3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Budaya Agustusan pada 17 Agustus
Ritual Ritual
DKI Jakarta

17 Agustus merupakan hari yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Karena pada hari itu Indonesia menyatakan kemerdekaannya dan bebas dari para penjajah serta merupakan awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, setiap tanggal 17 Agustus bangsa kita memperingati sebagai Hari Proklamasi Republik Indonesia dengan cara mengadakan lomba-lomba di hampir setiap daerah di Indonesia, terutama di Jakarta. Lomba-lomba yang diadakan bervariasi di setiap daerah. Contoh lomba-lombanya adalah lomba makan kerupuk, tarik tambang, hias sepeda, panjat pinang, lari bendera, balap karung, bakiak, dan sebagainya. Di daerah rumah saya, komplek bulog, setiap tahun pasti diadakan lomba-lomba yang saya sebutkan di atas. Lomba-lomba yang disebutkan tadi diselenggarakan dan juga dipartisipasikan oleh warga-warga sekitar rumah saya. Semua lomba tersebut diadakan dengan tujuan bukan hanya untuk memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.

avatar
OSKM_16718084_Fahmi M_Iqbal
Gambar Entri
Tujuh Makna untuk Tujuh Bulan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Jawa, seperti daerah pada umumnya di Indonesia, memiliki adat dan budaya yang berlimpah. Hampir setiap kejadian besar yang terjadi pada kehidupan masyarakatnya diperingati dengan upacara adat. Salah satunya adalah perayaan usia kehamilan tujuh bulanan yang biasa disebut sebagai tingkeban. Upacara adat ini memiliki banyak runtutan acara yang memiliki arti masing-masing. Salah satu bagian acara yang menarik dari tingkeban ini adalah Upacara Patut-Patut, yakni ketika sang calon ibu berganti pakaian berkali-kali sambil meminta pendapat para tamu. Para tamu akan berkata bahwa pakaiannya belum pantas. Hingga pada akhirnya para tamu akan berkata "Patut" atau pantas dipakaian ketujuh. Hal itu menyimbolkan usia kehamilan ibu yang mencapai tujuh bulan. Tujuh pakaian yang dikenakan sang calon ibu tersebut bukanlah sembarang pakaian. Ketujuh pakaian tersebut terdiri dari set kebaya, kain, dan selendang dengan makna yang berbeda-beda. Beragam makna dari setiap set pakaian tersebut akan dibah...

avatar
OSKM_16018156_Winiardhita Anjani
Gambar Entri
Datuk Sebagai Kepala Suku Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Datuk Sebagai Kepala Suku Minangkabau Minangkabau atau yang sekarang disebut sebagai daerah sumatera barat merupakan wilayah yang masih sangat kental budayanya. Mereka masih berkumpul menjadi beberpa suku suku yang dipimpin oleh seorang datuk. Datuk merupakan pemimpin dari suatu suku yang sangat dihormati baik oleh sukunya sendiri maupun oleh orang di luar suku itu. Mereka biasa di elu elukan dan di puji puji oleh semua orang, sehingga banyak orang yang ingin menyandang gelar datuk. Namun untuk mendapatkan gelar tersebut tidak lah mudah. Laki laki yang ingin menjadi seorang datuk harus menunggu datuk sebelumnya dari suku itu untuk meninggal terlebih dahulu. Tidak seperti daerah daerah lain, minang menganut system matrinal, yang artinya anggota lelaki suku dapat menjadi datuk apabila dia keturunan minang melalui garis ibu. jadi ibu dari lelaki tersebut lah yang harus merupakan keturunan minang.  Gelar datuk yang diturunkan dari suatu suku akan tetap sama dengan gelar seb...

avatar
OSKM18_16618307_MuhammadGhiffari Aurelli
Gambar Entri
Tradisi Pernikahan Khas Minang
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Indonesia memiliki beragam suku dan kebudayaan yang menarik untuk disimak. Terlebih jika kita bicara mengenai pesta pernikahan adat. Prosesi pernikahan mulai dari busana adat, dekorasi pernikahan, hingga tata cara tradisi yang penuh makna merupakan pengalaman berkesan yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu yang seringkali kita jumpai adalah tradisi adat pernikahan Minang. Seperti halnya dengan tradisi adat pernikahan lainnya di Indonesia, tradisi Minang memiliki prosesi pernikahan yang menarik. Berikut ini tata cara adat pernikahan Minang. 1. Marasek Lamaran atau maresek merupakan tahap perkenalan antar calon mempelai. Sesuai dengan sistem kekerabatan matrilineal, pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria. Dalam prosesi ini biasanya pihak mempelai wanita terlebih dahulu yang datang ke pihak mempelai pria dengan membawa buah tangan seperti kue atau buah-buahan.   2. Maminang / Batimbang Tando Keluarga mempelai wanita kembali datang ke pihak mempe...

avatar
OSKM18_16618383_Winardi Abdurrahman
Gambar Entri
Perayaan Imlek di Indonesia
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Ketika Anda berjalan di tengah keramaian kota dan melihat banyak orang berpakaian merah dan kuning dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, maka selain daripada rombongan turis yang memakai pakaian yang sama, mungkin hari itu adalah hari Imlek, perayaan tahun baru masyarakat Tionghua yang dilaksanakan berdasarkan perhitungan kalender China. Selain perbedaan kalender yang digunakan dengan masyarakat internasional, perbedaan yang mendasar pada perayaan ini adalah durasi keseluruhan perayaan. Selagi masyarakat internasional merayakan tahun baru hanya dalam 1 hari, Imlek dirayakan selama 15 hari terhitung dari malam sebelum tahun baru (ChúxÄ« 除夕 / malam pergantian tahun) hingga perayaan Cap Go Meh 十äº"冥 Ã¥...Æ'&Ati...

avatar
OSKM_19818013_Angelica Wiliana
Gambar Entri
Ritual Hajat Buruan di Kampung Cilumber Lembang
Ritual Ritual
Jawa Barat

Kampung Cilumber berada  di daerah Lembang,Jalan Tangkuban Parahu,kurang lebih 4 km dari Kecamatan Lembang. Ritual “Hajat Buruan” ini diadakan setiap tahun,pada musim panen lahan pertanian.  Serangkaian ritual ini dimulai sejak zaman dahulu. Menurut narasumber yang saya wawancarai (tamu yang hadir ke acara tersebut) mengatakan,  “Ritual ini sudah ada dari karuhun sejak zaman dulu,dan sampai sekarang masih dilaksanakan. Tiap tahunnya selalu mengundang pimpinan daerah misalnya kepala desa sampai terkadang dihadiri oleh bupati setempat.” Ritual ini dimulai dari masyarakat membuat nasi tumpeng dan mengolah hasil taninya. Lalu,masyarakat berbondong-bondong membawa hasil panen dan tumpeng buatannya ke suatu halaman luas untuk didoakan oleh sesepuh sebagai pimpinan ritual tersebut. Pada kesempatan itu,ditampilkan pula kesenian buhun untuk ruwatan kampung berupa pantun,beluk,ronggeng,kuda lumping,dan sebagainya. Diiringi pula dengan alat ke...

avatar
OSKM18_16218129_izma Najiya Izdihar
Gambar Entri
Calon Pengantin Diculik Sebelum Nikah ?! Sudah Biasa di Lombok
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Meminta izin dan restu dari sang mertua, menjamunya dengan kata manis dan suguhan yang merayu hati. Mungkin hal ini biasa kita jumpai pada lamaran pada umumnya. Namun beda halnya dengan laki-laki lombok, mereka "menculik" calon pengantenya atau setidaknya perempuan yang setuju untuk dinikahinya. Terdengar Aneh memang, tetapi jika lelaki lombok melamar manten--sebutan untuk calon penganten di daerah Lombok, akan berujung petaka bagi keluarga sang lelaki. "Menculik" diawali dengan perjanjian sang lelaki dan mantennya, terutama untuk waktu dan lokasi bertemunya , ini dimaksudkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu sang lelaki akan datang bersama keluarga untuk menjaga di lokasi pertemuan. Jika ketahuan menculik, keluarga lelaki akan membayar denda yang akan disepakati masing" pihak. Sampai saat ini masyarakat Lombok masih melaksanakan ritual ini. Namun dengan cepatnya perkembangan pariwisata dan teknologi di kabupaten Lombok, dikhawatirkanya budaya ini akan...

avatar
Oskm18_16717347_brian
Gambar Entri
Festival Kue Bulan
Ritual Ritual
Kepulauan Riau

Festival Kue Bulan Mooncake festival atau biasanya dikenal dengan festival kue bulan merupakan salah satu festival penting yang dirayakan oleh suku Tiong hoa. Dalam bahasa mandarin dikenal dengan “Zhong Qiu Jie” dan bahasa hokkiennya “Tiong Ciu”. Biasanya dirayakan bertepatan pada hari ke lima belas bulan delapan berdasarkan kalender lunar (kalender tionghoa). Menurut legenda, asal usul festival ini bermula dari munculnya sepuluh matahari di langit yang menyebabkan rakyat mengalami penderitaan secara besar-besaran. Kemudian, muncullah seseorang bernama Hou Yi yang bertekad mengurangi penderitaan rakyat dengan memanah sembilan matahari tersebut. Perbuatan itu membuat rakyat mengaguminya dan bertemulah dengan sang istri bernama Chang E. Bertemulah juga Hou Yi dengan Dewi Khayangan yang memberinya dua butir obat panjang umur. Feng Meng, murid Hou Yi tidak sengaja melihat dan ingin mencuri obat tersebut. Tetapi, Chang E berhasil mencegahnya dengan meneguk...

avatar
OSKM18_19918019_Janis
Gambar Entri
Upacara Adat Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Upacara Tabuik adalah upacara tahunanyang berasal dari Sumatera Barat dan dilakukan oleh masyarakat Minangkabau khususnya di daerah Pariaman. Upacara ini diselenggarakan dalam rangka mempengeringati meninggalnya cucu dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Imam Husain, dan Pertempuran Karbala. Upacara Tabuik berlangsung selama 10 hari, dimulai dari tanggal 1 Muharram,  dan diakhiri pada tanggal 10 Muharram. Rangkaian Upacara Tabuik terdiri dari tujuh tahapan, yaitu mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik, dan acara diakhiri, dan memuncak, dengan membuang tabuik ke laut. Tabuiknya sendiri dibuat di dua daerah berbeda yang dibatasi oleh sebuah sungai, yakni di Pasa (berlokasi di sisi selatan sungai), dan Subarang (berlokasi di sisi utara sungai). Pembuatan Tabuik biasanya diiringi oleh gendang untuk meningkatkan semangat para pengusung (pengangkut). Kedua Tabuik akan dipajang berhadap-hadapan sebagai...

avatar
OSKM18_16018234_Muhammad Athar Iswandi