Rebutan isi bale (tempat makanan yang disediakan untuk mMulid) seolah menjadi tradisi dan pandangan wajib secara turun temurun di kalangan masyarakat Simeulue. Itu terjadi saat dilaksanakanMaulid Nabi Muhammad SAW oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue di halaman Mesjid Baiturrahmah Kota Sinabang, Kamis, 14/12/2017.
Peringatan Maulid ini juga dihadiri Bupati Simeulue Erli Hasyim, S.H, S.Ag, M.I.Kom serta sejumlah SKPK Simeulue, berlangsung hikmat dan penuh makna. Ustad Hasanuddin Yusuf Adan, yang juga dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menyampaikan tausiyah pada Maulid Akbar tersebut.
Ustad Hasanuddin Yusuf Adan menyampaikan, Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan bagi ummat manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan semua sikap dan tingkah laku terpuji, yang diajarkan pada manusia. Begitupun, kondisi ummat hari ini sangat miris. Itu terlihat dari perbuatan tak patut, krisis sopan santun dan tata krama. Ini sangat bertolak belakang dengan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Usai tausyiah dilanjutkan penyerahan santunan anak yatim secara simbolis oleh Bupati Simeulue. Dan, sejumlah anak-anak serta dewasa langsung merapat, berdesakan secara tidak teratur pada bale makanan. Tujuannya, mengambil makan yang disediakan. Sehingga menyulitkan panitia dalam menyerahkan dan membagi makanan yang ada. "Sangat sulit kita membagi makanan yang ada, saling berebut, susah diatur sehingga ada yang dapat banyak dan ada yang tidak dapat makan sama sekali," ujar Eni, panitia maulid.
Kondisi itu dibenarkan Rahma (52). Menurutnya,saat pembagian makanan harusnya masyarakat bersikap sabar dan teratur serta tidak berdesakan dan saling rebutan, sehingga panitia bisa membagi makanan secara merata. "Kalau tidak tertib seperti ini, bagi yang sudah tua seperti saya akan sangat sulit mendapat makanan, sementara yang muda mudah mendapatkannya, bahkan sampai berpuluh bungkus makanan mereka dapat," terang Rahmah.
Rebutan makanan atau nasi dalam kegiatan Maulid Akbar di Kota Sinabang sudah terjadi secara turun temurun. Bisa jadi karena memang semangat merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
Sumber: http://modusaceh.co/news/tradisi-rebutan-isi-bale/index.html
#SBJ
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...