Makanan Minuman
Makanan Minuman
Budaya Jawa Tengah Jawa Tengah Semarang
Gethuk Singkong dengan Parutan Kelapa Klasik

Gethuk Singkong dengan Parutan Kelapa

Kudapan Khas Nenek dari Semarang

Gethuk merupakan suatu kudapan sederhana yang berasal dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada dasarnya, Gethuk merupakan singkong yang telah dikupas, kemudian direbus, dan ditambahkan suatu hal yang manis, umumnya gula merah ataupun parutan kelapa. Pada kebiasaan masyarakat Jawa Tengah, Gethuk sering kali dimakan ketika sore hari, untuk menunda kelaparan yang telah tiba secara dini karena tuntutan energi kehidupan, baik itu kegiatan sekolah atau hal yang terkait pendidikan, maupun beban pekerjaan yang dialami oleh para pekerja yang tengah membanting tulang untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Bagaimanapun juga, gethuk merupakan makanan ringan yang murah dan cocok dimakan dengan segelas kopi hitam ataupun teh hangat.

Makanan Gethuk terdapat di seluruh daerah Jawa, dan oleh karena itu, proses pembuatan Gethuk mengalami suatu perbedaan tergantung daerahnya, sebab hampir setiap daerah melakukan modifikasi dalam pengolahannya. Ada berberapa daerah yang menggoreng singkongnya, alih-alih merebusnya, supaya mendapatkan suatu tekstur yang lebih renyah dan garing dibandingkan dengan metode yang konvensional. Adapun juga yang menggunakan buah pisang sebagai dasar pembuatan gethuk, sebab diyakini membuat gethuk terasa lebih manis ketika sudah selesai direbus ataupun digoreng. Namun, pada kesempatan hari ini, yang akan dibicarakan adalah Gethuk yang diolah secara klasik, asli Semarang.

 

 

Image result for getuk singkong kelapa tanpa pewarna

                                                                        Ilustrasi makanan gethuk klasik. (diambil via Google Images)

Cara klasik membuat gethuk yakni dengan menggunakan dasar singkong yang hanya diberi parutan kelapa dan gula merah yang disajikan secara terpisah. Jenis Gethuk yang dibahas merupakan jenis yang klasik sebab menurut narasumber dari artikel ini, yakni nenek penulis sendiri yang berasal dari Semarang, ini merupakan cara yang lebih sehat karena tidak melibatkan penggorengan yang cenderung menyebabkan penyakit tenggorokan dan juga karena menurut beliau, “Gethuk memang lebih enak kalau sesuai dengan aslinya.”

Maka, langsung saja, kita bahas saja cara pembuatan Gethuk Singkong!

Pertama, akan dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:

  • 1 kg singkong yang memiliki kualitas baik
  • 200 gram gula pasir
  • 4 sendok teh garam
  • Daging buah dari 1 kelapa yang telah diparut
  • Gula Merah

Setelah terkumpul bahan-bahan yang dibutuhkan, ikuti tahap-tahap berikut ini:

  1. Kupaslah kulit singkong menggunakan pisau yang tajam.
  2. Setelah mengupas kulit tersebut, cucilah dengan bersih menggunakan air mengalir.
  3. Potong singkong yang sudah tidak berkulit dengan ukuran kira-kira 4-5 cm setiap potongnya.
  4. Rebuslah singkong sampai menjadi matang dan empuk.
  5. Ketika sudah matang, angkat dan letakkan.
  6. Tumbuk singkong yang sudah direbus sampai halus.
  7. Saat menumbuk, tambahkan secara merata 200 gram gula pasir dan 2 sendok teh garam, pastikan semua tercampur rata.
  8. Setelah selesai, ambil hasil tumbukan singkong dan bagilah menjadi beberapa bagian,
  9. Cetak adonan getuk sesuai dengan keinginan.adfadf
  10. Untuk taburannya, campurlah 2 sendok the garam dengan parutan kelapa secara merata, lalu kukuslah untuk 1 sampai 2 menit saja.
  11. Sediakan juga sedikit gula merah.
  12. Sajikan.

Itulah caranya membuat Gethuk Singkong, menurut nenek penulis. Setelah menyampaikan ini, beliau juga turut memberikan pesan-pesan yang patut diingat dalam proses pembuatan gethuk:

  1. Hangatkan gethuk dan dinginkan hasil parutan kelapa sebelum konsumsi. Gethuk yang hangat jauh lebih lezat dimakan dengan parutan kelapa atau gula yang dingin.
  2. Hindari penggunaan pewarna, meskipun umumnya pewarna berwarna merah muda, hijau, kuning seringkali digunakan. Beliau mengatakan bahwa warna alami singkong sendiri jauh lebih menarik dibanding warna hasil pewarna buatan.
  3. Janganlah membuang kulit singkong tersebut. Kulit singkong masih dapat digunakan sebagai pupuk kompos yang baik untuk membantu pertumbuhan tanaman

 

Dengan demikian, selesailah artikel ini yang menjelaskan tentang pembuatan gethuk singkong dengan parutan kelapa. Sampai jumpa di lain kesempatan, dan teruslah melestarikan budaya Indonesia!

 

#OSKMITB2018 #OSKM2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu