Sumber : (https://img-z.okeinfo.net) ke Pulo Aceh, sempatkan untuk menjajaki Mercusuar Willem Toren III yang letaknya di ujung Pulo Breuh (Pulau Beras). Dari puncak menara ini bisa menikmati keindahan panorama ujung paling barat Indonesia. Willem Toren yang berada di balik hutan Gampong Meulingge, Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, merupakan tower peninggalan Pemerintah Belanda yang dibangun 1875. Mercusuar ini mengadopsi nama Raja Luxemburg kala itu, Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk (Raja Willem III). Menara bundar setinggi 85 meter ini kabarnya hanya ada tiga di dunia. Selain di Pulo Aceh, tower serupa juga ada di Belanda dan Kepulauan Karibia. Namun yang di Belanda sudah difungsikan sebagai museum, sementara dua lainnya masih aktif. Sumber :https://lifestyle.okezone.com/read/2015/11/18/406/1251715/melihat-kedamaian-pulo-aceh-dari-mercusuar-willem-toren-iii
Jeumpa zaman dahulu merupakan sebuah kerajaan, letaknya di Desa Blang Seupeung Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Di desa itu ditemukan makam Raja Jeumpa persisnya diatas bukit kecil di Dusun Tgk Keujruen. Tulisan ini merupakan rangkuman dari Ikhtisar Radja Jeumpa, yang di tulis oleh Ibrahim Abduh, mantan guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Bireuen. Tulisan itu ditulis pada 29 April 2004. Menurutnya dari dulu masyarakat di Biereun sering mendengar hikayat Raja Jeumpa. Kapan hikayat itu ada dan apa agama yang dianut olej raja tersebut, sampai kini masih menjadi tanda tanya. Malah ada yang menyebutkan hikayat raja Jeumpa hanya legenda atau tambo belaka. Benar atau tidak sampai kini masih jadi tanda tanya. Namun dari penelusuran dan bukti-bukti yang pernah ditemukan, banyak pihak meyakini raja Jeumpa dan kerajaannya memang benar-benar pernah ada. Secara geografis, kerajaan Jeumpa terletak di daerah...
Beulangong atau belanga dalam bahasa Indonesia adalah perkakas dapur yang dipakai untuk memasak sayur-sayuran, ikan daging dan lain-lain. Beulangong terbuat dari tanah liat dengan ukuran bremacam-macam, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemakaiannya. Pada umumnya beulangong diperoleh dengan membeli di pasar-pasar atau membeli pada orang-orang yang menjajakannya ke desa-desa. Sedangkan penjual itu sendiri mengambil atau membeli pada pengrajin-pengrajin. Tidak jarang penjual beulangong melakukan sistim tukar menukar dengan barangbarang yang lain seperti botol kosong, kaleng dan lain-lain. Kalau penjaja mendatangi daerah pantai (tidak jarang mereka mau menukarkan dengan garam), sumber :http://www.wacana.co/2012/03/alat-memasak-tradisional-aceh/
Minuman tradisional satu ini merupakan minuman jenis kopi yang khas dari daerah Aceh. Namanya adalah Kopi Gayo. Apakah Kopi Gayo itu? Kopi Gayo adalah salah satu jenis kopi yang dihasilkan dari perkebunan kopi di dataran tingggi Gayo, Aceh. Di sana terdapat dua varietas kopi yang banyak dikembangkan oleh masyarakat, di antaranya jenis kopi Arabica dan jenis kopi Robusta. Berbeda dengan jenis kopi di Indonesia lainnya, jenis kopi satu ini memiliki cita rasa dan aroma yang sangat khas, sehingga banyak digemari oleh para penikmat kopi. Kopi Gayo ini merupakan salah satu jenis kopi yang terkenal di Indonesia, bahkan kualitasnya sudah diakui oleh dunia. Keunikan Dan Keistimewaan Kopi Gayo Salah satu keunikan dan keistimewaan Kopi Gayo ini terletak pada rasa dan aromanya. Kopi Gayo memiliki rasa yang bervariasi, karena letak tanah, kadar air, dan kondisi tanah di dataran tinggi Gayo cend...
Rumoh Aceh ini merupakan rumah adat tradisional Aceh yang dibuat besar karena mempunyai fungsi sosial sebagai tempat berkomunikasi, bermufakat tempat mengadakan kenduri, peresmian pernikahan, khitanan dan sebagainya (Saleh., 1970). Rumah ini masih ada beberapa di sekitar masyarakat sekarang. Tetapi bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan rumah yang di buat pada saat kejayaan Aceh dulu. Selain itu seni ukir yang terdapat disini sudah mulai kurang diperhatikan. Konstruksi dan Simbolisme Rumoh Aceh Dalam membangun Rumoh Aceh ini diperlukan jenis kayu tertentu yang ditemukan di dalam hutan belantara. Kayu-kayu tertentu ini harus yang umur kayunya diperkirakan telah cukup tua, lurus serta dapat berdiri dengan tegak. Penebangan kayu ini dilakukan oleh penebang kayu yang mempunyai pengetahuan tentang perjalanan bulan. Karena menebang kayu sudah ada waktu yang ditentukan yaitu tidak boleh saat waktu air pasang. Jika saat terjadi air pasang maka kayu-kayu yang sudah d...
Selain menggunakan mi kuning basah, mi lidi bahkan mi telur juga lezat dimasak menggunakan bumbu Aceh yang sarat rempah. Bahan: 650 ml air 150 g daging sapi 500 g mi kuning basah, seduh air panas, tiriskan 50 g udang kupas 1 buah tomat, potong-potong 5 butir bawang merah, iris tipis 4 siung bawang putih, iris tipis 100 g kol, iris tipis 1 batang bawang daun 2 sdm kecap manis 2 sdt kecap asin 1 sdt garam ½ sdt gula pasir 4 sdm minyak sayur Bumbu, haluskan: 5 buah cabai merah 5 siung bawang putih 1 cm jahe 3 butir kemiri, sangrai ¼ sdt ketumbar, sangrai ¼ sdt jintan, sangrai 3 butir adas manis, sangrai 3 butir kapulaga ½ cm kunyit 1 sdt merica putih bubuk Pelengkap: Emping Acar mentimun Cara Membuat: 1/ Rebus daging sapi hingga empuk. Tiriskan daging...
Dengan bahan dasar ayam, makanan khas Aceh ini terlihat menyerupai ayam balado. Namun ketika Anda mencicipi rasa dari kuah masem kue-eung campuran bumbu balado dan kari terasa menyatu sehingga menghasilkan masakan dengan cita rasa super unik. Makanan khas ini juga memiliki rasa pedas yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Kuah masem kue-eung paling cocok disajikan bersama nasi putih hangat.
Dodol Meuseukat adalah makanan khas Aceh yang berbentuk bulat yang di atasnya terdapat hiasan yang indah. Berbeda dari dodol lain yang berwarna coklat, Dodol Meuseukat berwarna putih agak kuning karena hanya berbahan tepung dan nanas. Makanan ini hanya disajikan dalam acara pernikahan atau penyambutan tamu. Karena ini adalah makanan yang sering disajikan saat penyambutan tamu maka semakin indah hiasan yang ada di atas Dodol Meuseukat ini maka semakin baik dan sopan dalam menjamu tamu yang datang. Selain itu, warna putih dari dodol ini melambangkan kejernihan hati dari masyarakat aceh sendiri. Untuk membuat Dodol Meuseukat ini diperlukan waktu yang cukup lama sehingga orang yang menginginkannya harus memesan terlebih dahulu. Berikut adalah bahan-bahan dan cara memasak Dodol Meuseukat khas Aceh Bahan-bahan 4 kg Tepung Terigu 2500 gr Gula Pasir 500 gr Mentega 8 buah Nanas 16 buah Jeruk Peras Secukupnya Air Putih Cara Memasak Ayak tepung terigu lalu sisihkan. Kemudian kupas...
" Aspek-aspek arkeologi Indonesia no. 19: Makam-makam Islam di Aceh = Aspects of Indonesian Archaeology : Muslim tombs in Aceh Ambary, Hasan Muarif (1996) Aspek-aspek arkeologi Indonesia no. 19: Makam-makam Islam di Aceh = Aspects of Indonesian Archaeology : Muslim tombs in Aceh. Documentation. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. [img] Text (39 hal) 19.pdf Download (3MB) | Preview ITEM TYPE: Monograph (Documentation) SUBJECTS: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Pendidikan > Kebudayaan > Seni dan Kesenian Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia Pendidikan > Kebudayaan > Warisan budaya Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian kebudayaan DIVISIONS: Badan Penelitian dan Pengembangan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional DEPOSITING USER: Mrs Murnia Dewi DATE DEPOSITED: 23 Aug 2019 05:57 LAST MODIFIED: 23 Aug 2019 05:57 URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/4972 Actions...