Wonogiri merupakan sebuah kabupaten yang terletak di ujung selatan Provinsi Jawa Tengah. Wonogiri menyimpan banyak sekali potensi yang dapat menjadi unggulan, baik dari segi pariwisata, keindahan alam, hingga kebudayaan yang banyak berkembang di dalamnya. Salah satu diantaranya adalah peodalan. Tak disangka ternyata di daerah yang cukup terpencil ini didirikan pura. Pura ini didirikan di puncak bukit kapur pegunungan sewu yang juga termasuk dalam daerah kompleks Museum Karst seluas 25 hektar yang berada di desa Gebangharjo dusun Mudal Pracimantoro, Wonogiri. (50 Kilometer arah barat daya Kota Wonogiri). Pura yang diberi nama Pura Puncak Jagad Spiritual ini sudah mulai dibangun sejak tahun 2007 saat masa pemerintahan H. Begug Purnomosidi. Lalu apa itu peodalan? Secara umum, peodalan atau odalan, merupakan upacara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran pura (tempat suc...
Sembahyang Rebut (Hakka: Chiong Si Ku ) merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan 7 (Hakka: Chit Ngiat Pan ) penanggalan Imlek. Sembahyang Rebut masih dilakukan setiap tahun hingga saat ini. Sembahyang Rebut dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kepercayaan warga Tionghoa, pada Chit Ngiat Pan , pintu akhirat terbuka dan arwah-arwah yang berada di dalamnya akan keluar dan bergentayangan. Arwah-arwah tersebut akan turun ke dunia. Ada yang pulang ke rumah keluarganya dan ada yang turun terlantar dan tidak terawat, sehingga para manusia akan menyiapkan ritual khusus untuk arwah yang terlantar tersebut. Selain itu, tersedia rumah-rumahan dari kertas, uang dari kertas, dan baju-baju dari kertas pula. Barang barang tersebut merupakan persembahan khusus untuk para arwah. Ritual ini diadakan di kelenteng di mana umat Tionghoa memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan kepada De...
Mananggir merupakan salah satu ritual upacara adat simalungun dimana sang datu ( dukun ) membersihkan ( memandikan ) seseorang yang dipercayai telah kemasukan roh halus ke tubuh orang tersebut, menggunakan air bersih, yang didalamnya telah dilarutkan bunga tujuh rupah dan jeruk purut. Orang-orang yang sakit, mengalami mimpi aneh, bernasib buruk dan hal-hal lainnya dapat dianggap sedang kemasukan roh halus. Beberapa melaksanakan ritual permandian ini di tepi sungai agar air yang telah dituang ke tubuh orang tersebut ( yang telah menyuci roh jahat tersebut ) terbawa arus sungai dan tidak kembali lagi ( tubuh orang tersebut bersih dari roh jahat )
Di daerah Tanjungbalai-Asahan dan sekitarnya, ada sebuah budaya atau adat isitiadat yang khas di dalam acara resepsi pernikahan. Budaya itu bernama "Nasi Bunga" atau yang lebih dikenal oleh penduduk sekitar dengan nama "Nasi Hadap-hadapan" Kenapa namanya "Nasi Hadap-hadapan"?. Itu karena dalam prosesi budaya ini kedua belah mempelai diminta untuk saling menghadap dan diantara mereka ada sebuah wadah yang bernama 'teplak' yang berisi dengan nasi pulut berwarna kuning dan potongan batang pisang yang sudah dihias berbentuk bunga dan dipenuhi dengan makanan khas lainnya. Prosesi adat ini cukuplah simpel. Kedua mempelai tersebut diminta untuk berlomba dalam hal banyak, rapi, dan cepatnya untuk mengambil nasi dan mencabut berbagai macam makanan lainnya yg sudah dihias seperti bunga sebelumnya. Setelah berkompetisi kedua mempelai tersebut diarahkan untuk suap-menyuapi untuk mengetahui seberapa mesranya pasangan tersebut. Budaya ini masih sangat dijaga oleh masyarakat sekitar, ti...
Banyak cara yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, salah satu yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau yakni balimau. Masyarakat Pangkalan Limopuluah Kota menyebutnya dengan potang balimau. Kegiatan ini sudah merupakan tradisi turun temurun dalam “menyucikan diri” yang dilakukan oleh anak nagari disepanjang aliran sungai Batang Maek Kecamatan Pangkalan Koto Baru di Kabupaten Limapuluh Kota. Tradisi menyambut bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan sesuadah shalat Zhuhur. Selain untuk mensucikan diri, sekaligus sebagai tempat bersilaturahmi antar anak nagari di kampung halaman maupun dari perantauan. Setelah selesai, pada sore harinya para pengunjung pulang ke rumah masing-masing untuk mandi balimau dengan ramuan khusus yang dipersiapkan oleh kaum perempuan di Pangkalan. Tradisi ini walau masih banyak yang pro dan kontra dalam pelaksanaanya, akan tetapi sampai sekarang tetap dilestarikan oleh anak nagari. Kegiatan ini dianggap...
Di Kota samarinda terdapat beberapa kepercayaan saat hari raya Cap Go Meh. Tidak hanya warga yang beretnis Tiong Hua saja yang memercayai kepercayaan berikut tapi hampir semua masyarakat di Samarinda memercayainya dan ikut merayakan hari raya ini. Biasanya masyarakat berkumpul di kelenteng dan merayakan hari raya ini, bahkan biasanya yang ikut merayakan hari raya ini tidak hanya mereka yang beragama buddha, bahkan mereka yang beragama katholik dan muslim banyak yang ikut serta dalam perayaan Cap Go Meh di kelenteng tersebut. banyak orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk melihat pertunjukan barongsai dan arak-arakan naga. terdapat juga pembagian ang pao yang dipercaya jika tidak dibuka dan disimpan didalam dompet anda maka akan memperlancar rejeki anda. Pada perarakan naga juga terdapat sebuah kebiasaan untuk mencabut jenggot dari naga tersebut yang dipercaya akan dapat membawa keberuntungan kepada mereka yang memilikinya. Dan kepercayaan yang paling terkenal apa lagi di kalan...
Prosesi Memingit Manten ‘Sengkeran’ Tradisi pingitan umum dilakukan masyarakat berlatar belakang Jawa, tepatnya di daerah Jawa Tengah dan Jogjakarta. Tradisi ini seringkali juga disebut ‘ sengkeran’ di samping sebutan ‘pingitan’ yang lebih terkenal. Calon mempelai perempuanlah yang terlibat banyak dalam prosesi ini. Nah, bagaimana prosesi pingitan ini? Pingitan ini memiliki tujuan yang baik. Yaitu menjaga kedua mempelai dari marabahaya dengan cara ‘dipingit’. Dipingit berarti larangan bagi kedua calon mempelai untuk saling bertemu hingga hari pernikahan tiba, yang waktunya bisa sampai satu bulan lamanya. Dan bagi calon pengantin perempuan, dilarang untuk beraktivitas keluar rumah. Larangan berpergian ke luar rumah untuk calon pengantin wanita, lazimnya juga diawali dengan sederet ritual tertentu. Pada tradisi sengkeran misalnya, calon pengantin wanita lebih dahulu melakoni ritual dibalub-balubi &n...
Nengget berasal dari kata Sengget artinya terkejut. Nengget adalah suatu upacara yang dilakukan menurut adat Karo, yaitu dengan membuat kejutan (sengget) ke suatu keluarga tertentu, karena alasan tertentu dan juga tujuan tertentu. Di sini terdapat unsur kepercayaan, bahwa dengan mengejutkan keluarga itu akan tercapailah keinginan. Oleh karena itu pelaksanaannya pun dilakukan secara rahasia, keluarga yang isenggeti tidak boleh mengetahui hal tersebut. Pelaku nengget tersebut adalah turang dari masing-masing yang disengget, yang dalam keadaan sehari-hari mereka rebu dan untuk berbicara harus menggunakan perantara, atau menggunakan kata nina turangku. Ini menunjukkan rasa hormat, sopan, keseganan yang tinggi di antara mereka yang rebu. Dalam keadaan biasa mereka akan menghindar bertatapan langsung. Menurut cerita orang tua dulu, orang yang rebu tidak bersedia duduk dalam satu papan dalam rumah adat, begitulah penghayatan masalah rebu itu pada masyarakat Karo. Lalu dalam upacara nen...
A. Pengertian Arti kata 'Mas Kawin' adalah simbol pengikat dalam suatu pernikahan antara pasangan suami istri dimana calon mempelai pria membayar lunas calon mempelai wanita untuk diambil menjadi istrinya. Pembayaran Mas Kawin berbeda-beda gergantung pada adat dan budaya masing-masing suku. Salah satunya suku Serui di Provinsi Papua yang merupakan wilayah adat Saireri di Kabupaten Kepulauan Yapen. Dimana Mas Kawin dipercayai sebagai bagian dari ritual adat dari dilaksanakan turun-temurun sampai dengan saat ini. B. Jenis Mas Kawin Papua terdiri dari 319 suku yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat. Dengan prosesi pembayaran Mas Kawin yang berbeda-beda dari jenis barang yang akan diserahkan pada saat peminangan pun berbeda-beda. Khusus untuk pembayaran Mas Kawin suku Serui barang yang akan diserahkan kepada mempelai wanita diantaranya: Uang (Jumlahnya berbeda-beda disesuaikan dengan kemampuan Piring makan Piring...