekuatan yang bersumber pada paruhnya, oleh karena itu terdapat sebuah pantangan bahwa paruhnya tidak boleh disentuh oleh siapapun. Suatu ketika tanpa disengaja paruh tersebut tersentuh oleh sang putri dan spontan Gurda-Gurdi merasa marah dan memberontak. Akhirnya Raja Sibayak mengutus pasukannya untuk menyerang Gurda-Gurdi hingga meninggal. Kesalahpahaman tersebut menimbulkan kesedihan yang mendalam terhadap masyarakat Karo. Tangisan masyarakat yang mendalam pun disertai dengan hujan deras yang turun seolah turut berduka atas kepergian Gurda-Gurdi. Kemudian lahirlah t...
Tari Dogdog Lojor berasal Sukabumi lebih tepatnya di Cisolok. Kesenian Dogdog Lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau Kesatuan Adat Banten Kidul yang tersebar disekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan Dogdog Lojor, yaitu nama salah satu waditra di dalamnya, tetapi disana juga digunakan Angklung karena ada kaitannya dengan ritual padi. Setahun sekali setelah panen, seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat merupakan tempat kediaman kokolot (sesepuh) dan tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai dengan petunjuk gaib. Instrumen yang digunakan dalam Dogdog Lojor ini adalah dua buah Dogdog Lojor dan empat buah Angklung. Keempat buah Angklung tersebut memilki nama, yang terbesar dinamakan Gonggong, kemudian Panembal, Kingking dan Inclok. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang pemain sehingga semuanya berjumlah enam orang. ...
Perbedaan Tarian Seblang Bakungan dan Seblang Olehsari Seblang merupakan tarian khas kabupten Banyuwangi yang syarat akan hal mistis. Sejatinya Tarian Seblang ini dilakukan hampir diseluruh kawasan di Kabupaten Banyuwangi, namun hingga saat ini hanya ada 2 daerah yang masih melanjutkan tradisi ini. Yaitu daerah Bakungan dan Olehsari. Tarian Seblang merupakan peninggalan peradaban Hindu pada zaman dahulu. Meskipun memiliki perbedaan yang terlihat, namun kedua tarian ini masih mempunyai makna dan inti yang sama yaitu, memanggil roh-roh halus dan membiarkan bersemayam di tubuh wanita selama waktu tertentu. Tujuan diselenggarakannya adat istiadat ini adalah untuk membersihkan desa dari segala mala petaka dan ancaman dari dalam maupun luar. Perbedaan antara Seblang Bakungan dan Seblang Olehsari Waktu Seblang Bakungan dilaksanakan pada setelah idul adha dan Seblang olehsari dilakukan setelah idul Fitri. Keduanya dilakukan pada rentang waktu satu...
Pernah dengar nama Gugum Gumbira? Siapa yang tak kenal dengan beliau? Gugum Gumbira adalah sebagai pencipta tari Jaipongan baik dari sisi teknik maupun dari sisi pewacanaannya. Jaipongan sendiri merupakan tarian baru yang menggunakan kekuatan gerakan tari yang diambil dari kehidupan masyarakat di lingkungan Sunda. Banyak pengembangan dan kreasi yang dibuat beberapa orang dari tari jaipongan ini. Salah satu repetoar dari tari jaipongan, yaitu tari Rasjati. Tari Rasjati merupakan tari yang ada sejak tahun 2015 dan merupakan hasil karya pertama Edi Mulyana bersama dengan Lalan Ramlan. Tari kreasi baru dalam genre Jaipongan ini terinspirasi dari Ketuk Tilu, Penca Silat, Topeng Banjet, Kiliningan, dan Bajidoran, sehingga memiliki tingkat kesulitan tersendiri, baik dari teknik gerak, pengaturan tenaga maupun ruang dan waktu. Dengan menggunakan gerakan seperti memanen padi, tari ini menggambarkan tentang seseorang yang sedang mencari jati dirinya yang telah hilang karena kesombongan atau...
Tari Srikandi - Suradewati merupakan cerita perang yang diambil dari kisah mahabharata. Suradewati merupakan adik dari Prabu Dasalengkara yang menginginkan Dewi Siti Sendari menjadi istrinya. Namun, Dewi Siti Sendari ternyata sudah dijodohkan dengan seseorang bernama Raden Abimanyu. Akhirnya kedua belah pihak yakni, Suradewati dan Dewi Srikandi berperang untuk memperebutkan Dewi Siti Sendari. Raden Abimanyu sebagai calon suami dari Dewi Siti Sendari dibantu dengan Dewi Srikandi akhirnya dapat mengalahkan pasukan dari Suradewati.