Kupang memang kawasan yang cukup banyak ditanami oleh jagung. Jadi, tidak heran jika Anda bisa menemukan ragam varian oleh-oleh Jagung di sini yang mana salah satunya adalah Emping Jagung. Emping jagung memang bisa saja ditemukan di beberapa daerah lainnya, hanya saja, emping jagung Kupang sudah terbukti memiliki rasa yang paling enak daripada emping jagung di daerah lain. Wajar saja, di Kupang para warganya sudah sangat familiar dengan olahan jagung yang satu ini sehingga rasanya pun terjamin enak dan lezat. Sumber: https://wisato.id/wisata-budaya/10-oleh-oleh-khas-kupang/
Dendeng sapi memang makanan yang bisa ditemui dengan mudah diberbagai daerah di Indonesia. Tapi tunggu dulu, dendeng sapi kali ini adalah dendeng sapi asli Kupang yang pastinya memiliki rasa dan kualitas nomor wahid se-Indonesia. Ya, memang betul jika Kupang disebut sebagai kotanya para peternak sapi sehingga di daerah ini Anda akan dengan mudahnya menemui dendeng sapi khas Kupang dengan rasa yang luar biasa lezat. Harga dendeng sapi di Kupang juga tidak terlalu mahal, hanya sekitar 180 ribu rupiah perkilonya. Selain itu, dendeng sapi juga tahan lama dan cocok untuk dibawa ke luar kota sebagai oleh-oleh Anda. Tempat yang Menyediakan: Toko Ibu Soekiran Supermarket Address: jl m hatta no 16 fontein ntt, Fontein, Kec. Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim. Sumber: https://wisato.id/wisata-budaya/10-oleh-oleh-khas-kupang/
Tarian dolo-dolo berkembang dari tarian yang lebih tua, yang disebut Banama. Flores Timur dan Lembata menyebutkan dirinya sebagai orang Lamaholot. Keduanya berada di provinsi NTT yang terletak di ujung Timur pulau Flores. Masyarakat dari dua Kabupaten ini menyebut diri mereka sebagai orang Lamaholot, dengan bahasa khasnya juga Lamaholot. Lamaholot adalah sebuah kata bahasa asli dari Flores Timur termasuk Lembata, Alor, Adonara dan Solor. Salah satu kebudayaan Flores Timur yaitu tarian dolo-dolo. Tarian Dolo Dolo identik dengan Lamaholot. Tarian dolo biasanya dibawakan dengan nyanyian dolo. Dolo termasuk salah satu tarian yang populer bagi masyarakat Flores Timur, Lembata, Adonara, Solor dan Alor dikategorikan sebagai tarian massal yang dapat diikuti oleh massa rakyat dari semua kalangan. Namun dolo sangat menonjol bagi muda mudi sebagai arena perjumpaan untuk membangun persahabatan, termasuk untuk menemukan jodoh dan menjalin cinta dua sejoli. Kata dolo yang...
Menjelang Hari Raya Paskah yang merupakan salah satu perayaan suci dalam umat nasrani, kota Larantuka menjadi pusat perhatian bagi para peziarah, baik itu dalam negeri maupun luar negeri. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena di kota ini terdapat sebuah prosesia bernama Semana Santa, tradisi perayaan Pekan Suci Paskah yang telah berusia lebih dari 5 abad. Semana Santa merupakan sebuah perayaan dalam umat Katolik di Larantuka, yang merupakan warisan dari bangsa Portugis pada waktu itu. Akulturasi budaya, agama, dan tradisi – tradisi lokal yang cukup kental menjadikan tradisi ini kuat, mengakar, dan tetap dijalankan setiap tahunnya dan menjadi salah satu prosesi adat yang diminati masyarakat katolik di dunia. Tidak tanggung – tanggung, dalam setiap perayaan paskah, kota Larantuka bisa didatangi hingga ribuan peziarah dari berbagai negara seperti Spanyol, Portugal, Italia, Brazil, Italia dan lain – lain. Semana Santa berasal dari dua kata, ...
Dalam pagelaran ritual adat Supi Tawa, etnis Tanai Ai, Sikka, Flores Timur, di hutan tempat awal ditemukan keris pusaka, setelah memberikan Piong atau persembahan berupa telur ayam serta beras, sirih pinang dan Arak kepada sang pencipta dan penguasa langit dan bumi serta para leluhur, hewan sembelihan berupa ayam semuanya dibakar di tempat ritual dan dimakan bersama nasi. Selama ritual berlangsung, makanan yang dimakan tidak diperkenankan menggunakan piring tetapi diletakan di dedaunan serta minum air atau arak pun harus menggunakan tempurung kelapa atau gelas bambu yang bahannya diambil di sekitar hutan tempat ritual berlangsung. Sejak dahulu ada pantangan untuk menggunakan piring dan gelas, hanya boleh mempergunakan bahan-bahan dari alam yang ada di sekeliling tempat ritual. Nasi dimasak di dalam bambu lalu dibakar hingga matang sedangkan hewan sembelihan pun dibakar dan dipotong kecil-kecil untuk dijadikan persembahan yang diletakan di tempat tersebut serta sisanya...
Saat digelar ritual Gole Mati di rumah adat Korke di Desa Lewokluok, semua suku terlihat membawa Beloma masing–masing untuk diletakan diatas pelataran Korke. Beloma ini yang nantinya dimakan oleh para tetua adat dan kepala suku dari 18 suku yang ada di komunitas adat Demon Pagong. Beloma adalah makanan lokal masyarakat Flores Timur yang jarang sekali dijumpai kecuali saat–saat pagelaran ritual adat maupun saat pesta syukuran. Itu pun hanya dijumpai di pelosok desa saja sementara di kota Larantuka jarang sekali makanan ini disajikan. Pembuatannya yang lama dan membutuhkan bambu, jadi penyebab makanan ini jarang disajikan. Beloma dibuat dari otak dan sedikit hati babi yang dicampur lemak, jantung, lidah, usus yang diiris kecil – kecil dan dimasukan ke dalam bambu. Di dalam bambu tersebut juga dimasukan darah babi bekas penyembelihan pagi tadi yang terlihat mulai menggumpal. Untuk menjaga agar uap panas dari bambu yang dibakar tidak keluar, bagian...
Buras adalah salah satu makanan khas etnis Tidung Bajo di perkampungan nelayan Wuring merupakan satu keharusan, di mana kuliner ini selalu disuguhkan kepada para tamu yang berkunjung ke kampung ini sebagai sebuah penghormatan. Buras sering dijual di pasar senja Wuring dimana empat buahnya dijual seharga 5 ribu rupiah. Hampir semua masyarakat Wuring yang merupakan suku pelaut selalu menyajikan makanan khas ini terlebih saat hari raya Lebaran dan saat pesta. Buras dibuat dari beras ketan atau beras biasa yang dimasak dengan santan dan dibungkus di daun pisang lalu dikukus. Ada juga yang membungkusnya di daun bambu lalu dibakar agar bisa tahan lama. Cara membuat Buras, yakni kelapa yang sudah tua diparut dan diambil santannya. Santan dimasak hingga mendidih lalu beras yang sudah dicuci dan direndam di air dimasukan ke dalam santan. Beras yang sudah dicampur santan tersebut terus diaduk hingga merata sampai santannya mengering. Setelah dibiarkan dingin, Buras tersebut dibung...
Masyarakat Sabu diklassifikasikan sebagai masyarakat bilineal dan menganal kelompok-kelompok keturunan patrilineal atau disebut juga clan atau suku, dan dua garis matrilineal ( moieties ) atau hubi dari garis keturunan dua kakak-beradaik perempuan. Hubi berarti ‘bunga pohon palem’. Tekstil merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Sabu. Tekstil Sabu berupa tenun ikat yang ditenun dengan teknik ikat dan celup untuk memperoleh pola tertentu. Sejak permulaan pekerjaan utama perempuan sehingga perempuan memainkan peran utama dalam masyarakat Sabu, yang khususnya menunjuk pada garis ibu. Tidak mungkin mengerti tenunan pulau Sabu tampa memahami struktur social unik dari pulau ini. Kisah asal-muasal : dua akak-beradik perempuan Menurut silsilah mantra pulau Sabu yang bersifat rahasia dan kramat, masyarakat terbagi dalam dua kelompok atau moieties (dari kata Prancis ‘ moi...
Kue ini aslinya berasal dari Tiongkok dan dibawa oleh para keturunannya yang bermukim di Ruteng, Manggarai. Kue kompiang pernah menjadi ransum pasukan perang karena menyenangkan. Bagian luarnya agak keras tetapi dalamnya lembut, mirip dengan roti, dan ditaburi wijen di atasnya. Kue ini bisa dinikmati kosongan atau dengan isian daging cincang. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7, Floresa.co