Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tujuh Makna untuk Tujuh Bulan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Jawa, seperti daerah pada umumnya di Indonesia, memiliki adat dan budaya yang berlimpah. Hampir setiap kejadian besar yang terjadi pada kehidupan masyarakatnya diperingati dengan upacara adat. Salah satunya adalah perayaan usia kehamilan tujuh bulanan yang biasa disebut sebagai tingkeban. Upacara adat ini memiliki banyak runtutan acara yang memiliki arti masing-masing. Salah satu bagian acara yang menarik dari tingkeban ini adalah Upacara Patut-Patut, yakni ketika sang calon ibu berganti pakaian berkali-kali sambil meminta pendapat para tamu. Para tamu akan berkata bahwa pakaiannya belum pantas. Hingga pada akhirnya para tamu akan berkata "Patut" atau pantas dipakaian ketujuh. Hal itu menyimbolkan usia kehamilan ibu yang mencapai tujuh bulan. Tujuh pakaian yang dikenakan sang calon ibu tersebut bukanlah sembarang pakaian. Ketujuh pakaian tersebut terdiri dari set kebaya, kain, dan selendang dengan makna yang berbeda-beda. Beragam makna dari setiap set pakaian tersebut akan dibah...

avatar
OSKM_16018156_Winiardhita Anjani
Gambar Entri
Grebeg Sudiro
Ritual Ritual
Jawa Tengah

  Grebeg Sudiro pertama kali diadakan pada tahun 2007 dan biasanya pada bulan Januari atau Februari tepatnya 7 hari menjelang perayaan hari raya Imlek(Tahun Baru Cina). Tema yang dibuat setiap tahun selalu berbeda tetapi inti tema selalu tentang kebhinekaan. Perayaan grebek kebetulan selalu dirayakan menjelang tahun baru Imlek, kebetulan juga kampung Sudiroprajan terkenal dengan kampung pembauran yang mana penduduknya terdiri atas etnis Tionghoa dan Jawa. Maka dari itulah perayaan ini dinamakan sebagai Grebeg Sudiro.   Grebeg Sudiro sendiri bertujuan juga untuk mengangkat kebudayaan Jawa dan Tionghoa. Sebelum diadakannya grebeg, biasanya aka nada pra event yang namanya Umbul Mantram. Umbul Mantram adalah acara sakral yang dilakukan oleh penduduk Sudiroprajan sendiri. Umbul Mantram bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan YME. Umbul Mantram biasanya mengelilingi kampung Sudiroprajan dengan membawa dua jodang(gunungan) yai...

avatar
OSKM18_16418083_Lucky Bagas Sri Hartono
Gambar Entri
Sejarah dan Cara Membuat Serabi Solo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Serabi atau biasa juga disebut surabi berasal dari tanah sunda, Nah mengapa bisa sampai ke Solo yang berada di Jawa Tengah , pada dasarnya serabi tersebar di seluruh Indonesia , dan resep serabi yang sudah tersebar disesuaikan dengan bahan pangan yang ada di jaman dahulu kala. Nah serabi Solo ini menggunakan tepung beras yang dicampurkan dengan santan, berikut bahan dan cara membuat serabi solo. Bahan: 1. 100 gram tepung beras 2. 1 sendok makan tepung terigu\ 3. 3 sendok makan gula pasir 4. 1/4 sendok teh baking soda 5. 1/4 sendok teh garam 6. 1 lembar daun pandan 7. 1/2 sendok makan ragi  8. 300 ml santan kental 9. Daun pisang secukupnya untuk membungkus Cara Memasak 1. Diawal-awal masak santan dan daun pandan sampai mendidih sambil diaduk. Lalu matikan kompor dan diamkan sampai hangat. 2. Campurkan semua bahan kering, lalu aduk rata. Setelah adonan rata, tuangkan semua santan yang masih hangat perlahan sambil diaduk. ...

avatar
Oskm18_16618100_genta Harrison Hasiando Mardani
Gambar Entri
Asal Usul Tarian Gambang Semarang
Tarian Tarian
Jawa Tengah

    Tarian Gambang Semarang ini adalah tarian yang diiringi oleh alat musik yang terbuat dari bilah kayu dan gamelan yang dikenal oleh masyarakat semarang dengan sebutan Gambang. Tarian ini juga diiringi oleh alat musik lainnya seperti seruling, gong dan kecrek, dan yang membuatnya lebih istimewa adalah adanya alat musik khas tionghoa yang mengiringi tarian ini juga. Jadi, Tari Gambang ini merupakan perpaduan 2 budaya yaitu tionghoa dan jawa.     Awalnya, pada abad ke-20, seseorang menyaksikan seorang pengamen jalanan yang sedang keliling kota Semarang menggunakan instrumen instrumen dari cina seperti terompet dan seruling. Dia juga menggunakan gamelan dan gong. Hal ini yang memprakarsai lahirnya tarian Gambang Semarang yang diiringi instrumen dari 2 daerah berbeda. #OSKMITB18

avatar
OSKM18_16918252_Billy David Billy Octavian Oentoro
Gambar Entri
Gethuk Singkong dengan Parutan Kelapa Klasik
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Gethuk Singkong dengan Parutan Kelapa Kudapan Khas Nenek dari Semarang Gethuk merupakan suatu kudapan sederhana yang berasal dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada dasarnya, Gethuk merupakan singkong yang telah dikupas, kemudian direbus, dan ditambahkan suatu hal yang manis, umumnya gula merah ataupun parutan kelapa. Pada kebiasaan masyarakat Jawa Tengah, Gethuk sering kali dimakan ketika sore hari, untuk menunda kelaparan yang telah tiba secara dini karena tuntutan energi kehidupan, baik itu kegiatan sekolah atau hal yang terkait pendidikan, maupun beban pekerjaan yang dialami oleh para pekerja yang tengah membanting tulang untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Bagaimanapun juga, gethuk merupakan makanan ringan yang murah dan cocok dimakan dengan segelas kopi hitam ataupun teh hangat. Makanan Gethuk terdapat di seluruh daerah Jawa, dan oleh karena itu, proses pembuatan Gethuk mengalami suatu perbedaan tergantung daerahnya, sebab hampir setiap daerah melakuka...

avatar
OSKM_16718162_Samuel Samuel Putra
Gambar Entri
Prasasti Rukam
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...

avatar
Oskm18_16218024_ribka
Gambar Entri
Prasasti Rukam
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...

avatar
Oskm18_16218024_ribka
Gambar Entri
Prasasti Rukam
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...

avatar
Oskm18_16218024_ribka
Gambar Entri
Prasasti Rukam
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...

avatar
Oskm18_16218024_ribka