3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mapaccing
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mapaccing merupakan salah satu bagian dari tata cara perkawinan di adat bugis. Mapaccing dilakukan pada malam hari sebelum hari pernikahan.  Kata mapaccing sendiri berasal dari kata Paccing yang berarti pacar dan diibaratkan sebagai alat menyucikan sang gadis dari hal-hal yang bersifat kotor, secara fisik maupun batin, agar memperoleh keselamatan, kesejahteraan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga kelak.  Prosesi Mapaccing dilakukan di rumah masing-masing mempelai. Dan dimulai dengan pengkhataman qur'an yang dilakukan secara simbolis oleh calon mempelai. Kemudian diikuti oleh pembacaan barzanji(doa-doa dan ayat-ayat qur'an) yang dibacakan secara bersama-sama oleh para hadirin. Saat itu Ibu dari mempelai akan mengoleskan pacar(paccing) pada telapak tangan sang calon. Setelah tamu-tamu yang ditetapkan melakukan Mapaccing, hadirin bersama-sama mendoakan calon mempalai agar mendapatkan restu dari Allah. #OSKMITB2018 #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16518394_San Afirrah Vasmaulidzra
Gambar Entri
Menikah Dengan Pariban
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Ada istilah dalam suku Batak,  pariban  (sepupu) adalah  rokkap  (jodoh). Sepupu yang dimaksud bukan sembarang sepupu karena tidak semua sepupu bisa menikah. Sepupu yang dimaksud adalah, kalau Anda perempuan, Anda bisa menikah dengan anak laki-laki dari adik perempan ayah. Sedangkan kalau Anda laki-laki, Anda bisa menikah dengan anak perempuan dari adik laki-laki. Pernikahan semacam ini sering terjadi di lingkungan orang Batak. Biasanya menikah dengan cara seperti ini dilakukan oleh orang Batak yang masih kental budaya Batak dalam darah keluarganya. Pernikahan semacam ini juga bermaksud untuk tetap menjaga hubungan antar keluarga dekat sehingga keturunan selanjutnya pun tetap terikat dengan keturunan diatasny ( ayah, ibu, nenek, kakek, dll ). Pernikahan ini tidak boleh sembarang dilakukan oleh setiap marga karena dalam kebudayaan orang Batak sangat dilarang jika menikah dengan marga yang memiliki garis keturunan yang sama. ( contoh : sinurat & sil...

avatar
OSKM_16918121_Natan Sinurat
Gambar Entri
Malam Sebelum Malam Pertama
Ritual Ritual
Sumatera Barat

        Malam Bainai. Mungkin ada beberapa dari kita yang kurang familiar dengan ritual khas suku Minangkabau ini. Bainai diambil dari kata tumbuhan inai yang digunakan untuk mewarnai kuku pada malam tersebut. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, Bainai berarti berinai atau memakai inai. Malam ini adalah malam-malam terakhir pengantin wanita berstatus lajang dan merasakan kebebasan sebelum menjadi pengantin baru. Malam ini biasanya, di habiskan dengan bersenang-senang bersama keluarga dan teman dekat pengantin wanita.           Sebelum acara malam Bainai ini dimulai, pengantin wanita melakukan ritual mandi-mandi. Namun tidak seperti adat jawa, pada ritual mandi-mandi ala Minang tidaklah sampai basah kuyup. Hanya dicimprati dengan air beberapa kali dalam jumlah yang ganjil. Air ini dicampur dengan haruman tujuh bunga. Hanya sesepuh keluarga terdekat yang dapat memercikan air kepada calon pengantin wanita menggunakan daun sitawa siding...

avatar
OSKM18_19718136_Shasya
Gambar Entri
Upacara Baralek Datuak
Ritual Ritual
Sumatera Barat

  Upacara Baralek Datuak             Salah satu upacara adat dari daerah Sumatera Barat adalah upacara untuk mengangkat pimpinan sebuah suku di Minangkabau. Biasanya disebut juga upacara batagak panghulu atau baralek datuak yang memiliki makna yang sama, namun digunakan berbeda tergantung nagari masing-masing. Upacara Baralek Datuak yang masih dilaksanakan sampai saat ini salah satunya di Daerah Koto Marapak, Kabupaten Agam. Upacara ini dilakukan didalam pasukuan atau kaum. Datuak yang akan dipilih bukan hanya besar didalam kaumnya saja, ia juga menjadi pimpinan di nagari. Di nagari ia sebagai pemangku adat. Oleh sebab itu, pengangkatan datuak harus diketahui oleh masyarakat. Oleh karenanya dilakukan terlebih dahulu upacara malewakan gala. Malewakan gala berarti memberitahukan kepada masyarakat tentang pengangkatan panghulu/datuak. Upacara ini merupakan serangkaian acara alek gadang. Biasanya pihak kaum memotong...

avatar
OSKM_16218114_Rafika Deswitri
Gambar Entri
Punggahan Menyambut Ramadhan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Punggahan Indonesia, negara yang dihuni oleh lebih dari 260 juta jiwa yang heterogen, menghadirkan berbagai macam keunikan di tiap sisinya. Negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam ini memiliki banyak tradisi untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Salah satunya adalah Punggahan. Punggahan adalah salah satu tradisi yang terdapat di Jawa (seperti Jawa Barat, Jawa Tengah), dengan cara memperingatinya yang berbeda-beda. Tradisi Punggahan sudah ada sejak dulu, meski belum jelas darimana asal-usulnya tradisi ini tercipta. Ada yang berpendapat bahwa tradisi ini asli dari Islam atau ajaran Hindu yang diterapkan pada Islam oleh Wali untuk mengajak masyarakat masuk ke Islam. Punggahan Terdengar Asing                 Apa arti dari Punggahan? Punggahan berasal dari bahasa Jawa yaitu kata Munggah , yang berarti naik atau memasuki tempat yang lebih tinggi. Yang dimaksudkan naik di sin...

avatar
OSKM18_16318221_Haniifah Nur Faatinah Puruhito
Gambar Entri
Sambut Sukacita Kelahiran Bayi dengan Manyue
Ritual Ritual
Jawa Barat

Sambut Sukacita Kelahiran Bayi dengan Manyue                       Semua orang pasti sangat menantikan kelahiran seorang bayi dalam keluarganya, bayi yang imut nan kecil terlahir dengan disertai doa dan harapan untuk keluarganya. Bayi yang lahir pula menjadi suatu tanda bertambahnya anggota keluarga sehingga setiap keluarga ingin memperkenalkan anggota keluarga barunya kepada para saudara, tetangga, dan kerabat. Untuk itulah orang Tionghua mengadakan tradisi Manyue. Arti Manyue itu sendiri adalah sebulan penuh, Man artinya penuh dan Yue artinya bulan. Dikatakan sebulan penuh karena tepat pada hari ke 30 atau ke 40 setelah bayi dilahirkan keluarga akan mengadakan perayaan dan memberikan keranjang berisi makanan kepada tamu yang hadir.                    Pada zaman dahulu angka kelahiran bayi selamat sangat sedikit karena keterbatasan obat dan teknik kelahiran yang...

avatar
OSKM_19718077_Abigail Tasya Suhandi
Gambar Entri
Upacara Cukuran/Marhaban suku Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Cukuran / Marhaban suku Sunda   Dalam budaya Sunda, terdapat banyak sekali upacara-upacara yang dilaksanakan untuk memperingati setiap kejadian penting di hidup ini, salah satunya adalah ketika seorang bayi sudah dilahirkan. Untuk kali ini, artikel akan membahas upacara Cukuran, sebuah tradisi turun-temurun yang dapat ditemukan mengakar dalam kebudayaan Sunda sejak zaman dahulu kala.   Asal Muasal tradisi ini berawal dari perdagangan bangsa Arab dengan masyarakat Aceh. Perdagangan ini pun tidak hanya menimbulkan pertukaran barang dagang dan jasa, namun juga tradisi, agama, dan kebudayaan. Kemudian, tradisi ini dibawa oleh para ahli agama hingga ke Bogor dan sekitarnya untuk dipraktekkan hingga hari ini.   Upacara Cukuran, atau yang bisa juga disebut dengan upacara Marhabaan, adalah sebuah tradisi yang dilakukan ketika bayi sudah berumur 40 hari dan dirayakan dengan tamu undangan berupa sanak keluarga, tetangga, serta ahli agama...

avatar
OSKM18_16518262_Akbar Rizki Maulana
Gambar Entri
Sawan Pengantin
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sawan Pengantin adalah kepercayaan adat orang Jawa Tengah di daerah Kebumen, yaitu ketika sepasang suami istri membawa anak balitanya ke acara hajatan di mana salah satu pihak pengantin ada yang baru pertama kali mantu / menikahkan anak sulungnya, anak balita tersebut akan menjadi sakit. Balita tersebut dipercaya telah diikuti oleh sebuah 'makhluk halus' dan akan mengalami gejala seperti demam tinggi di malam hari yang berulang selama 2-3 malam. Demam ini tidak kunjung turun panasnya walau sudah berobat ke dokter. Anak yang terkena sawan pengantin juga dapat mengalami gejala lain seperti kejang-kejang, yang dipercaya disebabkan karena balita 'kesurupan' setan. Jika tidak mengambil langkah-langkah lebih lanjut, maka sawan pengantin akan menyebabkan gangguan pada sisi psikologis balita. Gejala lain yang dapat dideteksi antara lain: Anak akan rewel pada jam-jam tertentu, terutama ketika menjelang maghrib dan ketika tengah malam. Anak mudah deg-dega...

avatar
OSKM18_16518017_Gregorius Jovan Kresnadi
Gambar Entri
Tradisi Maulid Nabi Padang Pariaman
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid  Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16718283_RAFLI ADLI FAHRIAN