Tari Gantar merupakan jenis tarian pergaulan antara muda mudi yang berasal dari Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tarian ini melambangkan kegembiraan dan juga keramah-tamahan suku Dayak dalam menyambut tamu yang datang berkunjung, baik sebagai wisatawan, investor, atau para tamu yang dihormati. Tamu-tamu bahkan diajak ikut menari bersama para penari.
Bahan: 500 gram daging ikan tenggiri, berishkan tulangnya, kemudian dicincang halus 250 gram tepung kanji Garam secukupnya 2 butir telur ayam, kocok lepas 1 bonggol bawang putih, haluskan Cara Membuat: - Campur dengan daging ikan, tepung kanji, garam, telur ayam, dan bawang putih sehingga menjadi adonan yang menyatu. - Bentuk memanjang seperti sosis, potong-potong menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai selera. - Goreng amplang dengan minyak yang banyak, aduk-aduk agar tidak gosong, angkat bila sudah matang, tiriskan. - Apabila sudah dingin, masukan ke dalam wadah kedap udara. Selamat mencoba ! :) Sumber: http://cetakankue.blogspot.com/2013/10/amplang.html Lokasi Penjual: Amplang Sibayak Alamat: Jl. Jenderal Sudirman, Gn. Bahagia, Balikpapan Sel., Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76114 Telepon: (0542) 76...
Topi ini menjadi pelindung sehari-hari yang digunakan masyarakat Suku Dayak yang ada di Kalimantan. Memiliki ukuran yang lebar dan sekilas mirip dengan topi caping inilah seraung topi khas Suku Dayak yang banyak kita temui di kawasan Kalimantan khususnya dayak Kenyah yang tinggal di Lekaq Kidau, Kalimantan Timur. Seraung terbuat dari daun biru, sejenis daun palem yang lebar dan banyak tumbuh di hutan-hutan Kalimantan. Proses pembuatan topi ini dimulai dengan daun biru yang dikeringkan, kemudian disusun dan dijahit melingkar seperti kerucut. Setelah jadi, daun-daun ini kemudian dilapisi dengan kain berwarna terang dan cerah. Proses selanjutnya, dihias manik-manik atau sulaman. Seraung bagi masyarakat dayak biasa dipakai ketika pergi ke luar rumah, terutama ketika melakukan aktivitas di hutan. Selain itu, seraung juga sering dikenakan dalam ritual upacara adat di sana. Warnanya yang cantik dan memanjakan mata menjadikan seraung saat ini sering dipak...
Konon Mendu berasal dari Dusun Malakian, suatu dusun kecil yang terletak di Desa Sengkubang, Kecamatan Pontianak Hilir, Kabupaten Pontianak. Kesenian tradisional Mendu dipertunjukkan pertama pertama kali pada tahun 1871 oleh tiga orang pemuda dari Mempawah, yaitu Ali Kapot, Amat Anta dan Achmad. Ali Kapot yang berasal dari Dusun Malakian ini gigih meneruskan bentuk kesenian tradisional ini kepada anak-anaknya. Bersama Amat Anta dan Achmad, Ali Kapot membawa Mendu hingga ke Brunai dan wilayah Kalimantan Utara. Dahulu, Mendu amat digemari oleh masyarakat banyak dan menjadi bagian penting dari acara pernikahan dan sunatan. Anak-anak muda berlatih keras untuk menguasai Mendu dan berusaha mendapatkan peran sebagai Raja, Pahlawan, ataupun Pendekar. Mendu merupakan kesenian rakyat sejenis teater tradisional yang berisi lakon-lakon seperti dongeng, legenda, hikayat 1001 malam ataupun cerita lama yang tidak menyinggung kehidupan sehari-hari masyarakat secara langsung. Namun lak...
Di daerah Kalimantan Timur ada sebuah permainan tradisional yang disebut sebagai belincar. Belincar adalah sebutan bagi masyarakat Bulungan untuk sebuah permainan melontar dengan menggunakan benda pipih ke arah taruhan yang berupa daun-daunan atau kertas bekas bungkus rokok. Konon, dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak yang berada di daerah pedesaan, kemudian berkembang ke daerah perkotaan. Namun, dewasa ini permainan belincar sudah jarang dimainkan oleh anak-anak karena kalah “bersaing” dengan permainan elektronik buatan luar negeri. Pemain Permainan belincar dapat dimainkan oleh 2 hingga 6 orang. Hal itu bergantung dari sifat permainannya (individual atau kelompok). Apabila pemainnya hanya dua orang atau berjumlah ganjil, maka permainannya bersifat individual. Sedangkan, apabila pemainnya berjumlah empat atau enam orang (genap), maka permainan bersifat kelompok. Pada umumnya permainan ini dilakukan oleh laki-laki yang berumur 5 hingga 15 ta...
Nasi bakepor merupakan makanan khas dari Kutai di zaman kerajaan. Saat ini, kita tidak masuk kasta raja untuk menikmati nasi ini. Nasi Bakepor merupakan makanan khas dari Kutai Kartanegara. Menu ini dulu menjadi hidangan untuk para raja Kutai di zaman kerajaan. Saat ini, kita tidak perlu menjadi raja untuk menikmati nasi ini. Hajjah Ainun Djariah Asli Amin adalah pelopor sekaligus pelestari nasi bakepor. Karena kiprahnya, makanan langka di Bumi Etam, Kalimantan Timur, ini masih bisa dinikmati. Adapun resep adalah sebagai berikut : Bahan: 300 gr nasi putih 2 lbr daun salam 1 lbr daun pandan, potong-potong 1 sdt garam 10 lbr daun kemangi 50 gr ikan gabus asin, goreng matang, suwir-suwir 1/8 bh jeruk nipis, ambil airnya 2 bh cabai rawit Cara membuat: Masukkan nasi ke dalam panci anti lengket. Masak dengan api kecil bersama daun salam, daun pandan dan garam, sambil sekali-sekali diaduk hingga rata. Angkat, tam...
Kue berwarna hijau ini laris di jual di pinggiran jalan sekitar Tenggarong, Samarinda, Balikpapan dan kota lainnya di Kalimantan Timur terlebih pada saat bulan ramadhan tiba. Warnanya yang hijau menyala membuatnya banyak di beli orang selain karena rasa manis dan aroma pandan/suji yang kuat terasa. Asal mula nama kue jenderal mabuk pun disematkan karena cita rasanya yang legit sehingga konon membuat seorang jenderal mabuk. Dalam satu loyang, kue itu dibagi menjadi 8 iris. Satu iris dijualnya Rp 12 ribu-Rp 13 ribu. Resep membuat kue jenderal mabok Bahan 2: 8 lembar Daun Pandan 7 lembar Daun Suji, (silver :karna daun sujinya kurang jadi saya tambahkan pewarna makana warna hijau 2 tetes) 300 cc Santan kental dari 1 butir kelapa 200gr Gula Pasir 350 Gr Putih Telor ½ sdt Garam 60 Gr Mentega, lelehkan 150 gr Tepung Terigu Topping (tambahan Silver) Keju parut Cara membuat :...
Tarsulan Seni Budaya Suku Kutai Tarsulan adalah salah satu seni budya suku Kutai yang sampai sekarang masih ada di dalam masyarakatnya. Kalau dilihat dari tujuan digelarnya; tarsulan ini ada dua macam, yaitu: Tarsulan Berkhatam Al Quran dan Tarsulan Perkawinan . Tarsulan Berkhatam/Betamat Al Quran berkaitan dengan tardisi agama, khususnya agama Islam. Sedangkan Tarsulan Perkawinan berkaitan dengan tradisi adat perkawinan suku Kutai. Tradisi tarsulan diawali masuknya agama Islam di daerah Kerajaan Kutai Ing Kertanegara . Seperti kita ketahui agama Islam berasal dari Arab yang masuk ke Nusantara ini melalui para pedagang Gujarat. Maka tidaklah mengherankan bersama masuknya agama Islam, masuk pula seni sastranya yang di antaranya bentuk ’ s yair ’. Dari bentuk syair inilah yang menimbulkan keinginan dari salah seorang bangsawan Kutai untuk menciptakan seni sastra yang dapat dikaitkan dengan adat budaya s...
DIKISAHKAN OLEH NEK ESAH ALIAS NEK MANANG WARGA DESA MUARA KAMAN ILIR Kisah ini dimulai dengan lantunan lagu yang disebut neroyong sebagai berikut : Dinegeri kutai dulu hikatnya, Hiduplah kejuntaian di dunia longa, Bukanlah dewa lain manusia, Sebagai pemberi alamat sealam raya. Tujuh saudara hidup rukun dan tentramya, Penjaga alam kutai yang kaya-raya, Sayus kakak yang paling tua, Orangnya pintar pandai bahasa. Songo kakak yang kedua, Orang kuat baik hatinya, Tapi saying bodoh orangnya, Hingga menjadi cerca para saudara. Silu kakak ke tiga cantik molek parasnya, Selalu membawa tuah pada manusia, Negeri kutai ditinggalkannya, Karma takut besahu dengan kakak tertua Sirumbai kaca kakak kempatnya, Sipatnya santun dan bersahaja, Tulus...