Ritual
Ritual
Ritual Adat Aceh Aceh Besar
Kegiatan kenduri maulod nabi di Aceh
- 2 Januari 2019

Dalam kalender Aceh, ada tiga bulan berturut yang disebut dengan bulan  maulod, yaitu padabulan Rabiul Awal disebut Maulod Awai (Maulid Awal) yang dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai berakhir bulan Rabiul Awal. Sedangkan Kenduri Maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir disebut Maulod Teungoh (Maulid Tengah) yang dimulai dari tanggal 1 bulan Rabiul Akhir sampai berakhirnya bulan Rabiul Akhir tersebut. Selanjutnya, Kenduri Maulid pada bulan Jumadil Awal disebut Maulod Akhee (Maulid Akhir) yang dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Awal.

Kenapa dikatakan tradisi terbesar? Karena tidak ada desa (Gampong) yang tidak merayakannya meskipun dalam skala kecil. Kemudian dilaksanakan juga di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi yang dilakukan secara besar-besaran. Pada setiap perayaan maulid itu dan sudah menjadi tradisi hampir dapat dipastikan  ada penyembelihan sapi atau kerbau.

Penyembelihan sapi atau kerbau itu sampai puluhan ekor tergantung tingkatannya. Terkadang pada tingkat kampung saja ada dua atau tiga ekor sapi atau kerbau yang disembelih. Ada adagium dalam masyarakat Aceh yang menyebutkan:  Hana rubah aneuek binantang nyan kon maulod. (tidak ada penyembelihan anak binatang bukan disebut perayaan maulid). Karena itu, ada yang menyindir, bulan-bulan maulod di Aceh adalah bulan-bulan perbaikan gizi.

Kenyataannya memang demikian, untuk merayakan maulod, setiap kampung jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri sedemikian rupa. Perayaan maulod menjadi agenda besar gampong. Ada gampong jauh-jauh hari telah fokus mengumpulkan uang (dalam bahasa Aceh disebut meuripee peng) setiap warga untuk membeli sapi atau kerbau. Kadang ada gampong yang memang suda ada sapi atau kerbau yang dipelihara untuk itu..

Apa yang dilakukan  pada saat perayaan Maulod? Pada salah satu hari dalam  3 bulan itu ditetapkan dalam musyawarah besar gampong sebagai hari maulod. Antara gampong tetangga saling memberitahukan atau diberitahukan jadwalnya agar tidak ada yang bentrok. Karena  masyarakat gampong yang satu mengundang masyarakat gampong tetangga lainnya untuk hadir di gampong mereka. Banyak atau sedikitnya gampong yang diundang sangat tergantung pada persediaan berapa ekor sapi atau kerbau atau kambing yang dipotong. Bila persediaan sedikit maka yang diundang pun sedikit.

Pada hari H, yang saya lihat ada sedikit perbedaan acara yang dilakukan tergantung daerah.  Bila di daerah Aceh Besar dan sekitarnya, masyarakat gampong tetangga diundang datang  ke mesjid atau meunasah (musholla) tempat diadakan kenduri biasanya setelah sholat asar.

Gampong yang mengundang menyediakan idang (hidangan) yang dibawa oleh setiap warganya yang berisi lauk pauk dan nasi yang sudah dibungkus dengan daun pisang yang disebut bu kulah. Bila perayaan maulod besar, maka warga diminta untuk menyediakan idang meulapeh (berlapis-lapis), dimana bu kulah dan lauk disusun berlapis dalam idang yang ditutup dengan tudung saja dan dibungkus dengan kain warna warni. Bila kendurinya kecil, idang cukup satu lapis yang berisi 20 buah bu kulah dan lauk.

Di Aceh Besar dan sekitarnya ada istilah kuah beulangong (kuah belangga) yaitu daging yang disembelih di gampong semuanya dimasak di meunasah atau dipekarangan mesjid dalam belangga besar. Ada berpuluh-puluh belangga tergantung jumlah sapi yang dipotong.  Jadi tidak dimasak di rumah. Masyarakat hanya mengambilnya saja setelah ada pemberitahuan dari panitia. Sebagian dari kuah belangong itu disisihkan untuk para masyarakat gampong lain yang diundang. Istilah kuah beulangong sangat terkenal di Aceh Besar dan sekitarnya.

Panitia menentukan tempat di halaman mesjid atau menasah (surau) untuk para masyarakat gampong yang diundang. Di sana telah diletak sejumlah idang (tergantung besar kecilnya gampong). Bila masyarakat gampong yang diundang adalah gampong yang penduduknya banyak maka jumlah idang banyak atau disesuaikan.

Kemudian para undangan dipersilakan untuk membuka idang dan menyantapnya secara bersama-sama. Tidak tertutup kemungkinan bila makanan berlebih, boleh di bawa pulang dan panitia juga menyediakan kantung plastik untuk undangan membutuhkannya.

Di daerah ini juga, selain ada acara di Meunasah, masyarakat gampong secara pribadi bagi yang mampu juga membuat kenduri di rumah. Cuma yang diundang adalah kerabat-kerabat dekat di gampong lain untuk makan bersama di rumah tempat yang mengadakannya.

Pada hari H itu, mulai pagi sampai bakda asar,  ada sekelompok orang membaca zikir, selawat  dan puji-pujian kepada Nabi. Kelompok ini sengaja diundang atau bisa jadi di gampong tersebut memang ada kelompok zikir yang sudah terbentuk bila tidak diundang santri dayah (pesantren) untuk meudikee. Acara kenduri maulod selesai bila sudah menyelesaikan santapan yang telah disediakan.

 

Kemudian kenduri maulod di pantai Barat Selatan, mungkin ada sedikir perbedaan. Meskipun tradisi penyembelihan tetap ada namun di sana tidak dikenal kuah beulangong seperti di Aceh Besar dan sekitarnya. Di daerah ini, daging dimasak di rumah masing-masing atau kelompok rumah yang telah ditentukan sendiri.

Idang di daerah ini biasanya dibuat dari rotan atau bambu berbentuk slinder besar dan panjang. Satu untuk lauk dan satu lagi untuk bu kulah yang ditempatkan secara tersusun. Bahkan, dalam satu idang ini, ada sampai 100 bungkus lauk dan 100 bu kulah. Lalu idang itu di bungkus dengan kain biasanya kain  pernak pernik warna kuning.

Masyarakat gampong tetangga yang diundang sudah berdatangan sebelum sholat zuhur karena acara dilaksanakan setelah sholat zuhur di mesjid atau meunasah yang telah ditentukan. Di daerah ini yang me-dikee adalah semua masyarakat gampong yang undang. Mereka duduk berkelompok pada kelompok gampong sendiri kemudian meu-dikee. Jadi bukan kelompok yang diundang tetapi masyarakat gampong yang diundang yang meu-dikee. Bila sepuluh gampong yang diundang maka ada sepuluh kelompok dikee. Karenanya, saat mendekati bulan maulod di daerah ini warga gampong pada malamnya sudah ada latihan meu-dikee. Acara meudike dimulai setelah sholat zuhur sampai sholat asar.

Menariknya pada saat perayaan maulod,  meu-dikee selain dilakukan secara duduk juga kemudian dilanjutkan secara berdiri (disebut dikee dong). Dikee dong juga mengucapkan pujian-pujian kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Setelah semua itu dilaksanakan pada akhirnya ditutup dengan doa oleh masing-masing gampong secara sendiri-sendiri. Baru kemudian, setelah itu sholat asar panitia menyerahkan idang kepada masing-masing gampong.

Selain idang yang dimaksud juga ada idang nasi ketan yang dihias, yang diserahkan kepada gampong undangan. Idang ini berisi nasi ketan ( bu lukat) , daging ayam bakar atau  kelapa parut yang sudah dicampur dengan gula gongseng (keramel) yang disebut dengan u mirah atau tepung yang dicapur pisang atau dalam basa disebut tumpoe sebagai kawan nasi ketan.

Kemudian, sebagai penyemarak kenduri ada pohon pinang atau bambu yang segaja dipajang di tempat acara. Pada pohon pinang atau bambu digantungkan sejumlah buah-buahan atau tebu yang sudah dikupas dan dipotong-potong juga digantung kelapa muda.

Pada semua perayaan maulid diakhiri dengan makan bersama. Karena kalau ada istilah keunduri pasti ada makan-makan bersama. Ini semua dilakukan sebagai ungkapan atau luapan rasa cinta kepada Rasul. Allahumma shalli ala saidina Muhammad.

Sumber : https://www.kompasiana.com/husita/54f37eb4745513942b6c7883/perayaan-maulid-nabi-dalam-tradisi-aceh

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum