Cap Go Meh merupakan festival yang diadakan sebagai pertanda hari kelima belas setelah berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek. Biasanya Cap Go Meh ini selalu dirayakan dengan meriah dengan menggelar festival dan atraksi unik. Para tatung, perantara roh dewa, melakukan aksi ekstrem, seperti menusuk tubuh dengan menggunakan benda tajam. Festival ini diselenggarakan di Singkawang, Kalimantan Barat. Sumber: https://www.travelagent.co.id/article/traveling-ideas/8-ritual-dan-tradisi-tahun-2018
Di dalam Tradisi Tionghoa, perayaan tahun baru Imlek diadakan selama 15 hari. Cap Go Meh merupakan penutupan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek, berarti perayaan ini jatuh pada hari ke-15 bulan pertama tahun Imlek. Masyarakat yang merayakan tahun baru imlek hanya boleh menyampaikan selamat tahun baru imlek selama rangkaian perayaan Imlek, oleh sebab itu, Cap Go Meh juga menjadi hari terakhir untuk menyampaikan selamat tahun baru imlek. Perayaan Cap Go Meh diawali dengan pawai dengan pertunjukkan budaya Tionghoa seperti barongsai dan diakhiri dengan makan bersama keluarga Pawai Pawai dalam acara Cap Go Meh merupakan hal yang cukup baru. Sebelum era reformasi, perayaan Cap Go Meh lebih sederhana. Keluarga saling berkumpul dan makan bersama, tidak ada pawai dan tidak ada perayaan meriah di tempat umum. Setelah era reformasi, perayaan Cap Go Meh menjadi lebih meriah dengan diadakannya pawai. Acara Cap Go Meh dimulai pada sore hari, sesuai dengan arti dari Cap Go Meh...
Sembahyang kubur adalah sebuah ritual turun-temurun yang biasa dilakukan oleh orang-orang etnis tionghua Pontianak penganut agama Kong hu cu yang dilakukan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan tiga dan bulan tujuh penanggalan imlek. Pada ritual ini, terdapat suatu ritual yaitu pembakaran kapal kertas yang disebut juga dengan istilah Jong son (bahasa hakka) atau wang kang (bahasa tio ciu), dimana Jong berarti samudera dan son berarti kapal. Kegiatan Jong son biasanya dilakukan pada hari terakhir sembahyang kubur tepat pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan imlek. Pembakaran Jong son biasanya dilakukan di tempat Pemakaman etnis tionghua di daerah Sungai Raya, Pontianak. Jong son berbentuk seperti kapal yang terbuat dari kertas. Dalam kapal tersebut terdapat uang kertas dunia fana (kim ci) dan kebutuhan-kebutuhan untuk dunia fana seperti baju, sandal, dan lain-lain yang terbuat dari kertas. Sebelum pembakaran dilaksanakan, akan ada acara perebutan persembahan sembahyang seperti...
Cap Go Meh merupakan hari dimana suku Tionghoa merayakan hari ke-15 dari Tahun Baru Imlek, sekaligus menjadi sebuah highlight dan menutup perayaan Tahun Baru Imlek. Pada saat Cap Go Meh, keluarga suku Tionghoa biasa merayakannya dengan makan bersama keluarga besar, entah itu di rumah maupun di restoran. Selain itu, diadakan juga parade naga dan barongsai di sekitar jalan raya, terutama di Jalan Gajahmada Kota Pontianak. Parade naga dan barongsai selalu disambut dengan meriah oleh warga setempat karena bisa menjadi hiburan yang hanya diadakan satu kali setiap tahunnya. Tidak hanya diramaikan oleh naga dan barongsai, ada juga tatung yang melakukan aksi-aksi ekstrim seperti menusuk dirinya sendiri dengan pisau dan paku, koko mei-mei Kalimantan Barat, dan masih banyak lagi. Parade ini biasanya berlangsung lebih ramai dan meriah pada malam hari, karena banyak naga yang dihiasi dengan lampu-lampu gemerlap dan bahkan ada yang glow in the dark loh ! Setelah naga...
Lapis legit atau **spekoek **merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang termasuk dalam jenis kue basah. Lapis legit mulanya berasal dari Belanda, lalu selanjutnya dikembangkan oleh masyarakat Indonesia sesuai dengan cita rasa lidah masing-masing daerah sehingga memiliki khas yang berbeda. Ciri khas dari kue yang satu ini adalah adonannya yang dibuat berlapis-lapis. Di kalangan orang-orang Tionghoa, lapis legit memiliki sejarah yang sangat mengakar. Lapis legit menjadi sajian wajib pada perayaan Tahun Baru Imlek. Mereka percaya jika semakin banyak lapisan pada kue tersebut maka semakin berlipat-lipat rezeki yang akan didapatkan. Berikut ini adalah cara pembuatan lapis legit. Bahan A : 40 butir kuning telur 350 gram gula pasir ý sendok the vanilla Bahan B : 400 gram butter 300 gram margarin 4 sendok makan susu kental manis 1 sendok teh bumbu spekoek Bahan C : 70 gram tepung terigu protein rendah 20 gram sus...
Kepercayaan mendirikan telur merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa pada perayaan pehcun , yang juga identik dengan tradisi perahu naga dan hari raya Twan Yang. Perayaan pehcun ini diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 menurut penanggalan Khongcu Lek atau yang akrab disebut dengan kalender imlek/cina.  Dahulu, pada setiap hari raya Twan Yang, selain melakukan ritual sembahyang, masyarakat peranakan Tionghoa dari perkumpulan Boen Tek Bio yang berada di seputaran Pasar Lama, Sungai Cisadane, juga memiliki ritual lain yang tidak kalah unik. Tradisi ini merupakan tradisi untuk mendirikan telur pada bagian ujungnya. Konon, pada hari raya Twan Yang tepatnya sekitar jam 11.00 - 13.00 (Twan Ngo), terdapat gaya tarik-menarik antara bumi dan matahari sehingga dapat menyebabkan telur dapat berdiri pada bagian ujungnya. Perayaan untuk mendirikan telur ini juga mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat sekitar...
Bakcang saat ini telah menjadi makanan yang umum dan juga telah menjadi kuliner yang cukup disukai oleh masyarakat Jakarta dan juga daerah di Jawa Barat. Kata ”bakcang” sendiri berasal dari dialek Hokkian yang lazim dibahasakan di antara suku Tionghoa di Indonesia.Menurut legenda, Bakcang Pertama kali muncul pada zaman Dinasti Zhou, ketika Qu Yuan yang bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo. Pada saat itu, bakcang dilemparkan rakyat sekitar ke dalam sungai untuk mengalihkan perhatian makhluk-makhluk di dalamnya supaya tidak memakan jenazah Qu Yuan. Walaupun begitu,Bakcang awalnya tetap merupakan sebuah kuliner khas yang berasal dari daerah Kalimantan Barat tepatnya di Kota Pontianak. Bakcang biasanya dibuat oleh Masyarakat Pontianak khususnya yang berasal dari suku tionghua dalam rangka untuk memperingati Hari Imlek atau Penanggalan China tanggal 5 bulan 5 setiap tahun, pada hari itu mas...
Bakcang saat ini telah menjadi makanan yang umum dan juga telah menjadi kuliner yang cukup disukai oleh masyarakat Jakarta dan juga daerah di Jawa Barat. Kata ”bakcang” sendiri berasal dari dialek Hokkian yang lazim dibahasakan di antara suku Tionghoa di Indonesia.Menurut legenda, Bakcang Pertama kali muncul pada zaman Dinasti Zhou, ketika Qu Yuan yang bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo. Pada saat itu, bakcang dilemparkan rakyat sekitar ke dalam sungai untuk mengalihkan perhatian makhluk-makhluk di dalamnya supaya tidak memakan jenazah Qu Yuan. Walaupun begitu,Bakcang awalnya tetap merupakan sebuah kuliner khas yang berasal dari daerah Kalimantan Barat tepatnya di Kota Pontianak. Bakcang biasanya dibuat oleh Masyarakat Pontianak khususnya yang berasal dari suku tionghua dalam rangka untuk memperingati Hari Imlek atau Penanggalan China tanggal 5 bulan 5 setiap tahun, pada hari itu mas...
Cap Go Meh adalah lafal dialek Tio Ciu dan Hokkian, artinya malam 15. Sedangkan lafal dialek Hakka adalah Cang Njiat Pan , artinya Pertengahan bulan satu. Di daratan Tiongkok dinamakan Yuan Xio Jie dalam bahasa Mandarin yang berarti festival tanggal 15 bulan satu Kalender Tionghoa.jadi Cap Go Meh adalah perayaan yang diperingati oleh etnis Tionghua setiap tahunnya pada saat hari kelima belas setelah Tahun Baru Imlek. Banyak versi yang menyebutkan asal muasal perayaan Cap Go Meh. Salah satu versi menyebutkan Dinasti Zhou (770-256 Sebelum Masehi) yang diyakini mengawali perayaan Cap Go Meh setiap tanggal 15 malam bulan satu Imlek. Perayaan ini diperingati oleh kebanyakan etnis Tionghua di Indonesia. Namun perayaan terbesarnya dan yang paling terkenal terletak di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pada saat perayaan Cap Go Meh di Singkawang sering diadakan atraksi tatung. Warga etnis Tionghoa di Singkawang meyakini tatung sebagai tokoh yang menjadi medium arwah para ksatri...