Kue Bolu Suri - Palembang Kue bolu suri sebenarnya mirip dengan bolu lain, termasuk pula dengan bika ambon dari Medan , bahkan karena bika ambon lebih terkenal, bolu ini bisa juga disebut sebagai bika ambon-nya Palembang. Sama halnya dengan bolu-bolu lain di luar sana, bentuk awal dari kue bolu suri adalah bulat dengan bolong tangah karena memang cetakannya seperti itu. Walaupun nantinya akan disajikan dalam bentuk potongan-potongannya, namun tidaklah mengurangi rasa legit dan manisnya kue bolu suri khas Palembang ini. Yang membuatnya berbeda antara bika ambon dengan bolu suri adalah pilihan bahannya, bolu suri ketika dibuat akan menggunakan bahan yang lebih sederhana tinimbang bika ambon. Seperti halnya makanan-makanan lain, kue bolu suri lebih banyak disajuikan ketika ada hari besar, khususnya adalah ketika lebaran, karena sangat tepat dinikmati kerabat dan sanak saudara. Resep Bolu Suri Bahan: 15 butir telur ukuran sedang 1/2 gelas terigu (10...
Dadar Jiwo - Palembang Seperti namanya dadar, sudah pasti jika dadar jiwo dibuat menggunakan telur yang didadar, namun dibentuk dengan tampilan menggulung. Tapi tidak sesederhana itu, kuliner ini juga akan diisi dengan sayuran, normalnya isian tersebut adalah tumisan pepaya muda dengan rasa gurihnya. Sedangkan untuk bagian luarnya, akan ditaburi dengan bawang goreng, daun sop, irisan cabai, hingga ada taburan abon yang membuatnya semakin gurih. Namun untuk mendapatkannya gampang gampang susah, karena akan sangat mudah ditemukan ketika bulan Ramadhan hingga lebaran tiba, namun begitu sulit di hari-hari biasa. Tetapi jika bingung mencarinya dimana, satu tempat yang paling sering menjualnya adalah salah satu ruko di Pasar Bedug Monpera, cari saja di sana sampai ketemu. Masalah harga memang cukup mahal untuk satuannya, yaitu sekitar 4 ribuan, namun karena adanya kandungan protein yang tinggi dari telur, sangat wajar harga tersebut. Cara Memasak Masakan Dadar Jiwo Bahan...
Sesuai namanya, kue 8 jam dibuat dalam waktu 8 jam. Cara buatnya pun hampir mirip rendang, yakni kue dikukus dalam panci dandang dengan api kecil (slow cooking). Unik sekali, ya? Tapi tak sembarang hari saat membuatnya, karena kue 8 jam lebih banyak ditemukan saat hari Lebaran. Secara garis besar, proses mengolahnya sama seperti kue bolu. Bedanya, bahan kue 8 jam terbilang unik nih, yaitu telur bebek, susu kental manis, margarin, gula, dan agar-agar putih. Hasil akhirnya adalah kue dengan permukaan kecoklatan dan tekstur lembut-kenyal. Rasanya manis sekali dan benar-benar legit, sampai-sampai makan seiris kecil saja sudah cukup. Sumber: https://resepkoki.id/2017/12/19/14-kue-dan-jajanan-pasar-khas-sumatera-yang-ikonik/
Kue maksubah merupakan kue lapis khas Palembang dan di sajikan hanya di acara-acara khusus seperti lebaran, acara pernikahan sebagai bentuk rasa hormat kepada tamu, mertua atau orang tua mereka. maksuba bentuknya mirip seperti bolu lapis namun yang berbeda adalah bahannya yang terbuat dari mentega, telur bebek, susu kental manis dan vanilla. Bahan-bahannya terdiri dari : 1/4 kg mentega 24 butir telor bebek 325 gram gula pasir 1 kaleng susu kental manis 1 sendok vanilla margarin secukupnya Cara membuat : Siapkan loyang persegi untuk cetakan maksuba, kemudian olesi sedikit saja mentega agar tidak lengket Untuk adonan kita membutuhkan 2 wadah yang berbeda, wadah pertama untuk adonan maksuba, dan kedua untuk pelapis adonan Wadah pertama kita kocok semua telur, gula, dan vanilla esence, sampai tercampur rata dan menjadi adonan, lalu sisihkan Wadah kedua untuk lapisan, kita campurkan mentega leleh dengan 1 kaleng...
Bipang Lahat merupakan salah satu makanan tradisional Sumsel yang rasanya manis dan renyah. Makanan ini terbuat dari bahan dasar beras ketan dan gula karamel kental manis. Di kabupaten Lahat, ternyata juga memiliki satu panganan yang mirip dengan makanan khas Tanah Jawa, Teng-teng. Tapi, di Lahat ini namanya Bipang. Di daerah yang dipimpin oleh Aswari Rivai atau yang akrab disapa Kak Wari biasanya menyajikan Bipang pada acara pernikahan, khitanan, bahkan kematian. Bahan-bahan yang digunakan 500 gr beras ketan putih 500 gr gula merah, sisir ½ sdt garam Air secukupnya Minyak goreng secukupnya Cara Pembuatan Pertama, cuci beras ketan hingga bersih. Rendam kurang lebih selama 90 menit. Tiriskan sebentar. Kemudian, kukus beras ketan hingga menjadi aron. Sambil menunggu ketan dikukus, masak gula merah dengan 500 ml air. Rebus di atas api sedang sambil diaduk-aduk hingga gula larut. Angkat kemud...
Di tempat asalnya, khususnya di Kabupaten Lahat, hidangan ini dilarang absen sebagai pendamping ketupat saat hajatan, kenduri, dan Lebaran. Bahan: 2 sdm minyak sayur, untuk menumis 2 batang serai, memarkan 2 lembar daun salam 2 cm lengkuas, memarkan 1 L santan encer, dari 1 ½ butir kelapa parut 200 ml santan kental, dari ½ butir kelapa parut 1 ekor ayam, potong 8 Bumbu, haluskan: 12 butir bawang merah 6 siung bawang putih 3 butir kemiri 3 cm kunyit 1 sdt ketumbar 1 sdt garam ¼ sdt jintan Cara Membuat: Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun salam, dan lengkuas hingga harum. Tuang santan encer, didihkan. Masukkan santan kental dan ayam. Masak hingga ayam matang dan kuah menyusut hingga ¾ bagian. Angkat. Sajikan panas Biasanya di jual bumbunya oleh Cik Jannah di Jalan Depati Amir, Baturusa, Bangka Belitung. Sum...
Kue Lapan Jam Kue Lapan Jam --atau delapan jam? 8 jam? entah yang mana yang benar-- adalah sebuah kuliner manis dari daerah Palembang. Namun, kuliner semacam ini bisa dijumpai di daerah sekitarnya seperti Lampung karena memang pulau Sumatera bagian selatan memiliki jenis kuliner yang mirip. Makna lapan jam pada nama kue ini diambil dari proses pembuatan kue ini sendiri yang memakan waktu benar-benar 8 jam. Kue ini adalah kue yang sangat enak dan sangat manis. Mengapa saya tekankan pada kata manis? Karena memang kandungan gula pada kue ini amat sangat tinggi. Kue ini dominan dengan gula dan telur. Saya tidak menyarankan untuk orang yang terkena diabetes untuk mengonsumsi kue ini. Namun untuk pecinta manis, saya sangat menyarankan kue dari daerah saya ini. Bahan-Bahan (Untuk porsi 1 loyang) 1. 20gr Telur Bebek/Telur Ayam 2. 500gr Gula 3. 1 kaleng Susu Kental Manis 4. 150gr Mentega yang sudah dilelehkan Cara Membuat 1. Kocok t...
MIDANG Midang merupakan sebuah adat istiadat dari Kayuagung, OKI dimana putra-putri daerah melakukan arak-arakan menggunakan 14 macam pakaian adat OKI dan berjalan kaki sekitar 5-6 km. Kemudian, barisan pengantin remaja ini menyeberangi Sungai Komering menggunakan perahu ketek. Hal ini memberikan gambaran betapa mulianya ritual perkawinan yang merupakan pertanda berakhirnya masa bujang ( muanai ) dan gadis ( mouli ). Dalam ritual itu digambarkan bagaimana perkawinan itu dimulai dari perkenalan antara bujang dan gadis, lalu ada acara melamar atau bahkan kawin lari dan diakhiri dengan perkawinan yang diwarnai arak-arakan sepasang pengantin keliling kota untuk memberi tahu warga bahwa sepasang remaja itu kini sudah berubah status. Ritual ini juga biasanya diadakan dengan adanya festival bidar (lomba perahu dayung) dan berbagai acara lain yang menarik untuk disaksikan. Secara umum ada dua jenis midang, yakni midang pernikahan dan midang morge siwe. Midang pernika...
PAGARALAM POS, Pagaralam – Usai lebaran, banyak warga yang melangsungkan pernikahan. Di Pagaralam, ada satu tradisi yang ditujukan untuk menghormati para pengantin. Dalam bahasa Besemah pengantin disebut dengan bunting. Tradisi itu dinamakan pantauan bunting . Hingga kini, pantauan bunting masih terus dijalankan masyarakat Pagaralam. Anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah menjelaskan, pantauan bunting merupakan tradisi untuk menghormati pengantin. “Wadah untuk menjamu pengantin. Juga untuk mempererat tali kekeluargaan,” ucap Satar, dijumpai Pagaralam Pos di kediaman pribadinya di Simpang Dusun Petani, kemarin (15/7). Pantauan bunting kata Satar, digelar oleh sanak famili pengantin. Bisa juga digelar oleh warga di dusun tempat pengantin itu melangsungkan pernikahan. “Umumnya mantau bunting dilaksanakan saat hari bemasak . Sebab, di hari itu pengantin belum terlal...