Buku
140 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Boso Walikan Ngalam, Ker! #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Apa sih yang terlintas ketika teman-teman berkunjung ata mendengar kota malang? apel, bakso atau kripik tempe? Tidak cuma itu, malang sendiri memiliki dialek khas yang disebut boso walikan yaitu bahasa yang cara pengucapannya dibalik. Namun tidak semua kata atau bahasa bisa dibalik,cuma kata-kata yang umum saja yang biasanya dibaca secara terbaik. Sebagai contoh kata komputer tidak pernah diucapkan sebagai retupmok karena akan sulit pengucapannya. Berdasar buku Malang Tempoe Doeloe dari Dukut Imam Widodo, bahasa ini disebut diciptakan oleh kelompok Gerilya Rakyat Kota yang berjuang di wilayah sekitar Malang. Bahasa ini mulai berkembang sekitar tahun 1949 pada masa Clash II perang kemerdekaan. Banyaknya mata-mata dari pihak Belanda pada masa itu membuat para pejuang memikirkan cara tertentu untuk mengirim pesan yaitu dengan boso walikan. Pada masa perang, bahasa ini digunakan sebagai sebuah kode untuk mengirim pesan pada sesama pejuang republik. Selain untuk menj...

avatar
Yusfiikr
Gambar Entri
5_Lir Saalir
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Timur

Lir saalir lirsaalir alirkung Kan akowak epakaje Ma’ ta’ rengsa se nyare Lir saalir lirsaalir alirkung Reng ta’ kowat ja’ akarja Ma’ ta’ sossa budhi are Lir saalir lirsaalir alirkung Ka gunong ngala nyorowan Kope bella kabadha’an Lir saalir lirsaalir alirkung Peker bengong ta’ karowan Nape bula katamba’a Lir saalir lirsaalir alirkung Ngala’ baddha ban-saromben Nyambi padhi gan sakesse Lir saalir lirsaalir alirkung Dika jaga ja’ ban-aban Duli mandhi ma’le berrse Lir saalir lirsaalir alirkung Ngenjam buku pas pabali Se andhi’ ma’ ta’ seddhi Lir saalir lirsaalir alirkung Sabban laggu dika mandi Ja’ loppa ngossowe gigi Lir saalir lirsaalir alirkung Mon teggal badha atoghu Ba’na entar mon kacapo’ Lir saalir lirsaalir alirkung Lamon ba’na ngedhing laggu Duli jaga mokka’ sapo’ Lir sa...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Keris Jawa Timur
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Awal mula munculnya senjata keris tidak ada kepastian. Namun pada jaman Pajajaran dan Majapahit (abad XI), senjata Keris sudah di kenal di kalangan masyarakat luas, khususnya di Pulau Jawa dan Madura. Dan sumber buku Babad di sebutkan bahwa pada jaman sudah ada beberapa orang Empu di Pulau Jawa. Di Pulau Madura, menurut berbagai informasi, banyak di jumpai Empu. Nama Empu yang di populerkan di Pulau Madura: Empu Keleng, Empu Pandhewu, Empu Luwih, dan Empu Sanung. Senjata keris ini berfungsi untuk alat menyerang, membela diri dan berburu. Keris adalah Senjata tikam yang ujungnya runcing dan pada kedua belah sisinya bermata tajam. Keris adalah salah satu senjata tradisional yang terdapat di Desa Lenteng Barat, Kec. Lenteng, Kab. Sumenep, Jawa Timur. Mengenai kapan munculnya senjata tradisional tersebut, tidak ada bukti jelas. Namun, sejata tradisional Keris yang ada di Pulau Jawa. Keris merupakan senjata tradisional yang di kategorikan untuk menyerang dan membela diri. Proses pemb...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Kisah Banyusangka; Petaka Keramat di Madura Barat
Alat Musik Alat Musik
Jawa Timur

Sebuah papan tulisan huruf latin terpampang di sebuah kawasan pesisir, di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. Tulisan itu berbunyi “Selamat Datang Di Makam Zimat Banyu Sangka”. Menurut warga sekitar, di makam itu bersemayam jasad seorang ulama sekaligus  waliyullah  besar Madura Barat di masanya. Sayyid Husain atau Syarif Husain namanya. Dari nama depan sang Wali, jelas kalau beliau bukan merupakan orang asli Madura. Gelar itu umum dimiliki kalangan  saadah . Yaitu kata jamak bagi para keturunan Rasulullah SAW melalui Sayyidah Fathimah az-Zahra. MataMaduraNews.com – BANGKALAN -Ya, Sayyid Husain memang pendatang. Beliau dikisahkan berlabuh ke Madura demi kepentingan  da’wah . Yaitu sebagaimana kebiasaan para  ‘Aalawi  (keturunan Sayyidina Husain bin Fathimah), yang melanglang buana, hijrah dan ber da’wah . Informasi kedatangan sang Sayyid ke Madura masih simpang-siur mengenai masanya. Begitu juga mengenai a...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Asal Usul Bojonegoro
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Pada zaman dahulu kala, di sebelah utara Gunung Kendeng berdiri sebuah kerajaan bernama Malowopati. Rajanya bergelar Prabu Anglingdarma. Ia seorang raja yang arif dan bijaksana serta kaya raya. Wajahnya tampan. Ia suka bertapa dan berkelana mencari pencerahan jiwa. Tak heran jika ia termasuk seorang raja yang disegani oleh kawan maupun lawan karena kelebihan dan kesaktian yang dimilikinya. Konon, Prabu Anglingdarma juga dikaruniai anugerah untuk mengerti dan mengetahui bahasa semua binatang. Ketika Anglingdarma masih berusia muda, ia senang keluar masuk desa. Banyak negeri yang disinggahinya. Semua itu ia lakukan demi menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan pengalaman hidup. "Aku tak akan mengambil seorang istri kecuali titisan dari Dewi Widowati," katanya dalam hati. Anglingdarma terus mengembara, menuruti kata hatinya. Pada suatu waktu, ia berjumpa dengan seorang putri cantik jelita, mengenakan selendang sutra ungu, kembang beludru, dan kebaya sutra kesumba....

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Muasal Desa Dukun Gresik
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Desa Dukun tiba-tiba menjadi buah bibir masyarakat Gresik, Jawa Timur, bahkan seluruh Indonesia. Desa yang menjadi ibukota kecamatan Dukun itu sebenarnya seperti desa-desa lain, tidak ada yang istimewa dari desa itu. Namun, nama desa itu tiba-tiba banyak disebut dan diperbincangkan banyak orang. Nama desa itu mengorbit bak artis yang sedang naik daun sejalan dengan terpilihnya Drs. K.H. Robbah Ma’sum, M. M. sebagai bupati Gresik pertama yang terpilih pada era reformasi. Bupati yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa itu yang telah menorehkan tinta emas dalam pemerintahan kabupaten Gresik Betapa tidak, euforia reformasi yang ditandai dengan berdirinya partai-partai baru bentukan rakyat itu telah mengantarkan         Drs. K. H. Robbah Ma’sum, M. M., keturunan tokoh legendaris Jaka Tingkir,  sebagai bupati yang muncul dari dari bawah. Tidak  seperti pada masa Orde Baru, bupati itu dianggkat berdasarkan...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kisah Sumur Gemuling yang Lurus Menjadi Miring
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Jejak-jejak yang mulia Sunan Giri bertebaran di Kota Santri. Wali Allah SWT tersebut meninggalkan, antara lain, bangunan fenomenal berupa Giri Kedaton. Di atas bukit itulah, lelaki berjuluk Joko Samudro tersebut memimpin pemerintahan dengan gelar Prabu Satmata.   Ada pula bangunan masjid Kedaton di Desa Sekarkurung, Kebomas. Masjid yang berdiri pada ketinggian 200 meter di atas permukaan air laut itu dibangun pada 1485. Bukit kapur menopangnya. Jamaah bisa melihat secara jelas hamparan laut luas dari bukit dengan kemiringan 45 derajat.   Peninggalan sumber air juga menjadi ciri khas salah seorang penyebar agama Islam di Pulau Jawa itu. Ada Telaga Pegat di Jalan Sunan Giri, Telaga Sumber di Desa Kembangan, dan Sumur Gemuling di Desa Gulomantung, Kecamatan Kebomas. Termasuk Telaga Suci di Manyar.   Semua sumber air peninggalan Sunan Giri tersebut masih penting bagi warga sekitarnya. Padahal, rata-rata umur...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Kisah Sunan Gresik
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim merupakan salah seorang Walisongo, yang menurut cerita beliaulah yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah  Jawa  dan merupakan wali senior di antara para Walisongo lainnya. Selain di juluki sebagai sunan gresik beliau juga terkenal dengan nama kakek bantal. Wafat pada hari Senin 12 Rabi'ul Awwal 822 Hijriah (1419 M) Ia dimakamkan di desa Gapurosukolilo, kota Gresik,  Jawa Timur . Asal Keturunan Sunan Gresik Masih belum terlalu jelas mengenai asal keturunan Sunan Gresik. Ini karena ada beberapa pendapat yang membahas tentang asal mula sunan gresik namun tidak begitu jelas, meskipun pada umumnya disepakati bahwa ia bukanlah orang  Jawa  asli. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya, kemungkinan menisbatkan asal keturunannya dari wilayah Arab Maghrib di  Afrika  Utara. Berikut beberapa pendapat tentang asal keturunan sunan gresik : Babad...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Nyai Ageng Pinatih Gresik
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Warga Gresik sli tentu paham dan mengerti siapa Nyai Ageng Pinatih atau nyai gede pinatih, menurut cerita, dia adalah seorang perempuan yang memiliki jasa sangat besar, selain karena dia adalah seorang ibu angkat yang “menemukan” seta mengasuh dan membesarkan. Beliau juga sekaligus mendidik Raden Paku atau Sunan Giri. Pada era jaman Majapahit, Nyai Gede Pinatih juga dikenal dengan sebutan Nyai Tandes yang tak lain adalah saudagar kaya raya dan sangat dihormati oleh para raja, hal itu bisa dibuktikan dari pengangkatannya sebagai Syahbandar Gresik yang ternama pada jamannya. Menurut sejarawan Oemar Zainuddin dalam bukunya yang berjudu Kota Gresik 1896-1916 Sejarah Sosial Budaya Dan Ekonomi (Penerbit Ruas), Nyai Gede Pinatih adalah seorang perempuan pertama di Nusantara pada zaman kesultanan untuk memungut bea cukai dan mengawasi para pedagang asing. Singkat cerita, Nyai Ageng Pinatih pergi dari Keraton Blambangan karena suaminya bermaksud hendak menikah lagi. L...

avatar
Deni Andrian