Imlek
14 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Klenteng Tjoe Tik Bio
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Juwana merupakan salah satu nama kecamatan yang terdapat di Kabupaten Pati. Letaknya berada di pesisir utara Pulau Jawa. Sebagai daerah pesisir, Juwana memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Oleh karena itu, Juwana pun menjadi salah satu kawasan tua yang ada di daerah pantai utara (pantura).   Sebagai kota tua, Juwana banyak memiliki peninggalan-peninggalan berupa bangunan  lawas , di antaranya adalah Klenteng Tjoe Tik Bio. Klenteng ini terletak di Jalan Camong No. 1 Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi klenteng ini berada di sebelah utara perusahaan rokok bernama PT Tapal Kuda Kencana.   Keberadaan klenteng ini tidak terlepas dari keberadaan orang-orang Tionghoa yang bermukim di Juwana. Ketika terjadi Geger Pecinan (juga dikenal sebagai Tragedi Angke, dalam bahasa Belanda  Chinezenmoord  yang berarti “Pembunuhan orang Tionghoa) di Batavia pada tahun 1740, lebih sepuluh ribu orang Tionghoa...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Litang Gerbang Kebajikan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Jalan Drs. Yap Tjwan Bing merupakan jalan kenangan bagi saya tatkala SMA. Pada waktu kelas 3, saya sering melewati jalan ini untuk menuju sekolah saya, yaitu  SMA Negeri 3 Surakarta , yang berada di  Kerkhof , Jagalan. Dulu jalan ini masih bernama Jalan Jagalan. Pada waktu itu, saya juga tahu kalau di sepanjang jalan itu terdapat bangunan  lawas  yang berhubungan dengan agama Khonghucu. Hanya saja ketika itu saya belum mempunyai kamera dan belum mengenal blog, jadi ya sekadar lewat saja.   Setelah sekian tahun berlalu, saya berkesempatan lagi untuk menapak tilas jalan tersebut, dan berkunjung ke sebuah bangunan kuno tersebut yang dikenal dengan Litang Gerbang Kebajikan. Litang ini terletak di Jalan Drs. Yap Tjwan Bing No. 15 RT. 01 RW. 01 Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi litang ini berada di dalam kompleks SD Tripusaka, atau selatan  Rumah Potong Hewan Jagalan  ± 300 m....

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Barongsai
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Barongsai merupakan suatu kesenian tradisional dari Tionghoa dengan menggunakan kostum seperti singa. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa Barongsai ini memiliki simbol keberanian, stabilitas, keunggulan, serta dapat mengusir roh-roh jahat. Tarian ini dipercaya dapat membawa keberuntungan sehingga diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan restoran, pendirian klenteng, dan perayaan Tahun Baru Imlek. Asal muasal adanya barongsai itu dimulai dari zaman dahulu di Tiongkok, adanya makhluk bernama Nian. Setiap setahun sekali Nian selalu datang ke perkampungan dan dia memangsa semua yang ada di perkampungan itu mulai dari manusia maupun hasil dari pertanian yang ada di sana. Kemudian para ahli berkumpul menjadi satu dan mereka memikirkan bagaimana cara untuk mengusir si makhluk ini yang bernama Nian. Akhirnya para ahli membuat keputusan untuk membentuk Barongsai. Biasanya Barongsai dibuat dengan tabuh-tabuhan serta musik yang sangat berisik dengan tujuan untuk mengusir Nian...

avatar
Oskm18_19718006_sherlica
Gambar Entri
Grebeg Sudiro
Ritual Ritual
Jawa Tengah

  Grebeg Sudiro pertama kali diadakan pada tahun 2007 dan biasanya pada bulan Januari atau Februari tepatnya 7 hari menjelang perayaan hari raya Imlek(Tahun Baru Cina). Tema yang dibuat setiap tahun selalu berbeda tetapi inti tema selalu tentang kebhinekaan. Perayaan grebek kebetulan selalu dirayakan menjelang tahun baru Imlek, kebetulan juga kampung Sudiroprajan terkenal dengan kampung pembauran yang mana penduduknya terdiri atas etnis Tionghoa dan Jawa. Maka dari itulah perayaan ini dinamakan sebagai Grebeg Sudiro.   Grebeg Sudiro sendiri bertujuan juga untuk mengangkat kebudayaan Jawa dan Tionghoa. Sebelum diadakannya grebeg, biasanya aka nada pra event yang namanya Umbul Mantram. Umbul Mantram adalah acara sakral yang dilakukan oleh penduduk Sudiroprajan sendiri. Umbul Mantram bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan YME. Umbul Mantram biasanya mengelilingi kampung Sudiroprajan dengan membawa dua jodang(gunungan) yai...

avatar
OSKM18_16418083_Lucky Bagas Sri Hartono
Gambar Entri
Museum Rekor Dunia Indonesia
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI (dahulu Museum Rekor Indonesia) adalah sebuah museum yang terletak di Semarang , Indonesia . Museum ini merupakan tempat dicatatnya data prestasi superlatif yang terjadi di Indonesia. Didirikan tanggal 27 Januari 1990 yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2541 (saat itu belum merupakan hari libur nasional) oleh Jaya Suprana bersama dengan PT Jamu Jago , museum ini sudah mencatat lebih dari 1.200 rekor hingga Juli 2005. Bersamaan dengan peresmian galeri Muri di kawasan wisata candi Borobudur ( 14 Agustus 2005), dilakukan perubahan kepanjangan MURI yang semula Museum Rekor Indonesia menjadi Museum Rekor Dunia Indonesia. Selain sebagai museum , Museum Rekor Indonesia (MURI) juga merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bertugas menghimpun data dan menganugerahkan penghargaan terhadap prestasi superlatif karsa dan karya bangsa Indonesia.   Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Rekor_Dunia_Indonesia...

avatar
Roro
Gambar Entri
2_Grebeg Sudiro #DaftarSB19
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Kemeriahan dapat dilihat sepanjang Jalan Sudiroprajan dengan adanya gunungan kue keranjang, atraksi barongsai, reog ponorogo dan kesenian Jawa lain serta hiasan lampion. Pemandangan yang dapat disaksikan di Solo, Jawa Tengah ketika Grebeg Sudiro. Grebeg Sudiro diadakan untuk memperingati  Tahun Baru Imlek dengan perpaduan budaya Tionghoa dan jawa. Perayaan ini mulai dilaksanakan sejak 2007. Penggagas utamanya ialah Bapak Oei Bengki, Bapak Sarjono Lelono Putro dan Bapak Kamajaya yang kemudian mendapat persetujuan dari Kepala Kelurahan Sudiroprajan beserta jajaran aparatnya, para budayawan dan tokoh masyarakat serta LSM di Kelurahan Sudiroprajan. Orang-orang yang patut kita apresiasikan karena telah terlibat secara aktif mendorong pelaksanaan perayaan  yang membangunkan rasa persatuan umat di Solo.

avatar
Rizkidm
Gambar Entri
Mi Goreng Spesial
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Dalam rangka menyambut imlek, femina akan mengeluarkan  resep-resep klasik imlek  mulai 23 - 28 Januari 2017. Resep-resep ini diambil dari buku Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karya Hiang Marahimin yang diterbitkan oleh PT Gaya Favorit Press. Salah satunya adalah  resep Mi Goreng Spesial  berikut ini. Bahan 250 g mi segar 50 g jamur kancing 1 sdt angciu ¼ sdt gula pasir 4-5 sdm minyak goreng 2 siung bawang putih, cincang halus 50 g daging ayam tanpa tulang, iris tipis, potong persegi 2 x 2 cm 100 g kee kian siap pakai, iris tipis serong ½-1 cm 50 g udang kupas ukuran kecil/sedang, belah punggungnya 1 batang daun bawang, potong melintang 2 cm 100 g sawi hijau/pok cai, potong-potong 3-4 cm 75 g kol, buang bagian tengahnya, iris-iris 2 cm 125 ml kaldu Bahan Bumbu : campur jadi satu 1½ sdm kecap asin 1½ sdm kecap manis...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ikan Coan-Coan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Dalam rangka menyambut imlek, femina akan mengeluarkan resep-resep klasik imlek mulai 23 - 28 Januari 2017. Resep-resep ini diambil dari buku Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karya Hiang Marahimin yang diterbitkan oleh PT Gaya Favorit Press. Salah satunya adalah resep ikan coan-coan berikut ini. Bahan 1 ekor (500 g) ikan kakap putih ½ sdt garam ¼ sdt merica bubuk Minyak goreng 5 butir bawang merah, iris tipis 2 siung bawang putih, iris tipis 2 cm jahe, memarkan 1 sdm taoco (tanpa air perendam) 750 ml air 1 sdm kecap manis ½ sdt garam ½ sdt gula merah 1 sdt cuka 5% Pelengkap: 50 g jahe, kupas, potong bentuk batang korek api halus, 1 batang daun bawang iris halus Cara Masak:  Bersihkan ikan, keringkan, lalu kerat-kerat serong badan ikan. Lumuri ikan dengan garam dan merica, diamkan selama 15 menit. Panaskan minyak goreng yang cukup ban...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Hok Tek Bio: Klenteng “Dewa Bumi” Hok Tek Tjeng Sin Area Purwokerto
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Hok Tek Bio, bangunan klenteng bagi etnis Tionghoa ini terletak di Jalan Pemotongan Nomor 3, kawasan Pasar Wage, Purwokerto Timur. Penamaan klenteng ini berasal dari “Hok Tek Tjeng Sin”, Dewa Bumi yang menjadi tuan rumah klenteng, dan “Bio” yang bermakna tempat atau kuil. Klenteng Hok Tek Bio telah didirikan sejak tahun 1831, tapi bangunan yang ada saat ini merupakan hasil pemugaran tahun 1987. Pendirian Klenteng Hok Tek Bio diinisiasi oleh masyarakat etnis Tionghoa yang mayoritas berdagang hasil bumi di area Pasar Wage. Mereka berkeyakinan bahwa dibutuhkan tempat ibadah sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diberikan. Oleh sebab itu, tuan rumah bagi klenteng ini dipilih Hok Tek Tjeng Sin, dewa yang bertugas menjaga bumi dalam kepercayaan Konghucu. Pengelolaan Klenteng Hok Tek Bio diserahkan kepada organisasi kepengurusan klenteng, yang salah satunya ialah Ibu Maryati (atau I’i Maryati) selaku bagian tata usaha. Menurut penuturan Ibu Maryati, ketua pertama dari klenteng ini ada...

avatar
nuurlksn