" Jampe jampe harupat, geura gede geura lumpat. Sing jauh tina maksiat, ngarah salamet dunya akherat. " Itu merupakan mantra atau dalam bahasa sunda dikenal sebagai jampe jampe yang biasa diucapkan orang tua kepada anak cucunya yang masih berumur balita. Arti jampe jampe tersebut adalah "Jampe jampe harupat, cepatlah dewasa cepatlah berlari. Jauhkan dari maksiat, agar selamat dunia akhirat.". Para orang tua percaya jika anaknya secara rutin di beri mantra jampe harupat sebelum tidur maka itu akan menjadi sugesti yang baik bagi anaknya saat menuju pertumbuhan. Orang tua yang mengusap kepala anaknya sembari mengucapkan jampe ini sampai tertidur lelap. Jampe ini secara tidak langsung menjadi doa bagi sang orang tua untuk anaknya agar menjadi manusia yang baik di kemudian hari. Jampe jampe ini dikenal luas di masyarakat sunda terutama desa desa terpencil di Ciamis. Bahkan seorang seniman sunda yaitu Doel Sumbang membuat lagu berdasarkan jampe jampe ini dan melengkapi lirikny...
Laeb Kisan Tunbubun atau Helaketa merupakan sebuah ritual yang telah menjadi adat istiadat masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara sebelum melangsungkan sebuah pernikahan. Ritual ini dilakukan untuk menyatukan keluarga dari kedua pihak yang akan melangsungkan pernikahan serta di percaya oleh masyarakat setempat sebagai penangkal bala bagi mempelai yang akan melangsungkan pernikahan dan untuk menghindari sumpah adat yang pernah dibuat oleh nenek moyang di daerah tersebut. Ritual Helaketa biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga kedua belah pihak yang akan melangsungkan pernikahan dan biasanya dipimpin oleh tokoh adat atau sesepuh yang menjadi perwakilan keluarga dari kedua belah pihak. Pakaian yang dikenakan saat melaksanakan ritual Helaketa adalah Tais atau Beti, yang merupakan pakaian adat dari daerah TTU. Ritual ini biasanya dilakukan di tempat-tempat seperti su...
Cap Go Meh adalah lafal dialek Tio Ciu dan Hokkian, artinya malam 15. Sedangkan lafal dialek Hakka adalah Cang Njiat Pan , artinya Pertengahan bulan satu. Di daratan Tiongkok dinamakan Yuan Xio Jie dalam bahasa Mandarin yang berarti festival tanggal 15 bulan satu Kalender Tionghoa.jadi Cap Go Meh adalah perayaan yang diperingati oleh etnis Tionghua setiap tahunnya pada saat hari kelima belas setelah Tahun Baru Imlek. Banyak versi yang menyebutkan asal muasal perayaan Cap Go Meh. Salah satu versi menyebutkan Dinasti Zhou (770-256 Sebelum Masehi) yang diyakini mengawali perayaan Cap Go Meh setiap tanggal 15 malam bulan satu Imlek. Perayaan ini diperingati oleh kebanyakan etnis Tionghua di Indonesia. Namun perayaan terbesarnya dan yang paling terkenal terletak di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pada saat perayaan Cap Go Meh di Singkawang sering diadakan atraksi tatung. Warga etnis Tionghoa di Singkawang meyakini tatung sebagai tokoh yang menjadi medium arwah para ksatri...
TRADISI MA’NENE, RITUAL GANTI PAKAIAN MAYAT DI TANA TORAJA Sudah sejak lama, Tana Toraja dikenal oleh masyarakat dengan tradisi dan ritual yang amat unik. Mulai dari makanan, bentuk bangunan, serta tradisi perayaan orang mati yang dikenal menghabiskan uang hingga 1 Milyar Rupiah. Nah, di artikel ini akan dibahas mengenai tradisi Ma’Nene,yaitu tradisi merawat dan mengganti pakaian mayat/jenazah. Ma’nene bisa mempunyai dua arti. Orang Toraja umumnya memahami nene atau nenek, sebagaimana lazimnya di tempat lain, sebagai orang tua dari orang tua kita atau orang yang sudah sepuh. Namun, di Tonga Riu, nene artinya mayat. Mau sudah berusia senja atau masih belia saat meninggal, panggilannya sama-sama nene. Dengan imbuhan ”ma” di depannya, Ma’nene bisa diartikan sebagai ”merawat mayat”. Trades Ma’Nene dilakukan masyarakat untuk menunjukan kehormatan dan kasih sayangnya. Tradisi dimul...
Saiyyang patuddu artinya adalah kuda menari. Ini adalah salah satu jenis kegiatan dalam sebuah perayaan yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Sulawesi Barat. Perayaan yang dimaksud biasanya adalah perayaan anak yang sedang khatam Al-Qur'an. Saat perayaan tersebut, beberapa kuda beserta pawangnya masing-masing akan dipanggil ke tempat perayaan, lalu dirias, dan ditunggangi oleh anak-anak dan remaja. Rombongan kuda ini lalu berbaris dan berkeliling kampung bersama warga-warga yang mengikuti. Biasanya, yang paling tua akan berada di posisi paling depan. Perayaan ini sangat ramai. Keunikan lain dari perayaan ini adalah gerakan dari kuda yang digunakan. Sesuai namanya, kuda-kuda ini akan menari mengikuti alunan musik dari rebana-rebana yang dimainkan. Kepala kuda-kuda ini bergerak mengangguk-angguk sambil kakinya diangkat ke depan. Selain diiringi musik, perayaan ini juga diiringi dengan pantun tradisional mandar. Pantun tradisional ini disebut kalinda'da. Sekarang san...
Marhata Sinamot Sinamot atau tuhor adalah uang yang diberikan pihak anak (mempelai laki-laki) ketika ingin melamar seorang boru (mempelai perempuan). Sinamot atau tuhor yang diberikan pihak paranak biasanya untuk membeli perempuan karena akan mengambil anak perempuan dari orang tuanya. Juga untuk membiayai acara pernikahan. Banyaknya sinamot yang diberikan biasanya tergantung pada tingkat pendidikan si peremuan. Semakin tinggi pendidikannya, semakin besar pula tuhor atau sinamotnya. Tapi terlepas dari itu,harga sinamot tidak hanya ditentukan oleh pihak parboru, tapi juga paranak. Jadi sebelum resmi menikah, keluarga besar kedua pihak akan bertemu dan berdikusi tentang besarnya sinamot yang akan diberikan. Jika parboru dihargai dengan harga yang tinggi, maka pihak parboru biasanya merasa lebih terhormat dan bangga di masyarakat. Begitu juga dengan pihak paranak. Mereka juga akan merasa bangga ketika mereka dapat membayar dengan harga yang mahal dan aka merasa terhormat.
Salah satu adat tradisi suku Dayak di Kalimantan Barat adalah merayakan Tahun Baru Padi yang biasanya juga disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama “ Gawai Dayak ”. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak hingga sekarang. Tradisi ini merupakan acara yang dirayakan besar-besaran setiap setahun sekali pada awal bulan Maret atau April dimana pada bulan tersebut masyarakat suku Dayak memanen hasil pertanian mereka besar-besaran yaitu padi. Tanggalnya tidak pasti dan disesuaikan dengan waktu panen masing-masing wilayah. Biasanya hanya berlangsung beberapa hari. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur dan sukacita masyarakat Dayak kepada sang pencipta yakni “ Jubata ” (Tuhan) atas berkat panen padi yang telah diberikan kepada mereka. Tradisi biasa dilakukan dengan makan besar-besaran bersama dengan keluarga dan kerabat. Biasanya mereka yang merayakan Gawai Dayak ini mengundang para tetangga dan kerabat mereka untuk datang...
Perlu diketahui, bahwa Provinsi Lampung sebagian penduduknya saat ini merupakan masyarakat berdarah Jawa dan Lampung sendiri dikenal memiliki dua adat berbeda masyarakat internalnya; Adat Pesisir dan Adat Pepadun. Dalam selogan masyarkatnya, Sai Bumi Ruwa Jurai ( Satu Bumi Dua Adat ), maksudnya dalam satu wilayah Provinsi Lampung, terdapat dua adat yang berbeda. Dua masyarakat yang berbeda. Terbagi menjadi masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang. Lantas, bagaimanakah cara masyarakat pribumi dan pendatang mampu hidup berdampingan secara damai ? Masyarakat Lampung secara umum memiliki kesamaan pandangan hidup yang disebut dengan Piil pesenggiri. Piil Pesenggiri merupakan tatanan moral atau pedoman bersikap dan berperilaku masyarakat adat Lampung dalam segala aktivitas kehidupan sosialnya. Piil berasal dari bahasa Arab ( Fiil : perilaku) dan pesenggiri memiliki makna bernilai moral tinggi, beradab, berjiwa besar, tahu diri, serta paham akan hak dan kewajiban. Pedoman moral...
Di Indonesia, terdapat salah satu suku yang unik di provinsi Sumatera Selatan, yakni suku Belida . Menurut penuturan masyarakat setempat, Suku Belida merupakan suku yang asal penduduknya berdomisili di wilayah perairan atau disekitar anak sungai Musi dimana terdapat ikan Belida yang akhirnya menginspirasi nama suku tersebut. Suku Belida ini tersebar di beberapa daerah di Provinsi Sumatera Selatan . Di kabupaten Muara Enim, yaitu di kecamatan Gelumbang, kecamatan Lembak, kecamatan Sungai Rotan dan kecamatan Belida. Suku Belide juga terdapat di kotamadya Prabumulih yaitu di kecamatan Cambai, kecamatan prabumulih barat, kecamatan prabumulih timur, serta juga terdapat di Ogan Ilir dan sekitar Gandus kota Palembang Sumatra Selatan. Secara bahasa, Suku Belida ini masih tergolong ke kelompok bangsa Melayu karena bahasa Belide ini mirip seperti bahasa Melayu Pesisir. Bahasa Belida memiliki logat yang berbeda dengan bahasa-bahasa lain di sekitar w...