Masyarakat Aceh juga memiliki tradisi yang unik dalam memuliakan Nabi Saw dan merayakan hari kelahiran pemimpin umat ini. Tradisi ini dapat kita lihat pada penamaan bulan menurut kalender Aceh, yang mengikuti hitungan Qamariyah sebagaimana kalender Hijriyah. Penamaan bulan pada kalender Aceh untuk bulan ketiga adalah Buleun Maulod (Bulan Maulid), bulan yang keempat Buleun Adoe Maulod, dan bulan yang kelima Buleun Keumun Maulod. Jadi menurut kalender ini, tradisi perayaan maulid di Aceh dilaksanakan dalam rentang waktu tiga bulan tersebut. Apabila kita urutkan berdasarkan kalender Hijriyah, maka perayaan maulid Aceh berlangsung antara bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir, dan Jumadil Awal.
Tarian Seribu Tangan atau Tari Saman merupakan tarian khas dari Aceh yang berasal dari suku Gayo. Tarian ini dilakukan dalam suatu kelompok yang terdiri dari belasan sampai puluhan laki-laki dalam jumlah ganjil. Lagu yang digunakan untuk mengiringi tarian ini biasa berupa syair mengenai dakwah dan dinyanyikan sendiri oleh para penari tanpa menggunakan alat musik. Tarian Saman dapat mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan ,dan kebersamaan. Mulai dikembangkan dari abad ke-14 oleh Syekh Saman, tarian Saman telah menjadi salah satu cara untuk menyebarkan agama Islam di Aceh melalui syair-syair yang berisi dakwah. Gerakan pada tarian Saman menggunakan 2 unsur utama yaitu tepukan tangan dan tepukan dada. Gerakan ini tergolong unik karena hanya terdiri tepukkan tangan para penari yang membentuk irama sesuai dengan lagu tarian. Pada jaman dahulu, tarian ini digunakan hanya untuk merayakan hari-hari adat keagaman seperti hari Maulid Nabi Muhammad. Namun dal...
Sejarah Serta Asal Usul Tari Saman Tari Saman merupakan salah satu tari asal Suku Gayo, Aceh, Indonesia yang biasanya diperankan oleh laki-laki. Di mana tari ini mulai dikembangkan sejak abad ke-14 oleh seorang ulama besar Aceh yang bernama Syekh Saman. Pada awalnya, tari Saman hanyalah semua permainan rakyat yang disebut dengan Pok Ane . Akan tetapi setelah kebudayaan Islam masuk ke daerah Aceh, khususnya Suku Gayo, permainan rakyat ini kemudian berakulturasi . Sehingga nyanyian pengiring permainan rakyat Pok Ane yang mulanya bersifat pelengkap, berubah menjadi sebuah nyanyian penuh makna serta pujian kepada Allah. Tak hanya itu, kebudayaan Islam juga mampu mengubah beberapa gerakan dasar pada tarian ini, mulai dari tepukan tangan hingga perubahan pada tempat duduk para penarinya. Penggunaan Tari Saman dan Pengakuan dari Dunia Di masa kesultanan Aceh, tarian ini hanya ditampilkan saat acara atau perayaan Maulid Nabi Muhammad. P...
Tari Saman adalah sebuah tarian dari Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011. Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan nilai-nilai tertentu yaitu pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Tari saman biasanya ditampilkan tidak menggun...
https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rabbani_Wahed Tari Rabbani Wahed adalah sebuah seni tari sufi yang berasal dari Samalanga , Bireuen , Aceh , Indonesia . Tarian yang mengajarkan tentang tauhid, agama, serta kekompakan melalui gerakan energik ini diciptakan oleh T. Muhammad Daud Gade . Tarian Sufi yang dimulai dengan mengikuti syair dari tarian Meugrob dan memiliki lebih dari 30 gerakan yang diawali dengan melakukan Rateb du'ek ("duduk") dan Ratep deng ("berdiri") ini merupakan pengembangan dari tarian Meugrob yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. [1] Daftar isi 1 Sejarah 2 Gerakan 3 Penampilan 4 Pelestarian 5 Rujukan 6 Pranala luar Sejarah [ sunting | sunting sumber ] Asal-muasal tari Rabbani Wahed yaitu berasal dari tarian M...
Rebutan isi bale (tempat makanan yang disediakan untuk mMulid) seolah menjadi tradisi dan pandangan wajib secara turun temurun di kalangan masyarakat Simeulue. Itu terjadi saat dilaksanakanMaulid Nabi Muhammad SAW oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue di halaman Mesjid Baiturrahmah Kota Sinabang, Kamis, 14/12/2017. Peringatan Maulid ini juga dihadiri Bupati Simeulue Erli Hasyim, S.H, S.Ag, M.I.Kom serta sejumlah SKPK Simeulue, berlangsung hikmat dan penuh makna. Ustad Hasanuddin Yusuf Adan, yang juga dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menyampaikan tausiyah pada Maulid Akbar tersebut. Ustad Hasanuddin Yusuf Adan menyampaikan, Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan bagi ummat manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan semua sikap dan tingkah laku terpuji, yang diajarkan pada manusia. Begitupun, kondisi ummat hari ini sangat miris. Itu terlihat dari perbuatan tak patut, krisis sopan santun dan tata krama. Ini sangat bertolak belakang dengan y...
Provinsi Aceh adalah destinasi tepat untuk traveling saat bulan Ramadan. Di Kabupaten Pidie Jaya, wisatawan bisa mengenal tradisi syiar Islam 'dalail khairat' dan 'likee'. Inilah dzikir bersama-sama dengan suara merdu. Sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Aceh bisa mengenalkan traveler dengan syiar Islam yang dilakukan turun-temurun. Di SMK Negeri 1 Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya misalnya, Anda bisa mengenal syiar Islam 'dalail khairat' dan 'likee'. 'Dalail khairat', warga Aceh menyebutnya 'dalae' adalah salah satu dzikir yang dilakukan kelompok masyarakat di masjid, musala, atau tempat lain berupa paduan suara syiar Islam. Dalae adalah salah satu tradisi yang dilakukan di desa dan madrasah di Aceh. 'Dalae' biasa dipimpin oleh Syeh, yang memiliki nafas panjang dan suara merdu. Warga yang terpilih menjadi anggota 'dalae' adalah mereka yang bersuara keras sehingga terdegar jelas meski tanpa menggunakan mikro...
Jangut ngkurik adalah bahasa daerah Gayo yang terdiri atas 3 kata, yaitu jangut berarti bulu, ng berarti nya, dan kurik berarti ayam. Jadi, jangut ngkruik berarti bulunya ayam atau tepatnya bulu ayam. Permainan ini dinamakan demikian karena bahan baku utamanya adalah bulu ayam. Bulu-bulu ayam dimasukkan ke dalam bambu kecil, sehingga bila bambu tersebut dipukul pada bukunya, jangut ngkurik yang ada di dalamnya melayang ke udara. Para pemain berdiri melingkar pada suatu lapangan, dan di tengah-tengah berdiri seorang sebagai pembagi bola jangut ngkurik yang di dalam bahasa daerah ini disingkat dengan bal. Pembagi tersebut tugasnya membagi bal kepada setiap pemain. Pemain yang gagal mengembalikan balnya kepada pembagi harus menerima hukuman dan bertindak sebagai pembagi bal yang berdiri di tengah lingkaran. Sejarah Permainan ini dari dahulu sampai sekarang keadaannya tidak berubah, baik mengenai aturan maupun penyempurnaan bal. Kedudukannya sudah terdesak permainan bulu t...
Dalam kalender Aceh, ada tiga bulan berturut yang disebut dengan bulan maulod, yaitu padabulan Rabiul Awal disebut Maulod Awai (Maulid Awal) yang dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai berakhir bulan Rabiul Awal. Sedangkan Kenduri Maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir disebut Maulod Teungoh (Maulid Tengah) yang dimulai dari tanggal 1 bulan Rabiul Akhir sampai berakhirnya bulan Rabiul Akhir tersebut. Selanjutnya, Kenduri Maulid pada bulan Jumadil Awal disebut Maulod Akhee (Maulid Akhir) yang dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Awal. Kenapa dikatakan tradisi terbesar? Karena tidak ada desa (Gampong) yang tidak merayakannya meskipun dalam skala kecil. Kemudian dilaksanakan juga di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi yang dilakukan secara besar-besaran. Pada setiap perayaan maulid itu dan sudah menjadi tradisi hampir dapat dipastikan ada penyembelihan sapi atau kerbau. Penyembelihan sapi atau kerbau itu sampai puluhan ekor tergantung tingkatanny...