1
1.074 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kisah Si Layar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Sebuah kerajaan di Tanah Alas pada zaman dahulu. Sang Raja memerintah dengan sifat adil dan bijaksana. Rakyat pun hidup dalam kedamaian, keamanan, serta kesejahteraan. Sang raja mempunyai seorang penasihat. Tande Wakil namanya. Apa pun juga yang disebutkan Tande Wakil, Sang Raja akan menurutinya. Dalam kehidupannya, Sang Raja belum juga dikaruniai seorang anak pun meski telah lama berumah tangga. Kenyataan itu membuatnya kerap bersedih hati. Begitu pula dengan Sang Permaisuri. Keduanya tak putus-putusnya berdoa dan memohon agar dikaruniai anak. Hingga suatu hari Sang Raja bermimpi. Dalam impiannya itu seorang kakek datang kepadanya dan memberitahunya, hendaklah Sang Permaisuri meminum ramuan yang dibuat oleh seorang tabib yang tinggal di sebuah hutan di ujung wilayah kerajaan. Keesokan paginya Sang Raja lantas memerintahkan para prajurit untuk mencari keberadaan Si tabib dan mengajaknya untuk datang ke istana kerajaan. Tak berapa lama kemudian tabib yang dimaksud telah datan...

avatar
Roro
Gambar Entri
Turun Mandi
Ritual Ritual
Aceh

Aceh tediri dari masyarakat mulikultural dengan berbagai ragam budaya yang unik dan variatif, meskipun secara umum budaya aceh hampir sama disetiap daerahnya namun ada beberapa bagian tertentu disetiap daerah terdapat keunikan tersendiri sehingga menjadi keanekaragaman yang mencitrakan identitas daerah tertentu, salahsatunya adalah tradisi peutroen aneuk (turun mandi). Sebelum prosesi berlansung, bayi akan di peusunteng (ditepung tawar) oleh pihak keluarga. Masyarakat adat yang masih kental dengan tradisi, akan terus melestarikan budaya dengan cara melaksanakan setiap tradisi dengan sentuhan budaya yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Begitu juga dalam melaksanakan acara “Peutron Aneuk U Tanoh” atau dikenal dengan turun mandi yang biasaya dilakukan setelah umur 44 hari si bayi. Rangkaian tradisi turun mandi diawali dengan acara peucicap, dimana tokoh agama setempat akan mengoles madu, makanan dan buah-buahan pada bibir...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Nagasari Cipuga
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Nagasari juga merupakan nama lain bagi dewaru, sejenis pohon. Nagasari adalah sejenis kue yang terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula yang diisi pisang. Kue ini biasanya dibalut dengan daun pisang lalu dikukus. Selain bahan yang tersebut di atas, nagasari juga sering dikukus dengan balutan daun pandan sehingga menimbulkan aroma yang khas Jepara. Walau orisinal kue ini terdapat pisang di tengahnya.. Rasanya lembut, lumer di mulut dan wangi daun pisangnya sangat kentara. Tak hanya itu, nagasari pun dihidang dalam keadaan dingin. Harganya? Hanya seribu dua ratus rupiah perpotong. kue nagasari yang diproduksi di Bireuen juga menjadi oleh-oleh khas dari kabupaten ini. Karena itu, tak heran bila di setiap tempat penjualan pasti juga dijual nagasari. Kue nagasari Bireuen sudah terkenal sejak belasan tahun lalu. Kue itu dibuat oleh salah satu keluarga, dan kemudian usaha tersebut diteruskan secara turun temurun. Sekarang, sudah banyak tempat...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Khanduri Laot
Ritual Ritual
Aceh

 Tradisi Khanduri Laot (kenduri laut) diselenggarakan di Dermaga CT-3 BPKS Sabang, Provinsi Aceh, Sabtu, 28 April 2018. Budaya tradisional etnik Aceh, Seni Tutur Papa atau menyapa para tamu undangan dan Tarian Rapai Geleng menjadi pembuka acara itu. Dilansir Antara, Seni tutur papa merupakan kebisaan masyarakat provinsi paling ujung barat Indonesia untuk menyapa para tamu undangan sembari berbalas pantun. Para tamu undangan yang dipimpin seorang syeh sebelum masuk ke sebuah acara terlebih dahulu meminta izin dengan syair dan yang mengundang pun mempersilahkan tamu itu masuk dengan pantun. Kemudian, Wali Kota Sabang Nazaruddin bersama tamu undagan yakni, Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata RI Indroyono Soesilo, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Pemerintahan dan Politik Abdul Karim, serta unsur Forkompinda lainnya disambut dengan Tarian Rapai Geleng. Rapai Geleng merupakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerja sama, kebersamaan, d...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Meurajah
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Aceh

Kajian perobatan medis di Aceh telah mencapai fase keselarasan, pada saat tema-tema keagamaan dan kebudayaan mendapat “lahan utama” di dunia intelektual dan para peneliti ( researchers ), baik dalam tatanan pemerintahan (kesultanan) maupun masyarakat bawah ( grassroots ). Pada hakikatnya, ranah kajian medical ataupun perobatan secara tradisional dan modern telah mendapat tempat yang sama dengan kajian keagamaan, seperti ilmu tasawuf, tauhid dan syariat yang selama ini dan sebelumnya mendapat sorotan utama. Informasi tersebut dapat ditelusuri dari banyaknya karya tulis di bidang kedokteran yang dihasilkan oleh para intelektual atau tokoh-tokoh agama di Aceh pada beberapa abad yang silam. Karya tulis tangan (manuskrip) atau naskah klasik merupakan sumber primer dan bukti kejayaan yang digapai oleh Aceh dalam bidang-bidang tersebut, seperti pencetus munculnya sistem tulisan aksara Arab-Jawi di dunia Melayu-Nusantara, atau lahirnya sistem/kaidah syair dari Hamzah Fansuri...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Dalail Khairat & Likee
Ritual Ritual
Aceh

Provinsi Aceh adalah destinasi tepat untuk traveling saat bulan Ramadan. Di Kabupaten Pidie Jaya, wisatawan bisa mengenal tradisi syiar Islam 'dalail khairat' dan 'likee'. Inilah dzikir bersama-sama dengan suara merdu. Sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Aceh bisa mengenalkan traveler dengan syiar Islam yang dilakukan turun-temurun. Di SMK Negeri 1 Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya misalnya, Anda bisa mengenal syiar Islam 'dalail khairat' dan 'likee'. 'Dalail khairat', warga Aceh menyebutnya 'dalae' adalah salah satu dzikir yang dilakukan kelompok masyarakat di masjid, musala, atau tempat lain berupa paduan suara syiar Islam. Dalae adalah salah satu tradisi yang dilakukan di desa dan madrasah di Aceh. 'Dalae' biasa dipimpin oleh Syeh, yang memiliki nafas panjang dan suara merdu. Warga yang terpilih menjadi anggota 'dalae' adalah mereka yang bersuara keras sehingga terdegar jelas meski tanpa menggunakan mikro...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Bejamu Saman
Tarian Tarian
Aceh

  Tari saman (saman dance) yang dimiliki masyarakat Gayo Lues merupakan warisan dari nenek moyang masyarakat Gayo Lues yang telah dinobatkan oleh UNESCO di Bali pada tanggal 24 November 2011 sebagai tari warisan turun temurun.  Pada tanggal 26 Desember 2014 tahun lalu tercatat sebagai tari saman terbanyak dengan personil 5005 peserta yang diadakan di stadion DISPORA Blangkejeren. Secara historis, tarian ini muncul karena kepentingan penyebaran agama Islam di Aceh umumnya, dan di tanah Gayo khususnya. Tari saman ini dikenalkan oleh seorang ulama bernama Syeikh Saman. Sebelum menjelaskan mengenai bagaimana tradisi bejamu saman di Gayo Lues, tarian saman ini memiliki beberapa varian menurut cara dan tempat persembahan dari tari saman, yaitu: 1.    Saman Jejunten, yaitu saman yang dilakukan pemuda pada malam hari, dianggap sebagai latihan dan susunan atau posisi dilakukan secara sembarangan. Merupakan salah satu kesempatan untuk mengarang atau membu...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Man Pasir
Ritual Ritual
Aceh

Restorasi Budaya Man Pasir masyarakat Gayo Lues telah menjadi sebuah kebudayaan bagi Pemuda dan Pemudi Gayo Lues, karena masyarakat  di sini mempunyai tradisi dalam memeriahkan momen Pra-nikah yang dilakukan semeriah mungkin. Bahkan, kemeriahan dimulia dari momen-momen untuk mengenang masa-masa terindah bagi setiap seorang, yang berprinsip hanya di lakukan sekali dalam seumur hidup. Salah seorang Pemuda Kuta Ujung, Muhamad mengatakan, masyrakat Gayo Lues mempunyai sebuah tradisi dalam memeriahkan momen Pra-nikah tersebut yang dikenal dengan istilah Man Pasir, Selasa (16/1/2018). Ini adalah sebuah acara khusus perkumpulan muda – mudi di kediaman salah satu calon pengantin, sehari sebelum pernikahan yang dilaksanakan pada malam hari. Dalam acara tersebut, muda – mudi berkumpul dengan teman – teman baik dari kampung sendiri, maupun dari kampung lain dengan tujuan selain untuk mempererat tali silaturahmi juga bertanda acara perpisahan masa lajang a...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ratoh Bruek
Tarian Tarian
Aceh

Kreativitas tidak akan pernah berhenti. Meski usia TA Malik Budiman tidak bisa dibilang muda, ia tetap berusaha melahirkan karya-karya baru di bidang seni. Salah satu karyanya adalah Tari Ratoh Bruek atau Tari Batok Kelapa. Tarian ini berkembang di Kabupaten Bireuen dan ikut dipentaskan dalam Festival Seni Budaya Tradisi Bireuen yang diselenggarakan Dewan Kesenian Bireuen awal November 2018.   Adalah TA Malik Budiman, lahir 1 Maret 1943, menemukan ide penciptaan tari tersebut berdasarkan tradisi persiapan pesta perkawinan. Tari Ratoh Bruek atau Tari Batok Kelapa. (SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA) "Menjelang pesta kawin, para perempuan Bireuen menyiapkan segala sesuatunya dengan bergotong royong, seperti memarut kelapa, menyiapkan bumbu masakan dan sebagainya. "Aktivitas itulah yang saya angkat dalam bentuk tarian," kata TA Malil Budiman dalam percakapan dengan Serambinews.com, di Bireuen beberapa waktu lalu. Disebut...

avatar
Deni Andrian