Sejak zaman dahulu, leluhur kita yang berasal dari Jawa sering menggunakan petung hari pasaran. Petung sendiri memiliki arti perhitungan, sehingga petung hari pasaran dapat diartikan sebagai "perhitungan mencari hari yang baik". Petung ini sudah lama digunakan oleh para pembesar kerajaan zaman dahulu, biasanya dipakai untuk mencari hari membangun bangunan, melakukan perang, ataupun menikah. Walaupun biasanya digunakan oleh pembesar kerajaan, tapi sekarang sudah boleh digunakan oleh semua orang untuk menentukan hari baik dan hari larangan. Perhitungan hari baik ini terdapat dalam mitologi sebagai berikut : 1. Batara Surya (Dewa Matahari) yang turun ke bumi menjelma menjadi Brahmana Raddhi di gunung. Ia menggubah hitungan yang disebut Pancawara (lima bilangan) yang sekarang disebut Pasaran, yakni Legi, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon dengan nama kunonya Manis, Pethak, Abrit, Jene, Cemen...
Bersilaturahmi adalah salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia terutama yang beragama islam. Biasanya pelaksanaannya bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri atau beberapa hari setelahnya. Biasanya masyarakat Indonesia yang beragama islam melakukan kegiatan ini untuk menyempurnakan ibadah mereka setelah satu bulan berpuasa. Setelah melakukan Solat Id, biasanya masyarakat yang melakukan kebiasaan ini berkeliling kampung mengunjungi rumah-rumah tetangga mereka. Tak hanya untuk bersalam-salaman dan bermaaf-maafan, tetapi tuan rumah juga menyediakan kue-kue dan minuman untuk warga yang berkunjung. Kadang tak sedikit juga tuan rumah yang menyiapkan makanan khas Idul Fitri yaitu ketupat dan opor ayam. Lalu, ada juga yang menyiapkan uang di dalam amplop untuk diberikan kepada warga yang berkunjung atau biasa disebut dengan THR (Tunjangan Hari Raya). Di kampung halaman saya sendiri di Desa Landungsari, Kabupaten Malang, Jawa Timur tidak hanya masyarakat yang beragama islam yang melakukan...
Ledug Suro adalah tradisi yang berasal dari kota Magetan, Jawa Timur. Tradisi ini bertujuan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun selama 1 minggu sebelum Suro --nama bulan dalam kalender jawa-- atau yang lebih kita kenal dengan tahun baru islam, puncak acara Ledug Suro berada pada tanggal 1 Suro. Dalam tradisi ini, terdapat beberapa lomba dan pertunjukan kesenian yang diselenggarakan sebelum tanggal 1 Suro untuk memeriahkan acara seperti lomba ledug antar kecamatan yang biasanya diikuti oleh SMA atau SMK, instansi, dan dinas antar kecamatan Magetan, lomba pencak silat, dan pertunjukan seni wayang. Pada puncak acara diadakan kirab Nayoko Projo yaitu kirab dimana bupati Magetan dan jajarannya berkeliling di sekitar daerah pusat kota Magetan memakai pakaian khas dengan menunggangi kuda, selain kirab Nayoko Projo juga terdapat kirab bolu rahayu yaitu kirab roti bolu khas Magetan yang dibentuk seperti lesung dan bedug. Kirab bolu rahayu dimulai dari pen...
Di seluruh permukaan bumi, pernikahan selalu diartikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang sakral. Pernikahan dinilai sebagai momen yang sangat penting karena merupakan cikal penyatuan dua insan berbeda jenis kelamin. Begitu pula pengartian pernikahan di antara masyarakat Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Penduduk di Blitar selalu menjunjung tinggi kesakralan dari pernikahan itu sendiri. Namun jikalau dilihat lebih dalam, ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari prosesi pernikahan yang terjadi di Kabupaten Blitar. Salah satu aspek pembeda dalam upacara tersebut adalah peraturan — peraturannya yang harus ditaati. Peraturan utama yang harus diperhatikan sebelum suatu pernikahan disetujui adalah tentang permasalahan arah rumah kedua belah pihak, yaitu pihak laki — laki dan perempuan. Ada beberapa pantangan menyangkut hal ini yang tidak boleh dilanggar. Pertama, rumah sala...
Banca'an Banca'an adalah suatu kegiatan muslim kelompok di daerah Mojokerto yang berisikan do'a dan makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT . Biasanya masyarakat mengadakan banca'an untuk merayakan ulang tahun, khatam Al Qur'an, atau hal-hal membahagiakan lainya. Banca'an diadakan oleh pihak perseorangan atau kelompok di rumah, Masjid, atau tempat luas yang dapat memuat orang banyak . Undangan yang ditujukan untuk masyarakat yang terundang berupa lisan dari seorang suruhan untuk mendatangi setiap rumah warga yang ingin di undang dan bersifat spontan. Pihak yang mengadakan banca'an menyediakan makanan , minuman, atau camilan lain dan diletakkan di bagian tengah , dan para undangan memutarinya . Bancaan dipimpin oleh tokoh masyarakat yang paham tentang agama. Dimulai dari baca'an surat Al Fatihah, dzikir, dan ditutup dengan do'a . Setelah itu, para undangan dipersilahkan men...
Goyang Madura dan Tongkat Madura - Madura Pulau kecil yang terletak di Timur Laut Jawa ini menyimpan tradisi Goyang Madura dan Tongkat Madura . Tradisi ini merupakan semacam cara untuk mengentalkan kehebatan seksual para wanita Madura. Mengepalkan vagina yang telah kundur dan kembali membuatnya harum. Ritual ini biasanya digunakan pada pengantin perempuan yang baru menikah. Daerah kewanitaan di tubuh perempuan Madura dipercaya dapat kembali rapat dan wangi dengan cara menyelipkan tongkat sepanjang 12 sentimeter ini ke vagina selama tiga menit. Tongkat Madura ini bisa diperoleh dari yayuk yayuk jamu gendongan atau sepeda yang berkeliling dipemukiman Penduduk menengah kebawah. Komarudin, salah seorang pembuat jamu tradisional di Desa Braji, Kecamatan Gapura, Sumenep, menjelaskan untuk memilih bahan, pun ada petunjuk yang harus dipatuhi karena menentukan khasiat. Misalnya, akar kelor harus dipilih pohon yang menghadap tenggara. Pohon kelor ini banyak ditemui di setiap ruma...
"Kotaku kota kecil, namun cukup untuk ditinggali berdua" Sebuah kalimat yang selalu saya ucapkan untuk menggambarkan kota kelahiran, Bojonegoro. Bojonegoro adalah sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur yang memiliki beraneka ragam kebudayaan, salah satunya adalah ritual manganan. Manganan adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Bojonegoro ketika akan menanam padi. Biasanya ritual ini dilaksanakan di setiap desa di Bojonegoro dalam empat bulan sekali. Ritual manganan cukup unik. Setiap warga atau kepala keluarga membawa tumpeng beserta bumbu-bumbu dari tumpeng tersebut. Selain itu juga terdapat ayam jago yang dipanggang dan para warga membawa pembungkus makan berupa daun pisang dan daun jati. Selanjutnya warga berkumpul dengan membawa perlengkapan-perlengkapan ritual ke tempat ritual, yaitu di sawah. Setelah itu ketua dusun selaku ketua adat membacakan doa-doa dengan maksud dan tujuan agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan hasil panen yang melimpah. Dan menu...
Petilasan Sri Aji Jayabaya Petilasan Sri Aji Jayabaya adalah salah satu cagar budaya dan juga objek wisata sejarah yang terletak di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Petilasan tersebut merupakan tempat Sri Aji Jayabaya melakukan tapa moksa dan akhirnya dapat mencapai moksa. Moksa dalam artian mudahnya adalah meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad alias menghilang tanpa jejak. Di dalam Petilasan Sri Aji Jayabaya terdapat area dimana tempat Sri Aji Jayabaya melakukan tapa dan mencapai moksa. Selain tempat moksa, di dalam Petilasan Sri Aji Jayabaya juga terdapat Sendang Tirta Kamandanu. Sendang tersebut merupakan sumur kuno suci yang dipercayai sebagai tempat pensucian diri Sri Aji Jayabaya sebelum melakukan tapa moksa. Sendang tersebut hanya berjarak sekitar 400m sebelah barat dari area moksa.Banyak par...
Pitonan adalah upacara slametan yang digelar oleh masyarakat setempat Jawa Timur guna merayakan kelahiran anaknya diamana telah menginjak usia 7 bulan. Upacara ini dimaksudkan sebagai simbol rasa syukur mereka terhadap kelahiran sang buah hati yang sudah diberkahi usia hingga 7 bulan serta bertujuan mendoakan keselamatan, rejeki, dan masa depan sang anak agar selalu diberkahi dan sejahtera nantinya. Tradisi Pitonan atau Tedak Sinten atau yang biasa dikenal dengan "turun tanah" dilakukan ketika sang anak pertama kali belajar berjalan. Hal ini juga diyakini sebagai penghormatan pada bumi tempat anak belajar menginjakkan kaiknya. Tradisi ini dimulai dengan melewati jadah dengan berbagai warna. Penyusunnanya dimulai dari warna hitam sampai putih. Hal ini dimaksudkan dengan selalu ada jalan keluar dalam segala masalah yan berat. Kemudian si anak dituntun untuk menaiki tangga dari batang tebu kemudian turun lagi. tebu diartikan...