Dahulu kala, hidup seorang penguasa tertinggi kerajaan langit bernama Batara Guru. Suatu hari ia memerintahkan para dewa dan dewi untuk melakukan kerja bakti guna membangun sebuah istana baru yang lebih megah di Kahyangan. Ia pun mengancam akan memotong tangan dan kaki siapa saja yang malas mengerjakan perintahnya. Dialah Antaboga, seorang dewa ular yang merasa cemas dengan ancaman yang dibuat oleh Batara Guru. Mengetahui kondisi tubuhnya yang tidak memiliki tangan dan kaki, tentu ia akan merasa kesulitan untuk bekerja. Namun, jika ia tidak bekerja, lehernya akan dipenggal. Dihantui rasa takut, ia pun pergi meminta nasihat kepada Batara Narada, yang merupakan saudara Batara Guru. Sesampainya di kediaman milik Batara Narada, ia menyampaikan tentang apa yang membuatnya risau. Mendengar curahan hati Antaboga, Batara Narada justru kebingungan dan tidak memiliki solusi. Kemudian Antaboga menangis meratapi nasib buruk yang harus menimpa dirinya. Tak disangka, tetesan air matanya berubah...
Di Bali tidak semua desa menggelar tradisi atau ritual tersebut, namun demikian Mepeed tentunya bukan sesuatu hal baru lagi. Semeton bisa menyaksikan Tradisi Mepeed di Sukawati tentunya harus pada waktu yang tepat karena ritual tersebut hanya digelar setiap 6 bulan sekali, dan dalam rangkaian pujawali atau piodalan di Pura Dalem Gede Sukawati yang jatuh setiap Anggara Kliwon, wuku Tambir (kalender Bali). Menurut penduduk setempat yang sudah pernah terlibat dalam Tradisi Mepeed, pada saat berlangsungnya tradisi ini mereka selalu merasakan kegembiraan karena menurut mereka Tradisi Mepeed ini merupakan bentuk sujud bhakti kepada Hyang Widhi atas segala sesuatu yang diberikan beliau kepada Desa Sukawati dan untuk mempertahankan busana adat bali dengan pakem Desa Sukawati. Selain itu dalam rangkaian upacara pujawali Pura Dalem Gede Sukawati, tradisi Mepeed ini bertujuan untuk nunas toya (air suci) ke Beji Cengengan untuk digunakan pada saat berlangsungnya pujawali. https://twitter.c...
Dikisahkan seorang keturunan brahmana bernama Nirarta. Ia merupakan adik dari Dhanghyang Angsoka, putra dari Dhanghyang Asmaranatha. Sebagaimana layaknya keluarga pendeta, tumbuh kembang Nirarta dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa melalui proses menimba ilmu pengetahuan pada beberapa orang guru. Sikap dan perilaku Nirarta sebagai seorang murid bertumpu pada beberapa hal: selalu ingat dan memuja kebesaran Tuhan, tekun mengikuti setiap pelajaran yang diberikan oleh guru-gurunya, patuh dan rajin mengerjakan tugas-tugas, dan tidak pernah malu bertanya jika ada penjelasan dari guru-gurunya yang belum dipahami. Prestasi memuaskan yang diraih dari tiap-tiap guru berbuah pujian dan dorongan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Jadikanlah diri seperti bunga sandat. Akar pohon yang kuat disertai pemupukan yang cukup maka bunganya pun bermekaran. Ketika ranum kuning gading, aroma wanginnya menebar, semakin layu semakin harum semerbak”. Pesan orang tua itu selalu terngiang di tel...
Tradisi Kebo Dongol adalah tradisi sakral, yang dilaksanakan setiap 6 ( enam ) Bulan sekali setiap Piodalan di Pura Kahyangan Jagat Dhalem Bangun Sakti, Br.Basang Tamiang,Desa Adat Kapal,Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Pura Dhalem Bangun Sakti disungsung oleh 1.015 KK, yang tersebar diseluruh pelosok Pulau Bali. Puja Wali atau Piodalan jatuh pada Hari Budha Wage Langkir dan Ida Bhatara Nyejer selama 3 ( tiga ) hari. Tradisi Kebo Dongol itu berwujud menyerupai Kerbau hanya boleh dibuat oleh Pemangku Pura. Kebo Dongol terbuat dari adonan ketan berbentuk Kebo / kerbau yang dihias sedemikian rupa dan ditancapi bunga kembang sepatu merah ( pucuk bang ) dengan sanan penyangga dari tebu ratu lengkap dengan bahan nginang yaitu : sirih, pamor,gambir tembakau dan buah pinang, pada Puncak Puja Wali yaitu pada Hari Buda Wage Langkir umat dari pagi hari berdatangan tangkil ke Pura untuk menghaturkan sembah bhakti kehadapan Ida Bhatara dan persembahyangan berakhirsekitar jam 22.00 wita. Pukul...
Bali, salah satu provinsi di Indonesia, memiliki beragam kebudayaan dan seni tradisional yang khas. Musik tradisional Bali, yang dikenal dengan sebutan "gamelan", merupakan bagian integral dari kebudayaan Bali yang kaya. Gamelan Bali adalah ansambel musik tradisional yang terdiri dari berbagai macam instrumen musik yang terbuat dari logam, kayu, dan kulit. Setiap instrumen memiliki bunyi dan nada yang unik, dan ketika dimainkan bersama-sama, menghasilkan musik yang indah dan kaya nuansa. Instrumen yang paling penting dalam gamelan Bali adalah gong, kendang, dan saron. Gong adalah instrumen utama dalam ansambel dan dipercayai memiliki kekuatan magis. Kendang adalah drum yang memainkan irama dasar, sementara saron adalah instrumen yang terbuat dari logam dan memberikan melodi utama. Selain itu, terdapat juga instrumen seperti bonang, guntang, reyong, dan jegog. Gamelan Bali biasanya dimainkan dalam acara-acara upacara keagamaan, upacara adat, dan pertunjukan seni. Musik...
Pemanfaatan teknologi untuk budaya mencakup berbagai cara yang melibatkan teknologi untuk memelihara, mempromosikan, dan memperkaya warisan budaya suatu bangsa. Menggunakan teknologi seperti pemindaian 3D, fotografi, dan pemrosesan digital untuk menciptakan salinan digital dari artefak budaya, seni, arsitektur, dan benda bersejarah. Ini membantu melestarikan benda-benda berharga dan memberikan aksesibilitas yang lebih baik. Selain itu, membuat platform e-learning yang menawarkan kursus dan sumber daya pendidikan tentang budaya, seperti bahasa, sejarah, dan tradisi. Teknologi dapat digunakan untuk memberikan pendidikan budaya yang lebih terjangkau dan mudah diakses. Pemanfaatan Teknologi Untuk Kemajuan Budaya Pemanfaatan teknologi untuk kemajuan budaya bangsa Indonesia dapat memiliki banyak manfaat. Berikut ini adalah beberapa cara pemanfaatan teknologi dan keuntungannya: Digitalisasi Warisan Budaya Digitalisasi artefak budaya, seni tradisional, dan literatur Indones...
Setiap Kabupaten yang ada di Bali memiliki corak kebudayaan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Salah satunya Desa Adat Tenganan Pegringsingan yang letaknya di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Sekitar 56 menit dari pura lempuyang yang menjadi ikon wisata karangasem Desa Adat Tenganan Pegringsingan memiliki berbagai kearifan lokal yang mampu menarik kunjungan wisatawan, salah satunya Tradisi Perang Pandan atau yang juga dikenal dengan tradisi Mekare-Kare. Tradisi Perang Pandan adalah tari perang yang tidak menentukan kalah dan menang, diobati atau tidak diobati tidak pernah menimbulkan inpeksi. Tradisi Perang Pandan ini bertujuan untuk menghormati Dewa Indra sebagai Dewa Perang dan Dewa kesuburan. Dewa Indra juga merupakan Dewa yang tertinggi bagi masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan, karena beliau di percaya oleh warga masyarakat setempat yang menganugrahkan tanah yang begitu luas untuk di tempati oleh warga masyarakat Desa Tenganan Pegr...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...