fc points playstation 4 Besuche die Website Buyfc26coins.com. Fairer Deal..UD9i
1.449 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Gapura Wringin Lawang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Gapura Wringin Lawang terletak di wilayah administrasi Dukuh Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gapura ini tidak terlalu jauh dari jalan utama Surabaya – Solo.   Bangunan Wringin Lawang ini sebenarnya bukan merupakan bangunan candi melainkan sebuah gapura, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Gapura Wringin Lawang. Bangunan ini berada di permukaan tanah pada ketinggian 36,42 meter di atas permukaan laut, orientasi bangunan ke arah timur-barat dengan azimuth 279áµ'. Bangunan kuno ini telah dikenal sejak tahun 1815 dalam tulisan Raflles,  History of Java , yang disebut dengan nama “Gapura Jati Pasar”. Pada tahun 1907 dalam tulisan Knebel, gapura ini dikenal dengan nama “Gapura Wringin Lawang”, dibuat dari bata.   Menurut ceritera sesepuh yang tinggal di dekat lokasi gapura, bahwa sebutan Wringin Lawang dikaitkan adanya dua buah pohon ber...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Sanggrahan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Informasi keberadaan Candi Sanggrahan ini didapat dari Pak Suyoto, seorang juru kunci  Candi Mirigambar . Karena atas petunjuk Pak Yoto (nama panggilan dari Pak Suyoto), saya menyempatkan untuk menengok Candi Sanggrahan yang jaraknya berkisar 9 kilometer dari  Candi Mirigambar .   Sebenarnya tidak masuk catatan kunjungan dalam rangka mudik ke Solo, tapi karena waktunya masih memungkinkan saya menyempatkan diri untuk mengunjunginya. Candi Sanggrahan terletak di Dusun Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di depan Warkop Candi dan Karaoke, yang kiri kanannya terdapat kolam ikan mas koi.   Berdasarkan informasi dari lokasi candi, soal kapan persisnya pembangunan Candi Sanggrahan masih belum diketahui dengan pasti. Selain tidak ditemukan angka tahun, keberadaan Candi Sanggrahan juga tidak termuat dengan jelas dalam prasasti atau naskah seperti Kakawin Negarakertagama. Berbed...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Hok Yoe Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Sewaktu pulang dari Surabaya menuju Solo dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X dengan nopol AD 5027 CS, saya berkesempatan mampir dan sekaligus melepas lelah sejenak di sebuah klenteng yang berada di pinggir jalan besar. Klenteng tersebut bernama Klenteng Hok Yoe Kiong.  Klenteng Hok Yoe Kiong merupakan tempat peribadatan umat Tridharma, yaitu Konghucu, Buddha dan Tao). Klenteng ini terletak di Jalan Raya Sukomoro No. 2, Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini berada di depan  Stasiun Sukomoro . Keberadaan klenteng ini tidak lepas dari peran pendirinya yang bernama Soen Boen Lee dari Kota Nganjuk. Sebagai seorang Tionghoa, ia membuat sebuah tempat pemujaan bagi Kongco Tik Tjoen Ong di rumahnya. Patung Kongco Tik Tjoen Ong dibawa ke Nganjuk dari Negeri Tiongkok sekitar tahun 1930-an. Seiring perjalanan waktu, rumahnya menjadi ramai karena begitu banyak warga Tionghoa yang ikut bersembahyang sehing...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Tjoe Tik Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Klenteng Tri Dharma Tjoe Tik Kiong merupakan salah satu situs bersejarah yang berada di Jl WR Supratman 10, Kelurahan Kampungdalem, Kabupaten Tulungagung. Klenteng ini terletak strategis karena terletak tepat di tikungan jalan. Klenteng ini merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Tulungagung. Klenteng ini merupakan salah satu bangunan yang masih mempertahankan pengaruh arsitektur dari Tiongkok secara jelas. Nama Klentengnya adalah Tjoe Tik Kiong, terletak di Jalan Wage Rudolf Supratman No. 10 Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Jalur bus dari Tulungagung ke arah Surabaya akan melewati klenteng ini, letaknya juga berdekatan dengan hotel yang cukup besar, yakni Hotel Barata. Awalnya, bangunan klenteng ini masih sederhana. Didirikan tepat di depan Pasar Wage berbentuk menyerupai  pendopo . Namun, pada tahun 1865 klenteng tersebut dipindahkan ke sebelah utara dengan menempati lahan yang luasnya sekitar 6.000...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asmarandana, Bagian VIII Serat Panisastra
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Asmarandana   (3)Tan sinaba dening paksi, paksi kang saba ing toya, yen pandhita upamane, tilar pangabektinira, nuju becik kang dina, supe ing penambahanipun, yekti doh lan pangerannya.   (4)Kalamun pandhita pasthi, tebih lan pangeranira, manggih cilaka lemahe, mangkana sang maharja, yen tan parikseng bala, kurang paramartanipun, anggung rengu aduduka.   Artinya:   (3) tidak pernah didatangi oleh burung, burung yang sering berada di air, seandainnya kalau pendeta, meninggalkan kebaktiannya, menuju hari yang bagus, lupa dengan statusnya sebagai pendeta, pendeta yang jauh dari Tuhannya.   (4) kalau takdir pendeta, jauh dari Tuhannya, celaka yan akan dijumpai, begitu pula Sang maharaja, kalau tidak melihat para tentarannya, kurang baik budinya, akan marah.   Isi teks:   (3) walaupun orang itu berstatus sebagai pendeta,akan tetapi jika meninggalkan kebaktiannya bisa lupa denga...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Panitisastra
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat panitisastra yaitu salah satu sastra piwulang  yang sebenarnya serat Nitisastra yang menggunakan bahasa Djarwa. Serat ini ketika tahun 1725 (1789M) dari bahasa Kawi disalin ke dalam bahasa Kawi-miring. Kemudian tahun 1735 (1808M),kemdian disusul kitab berbahasa Kawi-Djarwa. Setelah tahun 1746 (1819M),diubah ke dalam bahasa prosa oleh Raden Pandji Puspawilaga. Dibuat pada tahun 1843 pada zaman pemerintahan Sri Susuhunan P.B.VII.   Serat ini diedarkan di Surakarta,pada bait pertama tembang dhandhanggula menunjukkan asal muasalnya serat ini,yang berbunyi:   Makritya ring agnya narpasiwi,nular pralampitaning Sang Wusman,Ing  Surakarta wedhare, tata tri gora ratu ,Ri sangkala witning winarti, Nitisastra  inaran,winarnaeng kidung,kadi kadanging sarjawa,limaksana sasananing kang janmadi,adi yang kadriyana.   Yang artinya: akan mengerjakan perintah raja putra,meniru lambang-lambang sang wusman, di  Surakarta  terbabarny...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Wulang Dalem
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat Wulang Dalem merupakan serat yang digubah oleh Paku Buwono (PB) IV, Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Serat ini menggunakan huruf Jawa, dan pernah diterbitkan oleh Penerbit Jonasportir di Surakarta pada tahun 1876.   Serat ini berisi ajaran PB IV kepada anak cucunya, tentang keselamatan, kesejahteraan dunia, dan akhirat. Nasihat tersebut antara lain: dalam bertindak harus ada tujuan, berbicara seperlunya, mempunyai tata karma, rukun dengan teman dan keluarga, harus beragama, tidak sombong, tidak lalai. Jangan lupa menjalankan perintah Tuhan, karena hidup di dunia ini adalah kehendak-Nya. Jika berbuat kesalahan, hendaknya cepat bertaubat. Waktu masih muda jangan lupa mengaji. Tuntutlah ilmu sejauh mungkin. Jika menjadi pemimpin jangan semena-mena terhadap bawahan.   Serat ini juga menekankan ajaran hidup yang utama, seperti mengaji, menjalankan perintah Tuhan, dan meninggalkan larangan-Nya. Mengaji adalah perbuatan terpuji. Jika mengaji tentu ada h...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Cemporet
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Karya besar pujangga Ranggawarsita memang banyak yang terkenal. Selain memiliki bobot yang berkualitas, kata-kata sastrawinya juga selaras dengan perkembangan zaman. Karya Ranggawarsita yang terkenal, antara lain: Jaka Lodhang, Pustaka Raja Purwa, Sabda Jati dan Hidayat Jati. Selain itu, ada juga Serat Cemporet.   Serat Cemporet lebih terkenal lantaran digubah memakai bahasa Jawa yang indah. Zaman dahulu, sebelum Jepang menjajah Indonesia, buku tersebut digemari banyak orang untuk bacaan, khususnya yang senang melantunkan  macapat . Namun demikian, juga tidak sedikit orang yang mencela kitab tersebut lantaran bahasa yang digunakan terlalu halus (bahasa sastrawi tinggi). Obrolan orang desa yang memakai bahasa tadi dianggap terlalu tinggi, sehingga terkesan dibuat-buat. Kesan itu pernah ditulis oleh Prof. Dr. R. Ng Purbacaraka dalam bukunya “ Kepustakaan Jawa ”. Tapi banyak juga orang yang setuju dengan pendapat tersebut karena karya sastra itu mempun...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Warna-Warni
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Naskah yang juga berjudul Islamitisch Godsdients ini terdiri atas enam teks. Enam teks tersebut berjudul Serat Kaliamah Kalih, Suluk Aceh, Serat Mukarannah, Serat Wirit-wiritipun Para Wali, Primbon Donga Anebihaken Sakit Sambang, dan Primbon Donga Anyalataken Mayit.   Naskah yang disalin R. Panji Suryawijaya di Batavia antara tahun 1862-1864 ini berbahan kertas Eropa berjumlah 145 halaman berukuran 16,3 x 19,1 cm. Ditulis miring ke kanan dalam bentuk macapat menggunakan tinta cair warna hitam dengan aksara dan bahasa Jawa. Teks masih dapat dibaca dengan baik, ditulis di dalam ruang tulis yang berukuran 12,5 cm hurufnya berukuran 0,7 cm dengan jarak spasi 0,2 cm sebanyak 15 baris per halaman dan terdapat beberapa halaman kosong. Pemilik asal naskah ini yaitu A.B. Cohen Stuart, naskah diserahan kepada Bataviaasch Genootschap sebagai koleksi titipan Cohen Stuart. Sekarang tersimpan dan terawat dengan baik di Perpusnas, dengan nomor naskah Cs 19 dan nomor roll film...

avatar
Arum Tunjung