Sejarah Museum Al Quran di TMII Beserta Koleksinya Sponsors Links Berbagai macam budaya dan agama yang ada di Indonesia merupakan sumber pengetahuan yang luas bagi orang – orang yang berminat untuk memperluas perspektif dan ilmunya mengenai banyak hal. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki banyak fasilitas yang dapat mendukung hal tersebut berupa museum – museum yang menjadi penyimpan materi sejarah dalam berbagai bidang. Salah satu kompleks yang menampung berbagai museum dan kekayaan budaya Indonesia berupa replika – replika rumah adat adalah Taman Mini Indonesia Indah. Dari beberapa museum yang ada di kawasan TMII, Sejarah Museum Al Quran di TMII adalah tempat untuk menyimpan berbagai mushaf Al Qur’an dari berbagai negara dan daerah di Indonesia. Bayt Al Qur’an terletak di Jalan Raya TMII 1, Jakarta Timur berdekatan dengan Museum Istiqlal. Disana terdapat mushaf Al Qur’an terbesar dan terkecil di seluruh I...
Beberapa waktu yang lalu, Museum Korps Marinir TNI AL dipindahkan ke Jalan Kwini No. 6 Senin Jakarta Pusat. Sebelumnya Museum Korps Marinir berada di Kesatrian Hartono Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Di tempat tersebut juga terdapat Markas Komando Pasmar-2 dan Mako Pangkalan Marinir Jakarta. Di seputaran Museum Korps Marinir sekarang, juga terdapat beberapa objek wisata seperti Museum Kebangkitan Nasional di Jalan Abdurrahman Saleh No.26 Jakarta Pusat, Museum Nasional (Monas), Taman Floris Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral dan Kota Tua. Diharapkan dengan perpindahan ini memudahkan masyarakat untuk dapat melihat bukti-bukti sejarah kiprah Korps Marinir TNI AL dari berdirinya hingga saat ini. Untuk saat ini ,Museum Korps Marinir buka dari hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 sampai dengan 14.00 WIB. Museum ini terbuka untuk umum. Banyak koleksi barang-barang Korps Marinir berupa foto-foto, benda-benda bersejarah, majalah, buku, piala-piala, lamb...
Lebih Bersinar di Shanghai Pintu Yuz Museum tertutup rapat. Pada dinding kaca, terpasang sebait pengumuman: “museum ditutup untuk persiapan sebuah pameran.” Tapi, usai pintu diketuk, seorang pria muncul dan mengatakan museum ini tak punya rencana pameran apa pun. Sambutan yang tak diduga. Saya membayangkan Yuz akan sesak oleh manusia. Pemiliknya, Budi Tek, sedang menjadi buah bibir. Yu De Yao, nama Budi Tek di Cina, diberitakan telah menggelontorkan Rp3 triliun guna berbelanja karya seni. Majalah Art+Auction menempatkan Budi Tek dalam daftar 10 kolektor paling berpengaruh. Namanya disejajarkan dengan figur-figur kondang pengumpul karya seni semacam Roman Abramovich dan Sheikha Al Mayassa. Pada 2010, Budi Tek membuat geger ketika membeli lukisan Chapter of a New Century-Birth of the People’s Republic of China II (1992) karya Zhang Xiaogang. Harganya bukan main, $6,7 juta. Tak heran jika masuk daftar rekor transaksi terbesar oleh kolektor berdarah I...
TAK banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Bahkan tak banyak orang yang percaya bahwa ia ada. Padahal letaknya berada di pusat gaya hidup di Jakarta, yaitu Kemang. Semut di ujung lautan tampak, tapi gajah di pelupuk mata tak tampak. Mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk Museum di Tengah Kebun. Tidak ada sign board yang besar dan mencolok mata, tidak ada pula bangunan megah dengan arsitektur zaman Belanda atau arsitektur kuno ala museum kebanyakan. Yang ada hanyalah pintu gerbang kayu yang besar, yang menutupi bentuk bangunan di dalamnya dan nama museum yang tertempel di tembok kanan, dan kiri sebagai penanda. Untuk bisa memasuki Museum di Tengah Kebun, pengunjung tidak dikenakan biaya apa pun. Tapi, sulit sekali memang untuk bisa masuk melihat-lihat koleksi museum itu. Anda harus memiliki rombongan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak 12 orang untuk bisa masuk museum. Waktu berkunjung pun harus ditetapkan jauh-jauh hari dan harus dirundingkan dengan pengelola m...
Sumber : Arsip Museum Nasional Indonesia Gedung Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya lokasinya berada di Jl. Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, tidak jauh dari Asrama Haji Pondok Gede. Museum ini dikelola oleh Pusat Sejarah TNI, dan instansi terkait, dengan koleksi ratusan benda bersejarah yang terkait peristiwa pemberontakan G30S-PKI (Gerakan 30 September - Partai Komunis Indonesia). Pintu gerbang tinggi menyambut pengunjung yang datang ke tempat ini, dengan jalan masuk lebar dan panjang yang dinaungi pepohonan rindang di kanan kirinya. Pengunjung membayar karcis masuk sebesar Rp.2.500 per orang, baik dewasa maupun anak-anak, dengan karcis parkir bus Rp. 3.000, mobil sedan Rp. 2.000, sepeda motor Rp. 1.000. Sampai di ujung jalan masuk terdapat halaman luas, dengan gedung museum ada di sebelah kanan. Saat memasuki gedung Museum Pengkhianatan PKI kita bisa melihat diorama rangkaian peristiwa terkait PKI yang terjadi s...
Lokasi Museum Timor Timur TMII Jakarta berada di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah berhadapan dengan Museum Perangko Indonesia dan Museum Fauna Indonesia (Komodo) dan Taman Reptilia, serta di sebelah Timur Anjungan Provinsi Nusa Tenggara. Bangunan Museum Timor Timur mencontoh rumah penduduk di Los Palos, tempat kelahiran Nino Konis Santana, seorang pemimpin gerilyawan kemerdekaan Timor Timur. Rumah ini terdiri dari bangunan utama (uma lautem atau dagada) dan beberapa bangunan pendukung, dibangun di atas lahan seluas 4.988 m². Bangunan utama Museum Timor Timur merupakan rumah panggung segi empat berukuran 12x12 meter setinggi tiga meter dari permukaan tanah ditopang empat tiang dengan atap berlapis ijuk menjulang ramping. Balok utama lazimnya menggunakan kayu besi, sedangkan tiang menggunakan kayu eucalyptus yang diikat dengan tali rotan. Sebelum menjadi Museum Timor Timur menyusul lepasnya Timor Timur dari NKRI, bangunan...
useum yang menceritakan sejarah migrasi Hakka ke Nusantara dengan berbagai koleksi yang bervariatif khas budaya dan tradisi masyarakat Tiongko Indonesia. Jakarta selain menjadi pusat Ibukota Indonesia, kawasan ini juga menyimpan beragam cerita menarik yang patut ditelusuri dari berbagai macam sudut pandang yang asik untuk dikulik. Selain menampilkan ciri khas yang unik, kawasan wisata Jakarta ini juga menyajikan tempat wisata budaya dari berbagai suku dan etnis yang berada di dalamnya. Bagi sahabat Direktori Wisata Indonesia yang ingin mengetahui sejarah Tionghoa, maka kita dapat mengunjungi Museum Hakka Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Di salah satu objek wisata Jakarta , kita akan dapat menemukan cerita kedatangan orang Tionghoa ke Nusantara, profesi orang-orang Tionghoa pada masa penjajahan Belanda, serta para tokoh orang Tionghoa yang berjasa kepada bangsa Indonesia hingga kesenian dan budaya Tionghoa. Museum Hakka Indonesia berada deka...
Foto diambil dari sumber (search @ Google.com) Jakarta – Banyak orang mungkin yang belum tau tentang Museum Art Mon Decor , tempat ini merupakan alternatif tempat wisata seni yang terekomendasi untuk di kunjungi. Di dalam ruang pameran seni dengan desain bangunan modern berbentuk persegi berlantai tiga ini, terdapat berbagai macam koleksi karya lukisan dan seni rupa hasil karya seniman asli Indonesia. Museum ini berlokasi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat dan baru di resmikan pada 2011 oleh Fauzi Bowo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Untuk berkunjung ke museum ini, sama sekali tidak dikenai biaya. Kesan bangunan yang modern kental sekali terasa saat memasuki museum dimana terdapat fasilitas lift yang menghubungkan lantai per lantai dari museum. Suasana temaram khas museum dan udara yang sejuk dari pendingin udara memberikan kenyamanan sendiri pada setiap pengunjung yang datang. Dengan dominan cat berwarna putih dan lantai semen y...
Sumber : Arsip Museum Sejarah MK Museum Mahkamah Konstitusi merupakan Pusat Sejarah Konstitusi yang tahun lalu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) pada Jumat, 19 Desember 2014. Sentuhan teknologi sangat mendominasi ruangan, dengan visualisasi data dan perangkat mumpuni dan tata cahaya yang apik. Suatu hal yang nyaris jarang ditemukan di pusat sejarah, museum ataupun pusat data yang ada di negeri ini. Berlokasi di lantai 5 dan 6 Gedung MK, fasilitas ini menempati areal seluas 1.462, berdasarkan data yang di himpun dari Antaranews . com pengadaan museum MK ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBN) 2013-2014 sebesar Rp 24 miliar, Tujuannya agar masyarakat memahami dan menghargai nilai sejarah konstitusi Republik Indonesia sejak merintis kemerdekaan hingga peran MK melalui putusannya dalam mengawal Undang-Undang Dasar 1945. Area ini dibagi dalam delapan zona, yaitu Zona Pra Kemerdekaan,...