Bandung adalah salah satu tujuan utama warga Jakarta yang ingin liburan akhir pekan.
Bukan hanya wisata alam dan deretan distro untuk tempat shopping, kulinernya pun selalu menjadi alasan warga untuk berpelesiran ke Kota Kembang, Bandung.
Tak cuma brownies, pisang bolen, tahu susu, sampai bakso cuanki Bandung yang jadi incaran. Tahu Yun Sen juga incaran perburuan kuliner khas Bandung.
Tahu Yun Sen sendiri dikenal juga sebagai Tahu Talaga.
Untuk menuju ke lokasi pabrik tahu ini tidak sulit. Dari arah Jalan Asia Afrika ambil saja ke arah barat menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Jika Anda melintas pada sebuah lorong sempit di antara dua bangunan besar di Jalan Sudirman 227, di situlah pabrik Tahu Talaga berada.
Jangan heran ketika tiba di lokasi, akan tercium bau menyengat khas kunyit dan kedelai yang sedang diolah. Begitu masuk ke dalamnya, hamparan tahu berwarna putih dan kuning yang empuk dan kenyal terlihat menggoda selera.
Uap panas di atasnya memperlihatkan bahwa tahu ini baru saja selesai diolah dan siap dikemas. Di pabrik ini, Anda bisa menyaksikan setiap proses pembuatan tahu dari awal sampai akhir.
"Kami di sini memang sengaja membuatnya sebagai pusat turisme. Sebagai pusat pembuatan tahu satu-satunya berdiri di dalam kota, kami selalu menjaga kehiginiesan tahu yang diproduksi," kata Hendra Gunawan, pemilik Tahu Talaga saat ditemui CNNIndonesia.com,beberapa waktu lalu.
Hendra tak menampik bau kunyit dan kedelai akan dirasakan orang-orang saat melintas Tahu Talaga. "Karena kami memakai bahan yang alami saja, isinya kedelai, air, garam lokal, dan kunyit untuk tahu kuning," jelasnya.
"Makanya pabrik kami bisa dilihat semua orang supaya mereka mengetahui tahu kami ini dibuat fresh (segar) dengan bahan alami," tutur Hendra sambil melahap tahu kuning yang memang bisa langsung disantap tanpa harus digoreng atau diolah terlebih dahulu itu.
Ciri khas utama tahu di sini ialah teksturnya yang lembut di lidah. Isi tahunya juga padat. Hendra mengatakan bahwa rahasia tahu ini terletak pada bumbu kunyitnya yang alami.
"Kalau bukan kunyit (tapi pakai pewarna) maka bagian dalamnya akan ikut kuning. Warna kuningnya juga akan menempel di tisu setelah digoreng."
Bila ingin membawa tahu ini sebagai oleh-oleh, tahu bisa bertahan selama lima hari. Syaratnya, tahu harus disimpan di dalam kulkas. Tidak perlu direndam, cukup disimpan ke dalam wadah lalu dibersihkan dengan air. Tahu pun bisa langsung dimasak.
"Tapi kalau mau dibawa ke luar kota, tinggal divakum pack. Tahunya bisa tahan hingga dua minggu," ujarnya.
Pabrik Tahu Talaga buka dari pukul 6 pagi hingga pukul 4 sore. Selain pabrik, Tahu Talaga juga menyediakan olahan tahu yang dijual di sebuah toko.
Setelah puas melihat pembuatan tahu, Anda juga bisa mampir ke warung yang menyajikan berbagai hidangan ringan (cemilan) tahu.
Beberapa di antaranya yang patut dicoba adalah tahu bodo yang rasa pedasnya sangat menantang, tahu kriuk yang renyah dan masih banyak hidangan lain seperti nasi bakar bodo, nasi goreng kuning, bebek komplit, dan hidangan lainnya.
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...