Seperti yang kita ketahui setiap wilayah di Indonesia memiliki alat musik yang khas dan juga berbeda-beda. Dari bentuk, ukuran, dan juga cara memainkannya. Di daerah saya yaitu tepatnya di Bandung, Jawa barat memiliki alat musik angklung dan suling. Namun, saya akan membahas lebih lanjut tentang suling. Penasaran kan teman-teman? Nah, suling merupakan alat musik tiup yang terbuat dari bambu Tamiang. Alasannya karena bambu tersebut berdiameter kecil dan tipis sehingga suara yang dihasilkannya sangat khas. Fungsi suling: 1. Salah satu instrumen utama dalam kacapi suling. 2. Menyertai instrumen dalam Gamelan Degung, Tembang Sunda. Kebetulan nih waktu SMP, saya pernah belajar memainkan suling di pelajaran seni budaya. Cara memainkannya pun cukup mudah yaitu dengan meniup dan menutup sebagian lubang pada suling menggunakan jari tangan. Eits, perhatikan juga lubang yang akan kita tutup karena akan mempengaruhi nada yang diha...
Sekilas alat musik Sunda ini sama dengan angklung. Ya, calung memang bisa dibilang merupakan saudara kembar dari angklung. Sama-sama terbuat dari bambu dan membunyikan suara-suara yang merdu. Apa Itu Calung? Calung dapat diartikan sebagai sebuah alat musik yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul sambil dijinjing. Pengertian lain dari calung adalah sebuah seni pertunjukan. Meski merupakan saudara kembar dari angklung, keduanya terbilang unik dalam hal cara memainkannya. Seperti diketahui, angklung dibunyikan dengan cara digoyang sedangkan calung dibunyikan dengan cara dipukul. Tangga nada yang ada pada calung ini adalah da-mi-na-ti-la. Jenis-Jenis Calung Calung Sunda ini terdiri atas dua jenis, yaitu; 1. Calung Jinjing Calung jinjing terdiri dari 4 hingga 5 buah bambu. Dimainkan dengan cara dijinjing lalu dipukul. Caranya adalah menjinjingnya dengan tangan kanan dan memukulnya dengan tangan kiri. Cara memukulnya pun tida...
Kini, mungkin makanan ini sudah sangat jarang kita temui. Bahkan bisa jadi banyak di antara kita yang tidak tahu seperti apa rasa makanan khas Sunda ini, atau bahkan bentuknya saja kita tidak tahu. Lalu, apa sih Comét itu? Comét merupakan makanan khas Sunda, Jawa Barat. Seperti halnya makanan khas Sunda lainnya yang memiliki berbagai singkatan unik, Comét pun merupakan singkatan dari Oncom Saemét. ‘Saemét’ merupakan bahasa Sunda yang berarti ‘sedikit’ dalam bahasa Indonesia. Ingat! Comét dibaca comet ya kawan-kawan, bukan komet . Comét berbentuk bulat pipih, rasanya gurih, dan renyah seperti keripik. Bahan utama dari Comét yaitu singkong. Makanan ini terbuat dari parutan singkong yang patinya dibuang, hal ini dilakukan agar adonan cepat kering saat digoreng dan hasilnya pun renyah. Lalu, dimana letak oncomnya? Sedikit oncom terdapat di bagian tengah makanan Comét ini. So , makanan...
Sate merupakan makanan khas Indonesia. Ada berbagai macam jenis sate yang dapat ditemui di Indonesia dengan keunikannya masing-masing sesuai khas daerahnya. Salah satunya adalah sate jebred. Sate jebred ini berbeda dengan sate pada umumnya yang biasanya terbuat dari daging sapi atau daging ayam. Sate jebred merupakan makanan tradisonal khas Sunda yang berasal dari Bandung. Sate jebred ini terbuat dari kulit sapi yang direbus kemudian ditambah bumbu serundeng dari kelapa ataupun bisa dengan bumbu kacang dengan ditambah rasa pedas. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang enak membuat sate ini digemari banyak orang sebagai cemilan atau jajanan yang murah. Biasanya sate ini dijual di pasar tradisional dengan harga seribu rupiah untuk satu tusuk. Namun, untuk sekarang sate jebred ini jarang ditemui seperti sate lainnya tetapi kita dapat membuatnya sendiri dengan mudah. #OSKMITB2018
Kitab Waruga Jagat merupakan sebagian kecil dari isi naskah yang tersimpan di Museum Yayasan Pangerang Sumedang (YPS) di Sumedang. Bagian yang lainnya dari naskah tersebut merupakan semacam perimbon, yang isinya terdiri dari bermacam-macam hal, sebagai catatan yang berhubungan dengan ilmu kebatinan. Naskah tersebut tidak berasal dari kertas biasa, melainkan dari bahan yang dikenal dengan nama “kulit sach”, sejenis daluang yang terbuat dari kulit kayu. Hingga kini pembuatan daluang dari kulit sach itu masih diproduksi orang di daerah Wanaraja, kabupaten Garut, dipergunakan sebagai alat pembungkus. Naskah itu berukuran kwarto, yang tidak mengenai KWJ tertulis dalam huruf ‘pegon’ (Arab Jawa) dengan bahasa Jawa-Sunda, tebalnya hanya terdiri dari atas 12 lembar. Kecuali sebuah naskah yang tersebut diatas, pada YPS, tersimpan pula dua buah naskah yang lain, sebuah di antaranya ialah Silsilah Keturuna...
Boboko adalah tempat untuk mencuci atau membersihkan beras, bisa juga disebut sebagai wadah nasi. Boboko terbuat dari bambu yang dibelah belah kemudian dianyam sampai rapat, bentuknya bundar cembung dengan kaki segi empat yang biasa disebut sebagai soko. Sisi permukaan wadah diberi wengku dililitkan dengan bambu tali. Nenek moyang kita dahulu sudah memiliki pengetahuan yang luar biasa, buktinya mereka berfikir untuk menciptakan alat yang dapat membantu dalam kegiatan mereka. Pada zaman itu sudah mulai berkembang pengetahuan tentang anyaman, yaitu sejumlah benda yang berbentuk lembaran baik berupa daun, bambu, kulit kayu atau apapun yang disatukan dan saling menganyam sehingga membentuk aneka benda yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan saat itu. Pada masyarakat Sunda, boboko digunakan juga untuk menyimpan barang makanan yang akan dikirimkan ke tetangga atau saudara. Boboko atau dalam bahasa indonesia adalah bakul nasi memiliki banyak kegunaan, yaitu sebagai pe...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya tidak asing dengan istilah "Bulak Kapal". Bulak Kapal merupakan sebuah kawasan yang terletak sekitar 2 kilometer dari Gerbang Tol Bekasi Timur. Tentunya setiap tempat memiliki sejarah dibalik penamaannya, terutama dengan Bulak Kapal ini. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah tersebut terus tersebar secara turun-temurun. Banyak yang pro dan kontra dengan cerita-cerita rakyat yang ada, karena mungkin terkadang tidak logis dan di luar nalar. Namun, cerita-cerita rakyat tersebut tentunya tetap menjadi bagian dari budaya sastra Indonesia. Begitu juga dengan Legenda Bulak Kapal ini. Dahulu kala, di daerah Bekasi dibangunlah sebuah bandar udara oleh Belanda. Bandara (bandar udara) ini semena-mena didirikan Belanda tanpa perizinan warga setempat. Oleh karena itu, warga Bekasi pun tidak suka dengan kedatangan Belanda yang sangat egois. Bandara ini digunakan Belanda selain untuk transit, juga untuk markas persenjataan Belanda. Sampai sua...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya tidak asing dengan istilah "Bulak Kapal". Bulak Kapal merupakan sebuah kawasan yang terletak sekitar 2 kilometer dari Gerbang Tol Bekasi Timur. Tentunya setiap tempat memiliki sejarah dibalik penamaannya, terutama dengan Bulak Kapal ini. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah tersebut terus tersebar secara turun-temurun. Banyak yang pro dan kontra dengan cerita-cerita rakyat yang ada, karena mungkin terkadang tidak logis dan di luar nalar. Namun, cerita-cerita rakyat tersebut tentunya tetap menjadi bagian dari budaya sastra Indonesia. Begitu juga dengan Legenda Bulak Kapal ini. Dahulu kala, di daerah Bekasi dibangunlah sebuah bandar udara oleh Belanda. Bandara (bandar udara) ini semena-mena didirikan Belanda tanpa perizinan warga setempat. Oleh karena itu, warga Bekasi pun tidak suka dengan kedatangan Belanda yang sangat egois. Bandara ini digunakan Belanda selain untuk transit, juga untuk markas persenjataan Belanda. Sampai sua...
Bila saudara mengunjungi Kota Bekasi ataupun tinggal di Bekasi, Stadion Patriot Candrabaga atau yang sering disebut dengan Stadion Bekasi tentu tak asing terdengar oleh saudara semua. Sesuai dengan namanya yang lazim, Stadion Bekasi seringkali digunakan sebagai sarana olahraga, khususnya olahraga sepak bola. Tidak hanya tim-tim Jawa Barat saja yang seringkali menginjakan kaki untuk bertanding di Stadion ini, melainkan juga tim-tim besar dari Jakarta seperti Persija Jakarta, PSMS Medan, dan sebagainya. Dalam trackrecord yang ada, stadion ini telah menjadi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Jawa Barat IV di tahun 1984, 4 tahun setelah dibangunnya Stadion Bekasi. Renovasi dan segala perbaikan pun kian dilakukan untuk memperluas serta menata ulang segi design yang ada hingga stadion ini menjadi bertaraf Internasional dengan kapasitas 30.000 pengunjung. Dalam peresmian pasca renovasi, Rahmat Effendi dan Ahmad Syaiku selaku Wali kota dan Wakil Wali kota Bekasi meresmikan dan mem...